loading

Berapa Hb Normal pada Anak? Ini Faktanya

Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Kadar Hb atau hemoglobin penting untuk mendukung tumbuh kembang anak. Kenali kadar Hb normal berdasarkan usia, tanda Hb rendah, penyebab anemia, dan kapan si kecil perlu diperiksa dokter.
berapa-hb-normal-pada-anak-ini-faktanya

Hemoglobin atau Hb merupakan protein di dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Oleh karena itu, kadar Hb menjadi salah satu parameter penting untuk melihat kondisi kesehatan anak.

Mama mungkin pernah bertanya, berapa kadarhb normal pada anak atau apakah hasil pemeriksaan darah Si Kecil termasuk rendah?

Nilai Hb memang berbeda sesuai usia dan dapat dipengaruhi kondisi kesehatan serta metode pemeriksaan laboratorium. Untuk mengetahui berapa HB normal pada anak, mari ketahui selengkapnya lewat artikel di bawah ini.

Artikel lainnya: Zat Besi untuk Anak: Manfaat, Tanda Kekurangan, dan Sumbernya

Berapa Kadar Hb Normal pada Anak Berdasarkan Usia?

Kadar Hb anak berubah seiring pertumbuhan. Bayi baru lahir umumnya mempunyai Hb lebih tinggi, kemudian kadarnya menurun dalam beberapa minggu pertama kehidupan sebagai bagian dari perubahan fisiologis setelah lahir. Setelah itu, kadar Hb perlahan meningkat seiring bertambahnya usia.

Berikut gambaran kisaran Hb normal pada anak berdasarkan usia dan jenis kelamin. Angka ini merupakan kisaran rujukan umum dan bukan seluruhnya merupakan batas anemia WHO (World Health Organization). Hasil laboratorium juga dapat mempunyai rentang rujukan yang sedikit berbeda.

Usia

Hb laki-laki

Hb perempuan

Bayi baru lahir (0–31 hari)

13,4–19,9 g/dL

13,4–19,9 g/dL

1–2 bulan

10,7–17,1 g/dL

10,7–17,1 g/dL

2–3 bulan

9,0–14,1 g/dL

9,0–14,1 g/dL

3–6 bulan

9,5–14,1 g/dL

9,5–14,1 g/dL

6–12 bulan

11,3–14,1 g/dL

11,3–14,1 g/dL

1–5 tahun

10,9–15,0 g/dL

10,9–15,0 g/dL

5–11 tahun

11,9–15,0 g/dL

11,9–15,0 g/dL

11–18 tahun

12,7–17,7 g/dL

11,9–15,0 g/dL

Perlu diperhatikan bahwa tabel di atas digunakan sebagai gambaran umum, bukan patokan tunggal untuk mendiagnosis anemia. Untuk anak usia 6 bulan ke atas, WHO mempunyai cutoff khusus berdasarkan kelompok usia.

Jadi, bila hasil pemeriksaan Si Kecil berada di luar kisaran laboratorium atau mendekati batas anemia, sebaiknya hasilnya dibaca bersama dokter.

Pada bayi baru lahir, kadar Hb memang secara alami lebih tinggi dibandingkan anak yang lebih besar. Dalam beberapa minggu setelah lahir, Hb dapat mengalami penurunan fisiologis. Untuk itu, angka Hb bayi tidak bisa disamakan begitu saja dengan batas Hb anak yang sudah lebih besar.

Berapa Batas Hb yang Disebut Anemia Menurut WHO?

Hb normal pada anak menurut WHO perlu dilihat berdasarkan kelompok usia karena batas hemoglobin untuk menentukan anemia tidak sama pada setiap tahap pertumbuhan.

Dalam pedoman terbaru WHO tahun 2024, batas anemia ditetapkan berdasarkan kelompok usia, mulai dari anak usia 6 bulan hingga remaja.

Untuk itu, hasil pemeriksaan Hb sebaiknya dibandingkan dengan batas yang sesuai usia anak, bukan menggunakan satu angka untuk semua kelompok usia.

Kelompok usia

Batas anemia menurut WHO 2024

6–23 bulan

<10,5 g/dL

24–59 bulan

<11 g/dL

5–11 tahun

<11,5 g/dL

12–14 tahun, laki-laki

<12 g/dL

12–14 tahun, perempuan tidak hamil

<12 g/dL

Dari batas tersebut, Mama bisa mengetahui gambaran Hb normal pada anak menurut WHO. Anak dikatakan tidak mengalami anemia apabila kadar Hb berada pada atau di atas batas yang ditetapkan untuk kelompok usianya.

Misalnya, pada anak usia 6–23 bulan, kadar Hb ≥10,5 g/dL tidak masuk kategori anemia, sedangkan pada usia 5–11 tahun batasnya adalah ≥11,5 g/dL.

Artikel lainnya: Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak Sejak Dini Lewat Nutrisi

Apakah Hb Normal Anak Laki-Laki dan Perempuan Berbeda?

Pada anak yang masih kecil, perbedaan Hb antara laki-laki dan perempuan umumnya tidak menjadi dasar utama penentuan anemia.

Bahkan dalam pedoman WHO, cutoff anemia untuk anak usia 6–23 bulan, 24–59 bulan, 5–11 tahun, dan 12–14 tahun menggunakan batas yang sama.

Namun, setelah memasuki masa pubertas, kebutuhan zat besi dan perubahan tubuh mulai berbeda. Pada remaja perempuan, menstruasi dapat meningkatkan kehilangan darah sehingga risiko kekurangan zat besi dan anemia menjadi lebih besar, terutama jika perdarahan menstruasinya banyak atau asupan zat besinya tidak mencukupi.

Jadi, Mama tidak perlu terlalu fokus mencari apakah angka Hb normal anak perempuan harus selalu lebih tinggi atau lebih rendah daripada Hb normal anak laki laki.

Yang lebih penting adalah melihat usia, hasil pemeriksaan laboratorium, gejala, pola makan, serta kondisi kesehatan anak secara keseluruhan.

Apa yang Terjadi Jika Hb Anak Rendah?

Hb yang rendah dapat berarti anak mengalami anemia. Mengingat hemoglobin berperan membawa oksigen ke jaringan, kekurangan Hb dapat membuat tubuh tidak mendapatkan oksigen secara optimal. Gejalanya dapat berbeda-beda, tergantung penyebab dan tingkat keparahan anemia.

Beberapa tanda yang dapat muncul antara lain:

  • Anak tampak pucat.
  • Mudah lelah atau lemas.
  • Tidak bersemangat bermain.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Pusing atau sakit kepala.
  • Nafsu makan menurun.
  • Napas terasa lebih pendek, terutama pada anemia yang lebih berat.
  • Jantung berdebar atau berdetak lebih cepat.
banner

Pada anemia defisiensi besi, anak juga dapat mengalami keinginan makan benda yang bukan makanan, seperti tanah atau es, yang disebut pica. Namun, tidak semua anak dengan Hb rendah akan menunjukkan gejala yang jelas.

Penyebab Hb rendah pun tidak selalu karena kurang makan daging atau zat besi. Anemia dapat terjadi akibat kekurangan zat besi, kekurangan vitamin tertentu, perdarahan, gangguan penyerapan nutrisi, penyakit kronis, hingga kelainan darah seperti talasemia. Oleh karena itu, mencari penyebabnya penting sebelum memberikan pengobatan.

Artikel lainnya: Berapa Berat Badan Normal Bayi Baru Lahir?

Kapan Anak Perlu Diperiksa Kadar Hb-nya?

Pemeriksaan Hb tidak selalu harus dilakukan setiap kali anak sakit. Namun, pemeriksaan dapat dipertimbangkan ketika anak memiliki faktor risiko atau gejala yang mengarah pada anemia.

Anak yang lahir prematur atau dengan berat lahir rendah, memiliki pola makan rendah zat besi, mengalami infeksi berulang, atau memiliki riwayat perdarahan dapat membutuhkan perhatian lebih.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan bahwa pemeriksaan anemia umumnya dilakukan sekitar usia 12 bulan pada anak, sementara pemeriksaan lebih awal atau lanjutan dapat dipertimbangkan pada anak dengan faktor risiko tertentu.

Praktiknya dapat berbeda sesuai pedoman dan kondisi anak di masing-masing negara, sehingga Mama sebaiknya mengikuti jadwal pemeriksaan yang diberikan dokter atau fasilitas kesehatan.

Jika Si Kecil terlihat pucat dalam waktu lama, mudah lelah, sulit berkonsentrasi, pertumbuhannya terganggu, atau mengalami keluhan yang dicurigai berkaitan dengan anemia, jangan hanya mengandalkan tampilan fisik.

Dokter dapat melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar Hb sekaligus mencari kemungkinan penyebabnya. 

Artikel lainnya: Vitamin dan Suplemen yang Dibutuhkan Anak, Panduan untuk Mama

Cara Menaikkan Hb Anak yang Aman di Rumah

Jika Hb anak rendah karena kekurangan zat besi, langkah pertama yang dapat dilakukan di rumah adalah memperbaiki kualitas makanan.

Berikan makanan sumber zat besi secara rutin, seperti daging, ayam, ikan, telur, kacang-kacangan, dan makanan yang difortifikasi zat besi sesuai usia anak.

Zat besi dari sumber hewani umumnya lebih mudah diserap tubuh dibandingkan zat besi dari sumber nabati.

Untuk bayi yang sudah mulai MPASI, makanan pendamping ASI sebaiknya diberikan mulai sekitar usia 6 bulan dengan memperhatikan kebutuhan energi dan zat gizi anak.

Kemenkes menekankan bahwa MPASI perlu diberikan secara tepat waktu, adekuat, aman, dan responsif agar kebutuhan nutrisi Si Kecil dapat terpenuhi.

Mama juga bisa mengombinasikan makanan sumber zat besi dengan makanan yang mengandung vitamin C, seperti jeruk, pepaya, tomat, brokoli, atau buah dan sayuran lain yang sesuai usia. Vitamin C dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi, terutama dari sumber nabati.

Sebaliknya, jangan memberikan suplemen zat besi secara sembarangan hanya karena hasil Hb terlihat sedikit rendah.

Dosis dan lama pemberian zat besi perlu disesuaikan dengan usia, berat badan, hasil pemeriksaan, serta penyebab anemia. Kelebihan zat besi juga dapat berbahaya bagi tubuh.

Jadi, hb normal pada anak tidak bisa ditentukan hanya dengan satu angka karena kadar hemoglobin berubah sesuai usia.

Jika hasil Hb Si Kecil berada di bawah batas atau muncul gejala anemia, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan penanganan yang tepat.

Mama juga bisa mendapatkan berbagai informasi seputar tumbuh kembang Si Kecil dengan download aplikasi Hallobumil.

Ada beragam artikel dan fitur yang dapat membantu Mama mengikuti perjalanan kesehatan keluarga dengan lebih praktis. Pastikan Mama mendaftarkan data diri terlebih dahulu, ya, Ma. 

Kalau Mama sedang mencari ruang untuk bertanya dan bertukar pengalaman, gabung ke komunitas Hallobumil di WhatsApp juga bisa menjadi pilihan.

Berbagi cerita dengan Mama lainnya dapat membantu mendapatkan sudut pandang baru saat menemani Si Kecil tumbuh dan berkembang.

Dan supaya Mama tidak ketinggalan edukasi kesehatan terbaru, jangan lupa ikuti event kesehatan bersama para ahli.

Berbagai kegiatan edukasi dapat menjadi kesempatan untuk menambah wawasan sekaligus mendapatkan informasi yang lebih terpercaya seputar kehamilan, parenting, dan kesehatan keluarga.

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image