Tenang dan Bahagia, Ini Manfaat Mendengarkan Musik saat Hamil
:strip_icc():format(webp)/hb-article/U_w-D8R2azpj-JmO3-dl5/original/sioscisrodhn62ghmkc1s7yg0umdg2u6.png)
Mendengarkan musik menjadi salah satu cara sederhana untuk merasa lebih rileks dan menikmati momen menanti kelahiran Si Kecil. Namun, masih banyak Mama yang bertanya-tanya, apakah mendengarkan musik saat hamil benar-benar aman, dan apakah ada pengaruhnya bagi janin.
Artikel ini akan membahas secara menyeluruh seputar kebiasaan mendengarkan musik untuk ibu hamil.
Apakah Aman Mendengarkan Musik saat Hamil?
Secara umum, mendengarkan musik saat hamil aman dilakukan. Suara dari luar tubuh Mama akan melewati beberapa lapisan, seperti dinding perut, rahim, dan cairan ketuban, sehingga suara yang sampai ke janin terdengar lebih lembut dibandingkan yang Mama dengar.
Pengaruh musik pada janin dan Mama justru positif. Musik sering dimanfaatkan sebagai sarana relaksasi untuk membantu Mama merasa lebih tenang.
Selama musik tidak diputar terlalu keras dan tidak didengarkan secara berlebihan, kebiasaan ini dapat menjadi bagian dari perawatan diri selama kehamilan.
Artikel lainnya: Bagaimana Otak Bayi Berkembang Sejak dalam Kandungan?
Kapan Janin Bisa Mendengarkan Musik?
Kemampuan pendengaran janin berkembang secara bertahap. Struktur telinga janin mulai terbentuk sejak trimester kedua, namun fungsinya belum sempurna pada tahap awal.
Sekitar usia kehamilan 16–18 minggu, janin mulai bisa menangkap suara dari dalam tubuh Mama, seperti detak jantung dan aliran darah.
Memasuki usia kehamilan 24 minggu ke atas, sistem pendengaran janin semakin matang sehingga ia mulai dapat merespons suara dari luar, termasuk musik dan suara Mama.
Pada fase ini, Mama mungkin merasakan gerakan janin yang lebih aktif sebagai respons terhadap suara tertentu. Hal ini merupakan bagian dari proses perkembangan alami sistem saraf dan pendengaran janin.
Artikel lainnya: Cara Bicara dengan Janin Dalam Kandungan dan Manfaatnya
Manfaat Mendengarkan Musik saat Hamil
Mendengarkan musik saat hamil tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga membawa sejumlah manfaat yang dapat dirasakan Mama secara fisik dan emosional. Berikut manfaat musik untuk janin lainnya:
1. Mengurangi stres dan kecemasan
Musik dengan irama lembut mampu menenangkan sistem saraf dan membantu menstabilkan emosi. Hal ini sangat penting karena perubahan hormon selama kehamilan sering membuat Mama mudah merasa cemas atau lebih sensitif. Dengan musik, suasana hati bisa lebih tenang dan stabil.
2. Meningkatkan kualitas tidur
Banyak Mama mengalami kesulitan tidur, terutama pada trimester akhir. Mendengarkan musik yang menenangkan sebelum tidur dapat membantu tubuh lebih rileks sehingga proses terlelap menjadi lebih mudah. Musik juga membantu mengurangi pikiran yang terlalu aktif saat malam hari.
3. Membangun ikatan emosional dengan janin
Saat Mama menikmati musik sambil berbicara atau mengelus perut, janin bisa mulai mengenali pola suara yang familiar. Efek musik pada perkembangan janin ini sering dianggap sebagai bentuk awal komunikasi antara Mama dan Si Kecil, yang membantu mempererat ikatan emosional sejak dalam kandungan.
4. Membantu perkembangan pendengaran janin
Pada usia tertentu, janin mulai dapat merespons suara dari luar rahim. Musik yang diputar dengan volume wajar dapat membantu stimulasi pendengaran janin, sehingga ia lebih terbiasa dengan suara dan ritme dari luar.
5. Meningkatkan mood dan energi positif
Musik yang disukai Mama dapat meningkatkan produksi hormon endorfin dan serotonin. Hormon ini berperan dalam menciptakan perasaan bahagia dan nyaman, sehingga Mama lebih berenergi dan lebih optimis menjalani kehamilan.
Artikel lainnya: Mood Swing Saat Hamil? Cek Penyebab & Cara Mengatasinya
6. Menurunkan tekanan darah
Irama musik yang lembut dapat membantu menurunkan tekanan darah dengan cara menenangkan sistem saraf. Tekanan darah yang stabil penting untuk kesehatan Mama dan perkembangan janin, terutama bagi Mama yang rentan mengalami hipertensi kehamilan.
7. Mengurangi nyeri dan ketegangan otot
Beberapa Mama mengalami nyeri punggung atau ketegangan otot saat hamil. Musik yang menenangkan dapat membantu tubuh lebih rileks, sehingga otot menjadi lebih longgar dan rasa nyeri bisa berkurang.
8. Membantu proses relaksasi saat persalinan
Mendengarkan musik selama kehamilan dapat menjadi kebiasaan yang menenangkan. Saat memasuki masa persalinan, musik yang familiar bisa membantu Mama tetap tenang, mengurangi rasa takut, dan membantu mengontrol napas.
9. Menstimulasi perkembangan otak janin
Ritme dan melodi musik dapat menjadi stimulasi yang baik untuk otak janin. Walaupun masih sederhana, stimulasi ini membantu memperkenalkan pola, ritme, dan suara yang dapat mendukung perkembangan syaraf sejak dini.
10. Membantu Mama lebih fokus dan tenang saat hamil
Ketika Mama merasa cemas atau pikiran terlalu banyak, musik bisa menjadi “alat fokus” yang membantu menenangkan pikiran. Dengan kondisi mental yang lebih tenang, Mama lebih mampu menjaga pola hidup sehat dan menikmati masa kehamilan dengan lebih nyaman.
Artikel lainnya: Tips Agar Janin Aktif Bergerak Selama Kehamilan
Jenis Musik yang Dianjurkan untuk Ibu Hamil
Pada dasarnya, tidak ada aturan baku mengenai jenis musik yang baik untuk ibu hamil. Namun, para ahli umumnya menyarankan musik yang menenangkan dan tidak terlalu keras agar tetap nyaman dan aman bagi Mama serta janin.
- Musik klasik dengan tempo lambat: Musik klasik untuk ibu hamil sering dipilih karena ritmenya yang stabil dan cenderung menenangkan.
- Musik instrumental atau melodi akustik lembut: Jenis musik ini membantu menciptakan suasana santai dan tidak memicu emosi yang terlalu tinggi.
- Lagu pengantar tidur: Cocok diputar sebelum tidur karena dapat membantu tubuh masuk ke kondisi rileks.
Artikel lainnya: Jenis Musik untuk Merangsang Perkembangan Janin
Selain itu, yang paling penting adalah memilih musik yang Mama sukai. Jika musik tertentu membuat Mama merasa tenang dan bahagia, maka musik tersebut bisa menjadi pilihan terbaik, karena kenyamanan emosional akan berpengaruh langsung pada kondisi tubuh.
Tips Aman Mendengarkan Musik saat Hamil
Agar mendengarkan musik tetap aman dan bermanfaat, Mama dapat menerapkan beberapa tips sederhana.
- Perhatikan volume musik.: Idealnya, volume musik yang aman saat hamil berada pada tingkat yang setara dengan suara percakapan normal. Hindari memutar musik dengan volume terlalu tinggi, terutama dalam waktu lama.
- Sebaiknya hindari menempelkan headphone atau earphone langsung ke perut: Cara paling aman adalah memutar musik melalui speaker ruangan sehingga suara terdengar alami untuk stimulasi janin dengan musik.
- Atur durasi mendengarkan musik: Mendengarkan musik selama 20–30 menit per sesi sudah cukup untuk memberikan efek relaksasi. Tidak ada jam yang tepat untuk mendengarkan musik pada janin, namun Mama dapat menyesuaikan frekuensi sesuai kebutuhan dan kenyamanan.
- Perhatikan respons tubuh Mama dan gerakan janin: Jika Mama merasa tidak nyaman atau janin tampak terlalu aktif, Mama dapat menurunkan volume atau mengganti jenis musik.
Apakah Musik Keras Berbahaya bagi Janin?
Musik dengan volume sangat keras, terutama jika didengarkan secara terus-menerus, berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan. Suara keras dapat memicu stres pada tubuh Mama dan memberi rangsangan berlebih pada sistem pendengaran janin.
Paparan suara keras dalam waktu lama, seperti berada di lingkungan yang sangat bising atau konser musik dengan volume tinggi, sebaiknya dibatasi selama kehamilan.
Kapan Ibu Hamil Perlu Berkonsultasi ke Dokter?
Pada umumnya, Mama tidak perlu khawatir saat mendengarkan musik selama kehamilan. Namun, konsultasi dengan dokter atau bidan dianjurkan jika Mama memiliki kondisi kehamilan tertentu yang memerlukan perhatian khusus.
Mama juga sebaiknya berkonsultasi jika merasa cemas berlebihan terkait aktivitas sehari-hari, sering terpapar lingkungan bising, atau mengalami keluhan seperti pusing dan ketidaknyamanan saat mendengarkan musik. Dokter dapat memberikan saran yang sesuai dengan kondisi kehamilan Mama.
Mendengarkan musik saat hamil dapat menjadi cara sederhana untuk menghadirkan ketenangan, memperbaiki suasana hati, dan menikmati momen kebersamaan dengan janin.
Yuk, baca edukasi kehamilan lainnya di aplikasi Hallobumil! Gabung juga komunitasnya agar Mama mendapatkan insight seputar kehamilan dari sesama Mama!
Agar persiapan persalinan makin matang, jangan lupa manfaatkan health tools hitung HPL di Hallobumil. Dengan perkiraan hari lahir yang akurat, Mama bisa lebih siap secara fisik dan mental.
Yang tak kalah seru, ikuti berbagai event Hallobumil bersama para ahli, mulai dari dokter kandungan hingga dermatolog. Mama bisa bertanya langsung, belajar lebih dalam, dan merasa lebih tenang menjalani masa kehamilan. Semua mudah hanya dalam satu genggaman.





:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)
