Cara Mengatasi Mual saat Hamil di Bulan Puasa
:strip_icc():format(webp)/hb-article/-qShBten2XxsziFuAUzpA/original/fds4f9yuw3tzy1p7wc7q3xxu2wrmx3tt.png)
Ibu hamil mual saat puasa menjadi kondisi yang wajar terutama pada trimester pertama, karena perubahan hormon, lambung yang lebih sensitif, dan tubuh yang sedang beradaptasi dengan perkembangan janin. Lantas, “apakah ibu hamil boleh puasa jika mual?”
Tidak perlu khawatir, Ma, karena Mama bisa mencegah dan mengatasi rasa mual tersebut. Ada berbagai cara mengatasi mual saat hamil yang bisa diterapkan agar mual lebih terkendali dan puasa tetap terasa nyaman.
1. Makan dengan pola yang tepat
Pola makan yang tepat adalah kunci utama untuk membantu mengurangi mual saat ibu hamil puasa. Karena tubuh Mama lebih sensitif terhadap perubahan pola makan saat hamil (terutama puasa saat hamil muda, intensitas mualnya lebih sering), puasa bisa terasa lebih menantang karena jam makan menjadi terbatas.
Cobalah membagi porsi makan saat sahur dan berbuka menjadi beberapa tahap, bukan langsung dalam porsi besar; misalnya, awali berbuka dengan air putih dan makanan ringan, lalu lanjutkan makan utama setelah tubuh terasa lebih siap agar pencernaan tidak “kaget” dan rasa mual tidak mudah muncul.
Mama juga bisa menyiapkan camilan yang ramah di lambung pada waktu yang diperbolehkan, seperti buah, biskuit tawar, roti, atau sup hangat, karena pilihan ini biasanya lebih nyaman dibanding makanan berlemak atau terlalu berbumbu.
Jika mual sering muncul saat bangun sahur, mulai dulu dengan porsi kecil seperti biskuit atau roti, beri jeda beberapa menit, baru lanjut makan utama agar lambung beradaptasi dan rasa enek berkurang.
Artikel lainnya: Daftar Makanan Penghilang Mual untuk Ibu Hamil agar Lebih Nyaman
2. Konsumsi makanan bergizi saat sahur
Sahur adalah waktu penting karena menjadi “bekal” energi Mama selama puasa. Saat hamil, kebutuhan nutrisi meningkat karena tubuh bekerja untuk mendukung pertumbuhan janin.
Mama dapat memilih makanan penghilang mual ibu hamil yang mengandung: karbohidrat kompleks, protein, dan serat:
- Karbohidrat kompleks: nasi merah, oatmeal, atau roti gandum dapat membantu energi bertahan lebih lama karena dilepaskan secara perlahan.
- Protein: Telur, ayam, ikan, tahu, tempe, atau susu untuk menjaga rasa kenyang dan membantu tubuh tetap stabil.
- Sayur dan buah: mengandung vitamin dan mineral yang membantu daya tahan tubuh.
Namun, jika Mama sedang sensitif terhadap aroma atau tekstur tertentu, pilih yang lebih mudah diterima, misalnya sup sayur hangat atau buah yang segar dan tidak terlalu asam.
Jika Mama memiliki riwayat maag atau asam lambung mudah naik, sebaiknya hindari makanan sahur yang terlalu pedas, terlalu asam, atau terlalu berminyak karena bisa membuat perut terasa tidak nyaman dan memicu mual lebih cepat saat siang hari.
Artikel lainnya: Mual Muntah Saat Hamil Muda? Ini Penyebab dan Solusinya
3. Minum sedikit tetapi sering
Saat puasa, tubuh memiliki waktu minum yang lebih terbatas, sehingga Mama perlu mengatur pola hidrasi dengan lebih terencana. Dehidrasi bisa memperparah mual, membuat kepala terasa ringan, dan membuat tubuh lebih mudah lemas.
Agar perut tidak terasa penuh dan memicu mual, Mama bisa mencoba pola minum sedikit tetapi sering dari waktu berbuka hingga sahur.
Misalnya, minum satu gelas saat berbuka, lalu lanjut beberapa gelas secara bertahap setelah makan malam, sebelum tidur, dan saat sahur. Pola ini membantu cairan masuk lebih stabil dan tidak “menumpuk” dalam satu waktu.
Pilih minuman yang aman dan tidak memicu perut kembung, seperti air putih, air hangat, atau infused water dengan potongan buah yang ringan. Jika Mama sering mual setelah minum terlalu banyak, coba minum dengan tegukan kecil namun lebih sering.
Sebaiknya Mama membatasi minuman berkafein seperti kopi atau teh pekat karena dapat meningkatkan risiko dehidrasi dan membuat perut lebih sensitif. Minuman bersoda juga sebaiknya dihindari karena bisa memicu begah dan menambah rasa tidak nyaman.
4. Hindari pemicu mual
Setiap Mama biasanya memiliki pemicu mual yang berbeda. Ada yang sensitif terhadap bau masakan, ada yang tidak nyaman dengan makanan tertentu, dan ada juga yang mudah mual ketika terlambat makan.
Saat puasa, mengenali pemicu mual menjadi lebih penting agar Mama bisa mengantisipasinya sejak awal. Biasanya, penyebab mual berlebihan saat hamil sering kali berkaitan dengan:
- Kombinasi perubahan hormon,
- Lambung yang lebih sensitif,
- Serta pemicu dari makanan,
- Aroma, dan
- Kondisi tubuh yang kelelahan.
Mama bisa mulai dengan memperhatikan kapan mual muncul:
- Apakah saat mencium aroma tertentu,
- Setelah makan makanan tertentu, atau
- Ketika terlalu lelah.
Setelah itu, coba lakukan penyesuaian kecil. Misalnya, jika Mama sensitif terhadap aroma masakan yang kuat, Mama bisa memilih menu yang aromanya lebih ringan atau meminta bantuan pasangan untuk menyiapkan makanan.
Jika pemicunya adalah makanan berminyak atau terlalu manis, Mama dapat menggantinya dengan menu yang lebih ringan dan seimbang.
Mama juga bisa menjaga sirkulasi udara di rumah tetap baik karena ruangan yang pengap sering membuat mual lebih mudah muncul. Membuka jendela atau menggunakan kipas angin dengan arah yang nyaman dapat membantu Mama merasa lebih segar.
Artikel lainnya: Morning Sickness pada Trimester Kedua, Amankah?
5. Menghirup aromaterapi yang menenangkan
Aromaterapi bisa menjadi cara sederhana yang membantu sebagian Mama mengurangi mual. Beberapa aroma seperti lemon, jeruk, atau peppermint sering dianggap menenangkan dan dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman pada perut.
Jika Mama ingin mencoba aromaterapi, pilih aroma yang ringan dan tidak menyengat. Mama bisa menggunakan diffuser dengan durasi singkat, atau cukup menghirup aroma dari minyak esensial yang diteteskan sedikit pada tisu. Cara ini bisa dilakukan saat mual mulai terasa, terutama ketika Mama sedang beristirahat.
6. Coba konsumsi jahe
Jahe dikenal sebagai bahan alami yang sering digunakan untuk membantu meredakan mual. Rasa hangatnya dapat membantu menenangkan lambung, terutama ketika Mama merasa perut tidak nyaman saat puasa.
Karena itulah, jahe sering dijadikan pilihan minuman pereda mual ibu hamil yang praktis dan mudah dibuat di rumah. Mama bisa mencoba air jahe hangat saat berbuka atau setelah makan malam agar perut terasa lebih tenang.
Bila Mama tidak terlalu suka rasa jahe yang kuat, Mama bisa mencampurnya dengan madu dalam jumlah wajar atau menambahkan sedikit perasan lemon agar lebih segar. Selain itu, jahe juga bisa dikonsumsi dalam bentuk permen jahe atau biskuit jahe, selama kandungan gulanya tidak berlebihan.
7. Teknik relaksasi dan napas dalam
Pada beberapa ibu hamil, stres, kelelahan, atau kurang tidur dapat membuat mual lebih sering muncul. Karena itu, menjaga kondisi emosional tetap tenang bisa membantu tubuh lebih nyaman saat puasa.
Mama bisa mencoba teknik napas dalam ketika mual mulai datang. Caranya sederhana: tarik napas perlahan melalui hidung, tahan beberapa detik, lalu hembuskan pelan melalui mulut.
Lakukan beberapa kali sampai tubuh terasa lebih rileks. Teknik ini membantu menurunkan ketegangan dan membuat tubuh lebih stabil.
Selain itu, Mama juga bisa melakukan relaksasi ringan seperti peregangan lembut, duduk dengan posisi nyaman, atau berjalan santai setelah berbuka. Aktivitas ringan membantu sirkulasi darah dan mengurangi rasa penuh di perut, sehingga mual tidak mudah muncul.
Jika Mama memiliki waktu, mendengarkan musik yang menenangkan atau melakukan meditasi singkat juga bisa menjadi pilihan. Kuncinya adalah membuat tubuh merasa aman, nyaman, dan tidak terlalu terbebani.
Artikel lainnya: 5 Gerakan Olahraga Ini Bisa Atasi Mual di Awal Kehamilan
8. Konsumsi vitamin B6 (dengan anjuran dokter)
Vitamin B6 sering disebut sebagai salah satu nutrisi yang dapat membantu mengurangi mual pada ibu hamil. Namun, penggunaan suplemen tetap perlu dilakukan dengan bijak, terutama saat puasa, karena setiap kehamilan memiliki kondisi yang berbeda.
Jika mual Mama cukup mengganggu dan sulit dikendalikan dengan cara alami, Mama bisa mempertimbangkan konsultasi ke dokter atau bidan.
Tenaga kesehatan akan menilai kondisi Mama dan memberikan saran yang sesuai, termasuk apakah Mama memerlukan vitamin B6 atau kombinasi lain yang aman untuk membantu meredakan mual.
Mama sebaiknya tidak menentukan dosis sendiri, karena konsumsi suplemen yang berlebihan tetap tidak dianjurkan.
9. Istirahat yang Cukup dan Bergerak Ringan
Saat hamil tubuh bekerja lebih keras dari biasanya. Jika Mama kurang istirahat, tubuh akan lebih mudah lelah dan sensitif, termasuk lebih mudah mual. Karena itu, menjaga pola tidur tetap baik menjadi salah satu cara menghilangkan mual saat hamil tanpa obat yang aman dan mudah dilakukan.
Mama bisa mencoba tidur lebih awal agar tubuh lebih siap untuk sahur. Jika memungkinkan, istirahat singkat di siang hari juga dapat membantu memulihkan energi. Ketika tubuh terasa lebih segar, mual biasanya lebih mudah dikendalikan.
Selain istirahat, bergerak ringan juga penting. Aktivitas ringan seperti jalan santai di rumah atau peregangan lembut dapat membantu pencernaan bekerja lebih nyaman dan mengurangi rasa begah. Namun, Mama tetap perlu menyesuaikan dengan kondisi tubuh dan tidak memaksakan diri.
Mual saat hamil ketika puasa adalah kondisi yang wajar. Agar tetap nyaman, Mama bisa menerapkan tips ibu hamil tetap kuat puasa dengan mengatur pola makan, menghindari pemicu mual, menjaga hidrasi, cukup istirahat, serta mencoba jahe atau teknik relaksasi. Jika mual terasa berat atau mengganggu aktivitas, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter atau bidan.
Unduh Hallobumil sekarang untuk akses artikel terpercaya, fitur pemantauan kehamilan, dan bergabung dengan komunitas Mama. Ikuti juga event Hallobumil untuk dukungan dan berbagi pengalaman, semua mudah dalam satu genggaman!





:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)