Manfaat dan Risiko Berpuasa untuk Ibu Hamil
:strip_icc():format(webp)/hb-article/jbyNy_jwcqFS4ufwsyRpO/original/733week-5-manfaat-dan-risiko-berpuasa-untuk-ibu-hamil.jpg)
Puasa saat hamil sering menjadi pertanyaan bagi banyak Mama. Puasa memiliki nilai spiritual yang tinggi, tetapi kehamilan juga merupakan masa penting karena tubuh Mama bekerja lebih keras untuk mendukung pertumbuhan janin.
Karena itu, sebelum berpuasa, ada baiknya Mama memahami manfaat puasa saat hamil serta risiko puasa saat hamil. Simak artikel ini untuk mengetahuinya!
Artikel lainnya: Cara Mengatasi Mual saat Hamil di Bulan Puasa
Risiko Berpuasa Saat Hamil
Berpuasa saat hamil bisa dilakukan oleh sebagian Mama yang kondisinya sehat, namun tetap penting memahami bahaya puasa saat hamil yang mungkin terjadi. Risiko ini umumnya muncul bila asupan gizi dan cairan tidak tercukupi selama puasa.
Selain itu, Mama dengan kondisi kehamilan tertentu juga membutuhkan pemantauan lebih ketat agar tetap aman. Berikut beberapa risiko yang dapat terjadi saat Mama berpuasa:
- Kekurangan kalori dan nutrisi harian: Selama hamil, tubuh Mama membutuhkan tambahan energi, protein, vitamin, dan mineral untuk mendukung pertumbuhan janin. Jika asupan saat sahur dan berbuka tidak cukup, kebutuhan nutrisi tersebut bisa tidak terpenuhi.
- Gula darah menurun (hipoglikemia): Perubahan jadwal makan saat puasa dapat membuat kadar gula darah menurun. Kondisi ini bisa menyebabkan Mama merasa lemas, berdebar, pusing, atau sulit berkonsentrasi.
- Dehidrasi: Tidak minum selama jam puasa dapat meningkatkan risiko kekurangan cairan, terutama bila cuaca panas atau Mama banyak beraktivitas. Dehidrasi dapat membuat Mama mudah lelah, sakit kepala, bibir kering, hingga merasa tidak nyaman.
- Mual atau rasa tidak enak di perut: Pada beberapa Mama, puasa bisa memicu mual atau asam lambung meningkat, terutama jika pola makan saat sahur dan berbuka kurang tepat.
- Berat badan Mama turun atau kenaikannya tidak sesuai: Kehamilan memerlukan peningkatan berat badan yang bertahap. Jika Mama sulit memenuhi kebutuhan makan saat puasa, berat badan bisa turun atau tidak bertambah sesuai kebutuhan.
- Perubahan pola gerak janin yang terasa berbeda: Sebagian Mama mungkin merasakan perubahan gerakan janin, misalnya janin terasa lebih aktif saat malam hari atau setelah berbuka. Bila Mama merasa gerakan janin berkurang atau berbeda dari biasanya, sebaiknya segera berkonsultasi.
- Risiko tambahan pada Mama dengan kondisi medis tertentu: Bila Mama memiliki diabetes gestasional, tekanan darah tinggi, anemia saat hamil, riwayat gangguan kehamilan, atau keluhan yang membutuhkan pengawasan rutin, dokter biasanya akan memberi arahan khusus terkait puasa.
Jika saat berpuasa Mama mengalami kunang-kunangan atau pandangan kabur, keringat dingin, serta merasa lemas, pusing, atau nyeri kepala, kondisi ini perlu diperhatikan.
Apalagi bila disertai tanda dehidrasi seperti haus berlebihan, bibir kering dan pecah-pecah, serta urine berwarna pekat, Mama sebaiknya segera beristirahat dan mempertimbangkan untuk konsultasi ke dokter
Artikel lainnya: Tips Puasa Sehat untuk Ibu Hamil agar Tetap Bugar dan Kuat
Manfaat Berpuasa untuk Ibu Hamil
Jika kondisi kehamilan Mama baik dan dokter menyatakan aman, puasa dapat dijalani dengan lebih terencana. Selain nilai ibadah, Mama juga bisa merasakan manfaat puasa Ramadan bagi ibu hamil, terutama bila pola makan dan istirahat tetap dijaga dengan baik.
Berikut beberapa manfaat puasa untuk ibu hamil yang dapat Mama pertimbangkan:
1. Lebih teratur mengatur pola makan
Saat puasa, jadwal makan menjadi lebih terstruktur, yaitu saat sahur dan berbuka. Kondisi ini bisa membantu Mama lebih mudah merencanakan menu harian dengan baik, termasuk memastikan ada sumber karbohidrat, protein, lemak sehat, serta sayur dan buah dalam setiap waktu makan.
Pola makan yang teratur juga dapat membuat Mama lebih sadar memilih makanan yang bergizi dan seimbang, bukan sekadar mengenyangkan. Jika dilakukan dengan tepat, hal ini dapat mendukung kebutuhan nutrisi selama kehamilan.
2. Mengendalikan kenaikan berat badan
Selama hamil, kenaikan berat badan adalah hal wajar dan penting. Namun, kenaikan yang terlalu cepat juga perlu diperhatikan, terutama bila disertai kebiasaan konsumsi makanan tinggi gula atau tinggi lemak secara berlebihan.
Puasa dapat membantu Mama lebih fokus mengatur porsi makan dan jenis makanan, sehingga kenaikan berat badan lebih terkontrol. Tentu, manfaat ini hanya bisa dirasakan jika Mama tetap memenuhi kebutuhan kalori harian dan tidak melewatkan sahur.
Artikel lainnya: Pola Makan Sehat bagi Ibu Hamil Selama Ramadan
3. Lebih sadar akan kebutuhan cairan
Walaupun puasa membuat waktu minum terbatas, banyak Mama justru menjadi lebih “terjadwal” dalam mencukupi cairan, misalnya dengan membagi waktu minum dari berbuka hingga sebelum imsak.
Kebiasaan ini bisa membangun pola hidrasi yang lebih baik, selama Mama benar-benar memastikan cairan yang diminum cukup dan tidak hanya mengandalkan minuman manis. Air putih tetap menjadi pilihan utama.
4. Menjaga pola hidup lebih seimbang
Puasa sering membuat seseorang lebih memperhatikan keseharian, termasuk jam tidur, aktivitas, dan pola makan. Bagi Mama yang sedang hamil, ini bisa menjadi momen untuk lebih memprioritaskan kesehatan secara menyeluruh.
Mama mungkin lebih mudah mengatur waktu istirahat, mengurangi aktivitas yang terlalu berat, dan memperbanyak kegiatan yang menenangkan seperti berjalan ringan, peregangan lembut, atau aktivitas ibadah yang membuat hati lebih nyaman.
5. Mendukung kesehatan metabolisme
Dalam beberapa kondisi, pengaturan makan yang lebih terstruktur dapat membantu metabolisme tubuh bekerja lebih stabil. Jika Mama menjalankan puasa dengan menu sahur dan berbuka yang seimbang, tubuh dapat tetap mendapatkan energi yang cukup tanpa lonjakan gula berlebihan.
Namun, manfaat ini sangat bergantung pada kondisi Mama dan pilihan makanan. Karena itu, penting untuk menghindari kebiasaan “balas lapar” saat berbuka, serta mengutamakan makanan bergizi dan tidak berlebihan.
Artikel lainnya: Panduan Sahur dan Berbuka untuk Ibu Menyusui agar ASI Lancar
6. Tenang secara emosional dan spiritual
Kehamilan adalah fase yang penuh perubahan, termasuk perubahan hormon dan suasana hati. Bagi sebagian Mama, puasa dapat menjadi waktu untuk lebih tenang, lebih fokus pada hal-hal yang positif, dan merasa lebih dekat secara spiritual.
Ketenangan emosional juga berperan dalam mendukung kenyamanan selama kehamilan. Saat Mama merasa lebih damai, tubuh cenderung lebih rileks, dan istirahat pun bisa menjadi lebih berkualitas.
7. Lebih peka terhadap sinyal tubuh
Saat berpuasa, Mama cenderung lebih memperhatikan respons tubuh, seperti rasa lelah, lapar, haus, atau kebutuhan istirahat.
Kepekaan ini membantu Mama mengenali batas kemampuan diri selama hamil dan segera beristirahat jika tubuh mulai memberi tanda tidak nyaman. Dengan begitu, Mama bisa lebih bijak menyesuaikan aktivitas harian selama kehamilan.
8. Mendorong kebiasaan makan lebih mindful
Puasa dapat membantu Mama makan dengan lebih sadar, tidak terburu-buru, dan lebih menikmati setiap suapan saat sahur maupun berbuka.
Kebiasaan makan secara mindful ini membuat Mama lebih mudah mengenali rasa kenyang dan menghindari makan berlebihan. Dalam jangka panjang, pola ini mendukung kebiasaan makan yang lebih sehat selama kehamilan.
9. Mengurangi kebiasaan ngemil berlebihan
Dengan jadwal makan yang lebih jelas, keinginan untuk ngemil terus-menerus di luar waktu makan bisa berkurang. Hal ini membantu Mama mengontrol asupan makanan tinggi gula atau garam yang sering dikonsumsi tanpa disadari. Selama kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi, kebiasaan ini dapat mendukung pola makan yang lebih teratur.
Artikel lainnya: Olahraga Aman untuk Ibu Hamil Saat Puasa, Ini Pilihannya!
10. Persiapan menjadi orang tua
Ramadan sering menjadi momen refleksi dan persiapan diri, termasuk bagi Mama yang sedang hamil. Puasa dapat memberi ruang bagi Mama untuk lebih memperhatikan kesehatan diri, janin, serta kesiapan fisik dan mental menjelang persalinan.
Waktu ini bisa dimanfaatkan untuk membangun kebiasaan positif yang bermanfaat hingga setelah Si Kecil lahir. Puasa saat hamil merupakan keputusan yang bersifat personal karena kondisi setiap Mama dan janin dapat berbeda.
Baik memilih berpuasa maupun tidak, setiap keputusan yang diambil dengan penuh kesadaran dan perhatian pada kesehatan adalah bentuk kasih sayang bagi Mama dan Si Kecil.
Agar perjalanan kehamilan Mama terasa lebih terarah dan nyaman, Mama dapat memperoleh panduan seputar kehamilan, nutrisi, dan persiapan persalinan melalui aplikasi Hallobumil!
Unduh aplikasi Hallobumil dan bergabunglah dengan komunitasnya untuk berbagi cerita serta mendapatkan dukungan dari sesama Mama.
Manfaatkan juga health tools hitung HPL agar persiapan kehamilan semakin matang. Jangan ketinggalan, ikuti berbagai webinar di Hallobumil bersama para ahli untuk mendapatkan tips berpuasa yang aman dan relevan selama hamil.
Semua langkah ini bisa menjadi dukungan tambahan agar Mama tetap sehat, nyaman, dan percaya diri menjalani masa kehamilan.




tapi kalo badan terasa enakan,cuman merasa lapar sedikit,bol tampilkan selengkapnya
- 1
Hai Ma, tidak mengapa ya. Namun, jika mama merasakan nyeri perut, mual muntah yang berlebih, pusing, perdarahan, gerakan janin berkurang, atau berat badan mama menurun, sebaiknya puasa dihentikan ya. :) ^sr
- 0
Hai Ma, Boleh saja berpuasa saat hamil, asalkan Mama dan janinnya sehat, kebutuhan makanannya tercukupi, dan dokter sudah mengizinkan. :) ^sr
- 1
usia kehamilan saya 16 Minggu . kemarin lusa saya USG dan la tampilkan selengkapnya
- 1
Hai Ma, boleh aja berpuasa saat hamil, asalkan mama dan janinnya sehat, kebutuhan makanannya tercukupi, dan dokter udah mengizinkan. ya Ma. :) ^sr
- 0
Hai Mama, syukurlah Mama.. semoga Mama dan janin selalu sehat ya Ma :) ^sr
- 1

:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)