:strip_icc():format(webp)/hb-article/hwMBk01cH9aQBLopQIus0/original/2150272373001483452668-apa-itu-episiotomi-pada-persalinan.jpg)
Melihat rambut-rambut halus di tubuh Si Kecil setelah lahir mungkin membuat Mama bertanya-tanya apakah kondisi tersebut normal.
Sebenarnya, lanugo pada bayi merupakan bagian alami dari perkembangan janin dan biasanya tidak perlu dikhawatirkan.
Rambut ini sangat tipis dan lembut, serta lebih sering terlihat pada bayi yang lahir sebelum cukup bulan. Pada sebagian bayi, lanugo bahkan masih dapat terlihat selama beberapa minggu setelah lahir dan akan rontok secara alami. Penasaran apa itu lanugo dan fungsinya? Mari temukan jawabannya lewat ulasan berikut ini.
Apa Itu Lanugo dan Kapan Mulai Tumbuh?
Lanugo adalah rambut halus, tipis, dan biasanya berwarna sangat ringan yang tumbuh pada tubuh janin selama berada di dalam kandungan.
Lanugo merupakan jenis rambut pertama yang berkembang pada manusia dan dapat ditemukan di berbagai bagian tubuh, termasuk punggung, bahu, dahi, pipi, serta wajah. Pertumbuhannya merupakan bagian normal dari perkembangan kulit dan rambut janin.
Ternyata, lanugo mulai berkembang pada masa kehamilan, dengan pertumbuhan rambut halus yang sudah dapat terlihat sekitar trimester kedua.
MedlinePlus mencatat bahwa pada sekitar usia kehamilan 15–18 minggu, rambut halus yang disebut lanugo mulai berkembang pada kepala janin. Seiring bertambahnya usia kehamilan, rambut ini kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya.
Menjelang akhir kehamilan, sebagian besar lanugo mulai rontok secara alami. Untuk itu, bayi yang lahir cukup bulan umumnya memiliki lebih sedikit lanugo dibandingkan bayi yang lahir prematur.
Meski begitu, lanugo pada bayi baru lahir tetap dapat terlihat dan bukan berarti ada masalah pada kesehatan Si Kecil.
Fungsi Lanugo bagi Janin dalam Kandungan
Walaupun tampak seperti rambut halus biasa, lanugo memiliki beberapa peran selama janin berkembang di dalam kandungan.
Rambut ini membantu melindungi kulit janin yang masih sangat tipis sekaligus berperan dalam mempertahankan lapisan pelindung yang disebut vernix caseosa. Berikut sederet fungsi lanugo:
Membantu menempelkan vernix pada kulit
Lanugo berfungsi seperti pengikat yang membantu vernix caseosa tetap menempel pada permukaan kulit janin. Vernix merupakan lapisan putih seperti krim atau lilin yang melindungi kulit dari paparan cairan ketuban.
Dengan adanya lanugo, lapisan vernix dapat menempel lebih baik sehingga membantu memberikan perlindungan pada kulit janin selama berada di dalam rahim.
Membantu menjaga suhu tubuh janin
Lanugo juga berperan dalam membantu mempertahankan kehangatan tubuh janin sebelum tubuhnya memiliki cukup lemak untuk menjalankan fungsi pengaturan suhu dengan lebih efektif.
Bersama vernix, rambut halus ini membantu memberikan perlindungan pada kulit dan mendukung pengaturan suhu selama masa perkembangan di dalam kandungan.
Mendukung perkembangan janin
Lanugo juga diduga berperan dalam proses perkembangan janin melalui rangsangan sensorik. Ketika janin bergerak di dalam cairan ketuban, gerakan lanugo dapat menghasilkan rangsangan pada reseptor sensorik di kulit.
Proses tersebut merupakan salah satu mekanisme yang dikaitkan dengan perkembangan janin selama masa kehamilan.
Artikel lainnya: Calming Cream untuk Si Kecil: Manfaat dan Cara Memilihnya
Kapan Lanugo pada Si Kecil Akan Rontok Sendiri?
Pertanyaan kapan lanugo pada bayi hilang sering muncul ketika Mama melihat rambut halus di punggung, bahu, atau wajah Si Kecil setelah lahir.
Umumnya, lanugo sudah mulai rontok menjelang akhir kehamilan dan dapat hilang dalam beberapa minggu pertama setelah bayi lahir. Untuk itu, keberadaan lanugo pada awal kehidupan biasanya merupakan kondisi yang normal.
Lanugo pada bayi prematur biasanya lebih banyak dan lebih mudah terlihat dibandingkan bayi yang lahir cukup bulan.
Hal ini karena bayi prematur lahir sebelum proses alami pelepasan lanugo selama akhir kehamilan selesai. Semakin dini bayi lahir, semakin mungkin rambut halus ini masih terlihat di tubuhnya.
Pada sebagian bayi, lanugo dapat terlihat hingga sekitar beberapa minggu setelah kelahiran. American Academy of Pediatrics menyebutkan bahwa rambut tubuh berupa lanugo umumnya akan terkikis secara alami akibat gesekan normal dan dapat berkurang dalam sekitar 2–4 minggu.
Akan tetapi pada sebagian bayi, rambut tersebut dapat membutuhkan waktu hingga sekitar dua bulan untuk benar-benar menghilang. Rentang waktunya dapat berbeda pada setiap bayi, ya, Ma.
Setelah lanugo menghilang, rambut tersebut secara bertahap digantikan oleh vellus hair atau rambut halus yang menyerupai bulu-bulu tipis pada kulit.
Jadi, Mama tidak perlu khawatir jika rambut tubuh Si Kecil berubah atau tidak langsung hilang seluruhnya dalam waktu yang sama.
Artikel lainnya: Cara Memandikan Bayi Baru Lahir dengan Aman dan Benar
Apakah Lanugo Perlu Dibersihkan atau Dihilangkan?
Lanugo tidak perlu dibersihkan secara khusus karena rambut tersebut akan rontok dengan sendirinya. Mama cukup merawat kulit bayi dengan lembut menggunakan produk perawatan yang sesuai untuk kulit bayi dan menghindari tindakan yang dapat menyebabkan iritasi.
Rambut lanugo juga tidak membuat bayi merasa tidak nyaman sehingga tidak ada alasan untuk menghilangkannya secara paksa.
Hindari mencukur, mencabut, menggunting terlalu dekat dengan kulit, melakukan waxing, atau menggunakan produk penghilang rambut pada Si Kecil.
Kulit bayi masih sangat sensitif sehingga tindakan tersebut justru dapat menyebabkan iritasi atau luka. Membiarkan lanugo rontok secara alami merupakan pilihan yang lebih aman.
Mama juga tidak perlu menggosok kulit bayi dengan kuat untuk mempercepat hilangnya lanugo. Gesekan normal dari pakaian dan aktivitas sehari-hari sudah dapat membantu rambut tersebut terlepas secara bertahap.
Perawatan kulit bayi sebaiknya tetap dilakukan dengan gerakan lembut untuk menjaga lapisan kulitnya yang masih berkembang.
Artikel lainnya: Benarkah Mencukur Rambut Si Kecil Membuatnya Lebih Lebat?
Kapan Lanugo Perlu Diperiksakan ke Dokter?
Pada bayi baru lahir, keberadaan lanugo umumnya merupakan kondisi normal, terutama jika Si Kecil lahir prematur.
Namun, Mama dapat berkonsultasi dengan dokter anak jika rambut tubuh tampak sangat berbeda dari gambaran lanugo biasa, menetap lebih lama dari yang diharapkan, atau disertai kelainan kulit maupun tanda kesehatan lain yang mengkhawatirkan.
Pemeriksaan dokter juga dapat dipertimbangkan jika Mama tidak yakin apakah rambut tersebut benar-benar lanugo atau merupakan jenis pertumbuhan rambut lainnya.
Beberapa kondisi medis tertentu dapat menyebabkan pertumbuhan rambut tubuh yang berlebihan, tetapi hal ini berbeda dengan lanugo normal pada bayi baru lahir.
Segera sampaikan kepada dokter jika pertumbuhan rambut disertai perubahan kulit atau gejala lain yang tidak biasa, terutama pada anak yang sudah lebih besar.
Lanugo pada bayi sendiri umumnya tidak berbahaya, tetapi dokter dapat membantu memastikan penyebabnya jika karakteristik rambut atau kondisi kulit Si Kecil tampak tidak seperti biasanya.
Artikel lainnya: Tips Merawat Tali Pusat dan Pusar Si Kecil yang Baru Lahir
Beberapa kondisi yang menjadi alasan untuk berkonsultasi antara lain:
- Rambut tubuh tidak berkurang: Lanugo umumnya akan berkurang secara alami dalam beberapa minggu pertama kehidupan. Jika Mama memiliki kekhawatiran karena rambut tetap terlihat, coba konsultasikan dengan dokter anak.
- Pertumbuhan rambut tampak sangat lebat atau berbeda: Dokter dapat membantu membedakan lanugo dengan jenis rambut atau kondisi pertumbuhan rambut lainnya.
- Disertai perubahan pada kulit: Misalnya muncul iritasi, luka, kemerahan berat, atau kelainan kulit lain yang tidak membaik.
- Si Kecil lahir prematur dan Mama memiliki kekhawatiran lain: Lanugo memang lebih sering terlihat pada bayi prematur, tetapi bayi prematur juga membutuhkan pemantauan kesehatan sesuai kondisi dan usia kehamilannya.
Lanugo adalah rambut halus yang tumbuh secara alami selama perkembangan janin. Rambut ini membantu melindungi kulit janin, menjaga vernix tetap menempel, dan berperan dalam proses perkembangan selama berada di dalam kandungan.
Lanugo pada bayi baru lahir, terutama lanugo pada bayi prematur, umumnya bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan dan akan rontok dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Jadi, Mama tidak perlu mencukur atau melakukan cara khusus untuk menghilangkannya.
Kalau Mama masih penasaran dengan perubahan tubuh Si Kecil setelah lahir, jangan berhenti di sini. Ada banyak informasi perkembangan bayi yang bisa membantu Mama memahami setiap fase pertumbuhannya dengan lebih tenang.
Yuk, temani perjalanan tumbuh kembangnya dengan download aplikasi Hallobumil dan temukan berbagai informasi seputar kehamilan, bayi, hingga parenting dalam satu tempat.
Kadang, pertanyaan tentang bayi baru lahir terasa lebih nyaman dibicarakan bersama sesama Mama.
Gabung ke komunitas Hallobumil di WhatsApp untuk bertukar cerita, pengalaman, dan mendapatkan informasi seputar kehamilan serta tumbuh kembang Si Kecil. Perjalanan menjadi orang tua tidak berhenti setelah Si Kecil lahir.
Kalau Mama ingin mendapatkan insight langsung dari para ahli dan bertemu dengan sesama orang tua, ikuti webinar kesehatan untuk menambah wawasan sekaligus menemukan support system dalam perjalanan parenting. Jangan sampai ketinggalan, langsung registrasi di aplikasi kehamilan ini sekarang juga!





:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)
