Bolehkah Ibu Hamil Makan Santan? Ini Faktanya
:strip_icc():format(webp)/hb-article/lKD-60HwwdFfpORVgWsE4/original/ehl5hoz9c0k7h9sky2st6rr1vg6ovkld.png)
Banyak Mama bertanya-tanya, apakah ibu hamil boleh makan santan tanpa khawatir? Mengingat sebagian besar makanan tradisional Indonesia menggunakan santan, wajar jika muncul rasa bingung saat sedang hamil.
Santan untuk ibu hamil memang bukan pantangan mutlak, tetapi ada beberapa hal yang perlu dipahami sebelum ibu hamil makan santan secara rutin.
Supaya tidak salah kaprah, penting mengetahui bagaimana efek makan santan saat hamil terhadap tubuh dan kehamilan dengan membaca artikel di bawah ini sampai habis.
Artikel lainnya: Bolehkah Ibu Hamil Makan Durian? Ini Kata Ahli
Adakah Efek Makan Santan pada Ibu Hamil?
Santan berasal dari perasan kelapa yang mengandung lemak jenuh cukup tinggi. Lemak jenuh bukan berarti sepenuhnya dilarang, tetapi jika dikonsumsi berlebihan dapat memengaruhi kesehatan metabolik ibu hamil.
Berikut beberapa efek yang perlu dipahami sebelum ibu hamil makan santan secara rutin:
1. Pengaruh terhadap kadar kolesterol
Santan mengandung lemak jenuh yang dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) jika dikonsumsi dalam jumlah besar.
WebMD menjelaskan bahwa konsumsi lemak jenuh berlebih dapat berkontribusi terhadap peningkatan kolesterol dalam darah.
Selama kehamilan, kadar kolesterol memang secara alami meningkat akibat perubahan hormon. Namun, bila ditambah asupan lemak jenuh berlebihan, risiko gangguan kardiovaskular bisa meningkat, terutama pada Mama dengan riwayat kolesterol tinggi.
2. Risiko kenaikan berat badan berlebih
Makan santan saat hamil dalam porsi besar dan terlalu sering dapat meningkatkan asupan kalori secara signifikan.
Meski kenaikan berat badan selama hamil memang normal, tetapi harus disesuaikan dengan rekomendasi medis agar tidak meningkatkan risiko komplikasi seperti diabetes gestasional dan hipertensi.
Jika Mama makan santan sesekali dalam jumlah wajar, umumnya tidak menjadi masalah. Namun, konsumsi harian dalam porsi besar sebaiknya dihindari.
Artikel lainnya: Bolehkah Ibu Hamil Makan Keju?
3. Dampak pada sistem pencernaan
Beberapa ibu hamil mengalami mual, kembung, atau rasa tidak nyaman setelah mengonsumsi makanan tinggi lemak. Pada dasarnya, makanan berlemak dapat memperburuk mual pada sebagian ibu hamil, terutama pada trimester pertama.
Mengingat santan tinggi lemak, sebagian Mama mungkin merasa lebih mudah begah atau mual setelah mengonsumsinya. Jika muncul keluhan tersebut, sebaiknya kurangi frekuensinya, ya, Ma!
4. Hubungan dengan diabetes gestasional
Konsumsi makanan tinggi kalori dan lemak secara berlebihan dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan berlebih, yang menjadi salah satu faktor risiko diabetes gestasional.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) menjelaskan bahwa diabetes gestasional dapat memengaruhi kesehatan Mama dan bayi jika tidak terkontrol.
Artinya, santan untuk ibu hamil tidak secara langsung menyebabkan diabetes, tetapi pola makan tinggi lemak dan kalori yang tidak seimbang bisa meningkatkan risikonya.
Artikel lainnya: Bolehkah Makan Pedas Saat Hamil?
Tips Aman Konsumsi Santan saat Hamil
Agar tetap bisa menikmati makanan favorit tanpa khawatir, berikut beberapa tips aman yang bisa diterapkan:
- Batasi konsumsi makanan bersantan, misalnya tidak lebih dari 1–2 kali seminggu.
- Perhatikan porsi, ambil secukupnya dan hindari tambahan kuah santan berlebihan.
- Kombinasikan dengan sayuran tinggi serat untuk membantu pencernaan.
- Pilih santan segar dan hindari yang sudah dipanaskan berulang kali.
- Seimbangkan dengan sumber lemak sehat lain seperti alpukat, kacang-kacangan, dan ikan.
- Jika memiliki riwayat kolesterol tinggi, diabetes, atau hipertensi, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
Jadi, apakah ibu hamil boleh makan santan? Jawabannya adalah boleh, selama dikonsumsi dalam jumlah wajar dan tidak berlebihan.
Santan untuk ibu hamil bukanlah makanan yang dilarang, tetapi tetap harus memperhatikan kondisi kesehatan dan total asupan lemak harian.
Ibu hamil makan santan sesekali masih aman, terutama jika pola makan secara keseluruhan tetap seimbang dan bergizi.
Makan santan saat hamil menjadi berisiko jika dikonsumsi terlalu sering dan dalam jumlah besar, terutama pada Mama dengan faktor risiko tertentu.
Ingin berbagi pengalaman tentang makanan favorit selama hamil? Gabung ke komunitas Hallobumil di WhatsApp dan temukan support system yang positif.
Jangan lupa juga manfaatkan health tools untuk hitung HPL (Hari Perkiraan Lahir) agar persiapan persalinan semakin matang.
Jika ingin belajar langsung dari para ahli kandungan dan nutrisi, jangan ketinggalan untuk mengikuti event Hallobumil yang rutin membahas topik kesehatan Mama dan janin secara interaktif.
Dengan informasi yang tepat, Mama bisa menikmati setiap momen kehamilan dengan lebih percaya diri dan nyaman. Yuk, langsung download aplikasi Hallobumil sekarang juga untuk mendapatkan panduan nutrisi dan tips kesehatan harian yang praktis.





:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)
