Stimulasi Berbicara Bayi
:strip_icc():format(webp)/hb-article/pbJU5RWGUcsDHenzGlKp_/original/412stimulasi-berbicara-bayi-usia-11-bulan-by-mia-studio-shutterstock.jpg)
dr. Jessica Florencia
Pada usia 12 bulan, Si Kecil sudah semakin banyak mendengar kata-kata dan memiliki simpanan kosa kata yang cukup banyak. Hal ini sangat baik untuk perkembangan bahasa dan berbicara Si Kecil. Dalam perkembangan bahasa dan berbicara, ada beberapa hal yang dapat Mama dan Papa lakukan untuk membantu Si Kecil:
1. Memberi Nama
Setiap kali Si Kecil bertemu dengan benda-benda yang ada di sekitarnya, pastikan bahwa Mama dan Papa menunjuk pada benda tersebut dan memberi nama pada benda tersebut. Demikian juga dengan berbagai orang yang ada di sekitar Si Kecil, seperti Mama, Papa, Kakak, Nenek, Kakek, Om, dan Tante. Lakukan dengan sering dan berulang-ulang agar Si Kecil dapat terus mendengar dan menyerap kata-kata yang Mama dan Papa ucapkan. Oh ya, termasuk, perkenalkanlah diri dan nama Si Kecil sendiri sehingga Si Kecil terbiasa mendengar namanya disebut.
2. Mendengarkan, mendengarkan, mendengarkan
Saat Si Kecil mulai mengoceh, dengarkanlah dengan seksama, dan berilah respon. Berikanlah respon seolah-olah Mama dan Papa sedang mengobrol dan mendengarkan Si Kecil berbicara. Dengan demikian Mama dan Papa melatih Si Kecil untuk melakukan komunikasi dan Si Kecil merasa didengarkan dan diperhatikan dengan benar.
3. Bertanya, bertanya, bertanya
Setiap kali Mama dan Papa melakukan aktivitas, bicarakanlah dan buatlah pertanyaan, misalnya: “Wah, adik sedang apa ini? Oh, adik sedang melihat-lihat ya.” Atau “Hmm, enak, adik sedang makan yaa!”. Memberikan pertanyaan, menjawab, dan membuat setiap kegiatan sebagai komunikasi 2 arah dapat membuat Si Kecil belajar mendengar banyak kosakata baru dan belajar mengenai cara berkomunikasi secara sosial.
4. Mengobrol, mengobrol, mengobrol
Bicaralah setiap Mama dan Papa sedang melakukan sesuatu. Misalnya, “Wah, sekarang kita sedang memakaikan sepatu di kaki Adek yaa!”. Dengan demikian setiap kegiatan memiliki nama dan Si Kecil belajar untuk mendengar dan melihat mulut Mama membuat berbagai kosakata baru.
5. Konsep dan Warna
Perkenalkanlah secara kata-kata, konsep panas dan dingin, atas dan bawah, masuk dan keluar, kosong dan penuh, berdiri dan duduk, basah dan kering, besar dan kecil. Selain itu juga warna seperti merah, putih, dan hitam, biru, kuning, dan warna lainnya dapat mulai diperkenalkan secara kata-kata.
6. Hindari Mengoceh Seperti Bayi
Jangan berbicara kepada Si Kecil dengan bahasa atau ocehan bayi karena hal ini tidak menolong Si Kecil untuk mengenal bunyi dan suara yang seharusnya ia dengar dan pelajari untuk dapat berbicara.
Yuk, lebih giat dan rajin lagi dalam menstimulasi Si Kecil untuk bekajar bahasa dan bicara ya, Ma dan Pa! (JF)





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
