Artikel/Pasca Kehamilan/Memahami Gangguan Bicara pada Anak

Memahami Gangguan Bicara pada Anak

Tim Ahli Hallobumil | Diterbitkan pada 13 April 2021
Ditinjau oleh Tim Ahli Hallobumil
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Sebagian anak kesulitan dalam memahami pembicaraan dan berbicara. Ketika situasi tersebut terjadi pada anak, ada kemungkinan ia mengalami gangguan bicara.
memahami-gangguan-bicara-pada-anak

Anindita Budhi, S.Psi

Dalam lima tahun pertama periode tumbuh kembang anak, orang tua mengambil peran penting untuk membangun keterampilan berbicara anak. Coba perhatikan bagaimana anak belajar bicara, ia mendengarkan dan menirukan apa yang dilakukan Mama Papa dan anggota keluarga lain.

Bahkan, bayi sudah menyadari perbedaan suara dan merespons suara yang ia hasilkan sendiri. Seiring pertambahan usia dan bertambahnya paparan anak terhadap kata-kata, kemampuan bahasanya pun semakin terasah.

Untuk itulah, Mama dan Papa perlu menstimulasi kemampuan bicara anak secara teratur lewat kegiatan sehari-hari maupun saat bermain.

Namun, sebagian anak kesulitan dalam memahami pembicaraan dan berbicara. Ketika situasi tersebut terjadi pada anak, ada kemungkinan ia mengalami gangguan bicara. Apakah gangguan bicara itu dan bagaimana mengatasinya?

Definisi Gangguan Bicara
Berbicara menjadi salah satu cara utama orang mengekspresikan dan mengomunikasikan apa yang ada dalam pikiran, perasaan, serta gagasannya kepada orang lain.

Sementara, gangguan bicara merujuk pada kondisi apa pun yang menyebabkan seseorang kesulitan menghasilkan suara berbentuk kata-kata sehingga ia sulit berkomunikasi dengan orang lain.

Perbedaan dengan gangguan berbahasa (language disorder) terletak pada kemampuan yang terdampak.

Pada gangguan bicara, ia akan sulit membuat suara yang tepat saat berbicara. Sedangkan gangguan bahasa berpengaruh pada kemampuan seseorang belajar dan memahami kata-kata yang disampaikan orang lain padanya.

Jenis-Jenis Gangguan Bicara
Gangguan bicara bisa terjadi pada siapa saja, baik anak maupun dewasa. Beberapa tipe gangguan bicara yang umum ditemui adalah:

1. Stuttering atau Gagap
Gangguan bicara yang menginterupsi aliran suara ketika berbicara sehingga anak terdengar gagap dan sulit berbicara secara spontan. Beberapa tipe stuttering, antara lain:

  • Repetisi, ketika anak tidak sadar mengulang-ulang suara, kata, atau huruf vokal.
  • Blok, terjadi saat anak tahu apa yang ingin dia sampaikan tetapi kesulitan memproduksi suara kata tersebut.
  • Prolongations, beberapa bunyi atau kata diucapkan secara panjang atau mengulur.

Penyebab stuttering bisa berbeda-beda tergantung situasi yang dihadapi oleh anak. Stres, rasa senang berlebihan, atau frustasi dapat menyebabkan gangguan ini lebih intens.

Developmental stuttering umum terjadi pada anak yang masih belajar bicara. Faktor genetik berpengaruh cukup signifikan terhadap kemungkinan seorang anak mengalami tipe gangguan bicara ini.

2. Apraxia
Istilah ini mengacu pada kerusakan otak yang berdampak pada keterampilan motorik seseorang sehingga memengaruhi bagian tubuh tertentu.

Apraxia wicara atau verbal apraxia merupakan gangguan keterampilan motorik yang memengaruhi kemampuan anak untuk membentuk bunyi tertentu dengan benar. Sekalipun mereka tahu apa kata yang ingin diucapkan, hal itu tidak terjadi akibat gangguan ini.

3. Dysarthria
Terjadi akibat adanya kerusakan pada otak sehingga muncul kelemahan otot wajah, bibir, lidah, tenggorokan, serta dada anak. Kelemahan otot pada bagian tubuh tersebut membuat anak sulit berbicara. Beberapa gejala yang umum dialami adalah:

  • Suara cadel.
  • Bergumam.
  • Bicara terlalu lambat atau terlalu cepat.
  • Suara terlalu lembut.
  • Sulit menggerakkan mulut atau lidah.

Faktor risiko gangguan bicara meningkat jika anak tersebut:

  • Laki-laki.
  • Lahir prematur.
  • Berat badan lahir rendah.
  • Ada riwayat gangguan bicara di keluarga.
  • Mengalami masalah kesehatan pada telinga, hidung, atau tenggorokan.

Bagaimana Mengetahui Anak Mengalami Gangguan Bicara?
Mama butuh pemeriksaan lebih lanjut dari dokter spesialis untuk mengetahui apakah anak benar mengalami gangguan bicara atau hambatan perkembangan lainnya. Namun, gejala umum yang kerap ditemui pada anak dengan gangguan bicara adalah:

  • Pengulangan bunyi.
  • Penambahan bunyi atau kata saat bicara.
  • Memanjangkan kata tertentu.
  • Membuat gerakan aneh saat bicara, biasanya melibatkan gerakan kepala.
  • Berkedip beberapa kali saat bicara.
  • Tampak frustasi saat berusaha berkomunikasi.
  • Sering mengambil jeda saat bicara.
  • Ada distorsi bunyi saat bicara.
  • Suara serak saat bicara.

Untuk diagnosis lebih lanjut, Mama disarankan membawa anak ke dokter spesialis maupun speech-language pathologist (SLP).

Nanti akan dilakukan pemeriksaan sejumlah gejala yang mengindikasikan salah satu tipe gangguan bicara. Beberapa hal yang akan diperiksa, antara lain riwayat medis anak dan keluarga, pergerakan bibir, rahang, dan lidah, serta otot-otot mulut dan tenggorokan.

Ada pula beberapa asesmen yang dilakukan untuk memeriksa secara mendalam indikasi adanya gangguan bicara pada anak. Beberapa contoh asesmen yang dimaksud adalah Denver Articulation Screening Examination, Prosody-Voice Screening Profile, dan Dynamic Evaluation of Motor Speech Skills (DEMSS).

Sementara, penanganan dapat berbeda tergantung tingkat keparahan gangguan bicara dan penyebabnya. Secara umum ada dua opsi penanganan, yaitu terapi wicara dan latihan fisik (oral-motor therapy).

Demikian informasi mengenai gangguan bicara pada anak. Semoga informasi ini bermanfaat.

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
1
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image