:strip_icc():format(webp)/hb-article/2MwSwyZjrR4ZQv3eMo9MW/original/n2utj2dpvs2l2mripp6ubwpkx7dqiz5r.png)
Mata bengkak pada anak dapat membuat orang tua khawatir, terutama jika pembengkakan muncul tiba-tiba atau hanya terjadi pada satu sisi.
Kondisi ini sebenarnya cukup beragam penyebabnya. Ada yang ringan dan dapat membaik dengan perawatan sederhana di rumah, tetapi ada pula yang membutuhkan pemeriksaan dokter, terutama jika disertai nyeri, demam, gangguan penglihatan, atau kemerahan yang semakin luas.
Oleh karena itu, Mama perlu memperhatikan bukan hanya seberapa besar bengkaknya, tetapi juga gejala lain yang menyertainya.
Dengan mengenali pola keluhan, Mama sebagai orang tua dapat mengetahui apa penyebab mata anak bengkak dan menentukan cara mengatasi mata bengkak anak yang sesuai kondisi si Kecil.
Artikel lainnya: Mata Belekan pada Bayi dan Anak: Penyebab dan Cara Mengatasinya
Apa Saja Penyebab Mata Bengkak pada Anak?
Mata bengkak pada anak dapat terjadi akibat penumpukan cairan, iritasi, alergi, peradangan, atau infeksi di sekitar kelopak dan jaringan mata. Perlu Mama pahami bahwa penyebabnya dapat berbeda antara satu anak dan anak lainnya.
Berikut beberapa kondisi yang paling sering menjadi penyebab:
1. Alergi
Alergi merupakan salah satu penyebab mata anak terlihat bengkak, terutama jika kedua mata sama-sama mengalami pembengkakan. Pemicu dapat berupa debu, serbuk sari, bulu hewan, atau alergen lain.
Ketika mengalami alergi, anak biasanya merasa matanya sangat gatal sehingga sering menguceknya. Kebiasaan tersebut justru dapat membuat kelopak mata semakin bengkak dan merah.
Gejala yang dapat menyertai antara lain mata merah, berair, gatal, bersin, hidung tersumbat, atau keluarnya cairan bening dari mata.
Jika pembengkakan muncul setelah anak terpapar sesuatu yang dicurigai sebagai alergen, sebaiknya hindari pemicunya dan cegah anak mengucek mata.
2. Bintitan atau hordeolum
Bintitan merupakan benjolan akibat infeksi pada kelenjar di sekitar bulu mata. Kondisi ini biasanya menyebabkan mata bengkak pada satu titik di kelopak mata. Benjolan dapat tampak seperti jerawat kecil dan sering terasa nyeri atau sensitif ketika disentuh.
Selain bengkak, anak dapat mengalami kemerahan, rasa mengganjal, nyeri pada kelopak, dan mata berair. Sebagian besar bintitan dapat membaik dengan sendirinya.
Kompres hangat pada kelopak mata yang tertutup dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman dan mempercepat proses pengeringan bintitan.
3. Konjungtivitis atau mata merah
Konjungtivitis terjadi ketika konjungtiva, yaitu lapisan tipis yang melapisi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak, mengalami peradangan. Penyebabnya dapat berupa virus, bakteri, atau alergi.
Selain mata bengkak, anak dapat mengalami mata merah, berair, gatal, terasa perih, atau mengeluarkan kotoran. Pada konjungtivitis bakteri, cairan dari mata dapat lebih kental dan membuat kelopak atau bulu mata menempel, terutama setelah bangun tidur.
Artikel lainnya: Kenapa Mata Anak Merah, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
4. Iritasi atau kebiasaan mengucek mata
Debu, asap, pasir, bulu mata, sabun, atau benda asing kecil dapat mengiritasi mata anak. Rasa tidak nyaman kemudian membuat anak mengucek mata.
Padahal, mengucek mata terlalu kuat dapat memperparah iritasi dan membuat jaringan di sekitar mata semakin bengkak, lho, Ma.
Jika mata anak terpapar iritan ringan, bersihkan dengan hati-hati dan hindari anak mengucek mata. Namun, jika mata terkena bahan kimia atau mengalami benturan, sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan medis.
5. Setelah bangun tidur
Mata bengkak pada anak setelah bangun tidur tidak selalu menandakan penyakit. Salah satu penyebabnya adalah penumpukan cairan di jaringan sekitar mata selama tidur.
Pembengkakan juga dapat lebih terlihat jika anak kurang tidur, tidur terlalu lama, atau memiliki alergi terhadap debu dan tungau yang terdapat di lingkungan tempat tidur.
Jika bengkak hanya ringan dan berangsur menghilang setelah anak bangun dan beraktivitas, biasanya tidak perlu terlalu dikhawatirkan.
Namun, apabila kondisi ini sering berulang, disertai mata gatal dan berair, atau tidak kunjung membaik, Mama sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mencari penyebabnya.
6. Demam pada anak
Mata bengkak pada anak saat demam dapat terjadi bersamaan dengan infeksi tertentu, misalnya infeksi saluran pernapasan, sinusitis, atau konjungtivitis.
Pada kondisi tertentu, infeksi di sekitar mata juga dapat menyebabkan kelopak menjadi bengkak, merah, terasa hangat, dan nyeri.
Untuk itu, demam yang disertai mata bengkak perlu diperhatikan lebih serius, terutama jika pembengkakan hanya terjadi pada satu sisi dan anak tampak kesakitan atau sulit membuka mata.
Kondisi seperti selulitis periorbital dapat menyebabkan kelopak membengkak dan disertai demam sehingga membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan dari dokter.
Artikel lainnya: Ciri-Ciri Demam Karena Kecapekan pada Anak yang Wajib Diketahui
7. Akibat penggunaan HP
Mata bengkak pada anak karena HP perlu dipahami dengan tepat. Menatap layar terlalu lama lebih dikenal dapat menyebabkan digital eye strain atau kelelahan mata.
Anak dapat mengalami mata kering, terasa lelah, perih, berair, pandangan kabur sementara, atau sakit kepala.
Penggunaan HP juga membuat anak cenderung lebih jarang berkedip. Mata yang menjadi kering atau terasa gatal dapat membuat anak mengucek mata sehingga kelopak terlihat lebih bengkak.
Jadi, HP bukan selalu penyebab langsung mata bengkak, tetapi penggunaan gawai terlalu lama dapat memicu keluhan yang kemudian memperburuk iritasi di sekitar mata.
Orang tua dapat membantu dengan memberikan jeda dari layar secara berkala, mengingatkan anak untuk berkedip, menjaga jarak pandang yang sesuai, serta memastikan pencahayaan ruangan cukup.
Jika bengkak tetap muncul meskipun penggunaan gawai sudah dikurangi, kondisi ini mungkin terjadi karena penyebab lain seperti alergi, bintitan, atau infeksi.
8. Infeksi di sebelah mata
Mata bengkak sebelah pada anak sering kali disebabkan masalah lokal pada area tersebut. Misalnya bintitan, gigitan serangga, iritasi, cedera ringan, atau infeksi pada jaringan sekitar mata.
Jika terdapat benjolan kecil yang nyeri pada kelopak, bintitan bisa menjadi salah satu kemungkinan.
Namun, mata bengkak sebelah juga perlu diwaspadai apabila pembengkakan semakin besar, kulit sekitar mata menjadi merah dan hangat, anak mengalami demam, sulit membuka mata, atau merasa sakit ketika menggerakkan mata. Gejala tersebut dapat mengarah pada infeksi yang membutuhkan pemeriksaan medis.
Apakah Mata Bengkak pada Anak Berbahaya?
Tak jarang, banyak Mama yang khawatir melihat kondisi mata anak, sehingga muncul pertanyaan, mata bengkak pada anak apakah berbahaya?
Jawabannya tergantung pada penyebab dan gejala yang menyertainya. Pembengkakan ringan akibat kurang tidur, alergi ringan, menangis, atau iritasi sementara umumnya tidak berbahaya dan dapat membaik setelah pemicunya dihindari.
Sebaliknya, pembengkakan yang disebabkan infeksi di sekitar mata perlu mendapat perhatian. Infeksi seperti selulitis periorbital dapat menyebabkan kelopak membengkak, kemerahan, nyeri, dan demam.
Jika infeksi menyebar ke jaringan yang lebih dalam di sekitar bola mata, kondisinya dapat menjadi lebih serius dan berisiko mengganggu penglihatan.
Mama dan Papa sebaiknya tidak hanya melihat ukuran bengkak. Perhatikan juga kondisi umum anak, apakah matanya merah, apakah ada cairan atau nanah, apakah anak mengeluh nyeri, serta apakah penglihatannya berubah.
Artikel lainnya: Penyebab Mata Anak Sering Berkedip dan Cara Mengatasinya
Kompres Dingin atau Kompres Hangat untuk Mata Bengkak Anak?
Pemilihan kompres untuk mata bengkak anak sebaiknya disesuaikan dengan penyebabnya. Kompres dingin dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman dan pembengkakan ringan, misalnya setelah mata teriritasi, anak mengucek mata, atau terjadi pembengkakan akibat alergi.
Sementara itu, kompres hangat lebih sering digunakan pada bintitan. Kain bersih yang dibasahi air hangat dapat ditempelkan secara lembut pada kelopak mata yang tertutup selama sekitar 5–10 menit. Kompres dapat dilakukan beberapa kali sehari. Pastikan air tidak terlalu panas karena kulit anak di sekitar mata cukup sensitif.
Apa pun jenis kompresnya, gunakan kain yang bersih dan jangan menempelkan es secara langsung ke kulit. Hindari pula memencet benjolan atau bintitan karena dapat memperparah peradangan dan meningkatkan risiko penyebaran infeksi.
Bagaimana Cara Mengatasi Mata Bengkak Anak?
Cara mengatasi mata bengkak anak harus disesuaikan dengan penyebabnya. Untuk keluhan ringan, Mama dapat membantu dengan memastikan anak cukup tidur, menghindari pemicu alergi, menjaga kebersihan tangan, serta mencegah anak mengucek mata.
Jika dicurigai alergi, pemicu seperti debu, bulu hewan, atau serbuk sari sebaiknya dihindari. Sementara itu, bintitan dapat dibantu dengan kompres hangat. Untuk keluhan yang berkaitan dengan penggunaan HP, berikan waktu istirahat bagi mata dan batasi penggunaan layar dalam waktu lama.
Lantas, bagaimana dengan obat tradisional untuk mata bengkak pada anak?
Sebaiknya orang tua tidak sembarangan meneteskan bahan rumahan seperti air teh, air daun tertentu, atau bahan lain langsung ke mata. Mata merupakan organ yang sensitif sehingga bahan yang tidak steril justru dapat menyebabkan iritasi atau infeksi.
Jika anak membutuhkan obat mata bengkak anak, jenis obat sebaiknya ditentukan berdasarkan penyebab dan anjuran dokter.
Artikel lainnya: Kenali Gejala Gangguan Mata pada Anak dan Pencegahan Dini
Kapan Mata Bengkak pada Anak Harus Segera Diperiksakan?
Segera bawa anak ke dokter jika mata bengkak disertai nyeri hebat, gangguan penglihatan, mata tampak menonjol, sakit ketika menggerakkan bola mata, atau anak sangat sensitif terhadap cahaya. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya masalah yang membutuhkan penanganan segera.
Pemeriksaan juga diperlukan jika bengkak disertai demam, kemerahan yang semakin meluas, kulit sekitar mata terasa panas, keluar nanah, atau anak sulit membuka mata.
Mata yang bengkak setelah cedera, terkena bahan kimia, atau terkena benda asing juga sebaiknya diperiksakan, terutama jika keluhannya tidak membaik.
Jika pembengkakan ringan tetapi terus berulang atau tidak membaik setelah beberapa hari, sebaiknya konsultasikan kepada dokter.
Pemeriksaan membantu memastikan apakah penyebabnya alergi, bintitan, konjungtivitis, gangguan kelopak mata, atau kondisi lain yang membutuhkan pengobatan khusus.
Saat Si Kecil mengalami keluhan kesehatan, Mama mungkin punya banyak pertanyaan yang muncul hampir bersamaan.
Supaya tidak perlu mencari jawabannya sendiri dari berbagai tempat, Mama bisa unduh aplikasi HalloBumil dan daftarkan data diri Mama untuk mendapatkan informasi kesehatan Mama dan anak yang lebih terarah untuk menemani Mama dalam merawat Si Kecil.
Yuk, gabung ke komunitas WhatsApp HalloBumil untuk mendapatkan informasi seputar kesehatan Mama dan anak serta berbagai pembahasan yang bisa membantu Mama lebih tenang dalam menghadapi keluhan Si Kecil.
Mama juga bisa mengikuti berbagai event kesehatan untuk mendapatkan insight dari tenaga kesehatan dan berdiskusi mengenai berbagai hal yang sering membuat orang tua penasaran, mulai dari kehamilan hingga tumbuh kembang Si Kecil.





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
