loading

Penyebab Mata Anak Sering Berkedip dan Cara Mengatasinya

Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Kebiasaan anak sering berkedip bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan mata, seperti mata kering, alergi, atau gangguan refraksi. Pahami penjelasan medis dan cara penanganannya secara tepat.
penyebab-mata-anak-sering-berkedip-dan-cara-mengatasinya

Mata anak sering berkedip terkadang membuat orang tua merasa khawatir, terutama jika terjadi berulang kali dalam waktu yang lama.

Sebagian orang menganggap kondisi ini hanyalah kebiasaan, sementara yang lain mengaitkannya dengan penyakit tertentu, termasuk cacingan pada anak.

Padahal, mata anak sering berkedip dapat dipicu oleh banyak faktor, mulai dari iritasi ringan hingga gangguan pada mata yang memerlukan penanganan dokter.

Untuk mengetahui penyebabnya, Mama perlu memperhatikan apakah kedipan disertai mata merah, gatal, berair, penglihatan kabur, atau keluhan lainnya.

Dengan memahami kenapa mata anak sering berkedip, Mama dapat menentukan langkah penanganan yang tepat sekaligus mencegah masalah mata menjadi lebih serius.

Artikel lainnya: Kenali Gejala Gangguan Mata pada Anak dan Pencegahan Dini

Apa Penyebab Mata Anak Sering Berkedip?

Pada dasarnya, berkedip adalah refleks alami untuk menjaga permukaan mata tetap lembap dan bersih. Anak-anak biasanya berkedip sekitar 15–20 kali per menit.

Namun, frekuensi tersebut bisa meningkat apabila mata mengalami iritasi, kelelahan, atau terdapat gangguan tertentu.

Penyebab mata anak sering berkedip cepat cukup beragam. Ada yang hanya bersifat sementara dan dapat membaik sendiri, tetapi ada pula yang membutuhkan pemeriksaan dokter mata agar penyebabnya dapat dipastikan.

1. Mata kering

Mata kering jadi salah satu penyebab paling sering. Kondisi ini terjadi ketika produksi air mata tidak mencukupi atau kualitas air mata kurang baik sehingga permukaan mata terasa tidak nyaman.

Si Kecil biasanya akan lebih sering berkedip sebagai upaya alami untuk menyebarkan air mata ke seluruh permukaan mata. Selain berkedip, keluhan lain dapat berupa rasa mengganjal, perih, atau mata mudah lelah.

2. Mata kemasukan debu atau benda asing

Debu, bulu mata, pasir, atau partikel kecil yang masuk ke mata dapat merangsang refleks berkedip. Tujuannya adalah membantu mengeluarkan benda asing tersebut secara alami.

Jika benda asing berhasil keluar, frekuensi berkedip biasanya kembali normal. Namun, bila mata tetap terasa sakit atau kemerahan, sebaiknya hindari mengucek mata dan segera periksakan ke dokter.

3. Alergi mata

Alergi mata dapat dipicu oleh debu, serbuk sari, bulu hewan, atau tungau. Reaksi alergi menyebabkan mata terasa gatal sehingga anak menjadi lebih sering berkedip atau menggosok mata.

Selain itu, mata biasanya tampak merah, berair, dan kadang disertai bersin atau hidung tersumbat. Menghindari pemicu alergi menjadi langkah penting untuk mengurangi keluhan.

4. Gangguan penglihatan

Rabun jauh, rabun dekat, atau silinder yang belum terkoreksi dapat membuat mata bekerja lebih keras saat melihat. Akibatnya, anak mungkin lebih sering berkedip, menyipitkan mata, atau mendekatkan wajah ke layar maupun buku.

Bila penyebabnya adalah gangguan refraksi, penggunaan kacamata sesuai hasil pemeriksaan biasanya dapat membantu mengurangi keluhan.

5. Kebiasaan atau tic

Menurut American Academy of Ophthalmology, sering berkedip merupakan bagian dari motor tic, yaitu gerakan berulang yang terjadi tanpa disadari. Tic biasanya muncul pada usia sekolah dan dapat memburuk saat anak merasa lelah, cemas, atau stres.

Sebagian besar motor tic bersifat sementara dan akan membaik dalam beberapa bulan. Namun, bila berlangsung lama atau disertai gerakan lain, anak sebaiknya diperiksa oleh dokter.

6. Paparan layar gadget terlalu lama

Menatap layar ponsel, tablet, atau televisi dalam waktu lama membuat frekuensi berkedip normal justru berkurang. Akibatnya, mata menjadi lebih kering dan setelahnya anak dapat berkedip lebih sering sebagai respons terhadap rasa tidak nyaman.

Membatasi screen time dan menerapkan aturan istirahat mata secara berkala dapat membantu mengurangi keluhan tersebut.

banner

7. Peradangan atau infeksi mata

Infeksi seperti konjungtivitis maupun peradangan pada kelopak mata dapat menyebabkan mata merah, berair, terasa gatal, dan lebih sering berkedip. Kondisi ini dapat disebabkan oleh virus, bakteri, maupun alergi.

Apabila mata mengeluarkan kotoran berwarna kuning atau hijau, bengkak, atau anak mengeluhkan nyeri, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter agar mendapat penanganan yang sesuai.

8. Gangguan pada kornea atau kelopak mata

Meski lebih jarang, gangguan pada kornea seperti goresan kecil atau posisi bulu mata yang mengarah ke dalam juga dapat menyebabkan mata terasa mengganjal sehingga anak terus berkedip.

Mengingat kornea merupakan bagian penting untuk penglihatan, kondisi ini sebaiknya segera diperiksa oleh dokter mata agar tidak menimbulkan komplikasi.

Artikel lainnya: Kapan Harus Memeriksa Penglihatan Bayi Setelah Lahir?

Benarkah Mata Anak Sering Berkedip Tanda Cacingan?

Masih banyak orang tua yang bertanya, mata anak sering berkedip apakah tanda cacingan? Hingga saat ini, tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa sering berkedip merupakan gejala khas infeksi cacing.

Cacingan umumnya menimbulkan keluhan seperti gatal di area anus, terutama pada malam hari, sakit perut, nafsu makan berubah, berat badan sulit naik, atau anak tampak lemas.

Jadi, mata anak sering berkedip apakah bahaya dan apakah selalu berhubungan dengan cacingan? Jawabannya tidak selalu.

Bila anak hanya sering berkedip tanpa gejala cacingan lainnya, penyebabnya lebih mungkin berasal dari gangguan pada mata atau kebiasaan tertentu.

Pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan penyebab yang sebenarnya sehingga penanganannya lebih tepat.

Bagaimana Cara Mengatasi Anak yang Sering Berkedip?

Penanganan bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Oleh karena itu, obat mata anak sering berkedip tidak boleh diberikan sembarangan tanpa mengetahui penyebabnya terlebih dahulu.

Pada beberapa kasus, keluhan dapat membaik dengan perawatan sederhana di rumah, sedangkan kondisi tertentu membutuhkan pemeriksaan dokter mata atau dokter anak.

Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:

  • Kurangi durasi penggunaan gadget dan terapkan aturan istirahat mata setiap 20–30 menit.
  • Pastikan anak tidur cukup agar mata tidak mudah lelah.
  • Hindari paparan debu, asap rokok, atau alergen yang dapat mengiritasi mata.
  • Ajarkan anak untuk tidak mengucek mata dengan tangan yang kotor.
  • Bila mata terasa kering, dokter dapat merekomendasikan tetes air mata buatan sesuai kebutuhan.
  • Periksakan penglihatan apabila anak sering menyipitkan mata atau mengeluhkan pandangan kabur.
  • Jika penyebabnya adalah motor tic, biasanya dokter akan memantau perkembangannya dan memberikan terapi mata anak sering berkedip atau terapi perilaku bila diperlukan.
  • Jangan menggunakan obat tetes mata antibiotik atau steroid tanpa resep dokter.

Lantas, mata anak sering berkedip apa bisa sembuh? Kabar baiknya, sebagian besar kasus dapat membaik setelah penyebabnya diatasi. Misalnya, mata kering akan membaik setelah kelembapan mata terjaga, sedangkan gangguan penglihatan dapat dikoreksi. 

Artikel lainnya: Mata Belekan pada Bayi dan Anak: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan anak ke dokter apabila mata sering berkedip disertai salah satu kondisi berikut:

  • Keluhan berlangsung lebih dari beberapa minggu tanpa membaik.
  • Mata merah, bengkak, atau mengeluarkan kotoran berwarna kuning atau hijau.
  • Anak mengeluhkan nyeri hebat atau sensitif terhadap cahaya.
  • Penglihatan tampak kabur atau anak sering menyipitkan mata.
  • Kedipan disertai gerakan wajah atau anggota tubuh lainnya.
  • Mata mengalami cedera atau kemasukan benda asing yang sulit dikeluarkan.
  • Anak tampak sulit membuka mata atau terus mengeluh tidak nyaman.

Dokter akan melakukan pemeriksaan mata secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti sehingga penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi anak.

Ingin mendapatkan lebih banyak informasi seputar tumbuh kembang dan kesehatan mata anak? Unduh aplikasi HalloBumil dan daftarkan diri Mama di aplikasi kehamilan ini untuk mengakses berbagai artikel kesehatan terpercaya yang dapat membantu orang tua mengambil keputusan dengan lebih percaya diri.

Gabung juga dengan Komunitas HalloBumil di WhatsApp agar dapat berdiskusi dan memperoleh berbagai edukasi kesehatan dari sumber yang terpercaya.

Jangan lupa, ikuti berbagai event dan webinar bersama para ahli. Melalui sesi edukasi ini, Mama bisa mendapatkan informasi praktis langsung dari tenaga kesehatan mengenai berbagai masalah yang sering dialami anak

Pertanyaan Populer

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image