loading

Kenapa Mata Anak Merah, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Mata merah pada anak (konjungtivitis) umumnya dipicu oleh infeksi atau alergi. Pahami penjelasan medis terkait faktor penyebab serta langkah penanganan klinis yang tepat guna mencegah komplikasi.
kenapa-mata-anak-merah-penyebab-dan-cara-mengatasinya

Mata merah pada anak cukup sering membuat orang tua khawatir, terlebih jika disertai mata berair, gatal, belekan, atau anak terus mengucek matanya. Kondisi ini memang tidak selalu menandakan penyakit serius.

Namun, mata merah dapat muncul karena berbagai penyebab, mulai dari iritasi ringan hingga infeksi yang membutuhkan penanganan medis. Penting bagi Mama dan Papa untuk mengenali gejala yang menyertainya agar dapat menentukan langkah yang tepat.

Apa Penyebab Mata Merah pada Anak?

Penyebab mata merah pada anak cukup beragam. Salah satu yang paling sering adalah konjungtivitis, yaitu peradangan pada konjungtiva, selaput tipis yang melapisi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata.

Konjungtivitis dapat disebabkan oleh virus, bakteri, atau alergi. Selain itu, mata juga bisa memerah akibat debu, asap, benda asing, paparan bahan kimia, atau iritasi lainnya.

Beberapa penyebab mata merah pada anak yang perlu diketahui orang tua antara lain:

  • Konjungtivitis akibat virus: Sering muncul bersamaan dengan pilek, batuk, atau infeksi saluran pernapasan. Mata biasanya berair dan kemerahan, kemudian dapat menyebar dari satu mata ke mata lainnya.
  • Konjungtivitis akibat bakteri: Dapat menyebabkan mata merah disertai kotoran mata atau belekan yang lebih kental sehingga kelopak mata bisa menempel, terutama setelah anak bangun tidur.
  • Alergi: Biasanya mengenai kedua mata dan ditandai rasa gatal yang cukup kuat, mata berair, serta terkadang disertai bersin atau hidung gatal.
  • Iritasi: Debu, asap rokok, polusi, sabun, sampo, atau bahan kimia tertentu dapat mengiritasi mata dan membuatnya memerah.
  • Benda asing: Bulu mata, pasir, atau partikel kecil yang masuk ke mata dapat menimbulkan rasa mengganjal dan kemerahan.
  • Cedera pada mata: Benturan atau goresan dapat menyebabkan mata merah dan perlu diperhatikan terutama jika disertai nyeri atau gangguan penglihatan.

Pada bayi baru lahir, mata merah juga dapat berkaitan dengan infeksi, iritasi, atau saluran air mata yang tersumbat. Kondisi saluran air mata tersumbat umumnya akan membaik dengan sendirinya seiring bertambahnya usia bayi.

Meski demikian, mata merah pada bayi baru lahir sebaiknya tidak ditangani sendiri karena beberapa jenis infeksi mata pada periode ini dapat berkembang menjadi serius.

Artikel lainnya: Kenali Gejala Gangguan Mata pada Anak dan Pencegahan Dini

Apa Ciri-Ciri Mata Merah yang Perlu Diperhatikan?

Ciri-ciri mata merah pada anak tidak selalu sama karena penyebabnya bisa berbeda. Selain melihat perubahan warna pada bagian putih mata, Mama juga perlu memperhatikan apakah terdapat gatal, bengkak, cairan dari mata, atau nyeri.

Beberapa ciri-ciri mata merah yang umum pada anak meliputi:

  • Bagian putih mata terlihat merah muda hingga merah.
  • Kelopak mata tampak bengkak.
  • Mata lebih sering berair.
  • Anak mengeluhkan mata gatal, perih, panas, atau terasa mengganjal.
  • Anak sering mengucek mata.
  • Muncul kotoran atau cairan dari mata.
  • Kelopak atau bulu mata menempel karena belekan, terutama pada pagi hari.
  • Kedua mata mengalami kemerahan, terutama jika berkaitan dengan alergi.
  • Mata merah disertai pilek atau gejala infeksi saluran pernapasan.

Sementara itu, beberapa tanda berikut perlu perhatian lebih karena dapat menandakan masalah yang lebih serius:

  • Anak menjadi lebih sensitif terhadap cahaya.
  • Penglihatan terlihat buram atau berubah.

Jika mata merah hanya disertai rasa gatal dan berair, penyebabnya dapat berupa alergi. Sementara itu, cairan mata yang kental dan membuat kelopak menempel lebih sering ditemukan pada konjungtivitis bakteri.

Namun, gejala dapat saling tumpang tindih sehingga penyebabnya tidak selalu dapat dipastikan hanya dari tampilan mata luar.

Artikel lainnya: Kapan Harus Memeriksa Penglihatan Bayi Setelah Lahir?

Bagaimana Cara Mengatasi Mata Merah pada Anak di Rumah?

Cara mengatasi mata merah pada anak perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Jika keluhannya ringan dan tidak disertai tanda bahaya, beberapa langkah sederhana di rumah dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman.

Namun, hindari memberikan obat tetes mata terutama antibiotik atau obat yang mengandung steroid tanpa petunjuk dokter. Penggunaan obat tetes steroid yang tidak tepat dapat memperburuk infeksi tertentu dan berisiko meningkatkan tekanan pada bola mata anak.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan orang tua:

1. Kompres mata dengan kain bersih

Kompres dapat membantu membuat mata anak terasa lebih nyaman. Gunakan kain yang bersih dan lembut, basahi dengan air, kemudian peras hingga tidak terlalu basah. Tempelkan secara perlahan pada mata anak yang tertutup selama beberapa menit.

Kompres dingin sangat membantu untuk meredakan rasa gatal dan pembengkakan akibat alergi, sedangkan kompres hangat lebih efektif untuk melunakkan belekan kental yang mengeras dan menempel.

Jika kedua mata mengalami keluhan, pastikan untuk menggunakan kain yang berbeda bagi masing-masing mata demi mencegah penularan silang. Jangan menggosok mata dengan kuat karena tindakan tersebut dapat memperburuk iritasi.

2. Bersihkan kotoran pada mata dengan lembut

Jika terdapat belekan atau cairan yang menempel di sekitar mata, bersihkan menggunakan kain atau kapas bersih yang telah dibasahi. Lakukan usapan dengan lembut dari arah sudut dalam mata menuju ke arah luar.

Gunakan kapas baru untuk setiap kali usapan agar kotoran tidak kembali masuk. Setelah selesai, segera buang kapas yang digunakan dan cuci tangan.

Kebersihan tangan menjadi bagian penting. Mama wajib mencuci tangan baik sebelum maupun setelah membantu anak membersihkan mata atau meneteskan obat.

Artikel lainnya: Mata Belekan pada Bayi dan Anak: Penyebab dan Cara Mengatasi

3. Cegah anak mengucek mata

Rasa gatal atau mengganjal dapat membuat anak refleks mengucek mata. Namun, kebiasaan ini sebaiknya dicegah karena tangan yang kotor dapat membawa kuman baru dan memperparah iritasi.

Mengucek mata juga memicu perpindahan cairan mata ke tangan sehingga berisiko menularkan infeksi ke orang lain.

Untuk membantu anak yang kesulitan menahan gatal, Mama bisa mengalihkan perhatiannya dengan memberikan kompres dingin, serta pastikan kuku anak selalu dipotong pendek. Biasakan anak mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama setidaknya 20 detik secara rutin.

4. Hindari berbagi barang pribadi

Jika mata merah disebabkan oleh infeksi, barang yang bersentuhan dengan wajah dapat menjadi media penyebaran kuman. Hindari berbagi handuk, saputangan, sarung bantal, kain lap, atau obat tetes mata dengan anggota keluarga lain.

Cucilah handuk dan perlengkapan tidur secara rutin, dan batasi kontak dekat jika ada anggota keluarga lain yang sakit.

5. Jangan sembarangan memberikan obat tetes mata

Tidak semua mata merah membutuhkan antibiotik. Konjungtivitis akibat virus tidak akan membaik dengan antibiotik karena obat tersebut memang tidak bekerja membunuh virus.

Mengingat penyebabnya cukup beragam, penggunaan obat mutlak harus disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dokter.

Hindari menggunakan sisa obat tetes dari penyakit sebelumnya, karena obat tetes mata umumnya hanya boleh digunakan dalam jangka waktu tertentu setelah kemasannya dibuka.

Sebagian kasus ringan (seperti konjungtivitis virus) sering kali dapat membaik dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari hingga sekitar dua minggu.

Artikel lainnya: Penyebab Mata Anak Sering Berkedip dan Cara Mengatasinya

Apakah Mata Merah pada Anak Berbahaya dan Menular?

Mungkin banyak Mama yang penasaran, apakah mata merah pada anak berbahaya? Pada dasarnya, ini akan bergantung pada penyebabnya.

Banyak kasus mata merah, terutama konjungtivitis ringan akibat virus, alergi, atau iritasi, dapat membaik tanpa menyebabkan masalah jangka panjang.

Namun, kemerahan pada mata juga dapat menjadi tanda masalah yang lebih serius apabila disertai nyeri hebat, sensitif terhadap cahaya, penglihatan buram, atau kemerahan yang sangat berat.

Mata merah juga bisa menular, tetapi tidak semuanya. Konjungtivitis akibat virus dan bakteri sangat mudah menyebar melalui kontak dengan cairan mata, tangan yang terkontaminasi, atau benda yang digunakan bersama. Sebaliknya, mata merah akibat alergi dan iritasi sama sekali tidak menular.

Kapan anak boleh kembali bersekolah? Jika kemerahan dipastikan karena alergi atau iritasi debu, anak tetap aman untuk masuk sekolah.

Namun, jika anak mengalami konjungtivitis menular (virus atau bakteri), sebaiknya ia tetap beristirahat di rumah sampai cairan atau belekan pada mata berhenti, atau hingga dokter memberikan izin untuk kembali beraktivitas agar tidak menulari teman-temannya.

Kapan Mata Merah Anak Harus Diperiksakan ke Dokter?

Tidak semua mata merah membutuhkan pemeriksaan segera. Namun, Mama sebaiknya membawa anak ke dokter jika keluhan mata merah tidak kunjung membaik setelah beberapa hari dirawat di rumah.

Tindakan Darurat: Apabila mata merah muncul segera setelah mata anak tidak sengaja terkena paparan bahan kimia (seperti sabun cuci, cairan pembersih, dll), segera bilas mata anak dengan air bersih yang mengalir secara terus-menerus selama beberapa menit, lalu bawa langsung ke IGD atau fasilitas kesehatan terdekat.

Selain itu, segera periksakan anak ke dokter jika mata merah disertai:

  • Nyeri mata yang cukup berat.
  • Penglihatan buram atau mengalami perubahan.
  • Mata sangat sensitif terhadap cahaya.
  • Kemerahan mata sangat intens.
  • Kelopak mata membengkak secara signifikan.
  • Keluar cairan atau nanah dalam jumlah banyak.
  • Anak merasa seperti ada benda yang terus mengganjal di mata.
  • Anak sulit membuka mata karena nyeri atau silau.

Gejala seperti nyeri, sensitif terhadap cahaya, dan penglihatan buram mutlak memerlukan perhatian medis secepatnya karena gejala tersebut menandakan kemungkinan adanya infeksi atau peradangan pada bagian mata yang lebih dalam, bukan sekadar di selaput luar (konjungtiva) saja.

Khusus bagi bayi baru lahir yang mengalami mata merah, berair, bengkak, atau mengeluarkan cairan, pemeriksaan dokter sebaiknya dilakukan sesegera mungkin.

Infeksi mata pada bayi baru lahir membutuhkan penanganan cepat untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Artikel lainnya: Ini Cara Merawat Anak Saat Sakit, Agar Si Kecil Cepat Sembuh

Mata Si Kecil memang perlu diperhatikan dengan cermat, tetapi Mama dan Papa tidak harus mencari jawabannya sendirian. Download aplikasi Hallobumil untuk mendapatkan informasi seputar kesehatan anak dan keluarga yang lebih mudah diakses kapan saja.

Saat mata merah disebabkan infeksi, perhatian orang tua bukan hanya soal membuat mata anak kembali nyaman, tetapi juga mencegah anggota keluarga lain ikut tertular.

Yuk, gabung ke komunitas Hallobumil di WhatsApp untuk berbagi pengalaman dan mendapatkan informasi kesehatan keluarga dari sumber yang tepercaya.

Pertanyaan tentang kesehatan anak sering kali muncul justru saat kita sedang membutuhkan jawaban yang paling jelas.

Kalau ingin berdiskusi langsung dan mendapatkan wawasan dari tenaga ahli, ikuti event kesehatan bersama para ahli untuk menambah bekal Mama dan Papa dalam menjaga kesehatan keluarga. Jangan lupa daftarkan data diri Mama di Hallobumil, ya!

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image