Artikel/Pasca Kehamilan/Penanganan Demam Berdarah pada Anak, Ini Pertolongan Pertamanya!

Penanganan Demam Berdarah pada Anak, Ini Pertolongan Pertamanya!

Siti Nurmayani Putri | Diterbitkan pada 21 April 2026
Ditinjau oleh Tim Ahli Hallobumil
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Saat anak terindikasi demam berdarah, penanganan yang cepat sangat krusial. Ketahui langkah pertolongan pertama pada anak, cara menjaga cairan tubuhnya, dan kapan harus segera dibawa ke rumah sakit.
penanganan-demam-berdarah-pada-anak

Cara mengatasi DBD pada anak menjadi hal yang penting untuk dipahami sejak dini, terutama karena penyakit ini sering muncul secara tiba-tiba dengan gejala demam tinggi.

Banyak orang tua yang baru menyadari kondisi ini setelah anak terlihat sangat lemas atau mengalami tanda-tanda lain seperti nyeri tubuh dan penurunan nafsu makan. Padahal, penanganan awal yang cepat dapat membantu mencegah kondisi menjadi lebih serius.

Selain itu, cara mengatasi demam berdarah pada anak tidak hanya berfokus pada menurunkan demam, tetapi juga menjaga kondisi tubuh tetap stabil dan terhidrasi dengan baik. Simak tips mengatasi demam berdarah pada anak berikut ini:

1. Penuhi Kebutuhan Cairan

Salah satu cara mengatasi demam berdarah pada anak yang paling penting adalah memastikan tubuh anak tidak kekurangan cairan. DBD dapat menyebabkan kebocoran plasma yang berisiko memicu dehidrasi hingga syok.

Berikan anak air putih, oralit, susu, atau jus buah untuk membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh. Cairan juga membantu menjaga tekanan darah tetap stabil dan mencegah kondisi memburuk.

Jika anak sulit minum atau mengalami muntah terus-menerus, segera konsultasikan ke dokter karena mungkin dibutuhkan cairan infus sebagai bagian dari penanganan DBD pada anak.

2. Berikan Obat Penurun Panas

Demam tinggi merupakan gejala utama DBD. Untuk mengatasinya, Mama dapat memberikan obat penurun panas seperti paracetamol sesuai dosis yang dianjurkan.

Ini merupakan bagian penting dari pertolongan pertama DBD pada anak agar anak merasa lebih nyaman. Namun, hindari pemberian obat seperti aspirin atau ibuprofen karena dapat meningkatkan risiko perdarahan.

Selalu konsultasikan dengan tenaga medis sebelum memberikan obat tambahan agar penanganan tetap aman dan tepat.

3. Pantau Suhu Tubuh dan Gejala

Memantau suhu tubuh anak secara rutin sangat penting dalam cara mengatasi DBD pada anak. Catat perubahan suhu serta gejala lain seperti muntah, lemas, atau nyeri perut. Hal ini membantu orang tua mengetahui perkembangan kondisi anak.

Perhatikan juga tanda bahaya seperti mimisan, gusi berdarah, atau bintik merah pada kulit. Jika gejala ini muncul, segera bawa anak ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan DBD pada anak yang lebih lanjut.

4. Pastikan Anak Istirahat Cukup

Istirahat total sangat dianjurkan bagi anak yang terkena DBD. Tubuh membutuhkan energi untuk melawan infeksi virus dengue. Dengan istirahat yang cukup, proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat.

Hindari aktivitas fisik berlebihan selama masa pemulihan. Pastikan anak berada di lingkungan yang nyaman dan sejuk agar kondisinya tetap stabil. Ini merupakan bagian penting dari cara mengatasi demam berdarah pada anak secara alami.

5. Berikan Nutrisi yang Mudah Dicerna

Selain cairan, asupan nutrisi juga penting dalam penanganan DBD pada anak. Pilih makanan yang mudah dicerna seperti bubur, sup, atau buah-buahan kaya vitamin. Nutrisi yang cukup membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak.

Vitamin C dan protein sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan. Namun, pastikan anak tidak dipaksa makan jika mual, cukup berikan dalam porsi kecil tetapi sering.

6. Kenali Tanda Bahaya DBD

Dalam cara mengatasi DBD pada anak, orang tua harus waspada terhadap tanda bahaya. Gejala seperti nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, lemah, hingga penurunan kesadaran menandakan kondisi serius.

Tanda lainnya termasuk perdarahan hebat atau penurunan jumlah trombosit yang drastis. Jika gejala ini muncul, segera bawa anak ke rumah sakit karena membutuhkan penanganan intensif.

7. Segera Konsultasi ke Dokter

Meskipun pertolongan pertama DBD pada anak bisa dilakukan di rumah, pemeriksaan dokter tetap diperlukan untuk memastikan diagnosis dan kondisi anak. Dokter biasanya akan melakukan tes darah untuk memantau trombosit dan hematokrit.

Jangan menunda pemeriksaan terutama jika demam berlangsung lebih dari 2–3 hari. Penanganan medis yang cepat dapat mencegah komplikasi seperti syok dengue yang berbahaya.

8. Lakukan Pencegahan Gigitan Nyamuk

Selain pengobatan, pencegahan juga merupakan bagian dari cara mengatasi demam berdarah pada anak. Pastikan lingkungan rumah bebas dari sarang nyamuk dengan rutin menguras tempat penampungan air.

Gunakan kelambu, lotion anti nyamuk, atau pakaian tertutup untuk melindungi anak dari gigitan nyamuk. Langkah ini penting agar anak tidak mengalami infeksi ulang selama masa pemulihan.

Menjaga kesehatan anak bukan hanya saat sakit, tapi juga melalui persiapan yang matang. Untuk membantu memantau kesehatan Mama dan si kecil, Mama bisa mulai dengan download aplikasi Hallobumil yang menyediakan berbagai informasi terpercaya seputar kehamilan dan anak.

Selain itu, Mama juga bisa bergabung ke komunitas Hallobumil di WhatsApp untuk berbagi pengalaman dan mendapatkan dukungan dari sesama orang tua dalam menghadapi kondisi seperti DBD pada anak.

Terakhir, ikuti juga berbagai event menarik dari Hallobumil yang menghadirkan edukasi kesehatan langsung dari para ahli, sehingga Mama bisa lebih siap dalam memberikan penanganan terbaik untuk keluarga

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image