Faktor Penyebab DBD pada Anak yang Harus Diwaspadai
:strip_icc():format(webp)/hb-article/Usk8HqInxUW1OgfgGJrMn/original/c4witlq5wpxoj09wc1fa27gvqoc80jhd.png)
Penyebab DBD pada anak sering kali menjadi kekhawatiran bagi banyak orang tua, terutama di musim hujan ketika kasus meningkat.
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.
Namun, tidak hanya itu, ada berbagai faktor faktor penyebab DBD pada anak yang perlu dipahami agar pencegahan bisa dilakukan secara optimal. Berikut sederet penyebab demam berdarah pada anak:
1. Gigitan Nyamuk Terinfeksi
Penyebab utama DBD pada anak adalah gigitan nyamuk Aedes aegypti yang telah terinfeksi virus dengue. Nyamuk ini biasanya aktif menggigit pada pagi dan sore hari, serta berkembang biak di air bersih yang tergenang.
Ketika nyamuk tersebut menggigit anak, virus akan masuk ke dalam aliran darah dan mulai menginfeksi tubuh.Virus dengue memiliki empat jenis serotipe yang berbeda.
Jika anak pernah terinfeksi salah satu jenis, ia tetap bisa terkena jenis lainnya, bahkan dengan risiko gejala yang lebih berat. Hal inilah yang membuat penyebab demam berdarah pada anak menjadi semakin kompleks dan berbahaya jika tidak dicegah sejak dini.
Artikel lainnya: Virus Nipah: Kenali Gejala, Cara Penularan, dan Pencegahannya
2. Lingkungan Tidak Bersih
Lingkungan yang tidak bersih menjadi salah satu faktor penyebab DBD pada anak yang sering diabaikan. Genangan air di sekitar rumah seperti di ember, pot tanaman, atau ban bekas menjadi tempat ideal bagi nyamuk untuk berkembang biak.
Semakin banyak tempat berkembang biak nyamuk, semakin tinggi risiko anak terkena gigitan nyamuk pembawa virus dengue.
Oleh karena itu, menjaga kebersihan lingkungan sangat penting untuk memutus rantai penularan. Ini juga menjadi salah satu alasan DBD sering kali menyerang anak yang tinggal di area padat penduduk atau kurang terjaga kebersihannya.
3. Daya Tahan Tubuh Anak yang Lebih Lemah
Sistem imun anak yang belum berkembang sempurna membuat mereka lebih rentan terhadap infeksi, termasuk virus dengue. Ini menjadi salah satu penyebab DBD pada anak yang tidak bisa diabaikan.
Ketika virus masuk ke dalam tubuh, sistem kekebalan anak mungkin tidak mampu melawan infeksi dengan cepat.
Akibatnya, virus berkembang lebih mudah dan menyebabkan gejala yang lebih serius. Inilah yang menjelaskan kenapa DBD menyerang anak lebih sering dibandingkan orang dewasa.
4. Tinggal di Daerah Endemis
Anak yang tinggal di daerah tropis seperti Indonesia memiliki risiko lebih tinggi terkena DBD. Wilayah dengan curah hujan tinggi dan suhu hangat menjadi lingkungan ideal bagi nyamuk berkembang.
Daerah endemis memiliki tingkat penyebaran virus yang tinggi, sehingga kemungkinan anak terpapar virus dengue juga meningkat. Hal ini termasuk dalam faktor faktor penyebab DBD pada anak yang berkaitan dengan lokasi geografis.
Artikel lainnya: Cara Mengatasi Demam pada Anak Secara Aman dan Efektif
5. Kurangnya Upaya Pencegahan
Tidak melakukan langkah pencegahan seperti penggunaan obat nyamuk, memasang kelambu, atau menguras tempat penampungan air dapat meningkatkan risiko DBD pada anak.
Upaya sederhana seperti 3M (menguras, menutup, dan mendaur ulang) sangat efektif untuk mengurangi populasi nyamuk. Tanpa pencegahan yang tepat, penyebab demam berdarah akan semakin sulit dikendalikan.
6. Paparan Nyamuk di Sekolah atau Tempat Umum
Anak-anak tidak hanya beraktivitas di rumah, tetapi juga di sekolah, taman, atau tempat umum lainnya. Jika lingkungan tersebut tidak bersih, risiko terkena gigitan nyamuk juga meningkat.
Banyak orang tua hanya fokus menjaga rumah tetap bersih, padahal paparan di luar rumah juga menjadi penyebab DBD pada anak yang cukup signifikan. Ini menjadi salah satu faktor faktor penyebab DBD pada anak yang sering luput dari perhatian.
Artikel lainnya: Ini Cara Merawat Anak Saat Sakit, Agar Si Kecil Cepat Sembuh
7. Riwayat Infeksi Dengue Sebelumnya
Anak yang pernah terkena dengue memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi yang lebih berat jika terpapar kembali dengan jenis virus berbeda.
Hal ini terjadi karena adanya fenomena yang disebut antibody-dependent enhancement, di mana antibodi yang sudah terbentuk justru memperparah infeksi berikutnya.
Oleh karena itu, penyebab demam berdarah pada anak tidak hanya dari paparan pertama, tetapi juga dari riwayat kesehatan sebelumnya. Menjaga kesehatan anak dari risiko penyakit seperti DBD tentu tidak bisa dilakukan sendirian.
Untuk itu, Mama bisa mulai dengan bergabung ke komunitas Hallobumil untuk saling berbagi pengalaman, tips, dan dukungan bersama orang tua lainnya dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan si kecil.
Selain itu, jangan lewatkan juga berbagai event edukatif dari Hallobumil yang menghadirkan pembahasan menarik seputar kesehatan Mama dan anak. Pastikan Mama sudah mengunduh aplikasi Hallobumil di ponsel.
Dengan begitu, berbagai informasi penting seputar kesehatan Mama dan anak bisa diakses kapan saja dan di mana saja, sehingga Mama lebih siap menjaga kesehatan keluarga setiap hari.





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
