loading

Napas Si Kecil Grok-Grok, Kapan Normal dan Harus Waspada?

Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Napas grok-grok pada bayi bisa terdengar mengkhawatirkan, tetapi tidak selalu berbahaya. Kenali penyebab, kondisi yang masih normal, serta tanda gangguan napas yang perlu Mama waspadai.
napas-si-kecil-grok-grok-kapan-normal-dan-harus-waspada

Mendengar napas bayi grok-grok tentu bisa membuat Mama dan Papa khawatir, apalagi jika suara tersebut terdengar saat Si Kecil sedang tidur atau menyusu.

Bunyi napas seperti berdahak atau berlendir memang cukup umum pada bayi karena saluran pernapasannya masih kecil. Namun, suara tersebut tidak selalu berarti bayi sedang mengalami sesak.

Yang penting, orang tua perlu melihat kondisi bayi secara keseluruhan, termasuk apakah ia tetap aktif, menyusu dengan baik, dan bernapas tanpa usaha yang berat.

Artikel lainnya: Jenis Batuk pada Anak, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Kenapa Napas Si Kecil Bisa Terdengar Grok-Grok?

Bunyi grok-grok umumnya muncul ketika udara melewati lendir atau cairan di saluran pernapasan. Pada bayi, saluran napas yang masih sempit membuat suara dari lendir lebih mudah terdengar.

Hidung bayi juga relatif kecil sehingga sedikit saja lendir dapat membuat suara pernapasan terdengar lebih jelas dibandingkan pada orang dewasa. Berikut beberapa alasan kenapa napas bayi bisa terdengar grok:

Hidung tersumbat atau banyak lendir

Hidung anak tersumbat merupakan salah satu penyebab yang cukup sering membuat napas bayi grok. Lendir dapat muncul ketika bayi mengalami pilek atau infeksi saluran pernapasan.

Sayangnya, bayi belum dapat membuang ingus sendiri, sehingga lendir yang berada di hidung atau bagian belakang tenggorokan dapat menimbulkan suara ketika udara keluar-masuk.

Saluran napas bayi masih kecil

Suara napas pada bayi juga dapat terdengar lebih jelas karena ukuran saluran pernapasannya masih kecil. Untuk itu, suara yang terdengar cukup keras bagi orang tua belum tentu menunjukkan adanya gangguan pernapasan.

Meski demikian, bunyi napas yang menetap, semakin keras, atau disertai kesulitan bernapas tetap perlu diperiksa.

Kondisi saluran napas tertentu

Tidak semua bunyi napas berasal dari lendir. Beberapa bayi dapat mengalami suara napas bernada tinggi saat menarik napas, yang disebut stridor.

Salah satu penyebabnya adalah laringomalasia, yaitu kondisi ketika jaringan di sekitar laring lebih lunak sehingga sebagian saluran napas dapat menyempit ketika bayi menarik napas.

Kondisi ringan dapat membaik seiring pertumbuhan, tetapi perlu dinilai dokter jika disertai kesulitan bernapas atau masalah menyusu.

Infeksi saluran pernapasan

Pilek atau infeksi saluran pernapasan juga dapat menyebabkan hidung tersumbat, batuk, lendir, dan suara napas yang berbeda dari biasanya.

Pada infeksi seperti RSV (Respiratory Syncytial Virus), bayi dapat mengalami gejala berupa hidung berair, berkurangnya nafsu minum, batuk, mengi, hingga kesulitan bernapas. Pada bayi yang masih sangat kecil, gejalanya bahkan bisa tidak disertai demam.

Artikel lainnya: Cara Membersihkan Hidung Bayi dengan Air Garam

Kapan Bunyi Napas Masih Bisa Dipantau?

Tidak semua napas bayi grok-grok membutuhkan pemeriksaan segera. Jika bayi tetap terlihat nyaman dan tidak menunjukkan tanda kesulitan bernapas, Mama dapat memantau kondisinya sambil membantu menjaga hidung tetap bersih.

Hal yang lebih penting daripada sekadar mendengar suara napas adalah melihat pola napas dan perilaku bayi secara keseluruhan. 

Bunyi napas masih dapat dipantau apabila:

  • Bayi tetap aktif dan responsif seperti biasanya.
  • Bayi masih mau menyusu atau minum dengan baik.
  • Tidak terlihat dada atau area di antara tulang rusuk tertarik ke dalam saat bernapas.
  • Tidak terdapat perubahan warna kebiruan pada bibir atau wajah.
  • Bayi tidak tampak kesulitan mengambil napas.
  • Suara berkurang setelah hidung dibersihkan dari lendir.
  • Tidak terdapat napas yang jauh lebih cepat daripada biasanya.

Mama juga dapat memperhatikan apakah suara napas bayi grok hanya muncul pada waktu tertentu, misalnya ketika hidung sedang tersumbat, setelah menangis, atau saat bayi tidur.

Catatan mengenai kapan suara muncul dan apakah ada gejala lain dapat membantu dokter apabila nantinya bayi perlu diperiksa. 

Artikel lainnya: Ciri Pneumonia pada Si Kecil, Penyebab, dan Penanganannya

Cara Membedakan Grok-Grok dari Tanda Sesak

Suara grok-grok dan sesak napas merupakan dua hal yang berbeda. Bunyi napas saja belum cukup untuk menentukan bahwa bayi sedang mengalami sesak. Pada bayi yang mengalami gangguan pernapasan, biasanya terlihat adanya usaha ekstra untuk bernapas.

Misalnya, dada tertarik ke dalam setiap kali menarik napas, lubang hidung melebar, bayi tampak kesulitan bernapas, atau napas menjadi jauh lebih cepat. 

Napas bayi cepat juga perlu diperhatikan. Pada bayi, frekuensi napas memang secara alami lebih cepat dibandingkan orang dewasa.

Namun, frekuensi lebih dari 60 kali per menit sebagai salah satu tanda yang perlu diwaspadai pada bayi, terutama bila disertai retraksi atau tanda gangguan pernapasan lainnya. Pengukuran sebaiknya dilakukan ketika bayi dalam kondisi tenang, bukan ketika sedang menangis. 

Tanda lain yang perlu dibedakan dari sekadar suara grok-grok adalah mengi atau wheezing, yaitu suara seperti siulan terutama ketika mengembuskan napas, serta stridor, yaitu suara kasar atau bernada tinggi yang terdengar ketika menarik napas. Jika bunyi tersebut disertai kesulitan bernapas, pemeriksaan medis diperlukan.

Artikel lainnya: Bronkopneumonia pada Anak: Penyebab, Ciri, dan Cara Mengatasinya

Langkah Aman yang Dapat Dilakukan di Rumah

Jika bayi masih bernapas dengan nyaman dan suara grok-grok kemungkinan berkaitan dengan lendir atau hidung tersumbat, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan di rumah.

Tujuannya bukan memaksa mengeluarkan dahak, melainkan membantu menjaga saluran hidung tetap terbuka dan membuat bayi lebih nyaman. 

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Bersihkan hidung dengan lembut. Saline atau larutan garam steril dapat digunakan untuk membantu mengencerkan lendir, kemudian lendir dapat dikeluarkan dengan aspirator hidung khusus bayi sesuai petunjuk penggunaannya.
  • Pastikan bayi cukup mendapatkan ASI atau susu sesuai kebutuhannya. Asupan cairan membantu mencegah bayi mengalami dehidrasi dan dapat membantu menjaga lendir tidak terlalu kental.
  • Jauhkan bayi dari asap rokok. Paparan asap rokok dapat memperburuk batuk dan gangguan pernapasan.
  • Perhatikan kondisi bayi, bukan hanya suara napasnya. Pantau apakah bayi tetap mau menyusu, aktif, dan bernapas tanpa usaha berlebihan.
  • Gunakan humidifier dengan hati-hati jika udara di ruangan sangat kering, serta pastikan alat dibersihkan secara rutin agar tidak menjadi sumber kontaminasi.

Banyak orang tua mencari cara ampuh menghilangkan napas grok-grok pada bayi, tetapi tidak ada satu cara yang berlaku untuk semua kondisi. Jika penyebabnya adalah lendir di hidung, membersihkan hidung dengan saline dan aspirator dapat membantu.

Namun, apabila bunyi napas berasal dari infeksi, mengi, stridor, atau kondisi saluran napas tertentu, penanganannya bisa berbeda dan perlu disesuaikan dengan penyebabnya.

Hindari memberikan obat batuk atau obat pilek kepada bayi tanpa anjuran dokter. Jangan pula memasukkan cotton bud atau benda lain jauh ke dalam hidung bayi karena dapat menyebabkan iritasi atau cedera.

Jika bayi terlihat kesulitan bernapas, jangan hanya mengandalkan perawatan rumahan untuk menghilangkan bunyi grok-groknya.

Artikel lainnya: Perlukah Minum Obat Bila Si Kecil Batuk Pilek?

Kapan Si Kecil Perlu Segera Diperiksa?

Bayi perlu segera mendapatkan pertolongan medis apabila suara napas disertai tanda gangguan pernapasan.

Beberapa tanda yang perlu diperhatikan adalah napas sangat cepat, dada tertarik ke dalam saat bernapas, cuping hidung melebar, bayi tampak kesulitan mengambil napas, atau terdengar suara merintih setiap kali bernapas.

Segera cari pertolongan medis jika:

  • Bibir, lidah, atau wajah bayi tampak kebiruan atau keabu-abuan.
  • Bayi terlihat berjuang setiap kali menarik napas.
  • Dada atau sela-sela tulang rusuk tertarik ke dalam saat bernapas.
  • Napas menjadi jauh lebih cepat daripada biasanya.
  • Bayi sulit menyusu atau tidak mampu minum dengan baik karena kesulitan bernapas.
  • Bayi sangat lemas, sulit dibangunkan, atau responsnya menurun.
  • Terjadi jeda napas yang mengkhawatirkan.
  • Bunyi napas muncul mendadak setelah bayi tersedak atau diduga menghirup benda asing.

Pada bayi yang masih sangat kecil, Mama sebaiknya lebih waspada terhadap perubahan kondisi. Misalnya, bayi menjadi kurang aktif, minum jauh lebih sedikit, atau mengalami kesulitan bernapas.

Infeksi saluran pernapasan seperti RSV juga dapat memburuk setelah beberapa hari, sehingga kondisi bayi tetap perlu dipantau meskipun awalnya hanya tampak seperti pilek biasa.

Bunyi napas Si Kecil bisa bikin Mama bertanya-tanya, apalagi saat terjadi di malam hari. Namun, jangan simpan semua kekhawatiran sendirian.

Download aplikasi Hallobumil dan daftarkan data diri Mama untuk mendapatkan berbagai informasi seputar kehamilan, bayi, dan tumbuh kembang Si Kecil dalam satu aplikasi.

Setiap Mama pasti pernah punya momen, “Ini normal nggak, ya?” saat Si Kecil mulai menunjukkan hal yang berbeda, punya ruang untuk bertanya dan berbagi pengalaman bisa terasa sangat membantu.

Yuk, gabung ke komunitas Hallobumil di WhatsApp dan temukan Mama-Mama lain yang sedang melalui perjalanan serupa.

Belajar tentang kesehatan Si Kecil tidak harus selalu dilakukan sendiri. Ikuti berbagai event kesehatan dan dapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari para ahli, sekaligus bertemu dengan Mama lainnya dalam suasana yang lebih hangat dan interaktif.

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image