loading

Pola Pernapasan Si Kecil Baru Lahir, Mana yang Normal dan Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh Tim Ahli Hallobumil
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Pola napas bayi baru lahir bisa berbeda dari orang dewasa. Kenali pernapasan yang normal, tanda gangguan napas yang perlu diwaspadai, dan kapan Mama perlu membawa si kecil ke dokter.
pola-pernapasan-bayi-baru-lahir

Setiap kali melihat dada atau perut Si Kecil naik turun saat bernapas, Mama mungkin bertanya-tanya, “Apakah napasnya normal?” Kekhawatiran ini sangat wajar, terutama pada hari-hari pertama setelah persalinan.

Sistem pernapasan Si Kecil masih beradaptasi dari kehidupan di dalam rahim menuju lingkungan luar, sehingga pola napasnya memang berbeda dari orang dewasa.

Memahami pernapasan normal Si Kecil baru lahir dapat membantu Mama lebih tenang sekaligus mengenali perubahan yang membutuhkan perhatian.

Artikel lainnya: Hidung Tersumbat pada Bayi: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Seperti Apa Pola Pernapasan Normal pada Si Kecil Baru Lahir?

Secara umum, pernapasan Si Kecil normal memang lebih cepat daripada orang dewasa. Frekuensi napas Si Kecil baru lahir sekitar 30–60 kali per menit, sedangkan pada Si Kecil yang sedang tenang, kisarannya sekitar 40–60 kali per menit.

Angka tersebut dapat berubah sesuai kondisi Si Kecil, misalnya saat sedang tidur, terjaga, menyusu, menangis, atau setelah banyak bergerak.

Napas Si Kecil bisa terlihat cepat

Mama mungkin memperhatikan bahwa Si Kecil bernapas lebih sering daripada orang dewasa. Hal ini tidak selalu berarti Si Kecil sedang sesak.

Ukuran tubuh dan paru-paru Si Kecil masih kecil, sementara kebutuhan metabolisme tubuhnya relatif tinggi sehingga frekuensi napasnya memang lebih cepat.

Ketika Si Kecil sedang menangis atau aktif, frekuensi napas juga dapat meningkat sementara dan biasanya akan melambat setelah ia kembali tenang.

Napas tidak selalu berirama teratur

Pola napas Si Kecil baru lahir juga dapat tampak naik-turun. Si Kecil bisa bernapas beberapa kali dengan cepat, kemudian melambat sebentar, lalu kembali ke ritme semula.

Selama Si Kecil tampak nyaman, warna kulitnya tetap normal, dan tidak terlihat bekerja keras untuk bernapas, pola tersebut dapat menjadi bagian dari perkembangan normal sistem pernapasan.

Bagaimana dengan pernapasan normal Si Kecil baru lahir menurut WHO?

World Health Organization (WHO) menekankan pentingnya memantau pernapasan Si Kecil baru lahir dan mengenali tanda gangguan napas.

Dalam panduan penanganan Si Kecil muda, frekuensi napas 60 kali per menit atau lebih digunakan sebagai salah satu tanda napas cepat yang perlu dinilai, terutama bila menetap saat Si Kecil dalam keadaan tenang. 

Jadi, istilah pernapasan normal Si Kecil baru lahir menurut WHO sebaiknya tidak dipahami hanya sebagai satu angka, tetapi juga dilihat bersama kondisi Si Kecil, usaha bernapas, warna kulit, kemampuan menyusu, serta tanda bahaya lainnya. 

Artikel lainnya: CPAP pada Bayi: Fungsi, Tekanan, dan Risikonya

Cara Menghitung Frekuensi Napas Saat Si Kecil Tenang

Kalau Mama ingin mengetahui frekuensi pernapasan normal Si Kecil baru lahir, sebaiknya hitung saat Si Kecil sedang tenang atau tidur. Jangan langsung menghitung setelah Si Kecil menangis, menyusu, atau banyak bergerak karena frekuensi napas dapat meningkat sementara.

Cara sederhananya adalah:

  1. Pastikan Si Kecil sedang tenang atau tidur.
  2. Perhatikan gerakan dada atau perutnya.
  3. Satu kali gerakan naik dan turun dihitung sebagai satu napas.
  4. Gunakan jam atau stopwatch untuk menghitung selama 60 detik penuh.
  5. Catat hasilnya, terutama jika Mama sedang memantau napas karena ada keluhan tertentu.

Menghitung selama satu menit penuh lebih membantu karena napas Si Kecil dapat berubah-ubah. Jika Mama hanya menghitung selama 15 atau 30 detik kemudian mengalikannya, hasilnya bisa kurang akurat ketika pola napas Si Kecil sedang tidak teratur.

Sebagai patokan umum, 30–60 kali per menit masih termasuk kisaran yang sering digunakan untuk Si Kecil baru lahir.

Namun, angka yang berada di batas atas atau sedikit berubah sesekali sebaiknya tidak dinilai sendirian. Perhatikan juga apakah Si Kecil tampak nyaman atau justru bernapas dengan usaha yang berat. 

Artikel lainnya: Apgar Score, Tes untuk Menilai Kondisi Bayi Baru Lahir

Mengenal Periodic Breathing pada Newborn

Salah satu pola yang sering membuat Mama khawatir adalah periodic breathing. Kondisi ini terjadi ketika Si Kecil bernapas beberapa kali, kemudian berhenti sebentar selama beberapa detik, lalu kembali bernapas dengan lebih cepat sebelum kembali ke pola semula.

Pada newborn, jeda singkat seperti ini dapat menjadi bagian dari pola pernapasan yang normal. Di periodic breathing yang normal, jeda napas biasanya berlangsung singkat dan tidak disertai perubahan warna kulit atau tanda Si Kecil kesulitan bernapas.

American Academy of Pediatrics menjelaskan bahwa jeda sekitar 5–10 detik dapat terjadi pada tidur newborn, kemudian diikuti beberapa napas yang lebih cepat. Pola ini umumnya akan berkurang seiring bertambahnya usia Si Kecil.

Namun, Mama perlu membedakan periodic breathing dengan apnea yang memerlukan pemeriksaan. Jeda napas yang lebih lama, terutama jika disertai Si Kecil membiru atau keabu-abuan, tampak sangat lemas, sulit dibangunkan, atau mengalami penurunan oksigen, bukan sesuatu yang sebaiknya dianggap sebagai pola normal. 

Artikel lainnya: 15 Cara Mengeluarkan Dahak pada Bayi yang Aman Efektif

Bunyi Napas yang Bisa Muncul pada Newborn

Selain frekuensi, bunyi napas juga sering menjadi perhatian Mama. Saluran napas Si Kecil masih kecil dan Si Kecil baru lahir juga dapat memiliki lendir di saluran napas.

Untuk itu, sesekali terdengar suara seperti grok-grok atau napas yang sedikit berbunyi belum tentu menunjukkan penyakit. Yang penting adalah melihat kondisi Si Kecil secara keseluruhan dan apakah bunyi tersebut terus-menerus atau disertai kesulitan bernapas.

Bunyi seperti hidung tersumbat juga dapat muncul karena saluran hidung Si Kecil yang kecil. Bila hanya berupa suara ringan dan Si Kecil tetap menyusu, tidur, serta bernapas dengan nyaman, Mama dapat memantau kondisinya.

Namun, bila hidung tersumbat sampai membuat Si Kecil kesulitan menyusu atau bernapas, sebaiknya konsultasikan kepada tenaga kesehatan, ya, Ma.

Sebaliknya, bunyi seperti grunting atau napas merintih setiap kali mengembuskan napas, mengi, atau suara napas yang sangat kasar perlu lebih diperhatikan, terutama bila muncul bersama napas cepat, tarikan dada, atau perubahan warna kulit. Bunyi tersebut dapat menjadi tanda bahwa Si Kecil sedang bekerja lebih keras untuk bernapas.

Artikel lainnya: Penyedot Ingus Si Kecil dan Cara Memakainya yang Aman

Tanda Gangguan Napas yang Perlu Segera Diperiksa

Mengetahui pernapasan normal Si Kecil baru lahir bukan berarti Mama harus menghitung napas Si Kecil sepanjang hari. Justru, yang paling penting adalah mengenali perubahan dari kondisi biasanya.

WHO memasukkan kesulitan bernapas sebagai salah satu tanda bahaya pada newborn yang membutuhkan perhatian medis segera.

Segera cari pertolongan medis bila Si Kecil menunjukkan tanda seperti:

  • Bernapas 60 kali per menit atau lebih secara menetap saat tenang.
  • Dada atau area di antara tulang rusuk tampak tertarik ke dalam setiap kali bernapas.
  • Lubang hidung tampak kembang-kempis saat bernapas.
  • Mengeluarkan suara merintih atau grunting setiap kali bernapas.
  • Napas tampak sangat berat atau Si Kecil seperti kehabisan tenaga.
  • Bibir, lidah, atau wajah tampak kebiruan atau keabu-abuan.
  • Bayi kesulitan menyusu karena harus berhenti untuk mengambil napas.
  • Bayi tampak sangat lemas, sulit dibangunkan, atau responsnya menurun.
  • Terjadi jeda napas yang lebih lama, terutama bila disertai perubahan warna atau kondisi Si Kecil memburuk.

Jika Mama menemukan salah satu tanda tersebut, jangan hanya mengandalkan penghitungan frekuensi napas di rumah.

Bayi baru lahir dapat mengalami gangguan pernapasan karena berbagai penyebab, mulai dari masalah adaptasi setelah lahir hingga infeksi atau kondisi paru-paru tertentu, sehingga perlu dinilai langsung oleh tenaga kesehatan. 

Kapan harus lebih waspada?

Mama juga perlu lebih berhati-hati jika perubahan napas terjadi bersamaan dengan Si Kecil sulit menyusu, demam, suhu tubuh terlalu rendah, aktivitas menurun, atau tampak tidak seperti biasanya. Pada newborn, perubahan kecil yang disertai beberapa tanda tersebut sebaiknya tidak ditunda untuk diperiksakan.

Pola pernapasan normal Si Kecil baru lahir memang bisa terlihat berbeda dari orang dewasa. Napas Si Kecil umumnya lebih cepat, dapat berubah-ubah, dan terkadang diselingi jeda singkat yang dikenal sebagai periodic breathing.

Kisaran 30–60 kali per menit sering digunakan sebagai gambaran umum frekuensi napas Si Kecil baru lahir, tetapi angka tersebut sebaiknya selalu dilihat bersama kondisi Si Kecil secara keseluruhan.

Jadi, Mama tidak perlu panik setiap kali melihat napas Si Kecil sedikit cepat atau tidak beraturan.

Amati saat ia tenang, perhatikan gerakan dada dan perut, serta kenali tanda-tanda seperti tarikan dada, napas merintih, kebiruan, kesulitan menyusu, atau tampak sangat lemas. Bila ada tanda tersebut, segera periksakan Si Kecil agar mendapatkan penilaian yang tepat.

Setiap napas kecil Si Kecil tentu punya cerita sendiri, dan wajar kalau Mama ingin memahami setiap perubahannya. Temani perjalanan menjadi Mama dengan informasi kesehatan yang terpercaya dengan mengunduh aplikasiHallobumil.

Yuk, registrasi di aplikasi kehamilan ini dan temukan berbagai informasi seputar kehamilan, Si Kecil, hingga kesehatan Mama dalam satu tempat.

Kalau masih punya banyak pertanyaan tentang napas Si Kecil atau perawatan newborn lainnya, Mama nggak harus mencari jawabannya sendirian

 Langsung gabung ke komunitas WhatsApp Hallobumil dan bertemu dengan Mama lainnya untuk saling berbagi cerita, pengalaman, dan informasi seputar perjalanan menjadi orang tua.

Ikuti juga event Hallobumil bersama para ahli dan Mama lainnya untuk mendapatkan informasi kesehatan yang bisa membantu Mama lebih siap menjalani setiap tahap perjalanan bersama Si Kecil.

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image