Perlukah Minum Obat Bila Si Kecil Batuk Pilek?
:strip_icc():format(webp)/hb-article/WqNXhh7pK2t-yuriRlrJQ/original/46087.jpg)
Batuk pilek adalah gejala yang sangat umum dialami Si Kecil, terutama saat musim pancaroba. Sebagian besar kasus batuk pilek pada anak disebabkan oleh infeksi virus, yang biasanya membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun tidak jarang Si Kecil tampak semakin rewel, sulit makan, tidur terganggu, atau bahkan disertai gejala lain seperti demam.
Sebelum Mama buru-buru memberikan obat batuk atau pilek, sebaiknya ketahui dulu penjelasan dari para ahli mengenai batuk pilek pada anak dan bagaimana cara menanganinya dengan aman.
Artikel lainnya: 10 Tips Merawat Anak Saat Sakit di Rumah
Mengapa Batuk Tidak Selalu Butuh Obat?
Menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), batuk sebenarnya adalah mekanisme pertahanan tubuh untuk membersihkan saluran napas dari lendir, debu, makanan/minuman yang salah masuk, hingga kuman penyebab infeksi. Artinya, batuk tidak selalu berbahaya dan kadang justru membantu proses pemulihan.
Jika Si Kecil batuk, sebaiknya tidak langsung diberikan obat batuk. Justru yang lebih penting adalah memperbanyak cairan agar dahaknya lebih encer dan mudah dikeluarkan.
Mama juga dapat mengajarkan etika batuk sejak dini:
- Tutup mulut dan hidung dengan tisu lalu buang tisu ke tempat sampah.
- Jika tidak ada tisu, batukkan ke lipatan lengan, bukan telapak tangan agar kuman tidak menyebar ke orang lain.
Artikel lainnya: Jenis Batuk pada Anak, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Bagaimana dengan Obat Pilek untuk Anak?
Obat pilek pada anak harus diberikandengan sangat hati-hati. Banyak obat bebas yang sebenarnya tidak aman untuk anak kecil.
Untuk mengurangi hidung tersumbat, Mama dapat melakukan tindakan yang lebih aman, misalnya:
- Membersihkan hidung dengan air garam (saline)
- Menggunakan balsam khusus anak pada leher dan dada
- Menjaga kelembapan udara (humidifier)
Jika anak demam, Mama dapat memberikan obat penurun demam bila ia tampak tidak nyaman atau sulit tidur.
Madu juga bisa membantu meredakan batuk dan meningkatkan imunitas, tetapi tidak boleh diberikan pada anak usia di bawah 1 tahun.
Jika dalam beberapa hari tidak membaik atau justru memburuk, segera konsultasikan dengan dokter.
Imbauan FDA Terkait Pemberian Obat Batuk Pilek untuk Anak
Agar Mama tidak salah langkah, berikut imbauan resmi dari FDA (Food and Drug Administration) Amerika Serikat mengenai obat batuk dan pilek untuk anak:
- FDA tidak merekomendasikan obat bebas untuk batuk dan pilek pada anak di bawah usia 2 tahun. Obat-obatan ini berisiko menimbulkan efek samping serius dan tidak terbukti efektivitasnya untuk bayi.
- Obat batuk resep yang mengandung kodein atau hidrokodon tidak boleh diberikan kepada anak di bawah 18 tahun. Keduanya merupakan golongan opioid yang berpotensi menyebabkan gangguan pernapasan, ketergantungan, dan efek berbahaya lainnya. Orang tua harus membaca label obat dengan teliti karena beberapa obat kombinasi dapat mengandung kodein tanpa disadari.
Dengan mengikuti panduan ini, Mama bisa memastikan keamanan Si Kecil saat membutuhkan bantuan obat.
Artikel lainnya: Infeksi Telinga pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Kapan Anak Batuk Pilek Perlu ke Dokter?
Segera bawa Si Kecil ke dokter jika muncul tanda-tanda berikut:
- Batuk pilek tidak membaik dalam 7 hari, atau justru makin parah
- Napas cepat, sesak, atau tampak tertahan
- Hidung tersumbat berat hingga tidak bisa menyusu
- Demam lebih dari 3 hari, atau suhu sangat tinggi
- Bayi di bawah 3 bulan mengalami demam
- Anak tampak sangat rewel, lemas, tidak mau makan atau minum
- Lendir berwarna kuning pekat, hijau, atau berdarah
- Timbul ruam, muntah hebat, atau tanda dehidrasi (jarang pipis)
Batuk pilek pada anak memang umum terjadi, namun cara menanganinya harus tetap aman dan sesuai anjuran medis. Bila Mama merasa gejalanya tidak wajar, semakin berat, atau Si Kecil tampak tidak nyaman, segera konsultasikan dengan Dokter langganan ya, Ma! Lebih awal diperiksa, lebih cepat pula Si Kecil dapat pulih dengan tepat.
Ingin beragam tips soal merawat si Kecil saat sakit secara akurat? Simak hanya di aplikasi Hallobumil! Gabung juga di komunitas Hallobumil supaya Mama bisa sharing dengan Ibu lain agar perawatan anak semakin optimal.
Mau ikut kelas seru seputar kehamilan dan parenting? Cek event Hallobumil, ada banyak kegiatan online & offline yang bisa bikin perjalanan jadi Mama makin menyenangkan! Semua mudah hanya dalam satu genggaman.





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)