:strip_icc():format(webp)/hb-article/y8H82yIVWbP2n2spNxKof/original/pcuyhp1kjvgu078xmqdgp3izd6qb96cu.png)
TBC pada anak kerap sulit dikenali karena gejalanya sering menyerupai penyakit umum lainnya, seperti batuk atau demam biasa. Namun, ada sejumlah tanda yang dapat membantu Mama membedakan gejala TBC dari kondisi kesehatan lain yang lebih ringan.
Berikut adalah delapan gejala TBC pada anak yang perlu Mama waspadai agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
Artikel lainnya: TBC pada Anak, Penyebab, dan Penanganannya
1. Batuk Tidak Kunjung Sembuh
Batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu menjadi salah satu tanda TBC yang paling sering ditemukan pada anak. Batuk dapat berupa batuk kering maupun berdahak, tergantung pada kondisi masing-masing anak.
Berbeda dengan batuk akibat flu biasa yang umumnya membaik dalam beberapa hari, batuk karena TBC cenderung menetap atau bahkan semakin sering. Kondisi ini perlu mendapat perhatian apabila tidak menunjukkan perbaikan meski anak sudah mendapatkan pengobatan sesuai anjuran dokter.
Mama juga perlu memperhatikan apabila batuk mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti membuat Si Kecil sulit tidur, mudah lelah, atau kehilangan semangat bermain. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebab batuk yang berkepanjangan tersebut.
Artikel lainnya: Jenis Batuk pada Anak, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
2. Demam Ringan yang Berulang
Demam pada anak memang sering disebabkan oleh infeksi virus. Namun, demam akibat TBC memiliki karakteristik yang sedikit berbeda karena biasanya berlangsung cukup lama dan muncul berulang, terutama pada sore atau malam hari.
Suhu tubuh anak tidak selalu tinggi. Sebagian anak hanya mengalami demam ringan yang terus muncul selama beberapa minggu sehingga sering dianggap sebagai infeksi biasa. Kondisi inilah yang membuat TBC pada anak terkadang terlambat dikenali.
Apabila demam berlangsung lebih dari dua minggu dan disertai keluhan lain, seperti batuk berkepanjangan atau berat badan yang tidak bertambah, Mama sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan penyebabnya.
3. Berat Badan Sulit Naik atau Justru Menurun
Berat badan yang tidak mengalami kenaikan sesuai usia juga dapat menjadi salah satu gejala TBC anak yang perlu diperhatikan. Infeksi yang berlangsung cukup lama dapat memengaruhi metabolisme tubuh sehingga kebutuhan energi meningkat, sementara nafsu makan anak justru berkurang.
Pada bayi dan balita, kondisi ini terkadang terlihat dari grafik pertumbuhan anak yang mulai melambat. Berat badan bisa tetap atau bahkan mengalami penurunan meskipun kebutuhan makan sehari-hari telah diupayakan terpenuhi.
Pemeriksaan rutin di posyandu atau fasilitas kesehatan menjadi langkah sederhana yang dapat membantu Mama memantau pertumbuhan Si Kecil. Apabila berat badan tidak bertambah dalam beberapa waktu tanpa penyebab yang jelas, dokter dapat melakukan evaluasi lebih lanjut.
Artikel lainnya: Berat Badan Anak Susah Naik? Ini Penyebab dan Solusinya
4. Nafsu Makan Menurun
Perubahan nafsu makan sering kali menjadi tanda awal bahwa tubuh anak sedang mengalami gangguan kesehatan. Anak yang biasanya lahap makan dapat mulai menolak makanan, cepat merasa kenyang, atau hanya menghabiskan sedikit porsi makanannya.
Penurunan nafsu makan yang berlangsung terus-menerus dapat berdampak pada asupan nutrisi harian. Akibatnya, berat badan anak menjadi sulit naik dan daya tahan tubuh pun dapat ikut menurun apabila kondisi ini tidak segera ditangani.
Kondisi tersebut memang tidak selalu mengarah pada TBC. Namun, apabila penurunan nafsu makan terjadi bersamaan dengan beberapa ciri-ciri TBC pada anak, seperti batuk berkepanjangan, demam berulang, dan pertumbuhan yang melambat, pemeriksaan oleh dokter sangat dianjurkan agar penyebabnya dapat diketahui secara pasti.
5. Mudah Lelah dan Tidak Seaktif Biasanya
Anak yang mengalami TBC sering tampak lebih mudah lelah meski tidak melakukan banyak aktivitas. Si Kecil mungkin lebih sering beristirahat, mengurangi waktu bermain, atau terlihat kurang bersemangat saat melakukan kegiatan yang biasanya disukai.
Kondisi ini terjadi karena tubuh memerlukan energi lebih besar untuk melawan infeksi. Akibatnya, anak menjadi lebih cepat kehabisan tenaga dan membutuhkan waktu istirahat yang lebih lama dibandingkan biasanya.
Apabila perubahan aktivitas ini berlangsung selama beberapa minggu dan disertai gejala lain, seperti batuk berkepanjangan atau berat badan yang sulit naik, Mama sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter agar penyebabnya dapat diketahui.
Artikel lainnya: Daftar Imunisasi Penting dan Wajib untuk si Kecil
6. Berkeringat pada Malam Hari
Berkeringat saat tidur memang dapat terjadi apabila cuaca sedang panas atau anak mengenakan pakaian yang terlalu tebal. Namun, keringat malam yang berkaitan dengan TBC biasanya muncul meski suhu ruangan terasa nyaman.
Keringat dapat keluar dalam jumlah cukup banyak hingga membuat pakaian atau seprai menjadi lembap. Keluhan ini sering disertai demam ringan yang muncul pada sore atau malam hari.
Gejala tersebut tidak selalu menandakan TBC. Akan tetapi, apabila berlangsung terus-menerus bersama keluhan lain, pemeriksaan oleh tenaga medis diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
7. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening
TBC tidak hanya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat mengenai kelenjar getah bening. Kondisi ini biasanya ditandai dengan munculnya benjolan di area leher, bawah rahang, atau ketiak.
Benjolan umumnya tidak terasa nyeri pada tahap awal dan dapat bertahan dalam waktu yang cukup lama. Pada beberapa kasus, ukurannya perlahan membesar sehingga memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Mama tidak perlu langsung berasumsi bahwa setiap benjolan merupakan TBC karena pembengkakan kelenjar getah bening juga dapat disebabkan oleh infeksi lain. Pemeriksaan dokter tetap menjadi langkah terbaik untuk mengetahui penyebabnya.
Artikel lainnya: Tips Mengajarkan Etika Batuk Sejak Dini yang Benar pada Anak
8. Sesak Napas atau Nyeri Dada
Pada sebagian anak, infeksi TBC yang menyerang paru-paru dapat menimbulkan sesak napas atau rasa tidak nyaman di dada. Gejala ini umumnya muncul ketika infeksi sudah memengaruhi fungsi paru lebih luas.
Anak mungkin tampak bernapas lebih cepat, mudah terengah-engah saat beraktivitas, atau mengeluhkan nyeri ketika batuk maupun menarik napas dalam. Keluhan tersebut perlu mendapatkan perhatian karena dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Mama sebaiknya segera membawa Si Kecil ke fasilitas kesehatan apabila sesak napas muncul secara tiba-tiba atau semakin memberat agar dokter dapat memberikan penanganan yang sesuai.
Artikel lainnya: Penyakit Umum pada Anak dan Cara Mengatasinya
TBC pada anak sering kali berkembang perlahan dengan gejala yang menyerupai penyakit umum lainnya. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali tanda-tanda awal seperti batuk berkepanjangan dan penurunan berat badan agar bisa segera melakukan pemeriksaan medis.
Penanganan yang tepat sejak dini akan mengoptimalkan proses pengobatan sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
Unduh aplikasi HalloBumil sekarang dan daftarkan akun Mama untuk mengakses informasi tepercaya seputar kehamilan, kesehatan anak, dan parenting yang siap mendampingi tumbuh kembang Si Kecil.
Jangan lupa bergabung dengan komunitasnya dan ikuti berbagai event edukatif guna mendapatkan panduan kesehatan akurat langsung dari para ahli!





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
