:strip_icc():format(webp)/hb-article/8CBXIfh_JYoN6L5b9JUmS/original/o5qs8lllz6o614af6ljyud2grthz293a.png)
Gondongan pada anak merupakan infeksi virus yang dapat menyebabkan pembengkakan dan nyeri pada area pipi atau rahang.
Kondisi ini juga dapat disertai demam, sakit kepala, tubuh lemas, nyeri otot, dan penurunan nafsu makan. Mama perlu mengenali gejalanya agar Si Kecil mendapatkan perawatan yang sesuai dan risiko penularan dapat dikurangi.
Pengertian Gondongan (Parotitis) pada Anak
Gondongan atau parotitis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus mumps. Infeksi ini terutama menyerang kelenjar ludah parotis yang terletak di bawah dan di depan telinga, sehingga pembengkakan dapat terlihat pada area pipi hingga rahang. Pembengkakan dapat terjadi pada satu sisi atau kedua sisi wajah.
Penularan terjadi melalui droplet (percikan) dari saluran pernapasan dan air liur saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara.
Risiko penularan juga meningkat melalui kontak dekat, seperti berciuman, serta berbagi alat makan, gelas, atau benda lain yang terkontaminasi air liur. Gejala biasanya muncul sekitar 2–4 minggu setelah seseorang terinfeksi.
Sebagian besar anak dapat pulih dalam sekitar dua minggu. Kondisi setiap anak dapat berbeda sehingga Mama tetap perlu memperhatikan gejala yang muncul, terutama apabila anak mengalami keluhan yang semakin berat atau tanda komplikasi.
Artikel Lainnya: Radang Tenggorokan pada Anak: Ciri, Obat, dan Pantangannya
Apa Penyebab Gondongan pada Anak?
Penyebab gondongan pada anak adalah infeksi virus mumps yang menyerang kelenjar ludah. Virus ini dapat menular dari satu orang ke orang lain melalui percikan dari saluran pernapasan dan air liur.
Anak yang belum memiliki perlindungan imunisasi juga dapat lebih rentan terinfeksi ketika melakukan kontak dekat dengan orang yang membawa virus.
Penularan dapat terjadi di lingkungan yang melibatkan banyak interaksi, seperti rumah, sekolah, atau tempat lain yang ramai.
Anak yang mengalami infeksi dapat menularkan virus kepada orang lain sehingga pembatasan kontak dekat selama masa menular menjadi salah satu langkah penting untuk membantu mencegah penyebaran.
Imunisasi membantu memberikan perlindungan terhadap gondongan dan menurunkan risiko terjadinya penyakit serta komplikasi.
Anak yang sudah mendapatkan vaksin tetap dapat mengalami gondongan pada kondisi tertentu, tetapi gejalanya cenderung lebih ringan dan komplikasi lebih jarang terjadi dibandingkan pada orang yang belum mendapatkan perlindungan vaksin.
Artikel Lainnya: 7 Penyebab Liur Berlebih pada Bayi, Apakah Normal?
Gejala Gondongan pada Anak yang Perlu Dikenali
Ciri-ciri gondongan pada anak dapat muncul secara bertahap. Gejala awal biasanya berupa keluhan umum, kemudian dapat diikuti pembengkakan khas pada kelenjar ludah di sekitar pipi dan rahang.
Fase awal gondongan
Fase awal dapat berlangsung sebelum pembengkakan pada area pipi atau rahang terlihat. Anak dapat mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, tubuh lemas, dan penurunan nafsu makan. Sebagian anak juga dapat mengalami keluhan yang menyerupai infeksi saluran pernapasan ringan.
Keluhan awal dapat muncul beberapa hari sebelum kelenjar parotis membengkak. Mama sebaiknya memperhatikan perubahan kondisi Si Kecil, terutama apabila demam dan rasa lemas kemudian disertai nyeri atau pembengkakan di sekitar rahang.
Fase aktif gondongan
Fase aktif biasanya ditandai dengan pembengkakan dan nyeri pada kelenjar parotis. Letak gondongan pada anak umumnya berada di area bawah atau depan telinga hingga pipi dan rahang, karena bagian tersebut merupakan lokasi kelenjar parotis.
Pembengkakan dapat membuat sudut rahang tampak kurang terlihat dan telinga terlihat sedikit terdorong ke arah luar.
Pembengkakan dapat terjadi pada satu atau kedua sisi wajah. Anak juga dapat merasa nyeri ketika mengunyah atau menelan sehingga nafsu makan menurun. Gejala biasanya mencapai puncak dalam beberapa hari dan kemudian berangsur membaik.
Mama sebaiknya tidak langsung menyimpulkan bahwa setiap pembengkakan di area rahang merupakan gondongan. Pembengkakan kelenjar getah bening atau kondisi lain juga dapat menimbulkan keluhan serupa sehingga pemeriksaan dokter mungkin diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
Cara Merawat Anak Gondongan di Rumah
Perawatan di rumah dapat membantu anak sakit gondongan merasa lebih nyaman selama tubuhnya melawan infeksi. Beberapa langkah yang dapat Mama lakukan meliputi:
- Pastikan Si Kecil cukup beristirahat. Istirahat membantu tubuh memulihkan diri selama mengalami infeksi.
- Berikan cairan yang cukup. Air putih dan cairan lain yang sesuai dapat membantu mencegah dehidrasi, terutama jika anak mengalami demam.
- Sajikan makanan bertekstur lembut. Bubur, sup, atau makanan lunak lainnya dapat dipilih apabila anak merasa nyeri saat mengunyah atau menelan.
- Hindari makanan dan minuman yang membuat nyeri semakin terasa. Mama dapat menyesuaikan pilihan makanan berdasarkan kenyamanan Si Kecil.
- Berikan obat sesuai anjuran tenaga kesehatan.Obat gondongan pada anak umumnya ditujukan untuk membantu meredakan gejala, seperti demam atau nyeri, karena gondongan disebabkan oleh virus dan tidak memiliki obat khusus untuk membasmi virusnya.
- Jangan memberikan antibiotik tanpa anjuran dokter.Antibiotik untuk gondongan pada anak tidak digunakan untuk mengatasi virus penyebab gondongan. Dokter dapat meresepkan antibiotik apabila terdapat infeksi bakteri lain yang memang memerlukan pengobatan.
- Batasi kontak dekat dengan orang lain selama masa menular. Langkah ini membantu mengurangi risiko penularan virus kepada anggota keluarga atau orang lain.
- Ajarkan kebiasaan hidup bersih. Cuci tangan secara rutin dan tidak berbagi alat makan atau minum dapat membantu mengurangi penyebaran infeksi.
Artikel Lainnya: Daftar Imunisasi Penting dan Wajib untuk si Kecil
Komplikasi Gondongan yang Perlu Mama Waspadai
Sebagian besar anak yang mengalami gondongan dapat pulih dengan baik. Meski demikian, komplikasi gondongan tetap dapat terjadi pada sebagian kasus sehingga Mama perlu mengetahui tanda-tanda yang perlu diperhatikan.
Komplikasi dapat melibatkan beberapa bagian tubuh, seperti selaput otak, otak, pankreas, telinga, dan organ reproduksi.
Beberapa komplikasi yang dapat terjadi meliputi:
- Meningitis, yaitu peradangan pada selaput yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang.
- Ensefalitis, yaitu peradangan pada otak yang dapat menyebabkan gejala serius.
- Gangguan pendengaran, yang pada sebagian kasus dapat berlangsung sementara atau menetap.
- Pankreatitis, yaitu peradangan pada pankreas.
- Orkitis atau ooforitis, yaitu peradangan pada organ reproduksi yang lebih sering menjadi perhatian pada remaja dan orang dewasa.
Mama tidak perlu langsung mengkhawatirkan komplikasi tersebut karena kondisi setiap anak berbeda dan sebagian besar anak dapat pulih tanpa mengalami komplikasi serius. Konsultasi medis tetap diperlukan apabila Si Kecil mengalami gejala yang tidak biasa atau kondisinya memburuk.
Artikel lainnya: Infeksi Telinga pada Anak: Gejala dan Penanganannya
Cara Mencegah Gondongan dengan Imunisasi
Imunisasi merupakan salah satu cara penting untuk membantu melindungi Si Kecil dari gondongan dan menurunkan risiko terjadinya komplikasi. Mama dapat melakukan beberapa langkah berikut untuk membantu memberikan perlindungan terhadap infeksi gondongan:
- Pastikan Si Kecil mendapatkan imunisasi sesuai jadwal. Vaksin yang melindungi dari gondongan biasanya diberikan dalam kombinasi, seperti vaksin MMR yang juga melindungi dari campak dan rubela.
- Ikuti rekomendasi tenaga kesehatan. Jadwal dan jenis imunisasi dapat disesuaikan dengan usia, riwayat imunisasi, serta kebijakan kesehatan yang berlaku.
- Konsultasikan imunisasi yang terlewat. Dokter atau tenaga kesehatan dapat membantu menentukan langkah berikutnya apabila Si Kecil belum mendapatkan imunisasi sesuai jadwal.
- Tetap lakukan langkah pencegahan penularan. Ajarkan Si Kecil untuk mencuci tangan, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, serta tidak berbagi alat makan dan minum dengan orang lain.
- Batasi kontak dekat dengan orang yang sedang mengalami gondongan. Langkah ini membantu mengurangi risiko paparan virus, terutama selama masa penularan.
Mama tetap perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui jadwal imunisasi yang sesuai bagi Si Kecil.
Artikel Lainnya: Rekomendasi Obat Gondongan Anak yang Ampuh di Apotek
Kapan Harus ke Dokter?
Mama sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter apabila pembengkakan pipi atau rahang Si Kecil disertai demam dan nyeri guna memastikan penyebabnya secara akurat.
Meskipun Mama mungkin mencari cara mengobati gondongan pada anak melalui perawatan di rumah untuk meredakan gejala, penanganan medis tetap diperlukan jika kondisi memburuk atau muncul tanda komplikasi.
Segera cari pertolongan medis apabila anak mengalami sakit kepala berat, leher kaku, muntah berulang, kejang, penurunan kesadaran, atau gangguan pendengaran. Gejala tersebut dapat mengindikasikan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Mama dapat mencatat waktu munculnya gejala, perubahan pembengkakan, suhu tubuh, serta riwayat imunisasi anak sebelum berkonsultasi. Informasi tersebut dapat membantu dokter memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi Si Kecil.
Gondongan pada anak umumnya dapat membaik melalui perawatan tepat di rumah, seperti istirahat cukup, asupan cairan yang memadai, serta pemberian makanan bertekstur lembut.
Imunisasi tetap menjadi langkah pencegahan paling efektif untuk melindungi anak dari risiko penyakit ini beserta komplikasi yang menyertainya. Pemantauan berkala dan konsultasi ke dokter sangat diperlukan jika muncul pembengkakan di area pipi atau rahang yang disertai demam.
Unduh aplikasi HalloBumil dan daftarkan akun Mama untuk mendapatkan informasi tepercaya seputar kesehatan, tumbuh kembang, dan perawatan Si Kecil sesuai tahap usianya.
Mama juga dapat bergabung dengan komunitas HalloBumil dan mengikuti berbagai event edukatif untuk berbagi pengalaman serta memperoleh informasi bermanfaat.





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
