Artikel/Pasca Kehamilan/Biduran pada Anak: Penyebab dan Ciri yang Perlu Diketahui

Biduran pada Anak: Penyebab dan Ciri yang Perlu Diketahui

Siti Nurmayani Putri | Diterbitkan pada 17 April 2026
Ditinjau oleh Tim Ahli Hallobumil
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Anak rewel karena kulitnya tiba-tiba muncul bentol kemerahan yang gatal? Jangan panik, Ma. Pelajari penyebab biduran pada anak, mulai dari alergi hingga cuaca, serta kenali ciri-cirinya di sini.
biduran-pada-anak-penyebab-dan-ciri-yang-perlu-diketahui

Biduran pada anak sering kali muncul secara tiba-tiba, ditandai dengan bentol merah yang terasa gatal di kulit. Kondisi ini memang umum terjadi, namun tetap perlu diperhatikan karena bisa membuat anak tidak nyaman bahkan rewel.

Dalam banyak kasus, biduran bukan kondisi berbahaya, namun memahami penyebab biduran pada anak dan cara mengatasi biduran pada anak sangat penting agar tidak semakin parah.

Apa Itu Biduran?

Biduran atau urtikaria adalah reaksi pada kulit yang ditandai dengan munculnya bentol merah atau putih yang terasa gatal.

Bentol ini bisa muncul di satu area atau menyebar ke seluruh tubuh dan biasanya bersifat sementara, meski bisa kambuh kembali. Pada anak-anak, biduran sering terjadi akibat reaksi alergi atau paparan tertentu.

Secara medis, biduran terjadi karena pelepasan histamin dalam tubuh, yang menyebabkan pembuluh darah kecil melebar dan cairan keluar ke jaringan kulit. Inilah yang memicu munculnya bentol dan rasa gatal.

Penyebab Biduran pada Anak

Ada berbagai penyebab anak biduran yang perlu diketahui oleh Mama dan Papa sebagai orang tua. Berikut beberapa penyebab biduran yang paling umum:

  • Alergi makanan seperti telur, susu, kacang, atau seafood.
  • Gigitan serangga seperti nyamuk atau semut.
  • Paparan suhu ekstrem, baik itu terlalu dingin atau panas.
  • Infeksi virus atau bakteri.
  • Obat-obatan tertentu seperti antibiotik.
  • Kontak dengan bahan kimia seperti sabun atau deterjen.

Setiap anak bisa memiliki pemicu yang berbeda, sehingga penting untuk mengamati kapan biduran muncul. Dengan mengetahui penyebab biduran pada anak, Mama bisa mencegah kejadian berulang.

Ciri-ciri Biduran pada Anak

Ciri ciri biduran pada anak umumnya cukup mudah dikenali. Mama dan Papa perlu memerhatikan si kecil jika muncul gejala: 

  • Adanya bentol merah atau putih di kulit.
  • Rasa gatal yang intens.
  • Bentol bisa berpindah lokasi.
  • Ukuran bentol bervariasi.
  • Kulit terlihat bengkak di area tertentu.

Pada beberapa kasus, biduran juga bisa disertai pembengkakan di wajah, bibir, atau kelopak mata (angioedema). Jika ini terjadi, diperlukan perhatian khusus karena bisa berkaitan dengan reaksi alergi serius.

Cara Mengatasi Biduran pada Anak

Cara mengatasi biduran pada anak bisa dilakukan di rumah jika gejalanya ringan. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  • Kompres dingin untuk meredakan gatal.
  • Gunakan pakaian longgar agar kulit tidak iritasi.
  • Hindari pemicu alergi yang sudah diketahui.
  • Mandikan dengan air sejuk untuk menenangkan kulit.
  • Berikan obat antihistamin sesuai anjuran dokter.

Cara mengobati biduran pada anak juga bisa melibatkan obat dari dokter jika gejala tidak membaik. Penting untuk tidak menggaruk area biduran agar tidak memperparah iritasi.

Selain itu, menjaga kondisi tubuh anak tetap nyaman dan tidak kepanasan juga termasuk cara menghilangkan biduran pada anak yang cukup efektif.

Pencegahan Biduran pada Anak

Mencegah biduran tentu lebih baik daripada mengobati. Berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa Mama lakukan untuk si Kecil:

  • Hindari makanan yang memicu alergi.
  • Gunakan produk perawatan kulit yang lembut.
  • Jaga kebersihan lingkungan anak.
  • Hindari paparan suhu ekstrem.
  • Perhatikan reaksi setelah konsumsi obat tertentu.

Dengan mengenali penyebab biduran pada anak sejak awal, risiko kambuh bisa diminimalkan. Mama juga disarankan mencatat riwayat alergi anak untuk memudahkan penanganan ke depannya.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun biduran pada anak umumnya bisa membaik dengan sendirinya, ada kondisi tertentu yang tidak boleh dianggap sepele.

Orang tua perlu lebih waspada jika gejala yang muncul semakin berat atau tidak kunjung membaik, karena bisa menjadi tanda adanya reaksi alergi yang lebih serius dan membutuhkan penanganan medis segera.

Segera bawa anak ke dokter jika:

  • Biduran berlangsung lebih dari beberapa hari.
  • Disertai demam tinggi.
  • Anak sulit bernapas.
  • Terjadi pembengkakan di wajah atau tenggorokan.
  • Anak tampak sangat lemas.

Kondisi ini bisa menjadi tanda reaksi alergi berat (anafilaksis) yang membutuhkan penanganan medis segera. Jangan menunda pemeriksaan jika gejala terlihat memburuk.

Kalau Mama ingin lebih siap menghadapi berbagai kondisi kesehatan si kecil, yuk manfaatkan fitur lengkap di aplikasi Hallobumil. Mulai dari tips kesehatan hingga panduan tumbuh kembang anak, semuanya bisa diakses dengan mudah dengan download aplikasi Hallobumil.

Selain itu, Mama juga bisa gabung ke komunitas WhatsApp Hallobumil untuk berbagi pengalaman langsung dengan sesama orang tua.

Jangan lupa ikut berbagai event Hallobumil yang rutin diadakan. Selain menambah ilmu, Mama juga bisa berkonsultasi langsung dengan para ahli dan mendapatkan solusi terbaik untuk kesehatan keluarga

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image