Artikel/Pasca Kehamilan/Flu Singapura: Penyebab, Gejala, Cara Mengobati, dan Pencegahan

Flu Singapura: Penyebab, Gejala, Cara Mengobati, dan Pencegahan

Athika Rahma | Diterbitkan pada 06 Januari 2026
Ditinjau oleh Tim Ahli Hallobumil
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Flu Singapura adalah infeksi virus yang menyebabkan ruam, demam, dan sariawan, terutama pada anak. Artikel ini membahas gejala, penularan, cara mengobati di rumah, serta langkah pencegahannya.
flu-singapura-penyebab-gejala-cara-mengobati-dan-pencegahan

Saat anak mengalami demam, sariawan, dan ruam di tangan atau kaki, wajar jika Mama merasa khawatir. Kondisi ini bisa menjadi tanda Flu Singapura, penyakit menular yang sering menyerang anak, sehingga perlu dikenali sejak awal agar penanganannya tepat serta penularannya dapat dicegah.

Apa Itu Flu Singapura?

Flu Singapura adalah istilah yang umum digunakan di masyarakat untuk menyebut penyakit tangan, kaki, dan mulut atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD).

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus dan paling sering menyerang anak-anak, terutama balita dan usia prasekolah. Meski demikian, orang dewasa tetap bisa tertular, khususnya jika daya tahan tubuh sedang menurun.

Nama Flu Singapura pada anak ini muncul karena penyakit ini sempat banyak ditemukan di Singapura dan kemudian dikenal luas di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Walau disebut “flu”, penyakit ini tidak berkaitan dengan virus influenza. Ciri khas Flu Singapura justru terletak pada munculnya sariawan di mulut serta ruam atau lepuhan di tangan dan kaki.

Gejala Flu Singapura

Gejala Flu Singapura biasanya muncul sekitar 3–7 hari setelah anak terpapar virus. Pada awalnya, gejala sering kali menyerupai penyakit ringan, sehingga kerap tidak langsung disadari. Beberapa tanda yang umum dialami antara lain:

  • Demam ringan hingga sedang.
  • Sakit tenggorokan.
  • Nafsu makan menurun.
  • Anak tampak lemas atau rewel.
  • Muncul sariawan atau luka kecil di dalam mulut yang terasa nyeri.
  • Ruam kemerahan atau lepuhan di telapak tangan, kaki, tumit, dan terkadang di area bokong.

Pada sebagian anak, ruam bisa terasa gatal atau perih. Luka di mulut sering membuat anak enggan makan dan minum, sehingga Mama perlu lebih memperhatikan asupan cairannya.

Penyebab Flu Singapura

Flu Singapura disebabkan oleh infeksi virus dari kelompok enterovirus. Jenis virus yang paling sering menjadi penyebabnya adalah Coxsackievirus A16 dan Enterovirus 71. Virus ini sangat mudah menyebar, terutama di lingkungan dengan banyak anak.

Virus Flu Singapura dapat ditemukan dalam cairan tubuh penderita, seperti air liur, lendir hidung, cairan dari lepuhan kulit, dan tinja. Karena itulah, kebersihan diri dan lingkungan memegang peran penting dalam mencegah penularannya.

Bagaimana Cara Penularannya?

Mama mungkin bertanya, apakah flu Singapura menular? Ya, penularan Flu Singapura terjadi dengan sangat mudah, terutama di tempat penitipan anak, sekolah, atau area bermain. Virus dapat menyebar melalui beberapa cara, di antaranya:

  • Kontak langsung dengan penderita, misalnya saat bersentuhan atau berdekatan.
  • Percikan air liur saat batuk, bersin, atau berbicara.
  • Menyentuh benda yang terkontaminasi virus, lalu tangan menyentuh mulut, hidung, atau mata.
  • Kontak dengan tinja penderita, misalnya saat mengganti popok tanpa mencuci tangan dengan benar.

Perlu Mama ketahui, anak yang terinfeksi sudah bisa menularkan virus meski gejalanya belum terlihat jelas. Bahkan setelah sembuh, virus masih bisa bertahan di tubuh selama beberapa minggu.

Cara Mendiagnosis Flu Singapura

Dalam kebanyakan kasus, dokter dapat mendiagnosis Flu Singapura pada orang dewasa maupun anak-anak melalui pemeriksaan fisik dan riwayat gejala yang dialami anak. Adanya sariawan di mulut serta ruam di tangan dan kaki menjadi petunjuk utama.

Pemeriksaan laboratorium biasanya tidak diperlukan, kecuali jika gejala tampak tidak biasa atau dokter mencurigai adanya komplikasi. Pada kondisi tertentu, tes tambahan dapat dilakukan untuk memastikan jenis virus penyebabnya.

Pengobatan Flu Singapura

Hingga saat ini, belum ada obat Flu Singapura yang khusus dapat membunuh virus Flu Singapura. Karena penyebabnya adalah virus, antibiotik tidak diperlukan.

Pengobatan lebih difokuskan pada meringankan gejala dan membantu tubuh anak pulih dengan sendirinya. Beberapa cara mengobati flu Singapura yang bisa Mama lakukan antara lain:

  • Memberikan istirahat yang cukup.
  • Memastikan anak minum air putih lebih sering untuk mencegah dehidrasi.
  • Memberikan obat penurun demam atau pereda nyeri sesuai anjuran dokter.
  • Menyajikan makanan lembut dan dingin agar luka di mulut tidak terasa perih.
  • Menjaga kebersihan kulit, terutama area yang terdapat ruam atau lepuhan.

Artikel lainnya: Ini Cara Merawat Anak Saat Sakit, Agar Si Kecil Cepat Sembuh

Berapa Lama Flu Singapura Sembuh?

Flu Singapura umumnya merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri. Ciri flu Singapura sudah sembuh ialah gejalanya yang membaik dalam waktu 7–10 hari. Demam biasanya mereda lebih dulu, disusul membaiknya sariawan dan ruam di kulit.

Meski anak tampak sudah sehat, Mama tetap perlu menjaga kebersihan dan membatasi kontak dekat selama beberapa waktu, karena virus masih bisa menular setelah gejala hilang.

Cara Mencegah Flu Singapura

Pencegahan Flu Singapura sangat bergantung pada kebiasaan hidup bersih. Beberapa langkah yang bisa Mama terapkan antara lain:

  • Membiasakan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan dan setelah dari toilet.
  • Membersihkan dan mendisinfeksi mainan serta benda yang sering disentuh anak.
  • Mengajarkan anak untuk tidak memasukkan tangan atau benda ke dalam mulut.
  • Menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit.
  • Membatasi aktivitas anak di luar rumah jika sedang menunjukkan gejala sakit.

Komplikasi Flu Singapura

Sebagian besar kasus Flu Singapura tergolong ringan. Namun, dalam kondisi tertentu, komplikasi bisa saja terjadi. Salah satu komplikasi yang paling sering adalah dehidrasi, akibat anak kesulitan makan dan minum karena sariawan.

Pada kasus yang jarang, infeksi virus tertentu dapat memengaruhi sistem saraf. Oleh karena itu, pemantauan kondisi anak tetap penting agar tanda bahaya dapat dikenali sejak dini.

Kapan Harus ke Dokter

Mama disarankan segera membawa anak ke dokter apabila:

  • Demam tidak kunjung turun atau berlangsung lebih dari beberapa hari.
  • Anak menolak minum dan tampak lemas.
  • Muncul tanda dehidrasi, seperti jarang buang air kecil atau bibir kering.
  • Gejala justru semakin memburuk.
  • Mama merasa khawatir dengan kondisi anak.

Flu Singapura memang dapat membuat Mama cemas, tetapi penyakit ini umumnya dapat ditangani dengan baik jika dikenali sejak awal. Jika Mama khawatir penyakit ini akan semakin parah, jangan ragu untuk langsung membawa Si Kecil ke dokter, ya.

Lagi bingung hadapi anak sakit? Tenang, Mama nggak sendiri! Yuk, download aplikasi Hallobumil untuk tips kesehatan anak, ikuti webinar seputar parenting

Gabung komunitas WhatsApp sesuai usia Si Kecil, dan pakai tools praktis seperti kalender masa subur dan kalkulator HPL kalau Mama sedang program hamil. Semua bisa diakses mudah dalam satu aplikasi!

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image