:strip_icc():format(webp)/hb-article/kpRukH0sS5Tk9RTy5THPg/original/iy7v2y4bd8sl2uj1fsfkzwhlglmvne30.png)
Pilek merupakan salah satu gangguan kesehatan yang paling sering dialami anak, terutama saat cuaca berubah atau ketika daya tahan tubuh sedang menurun.
Meskipun umumnya dapat sembuh dengan sendirinya, cara mengatasi pilek pada anak yang tepat dapat membantu meredakan gejala sekaligus membuat anak merasa lebih nyaman selama masa pemulihan.
Perawatan sederhana di rumah sering kali sudah cukup membantu, selama dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan usia anak. Berikut adalah sebelas cara mengatasi pilek pada anak yang dapat Mama lakukan.
1. Pastikan Anak Mendapatkan Istirahat yang Cukup
Istirahat membantu tubuh bekerja lebih optimal dalam melawan infeksi virus. Saat anak tidur atau beristirahat, sistem kekebalan tubuh dapat bekerja lebih efektif untuk mendukung proses pemulihan.
Mama tidak perlu memaksa anak tetap beraktivitas apabila tubuhnya masih terasa kurang nyaman. Berikan kesempatan kepada anak untuk beristirahat sesuai kebutuhannya agar energi tubuh dapat kembali pulih.
Lingkungan yang tenang dan suhu ruangan yang nyaman juga dapat membantu anak tidur lebih nyenyak selama pilek.
Artikel lainnya: Ini Cara Merawat Anak Saat Sakit, Agar anak Cepat Sembuh
2. Penuhi Kebutuhan Cairan
Asupan cairan yang cukup berperan penting selama anak mengalami pilek. Air putih, ASI, susu, atau cairan lain yang sesuai dengan usia dapat membantu mencegah dehidrasi sekaligus mengencerkan lendir di saluran pernapasan.
Lendir yang lebih encer akan lebih mudah dikeluarkan sehingga hidung terasa lebih lega. Kondisi ini juga membantu anak bernapas lebih nyaman, terutama saat beristirahat.
Langkah sederhana ini termasuk salah satu cara mengatasi pilek pada anak tanpa obat yang sering direkomendasikan oleh tenaga kesehatan karena aman dilakukan di rumah.
Artikel lainnya: Ciri anak Dehidrasi dan Penanganannya yang Tepat
3. Gunakan Larutan Saline untuk Hidung
Larutan saline atau cairan garam steril dapat membantu membersihkan rongga hidung dari lendir yang menumpuk. Penggunaannya cukup mudah dan relatif aman apabila dilakukan sesuai petunjuk.
Beberapa tetes saline dapat membantu mengencerkan lendir sehingga hidung yang tersumbat terasa lebih lega. Setelah lendir lebih encer, anak akan lebih mudah mengeluarkannya saat bersin atau membuang ingus.
Mama dapat menggunakan saline beberapa kali sehari sesuai kebutuhan, terutama sebelum anak makan atau tidur agar ia merasa lebih nyaman.
4. Bersihkan Lendir dengan Penyedot Hidung pada Bayi
Bayi belum mampu membuang ingus sendiri sehingga lendir yang menumpuk dapat membuatnya sulit bernapas atau menyusu. Penyedot hidung atau nasal aspirator dapat membantu mengeluarkan lendir secara perlahan.
Sebelum menggunakan alat tersebut, Mama dapat meneteskan larutan saline agar lendir menjadi lebih encer. Cara ini membuat proses penyedotan menjadi lebih mudah dan nyaman untuk anak. Gunakan alat secara lembut dan bersihkan setelah dipakai agar tetap higienis.
5. Gunakan Humidifier atau Pelembap Udara
Udara yang terlalu kering dapat membuat hidung dan tenggorokan terasa kurang nyaman saat pilek. Humidifier membantu menjaga kelembapan udara sehingga saluran napas terasa lebih lega.
Pelembap udara juga dapat membantu mengurangi rasa kering pada hidung yang tersumbat. Kondisi ini membuat anak lebih nyaman saat tidur maupun beraktivitas.
Mama perlu membersihkan humidifier secara rutin sesuai petunjuk penggunaan agar alat tetap higienis dan tidak menjadi tempat berkembangnya jamur maupun bakteri.
Artikel lainnya: Perlukah Minum Obat Bila anak Batuk Pilek?
6. Berikan Uap Hangat dengan Cara yang Aman
Menghirup udara lembap dapat membantu mengurangi rasa tersumbat pada hidung untuk sementara waktu. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengajak anak duduk di kamar mandi yang dialiri pancuran air hangat sehingga ruangan dipenuhi uap.
Mama tidak perlu mengarahkan wajah anak ke air panas atau menggunakan wadah berisi air mendidih karena berisiko menyebabkan luka bakar. Cukup biarkan anak menghirup udara yang lembap selama beberapa menit sambil tetap berada dalam pengawasan.
Cara ini sering menjadi bagian dari cara mengatasi pilek pada anak secara alami karena tidak memerlukan obat dan dapat membantu meningkatkan kenyamanan anak selama pilek.
7. Berikan Madu untuk Anak Usia di Atas 1 Tahun
Madu dapat menjadi pilihan alami untuk membantu meredakan batuk yang sering menyertai pilek. Teksturnya yang kental membantu melapisi tenggorokan sehingga rasa gatal dan iritasi dapat berkurang.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa madu dapat membantu mengurangi frekuensi batuk pada malam hari sehingga kualitas tidur anak menjadi lebih baik.
Mama dapat memberikan madu dalam jumlah yang sesuai dengan usia anak atau mencampurkannya ke dalam air hangat apabila anak sudah mampu mengonsumsinya.
Perlu diingat bahwa madu hanya boleh diberikan kepada anak yang telah berusia di atas satu tahun. Bayi di bawah usia tersebut tidak dianjurkan mengonsumsi madu karena berisiko mengalami botulisme.
Artikel lainnya: Hidung Tersumbat pada Bayi: Penyebab dan Cara Mengatasinya
8. Sajikan Makanan dan Minuman Hangat
Pilek sering membuat anak kehilangan nafsu makan karena hidung tersumbat dan tenggorokan terasa kurang nyaman. Menyajikan makanan berkuah hangat, seperti sup ayam atau kaldu, dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan sekaligus memberikan rasa nyaman pada tenggorokan.
Minuman hangat juga dapat membantu mengencerkan lendir sehingga saluran napas terasa lebih lega. Pilih makanan yang bertekstur lembut agar lebih mudah dikunyah dan ditelan oleh anak.
Mama tidak perlu memaksa anak menghabiskan makanan dalam jumlah besar. Poranak yang diberikan lebih sering umumnya lebih mudah diterima selama anak masih dalam masa pemulihan.
9. Hindarkan Anak dari Asap Rokok dan Polusi
Paparan asap rokok, debu, maupun polusi udara dapat memperburuk iritasi pada saluran pernapasan. Akibatnya, hidung tersumbat dan batuk dapat berlangsung lebih lama sehingga anak merasa kurang nyaman.
Mama dapat menjaga kualitas udara di rumah dengan membuka jendela pada waktu tertentu agar sirkulasi udara tetap baik.
Apabila menggunakan pendingin ruangan, pastikan filter dibersihkan secara berkala agar udara yang dihasilkan tetap bersih. Lingkungan yang bebas dari asap rokok juga membantu mendukung proses pemulihan sekaligus menjaga kesehatan saluran pernapasan anak dalam jangka panjang.
10. Berikan Obat Penurun Demam Bila Diperlukan
Pilek pada anak terkadang disertai demam ringan. Apabila demam membuat anak tampak kurang nyaman, dokter dapat menyarankan pemberian obat penurun demam, seperti paracetamol atau ibuprofen, sesuai usia dan berat badan anak.
Mama sebaiknya mengikuti aturan pakai yang tertera pada kemasan atau petunjuk dokter. Hindari memberikan antibiotik tanpa pemeriksaan medis karena sebagian besar pilek disebabkan oleh infeksi virus, bukan bakteri.
Pemberian obat yang tepat sesuai kebutuhan akan membantu anak merasa lebih nyaman selama proses pemulihan.
Artikel lainnya: Cara Membersihkan Hidung Bayi dengan Air Garam
11. Konsultasikan ke Dokter Bila Gejala Tidak Membaik
Sebagian besar pilek akan membaik dalam waktu sekitar satu minggu hingga sepuluh hari. Namun, ada kalanya gejala berlangsung lebih lama atau disertai keluhan lain yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Apabila Mama sedang mencari cara mengatasi pilek pada anak yang tak kunjung sembuh, langkah terbaik adalah membawa anak ke dokter. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat infeksi lain, alergi, atau kondisi medis yang memerlukan penanganan khusus.
Meskipun pilek umumnya dapat membaik dengan perawatan di rumah, beberapa kondisi memerlukan evaluasi lebih lanjut oleh dokter. Pemeriksaan penting dilakukan apabila gejala tidak menunjukkan perbaikan setelah sekitar 10 hari atau justru semakin mengganggu aktivitas anak.
Mama juga perlu segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami sesak napas, demam tinggi yang menetap, sulit minum hingga berisiko mengalami dehidrasi, atau tampak lebih mengantuk dari biasanya.
Pemeriksaan sejak dini membantu dokter menentukan cara meredakan pilek pada anak sesuai penyebabnya sekaligus mencegah terjadinya komplikasi yang mungkin muncul.
Yuk, dampingi tumbuh kembang anak setiap hari dengan mengunduh aplikasi HalloBumil dan daftarkan akun Mama untuk memantau kesehatan anak, kehamilan, dan parenting lewat informasi tepercaya.
Mama juga bisa bergabung dengan komunitas HalloBumil untuk mengikuti beragam event edukatif dan berbagi pengalaman bersama sesama orang tua serta para ahli.





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
