Gut-Brain Axis: Kenapa Usus Disebut "Otak Kedua" Si Kecil?
:strip_icc():format(webp)/hb-article/AfqntNZ8MMLMDtnIkUhXm/original/g828f4onsajoxk3x0ibzzm0d2l2fwcjr.png)
Gut brain axiskini menjadi topik yang semakin banyak dibahas dalam dunia kesehatan anak. Tidak sedikit penelitian menemukan bahwa kesehatan saluran cerna ternyata memiliki hubungan erat dengan perkembangan otak, suasana hati, hingga kemampuan belajar si kecil.
Oleh karena itu, menjaga kesehatan usus bukan hanya penting untuk pencernaan, tetapi juga untuk mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
Banyak orang tua belum menyadari bahwa hubungan usus dan otak anak bekerja dua arah. Saat kondisi usus terganggu, anak jadi lebih mudah rewel, sulit fokus, hingga mengalami gangguan tidur.
Sebaliknya, stres dan emosi juga dapat memengaruhi kondisi pencernaan anak. Inilah alasan mengapa gut brain axis menjadi bagian penting dalam kesehatan anak modern.
Artikel lainnya: Mikrobiota Usus Bayi: Pondasi Imunitas Seumur Hidup
Apa Itu Gut-Brain Axis
Gut brain axis adalah sistem komunikasi antara saluran pencernaan dan otak yang bekerja melalui saraf, hormon, sistem imun, serta mikrobiota usus.
Sistem ini memungkinkan otak dan usus saling mengirim sinyal setiap saat. Salah satu jalur komunikasi terpenting adalah saraf vagus yang menghubungkan usus langsung ke otak.Mama perlu tahu bahwa di dalam usus terdapat triliunan bakteri baik yang disebut microbiome.
Mikroorganisme ini membantu proses pencernaan, menjaga daya tahan tubuh, serta menghasilkan berbagai zat penting yang memengaruhi fungsi otak. Bahkan, sekitar 90% serotonin atau hormon yang berhubungan dengan suasana hati diproduksi di saluran cerna.
Untuk itu, ketika keseimbangan bakteri usus terganggu, kondisi tersebut dapat memengaruhi kesehatan mental maupun perilaku anak.
Hubungan usus dan otak anak inilah yang membuat pola makan sehat dan kesehatan pencernaan menjadi sangat penting sejak dini.
Artikel lainnya: Mengenal Bifidogenic Factor: Kunci Pencernaan Sehat Si Kecil
Bagaimana Kesehatan Usus Memengaruhi Otak Si Kecil?
Kesehatan usus yang baik membantu tubuh menyerap nutrisi penting untuk perkembangan otak. Selain itu, bakteri baik di usus juga menghasilkan senyawa yang membantu mengatur peradangan, sistem imun, hingga komunikasi saraf ke otak.
Ketika microbiome seimbang, anak cenderung memiliki suasana hati yang lebih stabil dan kemampuan belajar yang lebih baik.
Sebaliknya, ketidakseimbangan microbiome atau dysbiosis dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh. Kondisi ini diduga berkaitan dengan gangguan mood, sulit fokus, hingga masalah perkembangan tertentu pada anak.
Artikel lainnya: Nutrisi Penting untuk Otak Bayi di 2 Tahun Pertama
Pengaruh pada suasana hati dan emosi
Anak dengan kesehatan usus yang terganggu sering kali menjadi lebih mudah marah, rewel, atau cemas. Hal ini terjadi karena bakteri usus berperan dalam produksi neurotransmitter seperti serotonin dan dopamin yang memengaruhi emosi.
Selain itu, stres juga dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus. Akibatnya, anak bisa mengalami gangguan pencernaan seperti sakit perut atau sembelit ketika sedang cemas atau tertekan.
Pengaruh pada konsentrasi dan belajar
Hubungan usus dan otak anak juga berkaitan dengan kemampuan fokus dan belajar, lho, Ma. Microbiome yang sehat membantu mengurangi peradangan dan mendukung fungsi saraf otak yang optimal. Anak pun dapat lebih mudah berkonsentrasi dan memiliki energi yang stabil sepanjang hari.
Dengan menerapkan pola makan tinggi serat dan kaya nutrisi, ini dapat membantu mendukung fungsi microbiome yang sehat, sehingga berdampak positif pada fungsi kognitif anak.
Artikel lainnya: Metabolic Programming: Bagaimana Nutrisi Awal Menentukan Kesehatan Anak di Masa Depan
Kaitan dengan gangguan perkembangan (ADHD, ASD)
Penelitian terbaru dari National Institutes of Health menemukan adanya hubungan antara ketidakseimbangan microbiome dengan beberapa gangguan perkembangan seperti ADHD dan ASD.
Anak dengan kondisi tersebut sering memiliki keluhan pencernaan serta komposisi bakteri usus yang berbeda dibandingkan anak lain. Walaupun penelitian masih terus berkembang, para ahli melihat bahwa gut brain axis memiliki peran penting dalam perkembangan sistem saraf anak.
Oleh karena itu, menjaga kesehatan usus sejak dini dapat menjadi salah satu langkah pendukung tumbuh kembang optimal.
Tanda Gut-Brain Axis Si Kecil Bermasalah
Gangguan gut brain axis pada anak bisa muncul dalam berbagai bentuk. Tidak selalu hanya berupa masalah pencernaan, tetapi juga perubahan perilaku dan emosi. Mama perlu lebih peka terhadap tanda-tandanya.
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:
- Anak sering sakit perut tanpa penyebab jelas
- Mudah rewel atau cemas
- Sulit tidur
- Nafsu makan berubah
- Sering sembelit atau diare
- Sulit fokus saat belajar
- Mudah lelah dan kurang bersemangat
Jika keluhan berlangsung terus-menerus, konsultasikan dengan dokter agar penyebabnya dapat diketahui lebih lanjut.
Artikel lainnya: Si Kecil Susah BAB Setelah MPASI? Ini Penyebab & Solusinya
Cara Menjaga Gut-Brain Axis Si Kecil Tetap Optimal
Menjaga gut brain axis sebenarnya dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Pola makan sehat, tidur cukup, serta lingkungan yang nyaman membantu menjaga keseimbangan microbiome usus anak.
1. Nutrisi prebiotik dan probiotik
Prebiotik merupakan makanan untuk bakteri baik di usus, sedangkan probiotik adalah bakteri baik itu sendiri. Keduanya penting untuk menjaga keseimbangan microbiome.
Makanan kaya prebiotik meliputi pisang, oat, bawang, apel, dan sayuran tinggi serat. Sementara sumber probiotik dapat ditemukan pada yogurt, kefir, kimchi, dan makanan fermentasi lainnya.
2. Hindari stres berlebih
Anak juga bisa mengalami stres, terutama ketika menghadapi perubahan lingkungan atau tekanan tertentu. Mengingat hubungan usus dan otak anak bekerja dua arah, stres dapat memengaruhi kondisi pencernaan sekaligus keseimbangan microbiome.
Luangkan waktu bermain bersama anak, ciptakan komunikasi yang nyaman, dan bantu anak mengenali emosinya agar kesehatan mental dan pencernaannya tetap terjaga.
3. Pola tidur yang teratur
Tidur cukup membantu tubuh memperbaiki fungsi otak dan menjaga keseimbangan hormon. Anak yang kurang tidur cenderung lebih mudah stres dan mengalami gangguan pencernaan.
Biasakan anak tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari agar ritme tubuh serta kesehatan gut brain axis tetap optimal. Hubungan usus dan otak anak bukan sekadar teori, tetapi bagian penting dari kesehatan dan perkembangan si kecil.
Menjaga keseimbangan microbiome melalui nutrisi sehat, tidur cukup, dan lingkungan yang nyaman dapat membantu mendukung gut brain axis agar bekerja optimal.
Setelah memahami pentingnya gut brain axis untuk tumbuh kembang anak, yuk lengkapi perjalanan parenting Mama dengan informasi yang lebih praktis dan mudah diakses dengan download aplikasi HalloBumil.
Mulai dari tips kesehatan anak hingga panduan tumbuh kembang tersedia dalam satu aplikasi, langsung daftarkan diri di aplikasi kehamilan ini.
Ingin ngobrol dan berbagi pengalaman dengan sesama orang tua? Gabung ke komunitas WhatsApp HalloBumil dan dapatkan dukungan parenting serta informasi kesehatan terbaru setiap harinya.
Agar makin update soal kesehatan keluarga dan tumbuh kembang anak, ikuti juga berbagai event parenting yang menghadirkan edukasi menarik bersama para ahli dan komunitas orang tua Indonesia.
Pertanyaan Populer




Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil


:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
