Pengertian Aborsi, Jenis, Risiko, dan Dampaknya bagi Kesehatan
:strip_icc():format(webp)/hb-article/MgEW3NWz8T13KhHijwb6I/original/ogg2xuijvexdqzoco1yq549253q34oab.png)
Aborsi sering menjadi topik yang sensitif dan memicu beragam pandangan di tengah masyarakat. Terlepas dari pro dan kontra yang ada, aborsi merupakan bagian dari isu kesehatan reproduksi yang perlu Mama pahami secara objektif dan berbasis medis.
Melalui artikel ini, Mama akan diajak memahami pengertian aborsi, berbagai jenisnya, serta risiko dan dampaknya bagi kesehatan fisik maupun mental secara lebih jelas dan menyeluruh.
Artikel lainnya: Aborsi dengan Obat Bukan Solusi Aman, Ini Risiko Serius bagi Wanita
Apa Itu Aborsi?
Aborsi adalah penghentian kehamilan yang terjadi sebelum janin dapat hidup di luar rahim. Dalam dunia medis, aborsi dapat terjadi secara alami (spontan) maupun disengaja (induksi) dengan tindakan tertentu.
Tindakan menggugurkan kandungan ini biasanya berkaitan dengan kondisi kesehatan Mama, perkembangan janin, serta faktor kehamilan lainnya. Oleh karena itu, aborsi dipahami sebagai bagian dari isu kesehatan reproduksi yang memerlukan penanganan dan pendekatan medis yang tepat.
Di Indonesia, aborsi pada kehamilan memiliki ketentuan hukum yang ketat. Pada prinsipnya, aborsi tidak diperbolehkan, kecuali dalam kondisi tertentu, seperti adanya indikasi medis yang membahayakan nyawa Mama atau kehamilan akibat kekerasan seksual, dengan syarat dan prosedur yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.
Oleh karena itu, setiap tindakan aborsi legal harus dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku dan dengan pendampingan tenaga kesehatan yang berwenang.
Jenis-Jenis Aborsi
Jenis aborsi dibagi menjadi dua, yakni aborsi spontan (miscarriage) dan aborsi provocatus. Perbedaan keduanya terletak pada apakah penghentian kehamilan terjadi secara alami atau disengaja.
Aborsi spontan (keguguran)
Aborsi spontan adalah penghentian kehamilan yang terjadi secara alami, yang lebih dikenal sebagai keguguran. Kondisi ini cukup sering terjadi, terutama pada trimester pertama kehamilan.
Jenis aborsi ini terjadi tanpa ada intervensi medis. Penyebabnya adalah faktor yang berada di luar kendali Mama, seperti kelainan kromosom pada janin, gangguan kesehatan tertentu, atau infeksi.
Aborsi provokatus
Aborsi provokatus merupakan penghentian kehamilan yang dilakukan secara sengaja melalui tindakan tertentu. Dalam praktik medis, tindakan ini berkaitan dengan pertimbangan kondisi kehamilan dan kesehatan Mama.
Risiko aborsi ini yang dapat muncul berbeda pada setiap orang, tergantung usia kehamilan, metode yang digunakan, serta penanganan medis yang diberikan. Aspek keamanan dan pendampingan tenaga kesehatan menjadi hal yang sangat penting.
Artikel lainnya: Inilah Ciri-Ciri Keguguran dan Kapan Harus ke Dokter?
Faktor yang Berkaitan dengan Terjadinya Aborsi
Memahami faktor dan penyebab aborsi ini penting agar Mama dapat lebih waspada terhadap risiko kehamilan serta mendapatkan pemantauan dan perawatan yang sesuai sejak awal. Beberapa faktor yang diketahui berkaitan dengan terjadinya aborsi antara lain:
- Kelainan pada janin, seperti gangguan kromosom yang menyebabkan janin tidak dapat berkembang dengan baik.
- Kondisi kesehatan Mama, termasuk penyakit kronis, infeksi, atau gangguan hormon.
- Usia Mama, terutama kehamilan pada usia terlalu muda atau di atas 35 tahun.
- Gaya hidup, seperti merokok, konsumsi alkohol, atau penggunaan obat-obatan tertentu tanpa pengawasan medis.
- Faktor psikologis dan stres berat, yang dapat memengaruhi keseimbangan fisik dan hormonal selama kehamilan.
Risiko dan Dampak Aborsi bagi Kesehatan
Aborsi, baik spontan maupun provokatus, dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan fisik dan mental. Memahami risiko dan dampak aborsi bagi kesehatan sangat penting agar Mama dapat lebih waspada dan mendapatkan penanganan yang tepat.
Risiko fisik
Beberapa risiko aborsi yang mungkin terjadi antara lain:
- Perdarahan berlebih yang membutuhkan penanganan medis.
- Infeksi pada rahim atau organ reproduksi jika kebersihan tidak terjaga.
- Cedera pada rahim atau organ sekitar (jarang terjadi, terutama jika prosedur dilakukan di fasilitas medis).
- Gangguan kesuburan jangka panjang, walaupun risikonya rendah jika prosedur dilakukan secara aman.
Dampak psikologis
Selain fisik, aborsi juga dapat memengaruhi kesehatan mental dan emosional. Beberapa dampak yang mungkin muncul meliputi:
- Perasaan sedih, cemas, atau bersalah.
- Stres yang memengaruhi aktivitas sehari-hari.
- Dalam beberapa kasus, munculnya depresi ringan hingga sedang.
Hal yang Perlu Diperhatikan Setelah Mengalami Aborsi
Setelah mengalami aborsi, penting bagi Mama untuk memperhatikan pemulihan fisik dan emosional. Beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan antara lain:
- Istirahat yang cukup untuk membantu tubuh pulih. Hindari aktivitas berat hingga kondisi membaik.
- Menjaga kebersihan area intim untuk mencegah infeksi, terutama pada beberapa hari pertama setelah prosedur.
- Mengonsumsi obat atau suplemen sesuai anjuran dokter, jika diberikan.
- Memantau tanda bahaya, seperti perdarahan yang berlebihan, nyeri hebat, demam, atau keputihan yang berbau tidak sedap. Jika muncul gejala ini, segera hubungi tenaga medis.
- Memberikan ruang untuk kesehatan mental, karena pengalaman aborsi dapat menimbulkan perasaan sedih, cemas, atau stres. Berbagi pengalaman dengan orang terpercaya atau profesional dapat membantu proses pemulihan.
Artikel lainnya: 9 Obat Penguat Kandungan untuk Ibu Hamil Mencegah Keguguran
Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter?
Setelah mengalami aborsi, baik spontan maupun provokatus, Mama sebaiknya segera menghubungi tenaga medis jika mengalami tanda-tanda berikut:
- Perdarahan yang berlebihan atau tidak berhenti.
- Nyeri perut yang intens atau tak tertahankan.
- Demam, menggigil, atau keputihan berbau tidak sedap.
- Gangguan emosional yang berat, seperti kesedihan mendalam, cemas berlebihan, atau depresi yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Konsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan profesional sangat penting untuk mencegah komplikasi, memastikan pemulihan fisik berjalan lancar, dan mendapatkan dukungan emosional yang tepat.
Memahami aborsi secara objektif dari sisi medis sangat penting untuk menambah wawasan Mama tentang kesehatan reproduksi.
Jika menghadapi situasi yang membutuhkan perhatian medis, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan profesional agar Mama mendapatkan penanganan yang aman dan tepat.
Selain informasi tentang aborsi dari sudut pandang medis, Mama bisa mendapatkan lebih banyak informasi tepercaya seputar kehamilan, menyusui, dan tumbuh kembang anak. Yuk, bergabung dengan Komunitas Hallobumil.
Mama juga bisa mengunduh aplikasi Hallobumil untuk memantau kehamilan, mendapatkan artikel kesehatan terbaru, serta tips praktis yang disesuaikan dengan fase kehamilan Mama setiap harinya. Mama mau tahu prediksi lahiran si kecil? Coba health tools hari perkiraan lahir Hallobumil sekarang.
Mama juga bisa bertukar cerita, dapat berbagai tips bermanfaat, hingga ikut event Hallobumil yang seru bersama ribuan Mama lainnya!





:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)
