Artikel/Pra Kehamilan/Vasektomi: Pengertian, Prosedur, dan Efektivitasnya

Vasektomi: Pengertian, Prosedur, dan Efektivitasnya

Athika Rahma | Diterbitkan pada 29 Desember 2025
Ditinjau oleh Tim Ahli Hallobumil
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Vasektomi adalah prosedur kontrasepsi permanen untuk pria yang aman dan efektif. Artikel ini membahas pengertian, manfaat, proses tindakan, serta risikonya sebagai bahan pertimbangan.
vasektomi-pengertian-prosedur-dan-efektivitasnya

Vasektomi kerap dianggap sebagai metode kontrasepsi yang “berat” karena bisa mengendalikan kehamilan secara permanen. Namun, dengan pemahaman yang tepat, metode ini bisa menjadi solusi yang aman dan efektif bagi pasangan yang merasa jumlah anaknya sudah cukup.

Artikel ini akan membahas pengertian vasektomi, vasektomi permanen atau tidak, efektivitas, hingga prosedurnya secara menyeluruh.

Apa Itu Vasektomi?

Vasektomi adalah prosedur medis yang dilakukan pada pria dengan tujuan mencegah terjadinya kehamilan secara permanen.

Caranya adalah dengan memotong atau menutup saluran sperma yang disebut vas deferens. Saluran ini berfungsi membawa sperma dari testis menuju cairan ejakulasi.

Setelah vasektomi dilakukan, sperma tidak lagi bercampur dengan cairan mani. Artinya, meskipun pria tetap bisa ejakulasi, cairan yang keluar tidak mengandung sperma sehingga tidak dapat membuahi sel telur.

Penting untuk dipahami bahwa prosedur ini tidak menghilangkan kemampuan seksual, tidak mengganggu ereksi, dan tidak memengaruhi hormon pria.

Papa mungkin bertanya, “Apakah vasektomi permanen?” Ya, alat kontrasepsi ini memiliki efek permanen sehingga sebelum melakukannya, Papa dan Mama harus benar-benar memikirkannya secara matang.

Siapa yang Dianjurkan Melakukan Vasektomi?

Vasektomi umumnya dianjurkan untuk pria yang sudah yakin tidak ingin menambah jumlah anak di masa depan. Biasanya, keputusan ini diambil oleh pasangan yang merasa keluarga mereka sudah lengkap dan ingin menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang tanpa perlu perawatan rutin.

Selain itu, vasektomi dapat menjadi pilihan bagi pasangan yang memiliki pertimbangan kesehatan tertentu, misalnya jika kehamilan berisiko bagi istri.

Meski demikian, keputusan melakukan vasektomi sebaiknya diambil bersama pasangan, melalui diskusi yang terbuka dan matang, serta didahului dengan konsultasi ke tenaga medis.

Prosedur Vasektomi

Prosedur vasektomi dilakukan melalui tahapan medis yang relatif sederhana dan umumnya tidak memerlukan waktu lama. Berikut cara kerja vasektomi yang umum dilakukan oleh dokter spesialis:

  • Persiapan sebelum tindakan: Sebelum prosedur dimulai, dokter akan menjelaskan proses vasektomi, meminta persetujuan tindakan, serta memastikan kondisi kesehatan pria dalam keadaan baik.
  • Pemberian bius lokal: Vasektomi dilakukan dengan anestesi lokal sehingga area skrotum mati rasa, sementara pasien tetap sadar selama tindakan berlangsung.
  • Pemotongan atau penutupan saluran sperma: Dokter membuat sayatan kecil atau lubang mikro pada skrotum untuk mencapai vas deferens, kemudian memotong, mengikat, atau menutup saluran tersebut.
  • Proses penutupan luka: Setelah saluran sperma ditangani, luka kecil ditutup dan biasanya tidak memerlukan jahitan besar.
  • Masa pemulihan: Pasien dianjurkan beristirahat, menghindari aktivitas berat, dan mengikuti anjuran dokter agar pemulihan berjalan optimal.

Artikel lainnya: Berapa Lama Sperma Bertahan di Rahim? Cek Faktanya

Efektivitas dan Manfaat Vasektomi

Vasektomi dikenal sebagai salah satu metode kontrasepsi pria dengan tingkat efektivitas yang sangat tinggi.

  • Tingkat keberhasilan tinggi: Vasektomi efektif mencegah kehamilan setelah pemeriksaan lanjutan memastikan tidak ada sperma dalam cairan ejakulasi.
  • Solusi jangka panjang: Setelah prosedur berhasil, pasangan tidak perlu lagi menggunakan metode kontrasepsi tambahan untuk tujuan pencegahan kehamilan.
  • Tidak memengaruhi fungsi seksual: Vasektomi tidak mengganggu ereksi, orgasme, gairah seksual, maupun produksi hormon testosteron.
  • Lebih praktis dalam jangka panjang: Tidak seperti metode kontrasepsi lain yang memerlukan penggunaan rutin, vasektomi hanya dilakukan satu kali.
  • Dapat menjadi bentuk tanggung jawab bersama: Vasektomi memungkinkan pria ikut berperan aktif dalam perencanaan keluarga secara seimbang.

Biaya Vasektomi

Biaya vasektomi di Indonesia beragam, tergantung pada fasilitas kesehatan yang dipilih, jenis prosedur, dan apakah Mama/Papa menggunakan program pemerintah atau asuransi. Berikut gambaran kisarannya:

  • Di puskesmas atau klinik sederhana, biaya vasektomi bisa mulai dari sekitar Rp500.000 hingga Rp1,5 juta.
  • Di rumah sakit umum atau layanan dasar, biaya biasanya berada di kisaran Rp3 juta sampai Rp7 juta tergantung fasilitas dan lokasi.
  • Untuk rumah sakit swasta atau layanan premium, biaya bisa lebih tinggi, misalnya sekitar Rp11 juta hingga Rp15 juta atau lebih.

Risiko dan Efek Samping Vasektomi

Seperti prosedur medis lainnya, vasektomi tetap memiliki risiko dan efek samping, meskipun umumnya ringan dan bersifat sementara.

Efek jangka pendek

Pada beberapa hari pertama setelah prosedur, pria mungkin merasakan nyeri ringan, pembengkakan, atau memar di area skrotum.

Kondisi ini biasanya dapat diatasi dengan istirahat, kompres dingin, dan obat pereda nyeri sesuai anjuran dokter. Dalam kasus tertentu, bisa terjadi perdarahan ringan atau infeksi, meski kejadiannya tergolong jarang.

Efek jangka panjang

Dalam jangka panjang, sebagian kecil pria dapat mengalami benjolan kecil akibat kebocoran sperma di jaringan sekitar, yang dikenal sebagai granuloma sperma.

Ada pula kondisi nyeri testis berkepanjangan, meskipun kasus ini relatif jarang. Secara umum, sebagian besar pria tidak mengalami gangguan kesehatan serius setelah vasektomi.

Komplikasi Vasektomi

Meskipun jarang terjadi, komplikasi vasektomi tetap perlu diketahui sebagai bagian dari pertimbangan medis.

  • Peradangan pada saluran sperma: Beberapa pria dapat mengalami peradangan ringan pada jaringan sekitar saluran sperma setelah tindakan.
  • Infeksi pada area tindakan: Infeksi dapat terjadi jika luka tidak dirawat dengan baik, meskipun kasus ini tergolong jarang.
  • Penumpukan darah di bawah kulit: Hematoma atau kumpulan darah kecil dapat muncul dan biasanya akan membaik seiring waktu.
  • Nyeri yang berlangsung lebih lama: Pada sebagian kecil kasus, nyeri dapat dirasakan lebih lama dan memerlukan evaluasi dokter.

Apakah Vasektomi Bisa Dikembalikan?

Secara medis, vasektomi memang dapat dicoba untuk dikembalikan melalui prosedur operasi penyambungan saluran sperma. Namun, tingkat keberhasilannya tidak selalu tinggi dan dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk jarak waktu sejak vasektomi dilakukan.

Prosedur pembalikan vasektomi juga lebih kompleks dan memerlukan biaya yang lebih besar. Oleh karena itu, vasektomi tetap dianggap sebagai metode kontrasepsi permanen. Keputusan untuk menjalani prosedur ini sebaiknya benar-benar dipertimbangkan dengan matang.

Mitos dan Fakta Vasektomi

Masih banyak anggapan keliru mengenai vasektomi yang beredar di masyarakat. Salah satu mitos yang sering muncul adalah anggapan bahwa vasektomi dapat mengurangi kejantanan pria. Faktanya, vasektomi tidak memengaruhi kemampuan seksual maupun hormon testosteron.

Mitos lain menyebutkan bahwa vasektomi menyebabkan ejakulasi berhenti. Padahal, volume cairan ejakulasi tetap hampir sama, hanya saja tidak mengandung sperma.

Selain itu, vasektomi juga sering disalahartikan sebagai perlindungan dari infeksi menular seksual, padahal metode ini hanya berfungsi mencegah kehamilan.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Konsultasi ke dokter sangat dianjurkan sebelum memutuskan vasektomi. Pada tahap ini, dokter akan membantu menjelaskan prosedur, manfaat, serta risikonya secara objektif. Diskusi ini juga penting untuk memastikan bahwa keputusan diambil dengan kesadaran penuh.

Setelah prosedur dilakukan, Mama juga perlu mendorong pasangan untuk segera berkonsultasi jika muncul keluhan yang tidak biasa, seperti nyeri yang semakin berat, tanda infeksi, atau pembengkakan yang menetap.

Vasektomi bukan sekadar prosedur medis, melainkan keputusan hidup yang memerlukan pertimbangan matang dan komunikasi yang baik antara pasangan.

Setiap keluarga memiliki kebutuhan dan situasi yang berbeda. Oleh karena itu, tidak ada satu pilihan kontrasepsi yang paling benar untuk semua orang. Yang terpenting adalah memilih dengan bijak, berdasarkan informasi yang akurat, serta didukung oleh tenaga kesehatan yang terpercaya.

Jika Mama dan Papa ingin belajar lebih banyak tips perencanaan kehamilan lainnya, yuk, download aplikasi Hallobumil dan gabung di komunitas Hallobumil.

Mama juga bisa bertukar cerita, dapat berbagai tips bermanfaat, hingga ikut event Hallobumil yang seru bersama ribuan Mama lainnya! Semua mudah hanya dalam satu genggaman.

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Saling Dukung dan Berbagi Cerita di Komunitas Program Hamil

Gabung komunitas Hallobumil dan temukan support, edukasi dan inspirasi di setiap langkah perjuanganmu
image