loading

Cara Mengetahui dan Menghitung Masa Subur Wanita

Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Masa subur adalah periode saat peluang kehamilan lebih tinggi. Kenali cara menghitungnya berdasarkan siklus menstruasi, tanda ovulasi, dan waktu yang tepat untuk berhubungan intim.
cara-mengetahui-dan-menghitung-masa-subur-wanita

Bagi pasangan yang sedang menjalani program hamil, mengetahui waktu masa subur wanita bisa membantu menentukan kapan peluang terjadinya kehamilan lebih tinggi.

Namun tak jarang, muncul juga pertanyaan, kenapa belum hamil padahal sudah berhubungan saat masa subur?

Salah satu alasannya adalah karena masa subur yang dihitung melalui kalender hanyalah perkiraan. Waktu ovulasi dapat berubah dari satu siklus ke siklus berikutnya, sehingga berhubungan pada tanggal yang diperkirakan subur belum tentu tepat bertepatan dengan masa ovulasi.

Artikel lainnya: Haid Lancar tapi Belum Hamil, Apa Penyebabnya?

Kapan Waktu Masa Subur Wanita Terjadi?

Masa subur adalah periode dalam siklus menstruasi ketika peluang terjadinya pembuahan lebih tinggi, terutama di sekitar waktu ovulasi. Ovulasi merupakan proses ketika ovarium melepaskan sel telur yang sudah matang.

Sel telur umumnya hanya dapat dibuahi dalam waktu sekitar 12–24 jam setelah dilepaskan, sedangkan sperma dapat bertahan beberapa hari di saluran reproduksi wanita. Untuk itu, masa subur tidak hanya mencakup hari ketika ovulasi terjadi, tetapi juga beberapa hari sebelumnya.

Secara umum, ovulasi terjadi sekitar 10–16 hari sebelum menstruasi berikutnya. Artinya, masa subur wanita setelah menstruasi tidak selalu jatuh pada tanggal yang sama setiap bulan.

Wanita dengan siklus lebih pendek dapat mengalami ovulasi lebih awal, sedangkan wanita dengan siklus lebih panjang dapat mengalami ovulasi lebih lambat.

Inilah alasan mengapa pertanyaan seperti masa subur wanita setelah haid berapa hari tidak dapat dijawab dengan satu angka yang berlaku untuk semua orang.

Dengan demikian, masa subur wanita sebelum haid lebih tepat dipahami berdasarkan jarak antara ovulasi dan menstruasi berikutnya, bukan sekadar beberapa hari menjelang haid.

Menurut Cleveland Clinic, jika ovulasi sudah terjadi, peluang terjadinya pembuahan akan menurun karena sel telur memiliki masa hidup yang singkat.

Artikel lainnya: Tes Ovulasi: Cara Pakai dan Waktu Terbaik untuk Hasil Akurat

Bagaimana Cara Menghitung Waktu Masa Subur dari Siklus Haid?

Salah satu cara menghitung masa subur adalah dengan mencatat siklus menstruasi selama beberapa bulan. Hari pertama menstruasi dihitung sebagai hari pertama siklus, kemudian siklus berakhir sehari sebelum menstruasi berikutnya.

Dari catatan tersebut, panjang siklus dapat digunakan untuk memperkirakan kapan ovulasi dan masa subur setelah haid kemungkinan terjadi. 

Perkiraan ovulasi umumnya didasarkan pada waktu terjadinya menstruasi berikutnya. Pada banyak wanita, ovulasi terjadi sekitar 14 hari sebelum menstruasi berikutnya, meskipun waktunya dapat berbeda.

Karena itu, semakin teratur siklus menstruasi, semakin mudah membuat perkiraan melalui kalender kesuburan, tetapi hasilnya tetap bukan kepastian bahwa ovulasi benar-benar terjadi pada tanggal tersebut.

Contoh pada siklus teratur

Misalnya, seorang wanita memiliki siklus menstruasi yang teratur selama 28 hari. Jika hari pertama haid adalah hari ke-1, ovulasi diperkirakan terjadi sekitar hari ke-14.

Dengan mempertimbangkan bahwa sperma dapat bertahan beberapa hari di saluran reproduksi, hubungan seksual beberapa hari sebelum ovulasi hingga sekitar waktu ovulasi menjadi periode yang relevan untuk meningkatkan peluang kehamilan.

Contoh lainnya, jika haid tanggal 10 kapan masa suburnya? Jawabannya bergantung pada panjang siklus. Jika tanggal 10 merupakan hari pertama haid dan siklus berlangsung 28 hari, ovulasi diperkirakan sekitar hari ke-14, yaitu sekitar tanggal 23.

Periode subur dapat diperkirakan beberapa hari sebelum tanggal tersebut. Namun, jika siklusnya 30 hari, ovulasi diperkirakan sekitar hari ke-16 atau sekitar tanggal 25. Jadi, tanggal haid saja belum cukup untuk menentukan masa subur secara tepat.

Pendekatan pada siklus yang tidak teratur

Pada siklus menstruasi yang tidak teratur, perhitungan berdasarkan satu tanggal atau satu siklus menjadi kurang dapat diandalkan.

Salah satu pendekatan yang digunakan dalam metode kalender adalah mencatat siklus selama beberapa bulan, kemudian melihat siklus terpendek dan terpanjang untuk memperkirakan rentang masa subur.

Namun, metode kalender tetap memiliki keterbatasan karena waktu ovulasi dapat berubah.Untuk siklus yang berubah-ubah, pengamatan terhadap tanda ovulasi dan penggunaan alat tes ovulasi dapat membantu memberikan informasi tambahan.

Jika menstruasi sangat tidak teratur, jarang datang, atau terdapat kekhawatiran mengenai kesuburan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter karena gangguan ovulasi juga dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi peluang kehamilan.

Apakah Ovulasi Selalu Terjadi pada Hari ke-14?

Hari ke-14 sering digunakan sebagai contoh karena berkaitan dengan siklus menstruasi 28 hari, tetapi bukan berarti semua wanita mengalami ovulasi pada hari tersebut.

Waktu ovulasi dapat berbeda tergantung panjang dan pola siklus menstruasi masing-masing. Bahkan pada seseorang yang siklusnya cukup teratur, waktu ovulasi tetap tidak selalu dapat dipastikan hanya melalui kalender.

Untuk itu, anggapan bahwa masa subur wanita setelah haid selalu dimulai pada hari tertentu sebaiknya dihindari. Pada siklus pendek, ovulasi dapat terjadi lebih awal.

Sebaliknya, pada siklus yang lebih panjang, ovulasi dapat berlangsung lebih lambat. Bahkan, seseorang dapat mengalami masa subur tidak lama setelah menstruasi jika ovulasinya terjadi lebih awal.

Artikel lainnya: Sudah Seks di Masa Subur, Kenapa Belum Hamil?

Tanda Tubuh Sedang Mendekati Masa Subur

Selain menghitung berdasarkan kalender, tubuh juga dapat memberikan beberapa tanda ketika ovulasi semakin dekat.

banner

Mengenali tanda masa subur wanita dapat membantu melengkapi perkiraan berdasarkan siklus, terutama jika waktu menstruasi tidak selalu sama setiap bulan.

Beberapa perubahan yang dapat diperhatikan antara lain:

    • Lendir serviks berubah menjadi lebih bening, licin, dan elastis. Teksturnya dapat menyerupai putih telur mentah dan biasanya muncul ketika tubuh mendekati ovulasi.
    • Suhu basal tubuh sedikit meningkat. Perubahan ini biasanya terlihat setelah ovulasi terjadi, sehingga lebih berguna untuk mengenali pola ovulasi daripada memprediksi ovulasi secara langsung.
    • Nyeri ringan di area panggul atau perut bagian bawah. Sebagian wanita dapat merasakan rasa tidak nyaman di sekitar waktu ovulasi.
    • Payudara terasa lebih sensitif atau nyeri.
    • Perubahan gairah seksual.
    • Perut terasa kembung atau perubahan suasana hati pada sebagian wanita.
  • Namun, tidak semua wanita merasakan tanda-tanda tersebut. Tidak adanya perubahan yang terasa bukan berarti ovulasi tidak terjadi. Karena itu, tanda tubuh sebaiknya dipakai bersama catatan siklus atau metode lain bila ingin memperkirakan masa subur dengan lebih baik.

    Bagaimana Tes Ovulasi Membantu Memperkirakan Masa Subur?

    Tes ovulasi atau ovulation predictor kit (OPK) bekerja dengan mendeteksi peningkatan hormon luteinizing hormone (LH) dalam urine.

    Lonjakan LH biasanya terjadi sebelum ovulasi sehingga hasil positif dapat menjadi petunjuk bahwa ovulasi kemungkinan akan segera terjadi.

    Tes ini dapat menjadi pelengkap bagi wanita yang sedang mencari masa subur wanita agar cepat hamil, terutama ketika perkiraan kalender terasa kurang sesuai dengan pola tubuh.

    Meski demikian, hasil tes LH menunjukkan adanya lonjakan hormon yang berkaitan dengan ovulasi, bukan jaminan bahwa kehamilan akan terjadi.

    Faktor lain seperti kualitas sperma, kondisi saluran reproduksi, kesehatan sel telur, dan faktor kesuburan lainnya juga dapat memengaruhi peluang kehamilan.

    Kapan Kalender Masa Subur Kurang Bisa Diandalkan?

    Kalender masa subur lebih sulit digunakan ketika siklus menstruasi sering berubah. Misalnya, satu bulan siklus berlangsung 26 hari, kemudian menjadi 32 hari pada bulan berikutnya.

    Perbedaan tersebut dapat membuat waktu ovulasi bergeser sehingga tanggal yang diprediksi sebagai masa subur belum tentu sesuai dengan kondisi tubuh pada siklus tersebut.

    Kondisi seperti stres, perubahan berat badan, beberapa obat, maupun kondisi kesehatan tertentu juga dapat memengaruhi pola menstruasi dan ovulasi.

    Oleh karena itu, kalender sebaiknya tidak dianggap sebagai alat untuk memastikan hari ovulasi, melainkan sebagai salah satu cara untuk mengenali pola siklus. 

    Pertanyaan “Kapan masa subur wanita setelah haid atau sebelum haid?” juga sebenarnya tidak memiliki satu jawaban yang berlaku untuk semua wanita. Masa paling subur berkaitan dengan beberapa hari sebelum ovulasi dan sekitar waktu ovulasi.

    Sementara itu, ovulasi biasanya terjadi sekitar 10–16 hari sebelum menstruasi berikutnya, bukan selalu pada tanggal yang sama setelah haid sebelumnya.

    Artikel lainnya: Kalau Lagi Masa Subur, Baiknya Berapa Kali ya Berhubungan?

    Kapan Waktu Berhubungan yang Paling Relevan untuk Program Hamil?

    Jika sedang menjalani program hamil, hubungan seksual sebaiknya tidak hanya dilakukan pada satu tanggal yang diperkirakan sebagai hari ovulasi.

    Hubungan seksual pada beberapa hari sebelum ovulasi juga penting karena sperma dapat bertahan selama beberapa hari di saluran reproduksi, sehingga sudah tersedia ketika sel telur dilepaskan. 

    Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah berhubungan setiap 2–3 hari secara rutin, terutama ketika mendekati perkiraan masa subur.

    Jika waktu ovulasi sudah lebih teridentifikasi melalui tanda tubuh atau tes ovulasi, hubungan seksual dapat dilakukan lebih terarah pada beberapa hari menjelang dan sekitar ovulasi. 

    Jadi, bila sudah berhubungan pada perkiraan masa subur tetapi belum hamil, hal tersebut tidak otomatis berarti ada masalah kesuburan.

    Kehamilan membutuhkan pertemuan sel telur dan sperma pada waktu yang tepat, tetapi juga dipengaruhi berbagai faktor dari kedua pasangan. 

    Jika belum terjadi kehamilan setelah 12 bulan berhubungan seksual secara rutin tanpa kontrasepsi pada wanita berusia di bawah 35 tahun, atau setelah 6 bulan pada wanita berusia 35 tahun atau lebih, pemeriksaan kesuburan dapat dipertimbangkan. 

    Artikel lainnya: Evaluasi Hasil Kesuburan

    Memahami waktu masa subur wanita dapat membantu pasangan menentukan waktu berhubungan yang lebih sesuai saat merencanakan kehamilan. Masa subur berkaitan erat dengan ovulasi, tetapi waktu ovulasi tidak selalu terjadi pada hari ke-14. Mencatat siklus menstruasi, memperhatikan tanda masa subur wanita, dan menggunakan tes ovulasi dapat membantu memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai pola kesuburan.

    Bagi Mama yang sedang mencatat siklus dan mulai mengenali pola tubuh setiap bulan, perjalanan menuju kehamilan bisa terasa lebih terarah jika semua catatan tersimpan dalam satu tempat.

    Download aplikasi Hallobumil untuk membantu Mama mendapatkan berbagai informasi seputar kehamilan dan persiapan menjadi orang tua.

    Coba gunakan Kalender Masa Subur Hallobumil untuk membantu memperkirakan masa subur berdasarkan siklus menstruasi Mama. Semoga langkah kecil ini bisa membuat perjalanan program hamil Mama terasa sedikit lebih mudah dan terarah.

    Kalau selama menjalani program hamil Mama sering punya pertanyaan yang muncul di tengah perjalanan, Mama juga tidak harus mencari jawabannya sendirian.

    Gabung ke komunitas Hallobumil di WhatsApp dan temukan ruang untuk berbagi cerita, pengalaman, serta informasi bersama Mama lainnya.

    Dan kalau Mama ingin belajar langsung bersama tenaga kesehatan sekaligus bertemu komunitas Mama lainnya, jangan lewatkan event kesehatan.

    Dari membicarakan masa subur sampai mempersiapkan kehadiran Si Kecil, setiap langkah kecil bisa menjadi bagian dari perjalanan yang lebih siap dan penuh cerita. Yuk, pastikan Mama mendaftarkan data diri di aplikasi kehamilan ini, ya.

    banner
    Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
    image
    image
    image
    image
    2
    0
    Bagikan
    Facebook
    Twitter
    WA
    Belum ada komentar.
    Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

    Login/daftar yuk Ma

    Saling Dukung dan Berbagi Cerita di Komunitas Program Hamil

    Gabung komunitas Hallobumil dan temukan support, edukasi dan inspirasi di setiap langkah perjuanganmu
    image