Tanda Mimisan Anak yang Berbahaya dan Perlu Diwaspadai
:strip_icc():format(webp)/hb-article/MZJeJzM2hy-BIpBKTf02j/original/ts8qi7var1lwzbxu01kifkjkmap2i676.png)
Mimisan pada anak memang cukup umum terjadi, terutama saat udara kering atau anak terlalu sering mengorek hidung. Namun, Mama perlu memahami bahwa tidak semua mimisan bersifat ringan.
Ada beberapa ciri mimisan yang berbahaya pada anak yang perlu diwaspadai, terutama jika disertai gejala tertentu atau berlangsung dalam kondisi yang tidak biasa.
Mengenali tanda mimisan yang berbahaya pada anak sejak dini dapat membantu orang tua mengambil langkah yang tepat dan mencegah komplikasi yang lebih serius.
1. Durasi Mimisan yang Panjang
Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah durasi mimisan yang berlangsung lama. Mimisan normal biasanya berhenti dalam waktu 5–10 menit setelah diberikan pertolongan pertama yang tepat, seperti menekan hidung dan posisi kepala sedikit menunduk.
Namun, jika mimisan anak tidak berhenti setelah 20 menit atau lebih, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan pembekuan darah atau masalah kesehatan lainnya.
Durasi yang panjang juga bisa menunjukkan adanya luka yang cukup dalam di dalam hidung atau kondisi pembuluh darah yang rapuh. Jika hal ini terjadi berulang kali, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Artikel lainnya: Cara Membersihkan Hidung Bayi dengan Air Garam
2. Volume Darah yang Banyak
Mimisan ringan biasanya hanya mengeluarkan sedikit darah. Namun, jika darah yang keluar cukup banyak hingga mengalir deras atau sulit dikontrol, ini bisa menjadi salah satu ciri mimisan yang berbahaya pada anak. Volume darah yang besar bisa menyebabkan si kecil menjadi lemas atau bahkan pusing.
Selain itu, kehilangan darah dalam jumlah banyak dalam waktu singkat juga berisiko menyebabkan anemia jika terjadi berulang. Kondisi ini tentu tidak boleh dianggap sepele, terutama jika anak tampak pucat atau lemah setelah mimisan.
3. Mimisan Terjadi Terlalu Sering
Frekuensi mimisan juga menjadi indikator penting. Jika anak mengalami mimisan lebih dari sekali dalam seminggu tanpa penyebab yang jelas, hal ini bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan tertentu, seperti alergi, infeksi, atau gangguan pembuluh darah.
Mimisan yang sering terjadi juga bisa berkaitan dengan kebiasaan tertentu, seperti mengupil berlebihan atau lingkungan yang terlalu kering. Namun, jika frekuensinya meningkat secara signifikan, penting untuk melakukan pemeriksaan medis.
4. Mimisan Disertai Gejala Lain
Perlu diwaspadai jika mimisan disertai gejala lain, seperti demam tinggi, mudah memar, gusi berdarah, atau kelelahan berlebihan. Kondisi ini bisa menjadi tanda gangguan pembekuan darah atau penyakit tertentu yang lebih serius.
Gejala tambahan ini sering kali menjadi petunjuk bahwa tubuh anak sedang mengalami masalah sistemik, bukan hanya gangguan ringan di hidung. Oleh karena itu, kombinasi gejala seperti ini perlu segera diperiksakan ke dokter.
Artikel lainnya: Cara Mengatasi Mimisan pada Anak dengan Aman
5. Mimisan Terjadi Setelah Cedera
Jika mimisan terjadi setelah anak mengalami benturan atau cedera di area wajah atau kepala, kondisi ini harus diwaspadai. Cedera dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah atau bahkan tulang hidung.
Dalam beberapa kasus, mimisan setelah cedera juga bisa menjadi tanda adanya cedera yang lebih serius, seperti retak tulang atau trauma kepala. Jika disertai pusing atau muntah, segera cari pertolongan medis.
6. Mimisan Terjadi Saat Tidur
Mimisan yang terjadi saat anak sedang tidur juga termasuk salah satu tanda mimisan yang berbahaya pada anak, terutama jika tidak diketahui penyebabnya. Kondisi ini bisa membuat darah tertelan tanpa disadari dan berisiko menyebabkan muntah darah.
Selain itu, mimisan saat tidur bisa menjadi indikasi adanya masalah pada saluran pernapasan atau kondisi tertentu seperti alergi kronis. Jika terjadi berulang, sebaiknya segera diperiksa.
Artikel lainnya: Anak Mimisan, Boleh Mandi atau Tidak?
7. Mimisan pada Anak dengan Penyakit Tertentu
Anak yang memiliki riwayat penyakit tertentu, seperti gangguan pembekuan darah, leukemia, atau anemia, lebih berisiko mengalami mimisan yang bahaya pada anak. Dalam kasus ini, mimisan bukan hanya gejala ringan, tetapi bisa menjadi tanda kondisi yang lebih serius.
Oleh karena itu, jika anak memiliki riwayat penyakit tertentu dan mengalami mimisan, Mama perlu lebih waspada dan tidak menunda pemeriksaan ke dokter.
Kalau ingin lebih siap menghadapi kondisi kesehatan si kecil, Mama bisa mulai dari hal sederhana seperti ikut berbagai event edukatif dari Hallobumil dan bergabung ke komunitas WhatsApp Hallobumil juga bisa jadi pilihan menarik.
Dari sana, Mama bisa mendapatkan banyak insight dari orang tua lain yang mungkin pernah menghadapi kondisi serupa, termasuk saat anak mengalami mimisan yang tidak berhenti.
Supaya semua informasi dan fitur tersebut bisa diakses dengan lebih praktis, Mama juga bisa download aplikasiHallobumil di smartphone.
Dengan begitu, berbagai kebutuhan informasi kesehatan keluarga bisa Mama dapatkan kapan saja tanpa harus bingung mencari dari berbagai sumber.





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
