Cara Mengatasi Mimisan pada Anak dengan Aman
:strip_icc():format(webp)/hb-article/kjklRbG22ZIMYb2EEWWRL/original/xicskqz1ahizwgrvhrbaqca9asfttj47.png)
Mimisan atau epistaksis merupakan kondisi yang cukup sering terjadi pada anak-anak. Banyak orang tua merasa khawatir saat melihat darah keluar dari hidung si kecil, padahal sebagian besar kasus mimisan tidak berbahaya.
Oleh sebab itu, penting untuk memahami penyebab dan cara mengatasi mimisan pada anak agar penanganan bisa dilakukan dengan cepat dan tepat. Dengan pengetahuan yang benar, Mama dapat memberikan pertolongan pertama dengan tenang dan efektif saat mimisan terjadi.
Artikel lainnya: Ini Cara Merawat Anak Saat Sakit, Agar Si Kecil Cepat Sembuh
1. Pertolongan Pertama pada Mimisan Anak
Langkah paling penting dalam pertolongan pertama pada mimisan anak adalah menjaga anak tetap tenang. Mintalah anak untuk duduk tegak dengan posisi kepala sedikit condong ke depan, bukan ke belakang.
Posisi ini membantu mencegah darah mengalir ke tenggorokan yang dapat menyebabkan mual atau muntah. Selanjutnya, cubit bagian lunak hidung (bagian bawah batang hidung) selama 10–15 menit tanpa dilepas.
Ini merupakan cara menghentikan mimisan anak yang paling efektif karena membantu menghentikan aliran darah dari pembuluh yang pecah. Hindari menyuruh anak berbaring atau menengadahkan kepala.
2. Menjaga Kelembapan Hidung Anak
Salah satu penyebab umum mimisan adalah kondisi hidung yang kering. Udara kering, penggunaan AC, atau cuaca panas dapat membuat lapisan dalam hidung menjadi rapuh dan mudah berdarah.
Oleh karena itu, menjaga kelembapan hidung menjadi bagian penting dalam cara mengatasi mimisan pada anak.
Mama bisa menggunakan saline spray atau pelembap khusus hidung untuk membantu menjaga kelembapan. Selain itu, memastikan anak cukup minum air juga membantu menjaga kondisi jaringan tubuh tetap sehat.
3. Menghindari Kebiasaan Mengorek Hidung
Kebiasaan mengorek hidung atau memasukkan benda asing ke dalam hidung sering menjadi penyebab mimisan pada anak. Tindakan ini dapat melukai pembuluh darah kecil di dalam hidung sehingga mudah berdarah.
Mengajarkan anak untuk tidak mengorek hidung dan menjaga kebersihan tangan sangat penting sebagai bagian dari bagaimana cara mengatasi mimisan pada anak secara preventif. Jika hidung terasa gatal atau kering, ajarkan anak menggunakan tisu secara lembut.
4. Mengompres dengan Air Dingin
Mengompres bagian hidung atau pangkal hidung dengan air dingin dapat membantu menyempitkan pembuluh darah sehingga perdarahan lebih cepat berhenti. Ini bisa menjadi langkah tambahan dalam cara menghentikan mimisan anak selain menekan hidung.
Gunakan kain bersih yang dibasahi air dingin, lalu tempelkan secara perlahan. Hindari penggunaan es langsung tanpa pembungkus karena bisa menyebabkan iritasi kulit anak.
Artikel lainnya: Penyakit Umum pada Anak dan Cara Mengatasinya
5. Memberikan Waktu Istirahat setelah Mimisan
Setelah mimisan berhenti, penting untuk memberi waktu istirahat pada anak. Hindari aktivitas berat seperti berlari, melompat, atau meniup hidung terlalu keras karena dapat memicu perdarahan ulang.
Biarkan anak duduk santai selama beberapa waktu. Ini adalah bagian penting dari cara mengatasi mimisan pada anak agar kondisi benar-benar pulih dan tidak kambuh dalam waktu dekat.
6. Menjaga Kuku Anak Tetap Pendek
Kuku yang panjang dapat meningkatkan risiko luka pada bagian dalam hidung saat anak tidak sengaja menggaruk atau mengorek. Hal sederhana seperti memotong kuku anak secara rutin ternyata berperan dalam mencegah mimisan.
Dengan kuku yang pendek dan bersih, risiko cedera pada hidung dapat diminimalkan. Ini menjadi langkah pencegahan sederhana namun efektif dalam cara mengatasi mimisan pada anak secara jangka panjang.
Kapan Perlu ke Dokter?
Meskipun sebagian besar mimisan tidak berbahaya, ada beberapa kondisi yang memerlukan pemeriksaan medis. Segera bawa anak ke dokter jika mimisan berlangsung lebih dari 20 menit, terjadi sangat sering, atau disertai gejala lain seperti pusing dan lemas.
Selain itu, jika mimisan terjadi setelah cedera kepala atau kecelakaan, atau darah yang keluar sangat banyak, pemeriksaan lebih lanjut sangat diperlukan. Penanganan medis akan membantu memastikan tidak ada kondisi serius yang mendasarinya.
Menghadapi kondisi seperti mimisan pada anak memang membutuhkan kesiapan dan pengetahuan yang tepat. Supaya Mama tidak panik saat situasi serupa terjadi, yuk lengkapi informasi kesehatan keluarga dengan download aplikasi Hallobumil.
Di sana tersedia berbagai panduan praktis yang bisa membantu Mama mengambil langkah cepat dan tepat.
Selain memahami cara mengatasi mimisan pada anak, Mama juga bisa memperluas wawasan dengan mengikuti berbagai event edukatif dari Hallobumil.
Kegiatannya dikemas menarik dan informatif, sehingga Mama bisa belajar langsung dari para ahli sekaligus berbagi pengalaman dengan orang tua lainnya. Menjadi orang tua bukan berarti harus mencari semua jawaban sendirian.
Mama bisa mulai dengan bergabung ke komunitas Hallobumil di WhatsApp, tempat di mana banyak orang tua saling berbagi tips, termasuk pengalaman menghadapi mimisan pada anak dengan cara yang tepat dan aman.





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
