Kenapa Anak Sering Mimisan? Ini Penyebabnya
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j9TkVL1X0JYgT_vX-yc4-/original/ziq7nh04o5bcapdsqexmd6ox4blu5kk6.png)
Mimisan pada anak sering kali membuat orang tua khawatir, terutama jika terjadi secara tiba-tiba. Padahal, penyebab mimisan pada anak umumnya disebabkan oleh hal-hal sederhana seperti kebiasaan sehari-hari atau faktor lingkungan.
Dengan memahami apa penyebab mimisan anak dan kenapa anak bisa mimisan, orang tua bisa lebih tenang sekaligus tahu langkah pencegahan yang tepat. Berikut ini penyebab anak mimisan yang paling umum:
1. Kebiasaan Mengorek Hidung (Mengupil)
Kebiasaan mengupil menjadi penyebab mimisan pada anak yang paling sering terjadi. Kuku anak dapat melukai bagian dalam hidung yang sangat sensitif. Luka kecil tersebut bisa menyebabkan pembuluh darah pecah dan menimbulkan mimisan, terutama jika dilakukan berulang.
Artikel lainnya: Cara Membersihkan Hidung Bayi dengan Air Garam
2. Udara Kering dan Dingin
Udara yang kering dapat membuat lapisan dalam hidung kehilangan kelembapannya. Kondisi ini membuat dinding hidung menjadi lebih mudah pecah. Hal ini sering terjadi saat anak berada di ruangan ber-AC atau saat cuaca dingin, sehingga meningkatkan risiko mimisan.
3. Infeksi Saluran Pernapasan Atas
Infeksi seperti flu atau pilek dapat menyebabkan iritasi pada hidung anak. Kondisi ini membuat hidung menjadi lebih sensitif dan mudah berdarah. Selain itu, kebiasaan meniup hidung terlalu keras juga dapat memicu pecahnya pembuluh darah kecil di dalam hidung.
Artikel lainnya: Jenis Batuk pada Anak, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
4. Trauma atau Benturan pada Hidung
Benturan saat bermain atau terjatuh bisa menyebabkan cedera pada hidung. Ini termasuk salah satu penyebab mimisan pada anak kecil yang cukup sering terjadi. Ketika hidung terbentur, pembuluh darah di dalamnya bisa pecah dan menyebabkan darah keluar secara tiba-tiba.
5. Alergi
Alergi pada anak dapat menyebabkan hidung terasa gatal dan tidak nyaman. Akibatnya, anak sering menggosok atau menyentuh hidungnya. Kebiasaan ini dapat memicu iritasi hingga akhirnya menyebabkan mimisan, terutama jika terjadi berulang.
Artikel lainnya: Alergi Makanan pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
6. Penggunaan Obat Semprot Hidung
Obat semprot hidung yang digunakan dalam jangka panjang bisa membuat lapisan hidung menjadi kering. Hal ini membuat jaringan di dalam hidung lebih rentan terluka. Akibatnya, pembuluh darah lebih mudah pecah dan menyebabkan mimisan pada anak.
7. Kelainan Pembuluh Darah
Beberapa anak memiliki pembuluh darah di hidung yang lebih rapuh dari biasanya. Kondisi ini bisa menjadi penyebab mimisan pada anak yang terjadi berulang. Jika mimisan sering terjadi tanpa sebab jelas, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
8. Gangguan Pembekuan Darah
Gangguan pembekuan darah seperti hemofilia dapat menyebabkan mimisan yang sulit berhenti. Kondisi ini tergolong serius dan memerlukan penanganan medis. Biasanya, mimisan disertai gejala lain seperti mudah memar atau perdarahan berkepanjangan.
Artikel lainnya: Penyakit Umum pada Anak dan Cara Mengatasinya
9. Kebiasaan Menggosok Hidung Terlalu Keras
Menggosok hidung terlalu keras dapat melukai jaringan halus di dalamnya. Ini sering terjadi saat anak merasa gatal atau tidak nyaman. Luka kecil yang terjadi bisa memicu pecahnya pembuluh darah dan menyebabkan mimisan.
10. Tumor atau Polip (Kasus Jarang)
Dalam kasus yang jarang terjadi, mimisan bisa disebabkan oleh adanya polip atau tumor di hidung. Kondisi ini biasanya disertai gejala lain. Gejala tersebut seperti hidung tersumbat terus-menerus atau perdarahan yang sering terjadi tanpa sebab jelas.
Agar Mama lebih siap menghadapi berbagai kondisi kesehatan si kecil, Mama bisa mulai dengan download aplikasi Hallobumil. Informasi kesehatan anak tersedia lengkap dan praktis untuk membantu mengambil keputusan dengan lebih percaya diri.
Selain itu, juga bisa bergabung ke komunitas WhatsApp Hallobumil. Di sana, Mama bisa berbagi cerita dan mendapatkan insight dari orang tua lain yang mungkin pernah mengalami hal serupa.
Menariknya lagi, Mama juga bisa ikut berbagai event Hallobumil yang menghadirkan edukasi langsung dari para ahli. Ini jadi kesempatan bagus untuk memperdalam pengetahuan seputar kesehatan Mama dan anak.





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
