Anak Mimisan, Boleh Mandi atau Tidak?
:strip_icc():format(webp)/hb-article/kd1tmEJCHGQN1eZYKcvp8/original/tmenx3v0svkmrh7fyw54puhkx59dj3sr.png)
Saat anak mengalami mimisan, fokus utama biasanya adalah menghentikan perdarahan agar kondisi cepat stabil. Namun setelah itu, sering muncul pertanyaan lanjutan seperti apakah anak mimisan boleh mandi?
Kekhawatiran ini wajar, karena orang tua tentu ingin memastikan aktivitas sehari-hari tidak memperparah kondisi anak. Pada dasarnya, anak mimisan boleh mandi, tetapi tidak boleh dilakukan sembarangan. Yuk, cari tahu selengkapnya hubungan antara mimisan dengan mandi lewat ulasan berikut ini.
Artikel lainnya: Kenapa Anak Sering Mimisan? Ini Penyebabnya
Mitos Tidak Boleh Mandi Setelah Mimisan
Masih banyak Mama dan Papa yang percaya bahwa anak tidak boleh mandi setelah mimisan. Padahal, anggapan ini hanyalah mitos.
Secara medis, anak mimisan boleh mandi selama perdarahan sudah berhenti dan kondisi anak sudah stabil. Kebingungan seperti apakah anak yang mimisan boleh mandi sering muncul karena kurangnya informasi yang tepat.
Mitos ini biasanya muncul karena kekhawatiran bahwa mandi, terutama dengan air hangat bisa memperlancar aliran darah sehingga mimisan kambuh lagi.
Kekhawatiran tersebut tidak sepenuhnya salah, tetapi bukan berarti mandi harus dihindari total. Yang perlu diperhatikan adalah cara dan waktunya, bukan aktivitas mandinya itu sendiri.
Aturan Mandi setelah Anak Mimisan
Setelah mimisan berhenti, anak tetap boleh mandi. Namun, ada beberapa aturan yang perlu Mama perhatikan agar tidak memicu mimisan kembali, berikut di antaranya:
1. Tunggu hingga perdarahan benar-benar berhenti
Sebelum memutuskan untuk mandi, pastikan mimisan sudah berhenti sepenuhnya. Idealnya, tunggu sekitar 30–60 menit setelah darah berhenti mengalir untuk memastikan pembuluh darah di hidung sudah lebih stabil.
Jika mandi dilakukan saat perdarahan belum benar-benar berhenti, perubahan tekanan atau gerakan bisa memicu mimisan kembali.
Artikel lainnya: Cara Mengatasi Mimisan pada Anak dengan Aman
2. Gunakan air suhu normal (tidak terlalu panas)
Air yang terlalu panas dapat melebarkan pembuluh darah, termasuk di area hidung. Hal ini berisiko membuat mimisan kambuh kembali. Oleh karena itu, gunakan air dengan suhu normal atau sedikit hangat.
Mandi dengan air dingin atau terlalu panas sama-sama tidak dianjurkan karena bisa membuat tubuh anak tidak nyaman.
3. Hindari menggosok wajah terlalu keras
Saat mandi, ingatkan anak untuk tidak menggosok wajah atau hidung terlalu kuat. Tekanan berlebih pada hidung bisa merusak pembuluh darah yang baru saja berhenti berdarah. Orang tua juga sebaiknya membantu anak saat membersihkan wajah untuk memastikan dilakukan dengan lembut.
4. Jaga posisi kepala tetap tegak
Selama mandi, usahakan posisi kepala anak tetap tegak dan tidak terlalu mendongak atau menunduk terlalu lama. Posisi kepala yang tidak stabil dapat memengaruhi aliran darah ke area hidung. Posisi yang baik membantu menjaga tekanan darah tetap normal di area pembuluh hidung.
5. Hindari aktivitas berat setelah mandi
Setelah mandi, sebaiknya anak tidak langsung berlari, melompat, atau melakukan aktivitas berat. Tubuh masih dalam kondisi pemulihan setelah mimisan, sehingga perlu waktu untuk benar-benar stabil. Biarkan anak beristirahat terlebih dahulu agar risiko mimisan ulang bisa diminimalkan.
Artikel lainnya: Cara Membersihkan Hidung Bayi dengan Air Garam
Bagaimana Jika Anak Mimisan Lagi setelah Mandi?
Meskipun sudah berhati-hati, ada kemungkinan mimisan kembali terjadi setelah mandi. Hal ini bisa disebabkan oleh pembuluh darah yang masih sensitif atau faktor lain seperti udara kering.
Jika anak kembali mimisan, orang tua tidak perlu panik. Mama bisa dudukkan anak dengan posisi tegak dan condongkan sedikit ke depan. Hindari posisi berbaring karena darah bisa masuk ke tenggorokan.
Selanjutnya, tekan bagian lunak hidung selama 10–15 menit tanpa dilepas. Ketiga, kompres dingin di area hidung atau pipi untuk membantu menghentikan perdarahan.
Apabila mimisan terjadi berulang kali setelah mandi atau berlangsung lebih dari 20 menit, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Hal ini bisa menjadi tanda adanya kondisi tertentu seperti iritasi, infeksi, atau gangguan pembekuan darah.
Supaya Mama ingin lebih siap menghadapi kondisi seperti mimisan pada anak, coba mulai dengan mengikuti berbagai event edukatif dari Hallobumil yang menghadirkan para ahli.
Dari sana, Mama bisa mendapatkan penjelasan langsung sekaligus tips praktis yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak kalah penting, Mama juga bisa bergabung ke komunitas Hallobumil di WhatsApp untuk berbagi pengalaman dan mendapatkan dukungan dari sesama orang tua yang mungkin pernah mengalami situasi serupa. Yuk, langsung unduh aplikasi Hallobumil sekarang juga!





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
