Kenapa Rambut Mama Rontok setelah Persalinan? Ini Penyebabnya
:strip_icc():format(webp)/hb-article/-u9hrT23jdeIhAtZUuReW/original/i0ka0xcmynclspz8vc90vdjl7z1ndole.png)
Melihat gumpalan rambut di sisir atau lantai rumah setelah melahirkan tentu bisa membuat Mama merasa khawatir. Lantas, apa penyebab rambut rontok setelah melahirkandan apakah ini normal?
Ternyata, ini merupakan hal yang wajar dialami oleh banyak ibu baru dan biasanya bersifat sementara. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini agar Mama bisa lebih tenang menghadapinya dan tahu kenapa rambut rontok setelah melahirkan.
1. Perubahan Hormon Estrogen
Penyebab rambut rontok berlebihan setelah melahirkan yang pertama adalah fluktuasi hormon yang drastis. Saat hamil, kadar hormon estrogen dalam tubuh Mama meningkat tinggi.
Estrogen membuat rambut tetap berada dalam fase pertumbuhan lebih lama, sehingga rambut Mama tampak lebih tebal dan jarang rontok saat hamil. Setelah persalinan, kadar estrogen akan menurun kembali ke tingkat normal.
Rambut yang sebelumnya tetap berada di fase pertumbuhan selama 9 bulan akan memasuki fase istirahat secara bersamaan dan rontok dalam jumlah lebih banyak. Kondisi ini biasanya akan berlangsung selama beberapa bulan setelah melahirkan.
Gunakan sampo yang memberikan efek volumizing agar rambut tidak terlihat lepek dan tipis. Selain itu, hindari menyisir rambut saat masih basah karena akar rambut sedang dalam kondisi yang sangat rapuh.
Artikel lainnya: Perubahan Hormon Setelah Melahirkan, Waspadai Dampaknya
2. Kekurangan Nutrisi Tertentu
Selama masa pemulihan dan menyusui, tubuh Mama membutuhkan nutrisi dua kali lipat lebih banyak. Jika asupan vitamin dan mineral harian tidak terpenuhi, tubuh akan mengutamakan nutrisi untuk organ vital dan produksi ASI.
Jatah nutrisi untuk kesehatan folikel rambut akan terabaikan atau berkurang. Ini bisa menjadi penyebab rambut rontok setelah melahirkan.
Beberapa zat gizi yang sangat berpengaruh terhadap kekuatan akar rambut antara lain zat besi, protein, zink, dan biotin. Jadi, pastikan Mama memenuhi asupan nutrisi harian dengan mengonsumsi sayuran hijau, daging merah tanpa lemak, dan kacang-kacangan.
Artikel lainnya: 9 Cemilan untuk Ibu Setelah Melahirkan, Enak & Bergizi
3. Stres Fisik dan Kelelahan
Mama merasa sudah memenuhi nutrisi harian, tapi rontok tetap berlanjut. Apa penyebab rambut rontok setelah melahirkan selain perubahan hormon dan kekurangan nutrisi?
Kurang tidur, kelelahan fisik, hingga tekanan mental saat beradaptasi dengan peran baru sebagai orang tua dapat memicu kondisi yang disebut telogen effluvium. Ini adalah kondisi di mana stres mendorong rambut masuk ke fase rontok lebih cepat dari seharusnya.
Mintalah bantuan pasangan atau keluarga untuk bergantian menjaga si Kecil agar Mama memiliki waktu untuk beristirahat sejenak.
Selain itu, Mama bisa melakukan pijatan ringan pada kulit kepala saat keramas untuk melancarkan sirkulasi darah ke folikel rambut, yang dapat membantu mengurangi kerontokan.
4. Masalah pada Kelenjar Tiroid
Meski lebih jarang terjadi, perubahan hormon pasca persalinan terkadang bisa memengaruhi kinerja kelenjar tiroid. Baik tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme) maupun kurang aktif (hipotiroidisme) sama-sama dapat menyebabkan rambut rontok yang cukup parah.
Jika kerontokan disertai gejala lain seperti jantung berdebar atau rasa lelah yang sangat ekstrem, ada baiknya Mama berkonsultasi dengan dokter. Pemeriksaan sederhana dapat membantu memastikan apakah kadar tiroid Mama normal atau membutuhkan penanganan medis tertentu.
Artikel lainnya: Gangguan Psikologis setelah Melahirkan, Waspadai Tandanya
5. Penataan Rambut
Mengikat rambut terlalu kencang (seperti model ponytail) atau sering menggunakan alat pemanas rambut seperti hair dryer dan catokan dapat menarik akar rambut dengan paksa.
Akibatnya, rambut yang memang sudah rapuh akibat hormon akan lebih mudah lepas dan menjadi penyebab rambut rontok setelah melahirkan.
Jika memungkinkan, Mama bisa mencoba potongan rambut yang lebih pendek atau mengikatnya dengan longgar menggunakan ikat rambut berbahan kain yang lembut.
Selain lebih praktis saat merawat bayi, potongan pendek juga membantu mengurangi beban pada akar rambut dan membuat volume rambut tampak lebih tebal. Penyebab rambut rontok setelah melahirkanbukanlah sesuatu yang sangat membahayakan dan ini hanyalah fase sementara.
Biasanya, rambut Mama akan kembali tumbuh normal saat si Kecil merayakan ulang tahun pertamanya. Jadi, tetaplah bahagia dan berikan nutrisi terbaik untuk diri sendiri.
Mau berdiskusi dengan sesama Mama atau bertanya langsung pada dokter mengenai kesehatan pasca persalinan? Yuk, gabung Komunitas Hallobumil untuk bertanya, share pengalaman, dan mendapatkan dukungan dari sesama Mama.
Jangan lupa juga untuk segera download aplikasi Hallobumil agar Mama bisa memantau tumbuh kembang si Kecil dengan lebih praktis.
Selain dapat berbagai panduan kesehatan yang lengkap dan terpercaya, Mama juga bisa bertukar cerita, dapat berbagai tips bermanfaat, hingga ikut event Hallobumil yang seru bersama ribuan Mama lainnya!





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
