loading

Radang Tenggorokan pada Anak: Ciri, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Radang tenggorokan (faringitis) dapat mengganggu kenyamanan dan asupan nutrisi anak akibat nyeri saat menelan. Pahami penjelasan medis mengenai gejala, penyebab, serta langkah penanganan yang aman.
radang-tenggorokan-pada-anak-ciri-penyebab-dan-cara-mengobatinya

Radang tenggorokan pada anak merupakan salah satu keluhan yang sering dialami, terutama saat musim pancaroba atau ketika daya tahan tubuh menurun. Kondisi ini dapat menyebabkan tenggorokan terasa nyeri, sulit menelan, hingga membuat anak kehilangan nafsu makan.

Meski sebagian besar kasus disebabkan oleh infeksi virus dan dapat membaik dengan perawatan di rumah, beberapa kondisi juga bisa disebabkan oleh bakteri sehingga membutuhkan penanganan medis.

Oleh karena itu, penting bagi Mama untuk mengenali gejala, penyebab, serta cara mengobati radang tenggorokan pada anak agar Si Kecil dapat pulih lebih cepat.

Artikel lainnya: Penyakit Umum pada Anak dan Cara Mengatasinya

Apa itu Radang Tenggorokan pada Anak?

Radang tenggorokan pada anak adalah peradangan pada bagian belakang tenggorokan (faring) yang menimbulkan rasa sakit, gatal, atau tidak nyaman saat menelan. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai faringitis.

Penyakit ini dapat menyerang anak dari berbagai usia, terutama balita dan anak usia sekolah yang lebih sering berinteraksi dengan teman sebaya sehingga lebih mudah terpapar virus atau bakteri penyebab infeksi.

Lantas, radang tenggorokan pada anak apakah berbahaya? Sebagian besar tidak berbahaya jika disebabkan oleh virus, tetapi tetap perlu dipantau agar tidak berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius.

Radang tenggorokan juga bisa muncul bersamaan dengan flu, pilek, batuk, atau demam. Bila penyebabnya adalah bakteri, seperti Streptococcus pyogenes, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik setelah melakukan pemeriksaan.

Mengingat penyebabnya beragam, penanganan radang tenggorokan pada anak sebaiknya disesuaikan dengan kondisi yang dialami Si Kecil dan tidak selalu memerlukan antibiotik.

Ciri-ciri Radang Tenggorokan pada Anak

Ciri radang tenggorokan anak dapat berbeda-beda tergantung penyebabnya. Namun, gejala yang paling sering muncul adalah nyeri saat menelan, tenggorokan tampak merah, anak menjadi lebih rewel, suara serak, serta nafsu makan menurun karena rasa sakit ketika makan atau minum.

Pada beberapa anak, kondisi ini juga disertai batuk pada anak, pilek, bersin, atau demam ringan apabila disebabkan oleh infeksi virus.Apabila radang tenggorokan disebabkan oleh bakteri, gejalanya biasanya muncul lebih mendadak.

Anak dapat mengalami demam tinggi, pembengkakan kelenjar getah bening di leher, muncul bercak putih pada amandel, sakit kepala, hingga mual atau muntah.

Mama sebaiknya memperhatikan perubahan kondisi Si Kecil karena gejala tersebut dapat menjadi petunjuk bagi dokter dalam menentukan penyebab radang tenggorokan pada anak dan terapi yang tepat.

Artikel lainnya: Hidung Tersumbat pada Bayi: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Apa Penyebab Radang Tenggorokan pada Anak?

Penyebab radang tenggorokan pada anak yang paling sering adalah infeksi virus, seperti virus influenza, rhinovirus, adenovirus, maupun virus penyebab flu biasa.

Ketika virus menginfeksi saluran pernapasan atas, jaringan tenggorokan akan mengalami peradangan sehingga menimbulkan rasa nyeri, gatal, dan tidak nyaman saat menelan.

Selain virus, radang tenggorokan juga dapat dipicu oleh alergi, udara yang terlalu kering, polusi, atau paparan asap rokok yang mengiritasi saluran napas anak.

Oleh karena itu, menjaga kebersihan lingkungan dan menghindarkan Si Kecil dari asap rokok menjadi salah satu langkah pencegahan yang penting.

Selain virus, penyebab radang tenggorokan pada anak juga bisa berasal dari infeksi bakteri, terutama Streptococcus pyogenes yang menyebabkan radang tenggorokan streptokokus (strep throat).

Meski jumlah kasusnya lebih sedikit dibanding infeksi virus, kondisi ini memerlukan pengobatan dengan antibiotik sesuai resep dokter untuk mencegah komplikasi, seperti demam rematik atau gangguan ginjal.

Mengingat gejalanya sering kali mirip, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik atau tes usap tenggorokan bila dicurigai terdapat infeksi bakteri.

Artikel lainnya: Si Kecil Terkena Campak? Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Apakah Radang Tenggorokan pada Anak Bisa Menular?

Pertanyaan yang sering muncul adalah, radang tenggorokan pada anak apakah menular? Jawabannya adalah ya, terutama jika penyebabnya berupa infeksi virus atau bakteri. 

Penularan dapat terjadi melalui percikan air liur saat anak batuk, bersin, berbicara, maupun melalui tangan atau benda yang telah terkontaminasi.

Itulah sebabnya penyakit ini lebih mudah menyebar di sekolah, tempat penitipan anak, atau lingkungan rumah apabila kebersihan tidak dijaga dengan baik.

Untuk mengurangi risiko penularan, biasakan Si Kecil mencuci tangan menggunakan sabun, menutup mulut saat batuk atau bersin, tidak berbagi alat makan dan minum, serta menggunakan tisu saat membersihkan hidung. 

Jika anak mengalami demam atau kondisi tubuh masih lemah, sebaiknya ia beristirahat di rumah terlebih dahulu hingga kondisinya membaik agar tidak menularkan infeksi kepada orang lain.

banner

Artikel lainnya: Tips Mengajarkan Etika Batuk Sejak Dini yang Benar pada Anak

Pantangan Radang Tenggorokan pada Anak

Selama masa pemulihan, ada beberapa pantangan radang tenggorokan pada anak yang sebaiknya diperhatikan. Hindari memberikan makanan yang terlalu panas, terlalu dingin, pedas, asam, atau bertekstur keras karena dapat memperparah iritasi pada tenggorokan.

Keripik, gorengan, makanan berbumbu tajam, serta minuman bersoda juga sebaiknya dibatasi sampai keluhan mereda agar proses penyembuhan berjalan lebih optimal.

Selain makanan, Mama juga sebaiknya menjauhkan anak dari asap rokok, debu, maupun polusi udara karena dapat memperburuk peradangan.

Sebaliknya, berikan makanan yang lembut seperti bubur, sup hangat, kentang tumbuk, yogurt, atau buah yang mudah ditelan agar kebutuhan nutrisi dan cairan Si Kecil tetap terpenuhi selama masa penyembuhan.

Artikel lainnya: Daftar Obat Batuk untuk Anak di Apotek

Obat Apa yang Tepat untuk Radang Tenggorokan Anak?

Pemilihan obat radang tenggorokan pada anak harus disesuaikan dengan penyebabnya. Jika radang tenggorokan disebabkan oleh infeksi virus, pengobatan umumnya berfokus pada meredakan gejala, misalnya dengan memberikan obat penurun demam atau pereda nyeri yang mengandung paracetamol atau ibuprofen sesuai usia dan dosis yang dianjurkan dokter.

Selain itu, pastikan Si Kecil cukup minum agar tenggorokannya tetap lembap dan tubuhnya tidak mengalami dehidrasi. Penggunaan antibiotik tidak dianjurkan pada radang tenggorokan akibat virus karena tidak akan mempercepat proses penyembuhan.

Apabila pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa radang tenggorokan disebabkan oleh infeksi bakteri, antibiotik mungkin akan diresepkan dan harus dihabiskan sesuai aturan meskipun gejala sudah membaik.

Mengonsumsi antibiotik tanpa resep atau menghentikannya sebelum waktunya dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik dan kekambuhan infeksi.

Oleh karena itu, cara mengobati radang tenggorokan pada anak yang paling tepat adalah mengikuti anjuran dokter serta tidak memberikan obat secara sembarangan.

Artikel lainnya: Cara Mengatasi Demam pada Anak Secara Aman dan Efektif

Bahan Alami untuk Redakan Radang Tenggorokan Anak di Rumah

Selain obat, beberapa cara sederhana di rumah juga dapat membantu meredakan keluhan. Mama dapat memberikan air putih hangat lebih sering agar tenggorokan tetap lembap dan membantu mengurangi rasa nyeri saat menelan.

Untuk anak yang sudah berusia lebih dari 1 tahun, madu juga dapat diberikan dalam jumlah yang sesuai karena diketahui membantu meredakan iritasi tenggorokan sekaligus mengurangi batuk.

Namun, madu tidak boleh diberikan kepada bayi di bawah usia 1 tahun karena berisiko menyebabkan botulisme.

Cara lain yang dapat dilakukan adalah menyajikan makanan bertekstur lembut, seperti bubur, sup hangat, atau kentang tumbuk agar lebih mudah ditelan.

Jika anak sudah cukup besar dan mampu berkumur dengan baik, berkumur menggunakan air garam hangat juga dapat membantu mengurangi pembengkakan dan rasa tidak nyaman di tenggorokan.

Meski demikian, bila keluhan tidak membaik dalam beberapa hari atau justru semakin berat, Mama sebaiknya segera memeriksakan Si Kecil ke dokter.

Artikel lainnya: Ini Cara Merawat Anak Saat Sakit, Agar Si Kecil Cepat Sembuh

Kapan Mama Harus Membawa Anak ke Dokter?

Sebagian besar radang tenggorokan pada anak dapat membaik dalam waktu sekitar 5–7 hari dengan istirahat yang cukup dan perawatan di rumah.

Namun, Mama perlu segera membawa Si Kecil ke dokter apabila ia mengalami demam tinggi yang tidak kunjung turun, kesulitan menelan hingga tidak mau makan atau minum, tampak sesak napas, mengeluarkan air liur terus-menerus karena sulit menelan, atau tenggorokannya terasa sangat nyeri. Kondisi tersebut dapat menandakan infeksi yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Mama juga perlu waspada jika muncul ruam pada kulit, pembengkakan leher yang semakin besar, suara menjadi sangat serak, atau gejala berlangsung lebih dari satu minggu tanpa menunjukkan perbaikan.

Pemeriksaan sejak dini dapat membantu dokter menentukan penyebab radang tenggorokan pada anak dan memberikan pengobatan yang sesuai sehingga risiko komplikasi dapat diminimalkan.

Jangan ragu mencari pertolongan medis apabila kondisi Si Kecil tampak memburuk atau membuatnya sulit beraktivitas seperti biasa.

Masih punya pertanyaan seputar kesehatan Si Kecil atau ingin berkonsultasi dengan lebih praktis? Download aplikasi HalloBumil dan daftarkan diri Mama untuk mendapatkan berbagai informasi kesehatan Mama dan anak.

Setiap anak memiliki kondisi kesehatan yang berbeda. Agar tidak bingung saat menghadapi berbagai keluhan pada Si Kecil, yuk bergabung dengan Komunitas WhatsApp HalloBumil. Mama bisa berbagi pengalaman, mendapatkan tips bermanfaat, dan mengikuti diskusi bersama sesama orang tua.

Jangan lewatkan juga berbagai event HalloBumil yang menghadirkan webinar, kelas edukasi, hingga sesi interaktif yang dapat membantu Mama semakin percaya diri dalam merawat keluarga.

Pertanyaan Populer

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image