:strip_icc():format(webp)/hb-article/FN0eC16Vkf6sGkSD2_ibp/original/by2xu8f1csm8h8q1ueknoekf2udaubmb.png)
Saat mengganti popok, Mama mungkin sudah menyiapkan popok bersih, tisu atau kapas, pakaian ganti, dan krim pelindung kulit. Namun, ada satu perlengkapan sederhana yang juga tidak kalah penting, yaitu perlak bayi.
Perlak digunakan sebagai alas untuk membantu melindungi kasur, tempat tidur, atau permukaan lain dari urine, feses, maupun cairan saat Si Kecil sedang berganti popok. Permukaan untuk mengganti popok juga perlu mudah dibersihkan agar kebersihan tetap terjaga.
Perlak bayi tersedia dalam berbagai bahan, ukuran, dan desain. Ada yang berbentuk lembaran sederhana, ada pula yang dilengkapi lapisan kain, permukaan tahan air, hingga desain yang mudah dilipat untuk dibawa bepergian.
Mama tidak harus memilih yang paling mahal, tetapi sebaiknya mempertimbangkan keamanan, kemudahan dibersihkan, kenyamanan, serta kesesuaiannya dengan tempat dan kebutuhan Si Kecil.
Artikel lainnya: Tips Cerdik Memilih Perlengkapan Bayi Baru Lahir
Apa Fungsi Perlak untuk Si Kecil?
Perlak pada dasarnya berfungsi sebagai alas pelindung ketika bayi berbaring, terutama saat mengganti popok. Alas yang mudah dibersihkan dapat membantu mencegah cairan dari popok atau tubuh bayi mengenai kasur dan permukaan di bawahnya.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) juga menganjurkan agar permukaan tempat mengganti popok dibersihkan setelah terkena kotoran atau cairan dari popok.
Selain menjaga permukaan tetap bersih, penggunaan perlak juga dapat membuat rutinitas mengganti popok menjadi lebih praktis.
Mama cukup membersihkan atau mengganti alas jika terkena kotoran, tanpa harus langsung mencuci seluruh kasur atau seprai. Berikut beberapa fungsi perlak bayi yang perlu Mama ketahui:
- Melindungi kasur dan seprai dari urine, feses, atau cairan lainnya.
- Menjadi alas saat mengganti popok, sehingga area ganti popok lebih mudah dibersihkan.
- Membantu menjaga kebersihan permukaan tempat Si Kecil berbaring.
- Praktis untuk dibawa bepergian, terutama jika memilih model yang bisa dilipat.
- Mengurangi frekuensi mencuci kasur atau seprai akibat terkena cairan saat mengganti popok.
- Membantu membuat area ganti popok lebih terorganisir, terutama jika perlak ditempatkan di area khusus untuk mengganti popok.
Namun, perlak bukan pengganti pengawasan orang dewasa. Saat mengganti popok, Mama tetap perlu selalu berada dekat dengan Si Kecil. Bayi yang mulai aktif bergerak dapat berguling atau bergeser secara tiba-tiba.
Artikel lainnya: Timbangan untuk Si Kecil: Cara Memilih dan Menimbang di Rumah
Jenis Perlak Berdasarkan Bahan dan Cara Pakai
Di pasaran, kain perlak bayi dapat ditemukan dalam berbagai bahan dan model. Pemilihannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan Mama, misalnya untuk penggunaan di rumah, bepergian, atau sebagai alas tambahan di atas kasur.
Yang terpenting, permukaannya mudah dibersihkan dan tidak membuat Si Kecil merasa tidak nyaman saat berbaring. Berikut beberapa jenis kain perlak yang bisa Mama pertimbangkan:
Perlak berlapis plastik atau PVC
Perlak jenis ini biasanya memiliki permukaan yang tahan air sehingga cairan tidak mudah meresap ke lapisan bawah. Karakter tersebut membuatnya relatif mudah dilap setelah digunakan.
Model ini cocok digunakan sebagai alas saat mengganti popok karena tumpahan urine atau kotoran dapat segera dibersihkan. Namun, Mama perlu memperhatikan teksturnya.
Jika permukaan terlalu licin atau terasa panas, sebaiknya gunakan lapisan kain atau pilih produk yang memang dirancang nyaman untuk kulit bayi.
Perlak berlapis kain
Kain perlak bayi dengan lapisan kain biasanya terasa lebih lembut dibandingkan permukaan plastik langsung. Beberapa produk memiliki bagian bawah yang tahan air, sementara bagian atasnya menggunakan bahan kain.
Jenis ini dapat menjadi pilihan untuk penggunaan sehari-hari karena terasa lebih nyaman ketika bersentuhan dengan tubuh bayi. Namun, jika terkena urine atau feses, bagian yang kotor harus segera dibersihkan sesuai petunjuk perawatan produk.
Perlak sekali pakai
Perlak sekali pakai dapat menjadi pilihan praktis ketika Mama bepergian atau berada di tempat yang tidak memungkinkan untuk langsung mencuci alas. Setelah digunakan, perlak dapat dibuang sesuai aturan pembuangan sampah setempat.
Meski praktis, jenis ini sebaiknya digunakan sesuai kebutuhan. Untuk penggunaan sehari-hari di rumah, perlak yang bisa dicuci dapat menjadi alternatif yang lebih praktis untuk penggunaan berulang.
Perlak portabel
Perlak portabel biasanya memiliki ukuran yang lebih ringkas dan dapat dilipat. Model ini berguna saat Mama perlu mengganti popok Si Kecil ketika berada di luar rumah.
Apa pun jenisnya, perlak sebaiknya ditempatkan pada permukaan yang aman dan tidak digunakan sebagai alasan untuk meninggalkan bayi sendirian. National Health Service (NHS) menyarankan agar bayi selalu diawasi ketika berada di tempat ganti popok dan tidak ditinggalkan meskipun hanya sebentar.
Artikel lainnya: Cara Memilih Teether untuk Si Kecil dan Merawatnya dengan Aman
Cara Memilih Ukuran dan Lapisan Tahan Air
Memilih ukuran perlak bayi sebaiknya tidak hanya berdasarkan ukuran kasur. Pertimbangkan juga area yang benar-benar dibutuhkan untuk mengganti popok.
Perlak yang terlalu kecil mungkin tidak cukup melindungi permukaan dari kebocoran, sedangkan perlak yang terlalu besar bisa lebih sulit dilipat atau dibawa bepergian.
Beberapa hal berikut bisa menjadi pertimbangan Mama:
- Sesuaikan dengan tempat penggunaan. Untuk kasur bayi, pilih ukuran yang dapat melindungi area yang sering terkena cairan tanpa mengganggu posisi tidur.
- Untuk mengganti popok, pilih ukuran yang cukup luas. Pastikan tubuh bayi dapat berada di atas alas dengan nyaman dan sebagian area di sekitarnya tetap terlindungi.
- Pertimbangkan perlak portabel. Jika sering bepergian, model yang bisa dilipat akan lebih praktis.
- Pilih lapisan tahan air. Lapisan ini membantu mencegah cairan menembus permukaan bawah perlak.
- Periksa kualitas lapisan. Pastikan tidak mudah mengelupas, retak, atau rusak setelah digunakan dan dibersihkan berulang kali.
- Pertimbangkan permukaan yang nyaman. Perlak tidak harus terasa sangat lembut, tetapi sebaiknya tidak memiliki permukaan yang kasar atau bagian yang dapat mengganggu kulit bayi.
Istilah perlak bayi anti air sering digunakan untuk produk yang memiliki lapisan waterproof. Fitur tersebut memang membantu melindungi permukaan di bawahnya, tetapi bukan berarti perlak tidak perlu dibersihkan jika terkena kotoran.
Permukaan tempat mengganti popok tetap perlu dibersihkan setiap kali terkena urine, feses, atau cairan lainnya.
Mama juga mungkin menemukan berbagai harga perlak bayi di pasaran. Harganya dapat berbeda berdasarkan ukuran, bahan, jumlah lapisan, desain, dan apakah produk dapat digunakan kembali atau sekali pakai. Jadi, jangan hanya melihat harga, ya, Ma.
Perhatikan pula apakah produk mudah dibersihkan, ukurannya sesuai kebutuhan, dan kondisinya tetap baik setelah digunakan berulang kali.
Artikel lainnya: Cara Merawat Kulit Bayi Agar Selalu Halus dan Sehat
Cara Menggunakan Perlak Saat Ganti Popok
Sebelum mengganti popok, sebaiknya Mama menyiapkan semua perlengkapan dalam jangkauan tangan. Dengan begitu, Mama tidak perlu meninggalkan Si Kecil untuk mengambil popok, tisu, pakaian, atau perlengkapan lainnya
CDC juga menekankan pentingnya menjaga satu tangan tetap berada pada anak untuk keselamatan selama proses mengganti popok.
Berikut langkah yang dapat Mama lakukan:
- Letakkan perlak di permukaan yang rata dan aman.
- Pastikan perlak dalam kondisi bersih dan kering sebelum digunakan.
- Letakkan Si Kecil di atas perlak dan tetap awasi selama proses mengganti popok.
- Siapkan popok bersih, tisu atau kapas, pakaian, serta perlengkapan lain di dekat Mama.
- Bersihkan area popok dengan lembut. Untuk bayi perempuan, bersihkan dari arah depan ke belakang untuk membantu mengurangi risiko penyebaran kuman dari area anus ke vagina.
- Setelah selesai, pakaikan popok bersih dan pakaian.
- Bersihkan perlak jika terkena urine, feses, atau cairan lainnya.
- Cuci tangan dengan sabun dan air setelah selesai mengganti popok.
Jika menggunakan meja ganti popok, jangan hanya mengandalkan sabuk pengaman. Bayi tetap perlu diawasi setiap saat karena gerakannya dapat berubah dengan cepat.
NHS bahkan menyarankan penggunaan changing mat atau alas di lantai sebagai salah satu pilihan untuk mengurangi risiko bayi jatuh dari tempat yang tinggi.
Artikel lainnya: Penyebab Ruam Popok, Ciri-Ciri, dan Cara Mengatasinya
Cara Membersihkan dan Mengeringkan Perlak
Kebersihan perlak tidak kalah penting dari pemilihan bahan. Perlak yang terlihat bersih tetap perlu diperiksa secara rutin, terutama jika sering digunakan untuk mengganti popok. Jika permukaannya terkena kotoran atau cairan dari popok, bersihkan segera sebelum digunakan kembali.
Cara membersihkan perlak dapat berbeda berdasarkan materialnya, jadi selalu periksa petunjuk perawatan dari produsen. Secara umum, Mama dapat mengikuti beberapa langkah berikut:
- Bersihkan kotoran yang terlihat terlebih dahulu.
- Lap permukaan perlak menggunakan kain atau tisu yang sesuai.
- Jika produk dapat dicuci, cuci sesuai petunjuk pada label.
- Hindari penggunaan bahan pembersih yang tidak direkomendasikan untuk material perlak.
- Bilas hingga tidak ada sisa bahan pembersih jika produk memang perlu dibilas.
- Keringkan perlak hingga benar-benar kering sebelum digunakan kembali.
- Jangan menyimpan perlak dalam kondisi masih lembap karena dapat membuatnya berbau atau menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme.
- Periksa kondisi perlak secara berkala. Jika lapisan tahan air sudah rusak, retak, mengelupas, atau sulit dibersihkan, pertimbangkan untuk menggantinya.
CDC menyarankan agar permukaan yang digunakan untuk mengganti popok dibersihkan setelah terkena kotoran atau cairan dari popok.
Untuk permukaan yang tahan air, kotoran yang terlihat dapat dibersihkan terlebih dahulu, kemudian permukaan dibersihkan dengan desinfektan yang sesuai dan dibiarkan mengering.
Selain itu, area mengganti popok sebaiknya tidak berada di tempat yang digunakan untuk menyiapkan atau menyantap makanan. Setelah membersihkan area tersebut, Mama juga perlu mencuci tangan, ya!
Artikel lainnya: Cara Memilih Tisu Basah yang Aman untuk Kulit Si Kecil
Setelah urusan perlak dan perlengkapan ganti popok siap, Mama bisa lanjut menyiapkan berbagai kebutuhan Si Kecil bersama Hallobumil.
Yuk, download aplikasi Hallobumil untuk menemani perjalanan Mama sejak masa kehamilan hingga Si Kecil tumbuh dan berkembang.
Punya pertanyaan lain seputar perawatan Si Kecil? Kadang, Mama memang cuma butuh tempat untuk bertanya dan bertukar cerita.
Coba gabung ke komunitas WhatsApp Hallobumil dan temukan ruang untuk ngobrol, berbagi pengalaman, serta mendapatkan informasi seputar kehamilan dan parenting bersama Mama lainnya.
Belajar tentang bayi tidak harus sendirian di rumah. Hallobumil juga rutin menghadirkan event dan sesi edukasi bersama para ahli untuk membantu Mama mendapatkan informasi yang lebih terpercaya.
Jangan sampai ketinggalan, langsung registrasi di aplikasi kehamilan ini untuk menemani perjalanan menjadi Mama dengan lebih banyak ilmu, cerita, dan pengalaman baru.





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
