Perbedaan Anak Aktif dan Anak Hiperaktif
:strip_icc():format(webp)/hb-article/NIMnpvjIecHbNN_ll7VBz/original/u4nsqcnvf96eucggu12jtp8ku49d08rr.png)
Banyak orang tua merasa khawatir ketika melihat anaknya tidak bisa diam, senang berlari, atau memiliki energi yang sangat besar sepanjang hari. Tidak jarang perilaku tersebut langsung dianggap sebagai tanda hiperaktif. Padahal, belum tentu demikian.
Memahami perbedaan anak aktif dan anak hiperaktif penting agar Mama dan Papa tidak salah menilai perkembangan anak. Buah hati yang aktif sebenarnya merupakan hal yang wajar dalam masa tumbuh kembang.
Mereka memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan senang mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya. Sebaliknya, anak hiperaktif biasanya menunjukkan perilaku yang jauh lebih sulit dikendalikan dan sering dikaitkan dengan gangguan perhatian seperti ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder).
Kondisi ini membuat anak mengalami kesulitan dalam mengontrol perilaku, fokus, serta mengikuti aturan tertentu.
Oleh sebab itu, penting bagi orang tua untuk memahami anak aktif vs hiperaktif dengan lebih jelas. Berikut beberapa perbedaan yang bisa membantu mengenali ciri anak aktif dan hiperaktif.
Artikel lainnya: Bagaimana Menghadapi Anak yang Aktif?
1. Fokus dan Konsentrasi
Salah satu perbedaan paling mudah dikenali antara anak aktif atau hiperaktif adalah kemampuan fokus. Anak aktif biasanya masih dapat berkonsentrasi ketika melakukan aktivitas yang mereka sukai.
Misalnya saat bermain lego, menggambar, membaca buku cerita, atau menonton kartun. Mereka dapat duduk dan menyelesaikan aktivitas tersebut meskipun sebelumnya sangat aktif bergerak.
Sementara itu, anak hiperaktif cenderung kesulitan mempertahankan fokus dalam waktu lama. Mereka mudah terdistraksi oleh suara, gerakan, atau hal kecil di sekitarnya sehingga sering berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lain tanpa menyelesaikannya terlebih dahulu.
2. Pengendalian Diri
Perbedaan anak aktif dan anak hiperaktif berikutnya adalah kemampuan mengendalikan diri. Anak aktif umumnya masih mampu menahan diri ketika diminta berhenti oleh orang tua atau guru. Misalnya berhenti berlari, duduk dengan tenang saat makan, atau menunggu giliran saat bermain.
Sebaliknya, anak hiperaktif sering menunjukkan perilaku impulsif. Mereka cenderung bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu, seperti menyela pembicaraan, menjawab sebelum pertanyaan selesai, atau mengambil sesuatu tanpa izin. Hal ini terjadi karena kemampuan kontrol impuls yang lebih rendah.
3. Kemampuan Mengikuti Instruksi
Anak aktif biasanya masih dapat mengikuti instruksi sederhana dari orang tua atau guru. Misalnya merapikan mainan, mencuci tangan sebelum makan, atau menyimpan buku setelah selesai digunakan.
Sementara itu, anak hiperaktif sering terlihat tidak mendengarkan instruksi atau gagal menyelesaikan tugas yang diberikan. Bukan karena mereka sengaja membangkang, tetapi karena mereka kesulitan mempertahankan perhatian pada satu tugas.
Artikel lainnya: Bagaimana Menghadapi Anak yang Kurang Aktif?
4. Aktivitas Fisik dan Energi
Anak aktif memang dikenal memiliki energi yang tinggi. Mereka senang berlari, melompat, bermain, dan bergerak hampir sepanjang hari. Namun, mereka masih bisa menyesuaikan diri dengan situasi tertentu, misalnya duduk dengan tenang saat belajar atau makan.
Sebaliknya, anak hiperaktif sering terlihat tidak bisa diam bahkan dalam situasi yang menuntut ketenangan. Mereka mungkin terus bergerak, mengetuk meja, menggoyangkan kaki, atau berlari tanpa tujuan meskipun berada di tempat yang tidak sesuai.
5. Interaksi Sosial dengan Teman
Dalam kehidupan sosial, anak aktif biasanya tidak mengalami masalah berarti ketika bermain dengan teman. Mereka mampu mengikuti aturan permainan dan bergantian saat bermain.
Sementara itu, anak hiperaktif sering mengalami kesulitan dalam hubungan sosial. Mereka bisa terlalu banyak berbicara, tidak sabar menunggu giliran, atau memotong pembicaraan orang lain sehingga terkadang membuat teman merasa terganggu.
6. Kemampuan Mengelola Emosi
Perbedaan lain dalam anak aktif vs hiperaktif juga terlihat dari cara anak mengelola emosi. Anak aktif biasanya masih mampu mengontrol emosinya dengan baik. Ketika merasa marah atau kecewa, mereka masih bisa ditenangkan oleh orang tua.
Sebaliknya, anak hiperaktif cenderung lebih mudah frustrasi dan bereaksi berlebihan terhadap hal kecil. Mereka mungkin cepat marah, menangis, atau menunjukkan ledakan emosi secara tiba-tiba.
7. Pola Aktivitas dan Kelelahan
Anak aktif biasanya akan berhenti bermain ketika merasa lelah. Setelah banyak bergerak, mereka cenderung beristirahat atau tidur dengan nyenyak.
Sementara itu, anak hiperaktif sering tampak tidak mengenal lelah. Mereka tetap aktif bergerak meskipun tubuh sebenarnya membutuhkan istirahat. Beberapa anak juga memiliki pola tidur yang kurang teratur.
Artikel lainnya: Apakah Anak Anda Aktif Eksploratif atau ADHD?
Membedakan anak aktif atau hiperaktif memang tidak selalu mudah. Namun, orang tua dapat mulai memperhatikan jika perilaku anak:
- Terjadi secara terus-menerus.
- Mengganggu kegiatan belajar atau aktivitas sehari-hari.
- Terlihat di berbagai lingkungan (rumah, sekolah, tempat bermain).
- Disertai kesulitan fokus dan impulsivitas yang tinggi.
Jika kondisi tersebut terjadi, sebaiknya orang tua berkonsultasi dengan dokter anak atau psikolog perkembangan untuk mendapatkan penilaian yang tepat.
Memahami Perbedaan anak aktif dan anak hiperaktif membantu Mama dan Papa melihat perilaku anak secara lebih objektif.
Dengan memahami ciri anak aktif dan hiperaktif, orang tua dapat memberikan pendekatan yang tepat untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Memahami perilaku anak adalah langkah awal untuk mendukung tumbuh kembangnya secara optimal.
Untuk mendapatkan berbagai informasi kesehatan Mama dan anak lainnya, Mama bisa mengunduh aplikasi Hallobumil yang menyediakan artikel edukatif, panduan kehamilan, hingga tips parenting yang praktis.
Tidak sedikit orang tua yang memiliki pertanyaan serupa tentang perkembangan anak. Jika ingin berdiskusi dan berbagi pengalaman, Mama dapat bergabung dengan komunitas Hallobumil dan mendapatkan insight menarik dari sesama orang tua maupun tenaga kesehatan.
Selain membaca artikel kesehatan, Mama juga bisa memperluas wawasan dengan mengikuti berbagai event edukatif dari Hallobumil yang membahas kehamilan, persalinan, hingga tumbuh kembang anak bersama para ahli.





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
