Bagaimana Menghadapi Anak yang Kurang Aktif?
:strip_icc():format(webp)/hb-article/B9Lacdh4ACfDAP71CtuCD/original/44976.jpg)
dr. Jessica Florencia
Apakah Si Kecilnya Mama dan Papa termasuk anak yang hanya mau duduk tenang, bermain dengan tenang dan diam, tidak suka ikut berlarian dan beraktivitas fisik seperti anak 1-3 tahun pada umumnya?
Jangan takut ya Pa, Ma. Ada beberapa anak-anak yang memang memiliki temperamen lebih tenang dan tidak terlalu suka aktivitas fisik. Si Kecil mungkin termasuk dalam tipe anak yang merasa cukup dan senang dengan hanya melihat dan mengamati tanpa harus ikut berlari-lari dan melompat-lompat. Untuk menghadapinya ada beberapa hal yang dapat Mama dan Papa coba:
1. Coba Bujuk
Aktivitas fisik memberikan manfaat positif bagi anak. Anak menjadi lebih mudah tidur, memiliki nafsu makan yang lebih baik, serta dapat menjadi lebih sehat. Untuk itu, membujuk Si Kecil untuk mau melakukan aktivitas fisik tentu tetap harus dilakukan. Tapi jangan memaksa Si Kecil. Bujuk rayu dapat dilakukan dengan menggelindingkan dan menangkap bola, melompat kecil, atau bermain lempar tangkap.
2. Lakukan Bersama
Mungkin Si Kecil termasuk yang ragu dengan lingkungan baru. Mama dan Papa dapat membujuk Si Kecil beraktivitas fisik dengan melakukannya bersama, misalnya menari bersama bergandengan tangan, berjalan dan berlari bersama, atau bermain di playground bersama. Mama dan Papa juga dapat mencoba untuk yoga bersama dengan Si Kecil.
3. Pujian
Berikan pujian untuk semua aktivitas yang Si Kecil lakukan, termasuk hasil menggambar, hasil mewarnai, atau hasil menempel. Bila Mama dan Papa menemukan Si Kecil melakukan aktivitas fisik seperti menari atau berlari, juga segera berikan pujian positif sehingga Si Kecil mau lagi melakukannya di lain waktu.
4. Jadwal ke Dokter
Jika Si Kecil benar-benar menolak semua aktivitas fisik, jangan terlewat untuk mengajak Si Kecil mengunjungi Dokter untuk wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang yang mendetil, sehingga dapat dilakukan penanganan dengan segera dan tepat. Mungkin saja alasan Si Kecil tidak mau beraktivitas fisik karena ada masalah dan gangguan kesehatan yang menyebabkannya enggan beraktivitas.
Selamat beraktivitas membersamai Si Kecil ya Ma, Pa! (JF)





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
