:strip_icc():format(webp)/hb-article/LYKkKSkaMLFaV8DH-8biU/original/ux87gka5pu7m7nwn4fckhnjxy4zzdgba.png)
Leukosit atau sel darah putih adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh yang berperan melindungi tubuh dari infeksi. Saat anak mengalami infeksi, peradangan, atau kondisi tertentu, tubuh akan memproduksi lebih banyak leukosit sebagai respons untuk melawan penyebab penyakit.
Akibatnya, jumlah leukosit dalam darah dapat meningkat, disebut sebagai leukosit tinggi pada anak atau leukositosis. Meskipun peningkatan leukosit dapat menjadi tanda bahwa sistem imun anak bekerja dengan baik, kadar yang terlalu tinggi tetap perlu diperhatikan.
Mama perlu mengetahui tanda leukosit tinggi pada anak, apa saja penyebab leukosit tinggi pada anak, serta kapan kondisi tersebut membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut dari dokter.
Artikel lainnya: Tips Membantu Meningkatkan Trombosit Anak saat DBD
Batas Leukosit yang Normal pada Anak
Jumlah leukosit normal pada anak dapat berbeda tergantung usia. Bayi dan anak kecil umumnya memiliki kadar leukosit yang lebih tinggi dibandingkan orang dewasa karena sistem imun mereka masih berkembang dan lebih sering terpapar berbagai virus maupun bakteri.
Secara umum, jumlah leukosit normal pada anak berada pada kisaran sekitar 5.000–15.000 sel per mikroliter darah, tetapi angka tersebut dapat berbeda berdasarkan usia dan standar laboratorium yang digunakan.
Oleh karena itu, hasil pemeriksaan darah perlu dilihat bersama kondisi kesehatan anak secara keseluruhan.
Lalu, berapa leukosit tinggi pada anak? Biasanya, kadar leukosit yang melebihi batas normal berdasarkan kelompok usia dapat disebut sebagai leukositosis atau kondisi leukosit meningkat.
Namun, dokter akan mempertimbangkan gejala, riwayat kesehatan, serta hasil pemeriksaan lain sebelum menentukan penyebabnya.
Pada bayi dan anak-anak, peningkatan leukosit sementara cukup sering terjadi, terutama saat tubuh sedang melawan infeksi seperti flu, batuk, demam, atau infeksi saluran pernapasan. Setelah kondisi membaik, jumlah leukosit biasanya dapat kembali normal secara bertahap.
Artikel lainnya: Penyakit Umum pada Anak dan Cara Mengatasinya
Apa Penyebab Leukosit Tinggi pada Anak?
Ada berbagai faktor yang dapat menjadi penyebab leukosit tinggi pada anak. Sebagian besar kasus terjadi karena tubuh sedang merespons infeksi atau peradangan. Berikut beberapa penyebab yang umum:
1. Infeksi bakteri
Infeksi merupakan penyebab paling sering meningkatnya jumlah leukosit pada anak. Ketika virus atau bakteri masuk ke dalam tubuh, sistem imun akan meningkatkan produksi sel darah putih untuk membantu melawan penyebab penyakit tersebut.
Beberapa contoh infeksi yang dapat menyebabkan leukosit meningkat antara lain infeksi saluran pernapasan, radang tenggorokan, infeksi telinga, pneumonia, hingga infeksi saluran kemih.
2. Peradangan atau reaksi alergi
Selain infeksi, kondisi peradangan dan alergi juga dapat memicu peningkatan leukosit. Ketika tubuh mengalami reaksi alergi, sistem imun akan mengeluarkan zat tertentu yang dapat meningkatkan aktivitas sel darah putih.
Anak dengan alergi tertentu, seperti alergi makanan atau alergi debu, dapat mengalami perubahan jumlah leukosit, terutama jenis eosinofil yang berperan dalam respons alergi.
Artikel lainnya: Si Kecil Terbebas Dari Alergi, Memang Bisa?
3. Stres fisik atau cedera
Kondisi seperti cedera, luka bakar, operasi, atau aktivitas fisik berat juga dapat menyebabkan leukosit meningkat sementara. Hal ini terjadi karena tubuh menganggap kondisi tersebut sebagai ancaman yang membutuhkan respons perlindungan.
4. Gangguan pada sumsum tulang
Pada kasus yang lebih jarang, leukosit tinggi dapat berkaitan dengan gangguan produksi sel darah di sumsum tulang. Kondisi ini biasanya disertai gejala lain dan membutuhkan pemeriksaan dokter.
Artikel lainnya: Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak Sejak Dini Lewat Nutrisi
Apakah Leukosit Tinggi Berbahaya bagi Anak?
Kabar baiknya, tidak semua kondisi leukosit tinggi berbahaya. Pada banyak kasus, peningkatan leukosit justru menunjukkan bahwa tubuh anak sedang bekerja melawan infeksi. Setelah penyebabnya teratasi, jumlah leukosit biasanya akan kembali turun.
Namun, bahaya leukosit tinggi pada anak dapat terjadi apabila peningkatan tersebut berlangsung terus-menerus atau disebabkan oleh kondisi medis tertentu.
Leukosit yang sangat tinggi dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang membutuhkan evaluasi lebih lanjut.
Mama perlu memperhatikan gejala lain yang menyertai, seperti demam berkepanjangan, anak tampak sangat lemas, berat badan turun tanpa sebab jelas, sering mengalami infeksi, muncul memar tanpa penyebab, atau terjadi perdarahan yang tidak biasa.
Penting untuk diingat bahwa hasil pemeriksaan darah tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya penentu kondisi kesehatan anak. Dokter biasanya akan menilai jumlah leukosit bersama pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan anak.
Artikel lainnya: Rekomendasi Obat Demam Anak yang Ampuh dan Aman
Cara Mengatasi dan Menurunkan Leukosit Tinggi pada Anak
Penanganan leukosit tinggi pada anak bergantung pada penyebabnya. Oleh karena itu, cara menurunkan leukosit tinggi pada anak bukan hanya berfokus pada menurunkan jumlah sel darah putih, tetapi juga mengatasi kondisi yang menyebabkan peningkatan tersebut.
1. Mengobati penyebab utamanya
Jika leukosit tinggi disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter dapat memberikan pengobatan sesuai kondisi anak. Sementara itu, infeksi virus biasanya membutuhkan perawatan suportif seperti istirahat cukup, menjaga asupan cairan, dan mengontrol gejala.
2. Memberikan nutrisi seimbang
Salah satu cara menurunkan leukosit tinggi pada anak secara alami adalah menjaga kesehatan tubuh melalui pola makan bergizi. Nutrisi yang cukup membantu sistem imun bekerja secara optimal.
Beberapa pilihan makanan untuk menurunkan leukosit tinggi pada anak bukan berarti langsung menurunkan jumlah leukosit, tetapi membantu tubuh pulih dari penyebab peningkatan leukosit, terutama saat anak mengalami infeksi.
Pilihan makanan yang dapat diberikan meliputi:
- Sayuran hijau seperti bayam dan brokoli.
- Protein seperti telur, ikan, ayam, dan daging.
- Makanan kaya vitamin dan mineral.
- Buah yang mengandung antioksidan.
3. Memberikan Buah yang Mendukung Daya Tahan Tubuh
Beberapa buah untuk menurunkan leukosit tinggi pada anak yang dapat menjadi bagian dari pola makan sehat antara lain jeruk, kiwi, stroberi, pepaya, dan mangga karena mengandung vitamin Cserta antioksidan.
Namun, buah tidak secara langsung menurunkan kadar leukosit. Manfaat utamanya adalah membantu memenuhi kebutuhan nutrisi agar tubuh anak dapat melawan penyebab leukosit meningkat.
4. Memastikan anak mendapat istirahat cukup
Tidur yang cukup membantu proses pemulihan tubuh dan mendukung kerja sistem imun. Anak yang sakit membutuhkan waktu istirahat lebih banyak agar tubuh dapat memperbaiki diri.
Artikel lainnya: Cara Lengkapi Kebutuhan Nutrisi Si Kecil di Masa Tumbuh Kembang
Kapan Harus ke Dokter?
Mama sebaiknya membawa anak ke dokter apabila hasil pemeriksaan menunjukkan leukosit tinggi disertai gejala tertentu atau kondisi anak tidak membaik.
Segera lakukan pemeriksaan jika anak mengalami:
- Demam tinggi yang berlangsung lama.
- Anak tampak sangat lemas atau tidak aktif.
- Berat badan turun tanpa penyebab jelas.
- Sering mengalami infeksi berulang.
- Mudah mengalami memar atau perdarahan.
- Nafsu makan menurun dalam waktu lama.
Pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti dan menentukan langkah pengobatan yang sesuai.
Memantau kesehatan anak tidak hanya dilakukan saat sakit, tetapi juga sejak dini melalui informasi yang tepat.
Yuk, download aplikasi HalloBumil untuk mendapatkan berbagai informasi kesehatan Mama dan anak yang terpercaya serta membantu Mama lebih siap menghadapi setiap tahap tumbuh kembang si kecil.
Setiap anak memiliki perjalanan tumbuh kembang yang berbeda. Jika ingin berdiskusi dan mendapatkan dukungan dari sesama orang tua, yuk gabung ke komunitas HalloBumil di WhatsApp dan temukan berbagai informasi menarik seputar kesehatan keluarga.
Selain membaca informasi kesehatan, orang tua juga bisa mendapatkan edukasi langsung melalui berbagai event kesehatan. Yuk langsung registrasi di HalloBumil dan dapatkan kesempatan belajar bersama para ahli mengenai kesehatan Mama dan anak.




:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
