:strip_icc():format(webp)/hb-article/RckPapeFlG3kT-b0N-lcB/original/wfokhyrq6loruy1tuj88gppv9qqbaxx2.png)
Saat Si Kecil demam, Mama mungkin pernah mendengar saran untuk menggunakan obat balur untuk demam anak agar tubuhnya terasa lebih nyaman.
Ada yang menggunakan minyak telon, minyak kayu putih, balsam khusus anak, hingga ramuan tradisional seperti bawang merah yang dicampur minyak. Namun, apakah benar cara tersebut bisa menurunkan suhu tubuh?
Demam sebenarnya merupakan respons alami tubuh ketika melawan infeksi. Suhu 38°C atau lebih umumnya sudah termasuk demam dan sebaiknya diukur menggunakan termometer, bukan hanya berdasarkan apakah kulit anak terasa panas saat disentuh. Mari kita cari tahu lebih penggunaan obat balur dalam menurunkan demam anak.
Artikel lainnya: Cara Mengatasi Demam pada Anak Secara Aman dan Efektif
Benarkah Obat Balur Bisa Menurunkan Demam Anak?
Pada dasarnya, obat balur tidak terbukti menurunkan demam secara langsung seperti obat antipiretik. Minyak atau balsam yang dibalurkan pada kulit umumnya memberikan sensasi hangat, dingin, atau aroma tertentu sehingga anak merasa lebih nyaman.
Pada beberapa produk, kandungan seperti mentol atau eucalyptus juga dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman akibat hidung tersumbat atau batuk, tetapi manfaat tersebut berbeda dengan menurunkan suhu tubuh.
Untuk itu, Mama sebaiknya tidak mengandalkan minyak balur untuk anak demam sebagai satu-satunya cara mengatasi panas.
Ketika minyak atau balsam dibalurkan, yang terutama terjadi adalah perubahan sensasi pada kulit. Bahan tertentu dapat memberikan rasa hangat atau dingin dan aroma yang membuat anak merasa lebih rileks.
Jadi, rasa panas pada kulit atau tubuh yang terasa lebih nyaman setelah dibalur tidak selalu berarti suhu tubuhnya sudah turun. Pengukuran dengan termometer tetap diperlukan untuk mengetahui kondisi sebenarnya.
Beberapa hal yang mungkin dirasakan anak setelah dibalur antara lain:
- Kulit terasa lebih hangat karena kandungan minyak tertentu.
- Sensasi dingin atau hangat dapat membuat anak merasa lebih nyaman.
- Aroma eucalyptus atau mentol pada produk tertentu dapat membantu membuat pernapasan terasa lebih lega.
- Pijatan lembut saat membalurkan minyak dapat memberikan rasa nyaman dan membantu anak lebih rileks.
- Baluran tidak menghilangkan penyebab demam, misalnya infeksi virus atau bakteri.
- Suhu tubuh tetap perlu dipantau menggunakan termometer.
- Baluran tidak boleh menggantikan penanganan medis ketika anak menunjukkan tanda bahaya.
Fokus utama perawatan adalah memastikan Si Kecil cukup minum, beristirahat, menggunakan pakaian yang nyaman, serta memantau suhu dan kondisi tubuhnya.
Mayo Clinic menyarankan jika anak terlihat sangat tidak nyaman, obat penurun demam dapat dipertimbangkan sesuai usia, berat badan, dan petunjuk dokter atau kemasan obat.
Artikel lainnya: Cara Mengompres Anak Demam yang Benar
Apa Saja Pilihan Obat Balur untuk Demam Anak?
Ada beberapa jenis bahan yang sering digunakan Mama sebagai obat balur tradisional untuk demam anak maupun produk balur siap pakai. Namun, penting untuk memahami bahwa "sering digunakan" tidak sama dengan "terbukti dapat menurunkan demam".
Pilihan berikut lebih tepat dipandang sebagai perawatan pendamping untuk meningkatkan kenyamanan, bukan terapi utama untuk menurunkan suhu tubuh. Ini dia pilihannya:
1. Balsam khusus bayi
Balsam yang memang diformulasikan untuk bayi dapat menjadi pilihan jika Mama ingin memberikan rasa hangat dan nyaman ketika Si Kecil sedang demam atau mengalami gejala flu.
Produk seperti ini biasanya memiliki formulasi yang disesuaikan dengan usia tertentu sehingga lebih tepat dibandingkan menggunakan balsam dewasa.
Meski demikian, perhatikan batas usia dan aturan pakai pada kemasan. Jangan mengoleskannya di sekitar hidung, mulut, mata, kulit yang terluka, atau area sensitif.
Produk dengan kandungan mentol, camphor, atau bahan aromatik tertentu juga tidak boleh digunakan sembarangan pada bayi.
2. Balsam khusus anak
Untuk anak yang lebih besar, tersedia balsam dengan kandungan seperti mentol atau eucalyptus yang ditujukan untuk membantu meredakan gejala batuk dan pilek.
Sensasi yang ditimbulkan dapat membuat anak merasa lebih nyaman, terutama ketika demam disertai hidung tersumbat atau batuk. Namun, balsam jenis ini tetap bukan obat penurun panas. Gunakan hanya sesuai usia dan petunjuk pada kemasan.
Menurut American Academy of Pediatrics, penggunaan mentholated rub hanya boleh dioleskan pada anak usia 2 tahun ke atas di area dada dan bagian depan leher, dengan mengikuti petunjuk penggunaan.
Artikel lainnya: Rekomendasi Obat Demam Anak yang Ampuh dan Aman
3. Minyak telon
Minyak telon merupakan salah satu minyak balur untuk anak demam yang cukup familiar bagi keluarga Indonesia.
Campuran minyak tertentu pada produk telon dapat memberikan sensasi hangat pada kulit dan membuat anak merasa nyaman ketika dibalurkan dengan lembut. Meski begitu, Mama perlu memahami bahwa rasa hangat tersebut tidak sama dengan penurunan suhu tubuh.
Pilih produk yang memang sesuai usia anak dan jangan mengoleskannya terlalu banyak, terutama pada bayi yang memiliki kulit sensitif. Jika muncul kemerahan, gatal, atau iritasi, segera hentikan pemakaian, ya, Ma!
4. Minyak kayu putih
Minyak kayu putih sering digunakan untuk memberikan rasa hangat dan membantu meredakan rasa tidak nyaman seperti kembung.
Namun, penggunaan pada anak perlu lebih berhati-hati karena produk minyak kayu putih memiliki konsentrasi dan formulasi yang berbeda-beda.
Jangan mengoleskan minyak kayu putih murni secara berlebihan, apalagi pada bayi atau kulit yang sensitif. Yang paling penting, jauhkan botol dari jangkauan anak karena minyak kayu putih dapat berbahaya bila tertelan.
5. Minyak kelapa untuk pijat lembut
Minyak kelapa kadang digunakan sebagai minyak pembawa atau carrier oil dalam praktik pijat anak. Tujuan utamanya adalah membantu tangan Mama bergerak lebih lembut saat memijat kulit, bukan untuk menurunkan suhu tubuh.
Jika Mama ingin menggunakannya, pastikan kulit Si Kecil tidak sedang mengalami luka, ruam, atau iritasi. Oleskan sedikit terlebih dahulu pada area kecil kulit untuk melihat apakah muncul reaksi. Jika kulit menjadi merah atau gatal, hentikan penggunaannya.
Untuk demam, pijatan menggunakan minyak tetap hanya bersifat suportif. Perawatan utama tetap berupa pemantauan kondisi anak, cukup cairan, pakaian nyaman, dan penanganan sesuai penyebab demam.
Artikel lainnya: Manfaat Pijat Bayi untuk Kesehatan dan Tumbuh Kembang
6. Bawang merah yang dicampur minyak
Bawang merah termasuk obat balur tradisional untuk demam anak yang masih sering digunakan di Indonesia. Biasanya bawang merah diiris atau diparut lalu dicampur dengan minyak sebelum dibalurkan pada tubuh anak.
Namun, Mama perlu berhati-hati dengan klaim bahwa bawang merah dapat menurunkan demam. Bukti klinis yang kuat untuk menjadikannya sebagai terapi penurun demam masih terbatas.
Bawang juga dapat menyebabkan iritasi pada sebagian anak, terutama jika kulitnya sensitif. Karena itu, jangan menggunakan baluran bawang sebagai pengganti penanganan demam yang direkomendasikan secara medis.
9. Minyak dengan kandungan eucalyptus
Produk balur dengan kandungan eucalyptus atau eucalyptol juga sering digunakan ketika anak mengalami demam yang disertai batuk dan pilek.
Kandungan aromatiknya dapat memberikan sensasi yang membuat saluran napas terasa lebih lega, tetapi efek ini tidak berarti suhu tubuh turun.
Pemakaiannya harus disesuaikan dengan usia anak dan petunjuk produk. Jangan mengoleskan produk langsung ke bawah lubang hidung atau area wajah. Untuk anak kecil, paparan bahan aromatik yang terlalu kuat juga sebaiknya dihindari.
10. Minyak pijat anak tanpa bahan aktif obat
Mama juga dapat memilih minyak pijat yang memang diformulasikan untuk anak jika tujuan utamanya adalah memberikan sentuhan lembut dan rasa nyaman.
Pijatan ringan dapat menjadi bagian dari rutinitas menenangkan anak ketika ia sedang kurang enak badan.
Namun, jangan menganggap minyak pijat sebagai obat penurun panas. Jika setelah dibalur anak tetap demam, jangan menambah jumlah atau frekuensi baluran dengan harapan suhu tubuh segera turun. Pantau suhu menggunakan termometer dan perhatikan perilaku serta kondisi umum Si Kecil.
Artikel lainnya: Ini Cara Merawat Anak Saat Sakit, Agar Si Kecil Cepat Sembuh
Bagaimana Cara Membalur Anak yang Demam dengan Aman?
Jika Mama tetap ingin menggunakan obat balur untuk demam anak, utamakan keamanan kulit dan usia Si Kecil. Ingat, tujuan baluran adalah membantu anak merasa nyaman, bukan menggantikan obat penurun demam atau pemeriksaan dokter.
Beberapa hal yang dapat diperhatikan:
- Pilih produk sesuai usia. Jangan menggunakan balsam dewasa pada bayi atau anak kecil.
- Baca kandungan dan aturan pakai. Ikuti petunjuk pada kemasan, terutama mengenai usia minimum.
- Gunakan secukupnya. Mengoleskan lebih banyak tidak membuat demam lebih cepat turun.
- Lakukan uji pada area kecil kulit jika produk baru digunakan dan hentikan jika muncul kemerahan, gatal, atau rasa terbakar.
- Hindari area mata, mulut, hidung, dan kulit yang terluka.
- Jangan memberikan minyak atau balsam untuk diminum. Simpan semua produk di tempat yang tidak dapat dijangkau anak.
- Jangan membungkus tubuh anak terlalu tebal setelah dibalur. Pakaian yang ringan dan nyaman lebih dianjurkan ketika anak demam.
- Tetap ukur suhu menggunakan termometer. Rasa kulit yang hangat setelah dibalur tidak bisa menjadi patokan bahwa demam sudah turun.
- Jangan menggunakan alkohol untuk membalur atau mengompres anak. Alkohol dapat diserap melalui kulit dan berisiko menimbulkan efek berbahaya.
- Jangan menggunakan es atau air yang sangat dingin. Anak dapat menggigil dan justru menjadi semakin tidak nyaman.
Selain baluran, pastikan Si Kecil mendapatkan cairan yang cukup. ASI tetap diberikan pada bayi yang menyusu, sedangkan anak yang lebih besar dapat diberikan cairan sesuai usia. Pakaikan baju yang ringan dan pastikan ruangan terasa nyaman.
Jika anak tampak tidak nyaman karena demam, dokter dapat menyarankan obat penurun demam yang sesuai dengan usia dan berat badannya.
Artikel lainnya: Daun yang Dipercaya Menurunkan Demam Anak dan Fakta Medisnya
Kapan Demam Anak Perlu Dibawa ke Dokter?
Tidak semua demam membutuhkan pemeriksaan segera. Namun, Mama perlu memperhatikan usia anak, tinggi demam, lama demam, serta gejala lain yang menyertainya.
Segera cari pertolongan medis apabila:
- Bayi berusia kurang dari 3 bulan mengalami suhu 38°C atau lebih.
- Anak mengalami kesulitan bernapas atau napas sangat cepat.
- Anak sulit dibangunkan, sangat lemas, bingung, atau tidak merespons seperti biasanya.
- Anak mengalami kejang.
- Anak mengalami tanda dehidrasi, seperti mulut kering, tidak ada air mata saat menangis, atau jarang buang air kecil.
- Muncul ruam yang tidak memudar ketika ditekan.
- Anak mengalami leher kaku.
- Anak tidak mau minum atau terus-menerus muntah.
- Demam berlangsung beberapa hari atau justru semakin memburuk.
- Demam sempat membaik tetapi kemudian kembali disertai kondisi yang lebih buruk.
Pada bayi yang sangat kecil, jangan menunggu baluran, kompres, atau obat rumahan bekerja terlebih dahulu jika demam sudah mencapai 38°C.
Anak di usia ini perlu mendapatkan penilaian medis karena demam dapat menjadi tanda infeksi yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Demam memang bisa membuat Mama khawatir, tetapi tidak perlu buru-buru mengandalkan obat balur untuk demam anak sebagai cara utama menurunkan panas.
Minyak telon, balsam khusus anak, atau minyak tertentu dapat digunakan sebagai pendamping untuk memberikan rasa nyaman selama sesuai usia dan aturan pemakaian. Sementara itu, suhu tubuh tetap perlu dipantau dan kebutuhan cairan anak harus dijaga.
Yang perlu diingat, minyak balur untuk anak demam maupun obat balur tradisional untuk demam anak tidak menggantikan penanganan medis.
Jika Si Kecil tampak sangat sakit, mengalami tanda dehidrasi, sesak, kejang, sulit dibangunkan, atau termasuk bayi di bawah 3 bulan dengan demam, segera konsultasikan kepada dokter.
Saat Si Kecil demam, Mama tentu ingin mendapatkan informasi yang mudah dipahami tanpa harus terus mencari-cari. Yuk, download aplikasi Hallobumil untuk mengakses berbagai informasi kesehatan Mama dan Si Kecil dalam satu tempat.
Tidak harus menghadapi kekhawatiran soal kesehatan Si Kecil sendirian. Gabung ke komunitas Hallobumil di WhatsApp dan temukan ruang untuk mendapatkan informasi, berbagi pengalaman, serta mengikuti pembahasan seputar kesehatan Mama dan anak.
Kalau Mama ingin mendapatkan penjelasan langsung dari ahlinya, jangan lewatkan event kesehatan bersama para ahli.
Siapa tahu, pertanyaan yang selama ini Mama simpan tentang kesehatan keluarga bisa terjawab dengan lebih jelas dan terpercaya. Langsung registrasi data diri Mama di aplikasi kehamilan ini sekarang juga!




:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
