Kondisi Ibu Menyusui yang Tidak Dianjurkan Melanjutkan Puasa
:strip_icc():format(webp)/hb-article/YlfCkxnibmzDgUN8KskjJ/original/ewhk15ij9sym523gp3puvqegmcbycviy.png)
Puasa saat menyusui memang boleh dilakukan selama kondisi tubuh Mama dan kebutuhan Si Kecil tetap terpenuhi. Namun, ada situasi tertentu yang membuat Mama perlu lebih peka terhadap sinyal tubuh agar kesehatan tetap terjaga.
Beberapa kondisi bisa menjadi tanda ibu menyusui harus membatalkan puasa, terutama jika mulai berdampak pada produksi ASI atau kondisi bayi. Yuk, Ma, kenali tanda-tandanya lebih lanjut agar Mama bisa menjalani puasa dengan aman dan tetap nyaman bagi Si Kecil.
1. Haus Berlebihan
Rasa haus saat puasa memang wajar, tetapi jika Mama merasa sangat haus hingga bibir kering, tenggorokan perih, dan sulit berkonsentrasi, kondisi ini perlu diperhatikan. Haus berlebihan bisa menjadi tanda tubuh mulai kekurangan cairan, apalagi jika disertai penurunan frekuensi buang air kecil.
Jika kondisi ini tidak membaik meski sudah beristirahat, bisa jadi itu termasuk tanda ibu menyusui harus membatalkan puasa. Tubuh Mama membutuhkan cairan yang cukup agar produksi ASI dan kondisi fisik tetap stabil.
Artikel lainnya: Cara Sehat Melancarkan ASI Saat Puasa yang Harus Mama Tahu
2. Pusing dan Kepala Ringan
Pusing ringan kadang muncul saat kadar gula darah menurun. Namun, bila Mama merasa kepala sangat ringan terutama saat berdiri atau bergerak tiba-tiba, hal ini bisa mengarah pada tekanan darah yang turun.
Jika pusing semakin sering atau mengganggu aktivitas menyusui, kondisi ini tidak boleh diabaikan. Dalam situasi tertentu, ini bisa menjadi salah satu tanda ibu menyusui tidak boleh puasa demi menjaga keselamatan Mama dan Si Kecil.
3. Lemas Berlebihan
Tubuh terasa lemas saat puasa memang umum terjadi, terutama di siang hari. Akan tetapi, jika Mama merasa sangat lemah hingga sulit beraktivitas atau menyusui dengan nyaman, kondisi ini perlu diwaspadai.
Lemas yang berlebihan bisa menjadi sinyal bahwa asupan energi tidak mencukupi kebutuhan tubuh, apalagi saat menyusui yang membutuhkan kalori ekstra. Jika terus berlanjut, Mama sebaiknya segera membatalkan puasa agar tidak berdampak pada kesehatan.
Artikel lainnya: Panduan Sahur dan Berbuka untuk Ibu Menyusui agar ASI Lancar
4. Kelelahan Ekstrem
Berbeda dengan lelah biasa, kelelahan ekstrem membuat tubuh terasa sangat berat dan sulit bergerak. Mama mungkin merasa ingin terus berbaring dan tidak sanggup menjalankan aktivitas harian.
Kelelahan seperti ini dapat memengaruhi kemampuan Mama merawat dan menyusui Si Kecil. Jika sudah mengganggu fungsi sehari-hari, kondisi ini termasuk dalam kategori tanda busui harus membatalkan puasa.
5. Hampir Pingsan atau Pingsan
Merasa pandangan menggelap, telinga berdenging, atau tubuh tiba-tiba kehilangan keseimbangan adalah tanda yang tidak boleh dianggap sepele. Jika sampai terjadi pingsan, artinya tubuh benar-benar kekurangan energi atau cairan.
Kondisi ini jelas memerlukan perhatian medis dan tidak dianjurkan untuk melanjutkan puasa. Dalam situasi seperti ini, membatalkan puasa menjadi langkah yang lebih aman bagi Mama dan bayi.
Artikel lainnya: Mama Ada Alergi, Bolehkah Menyusui Si Kecil?
6. Sakit Kepala Hebat
Sakit kepala ringan mungkin masih bisa ditoleransi, tetapi jika nyeri terasa berat, berdenyut, dan tidak membaik dengan istirahat, Mama perlu lebih waspada. Sakit kepala hebat bisa berkaitan dengan dehidrasi atau penurunan kadar gula darah.
Jika keluhan ini disertai gejala lain seperti mual atau pandangan kabur, sebaiknya puasa dihentikan terlebih dahulu. Keselamatan Mama tetap menjadi prioritas utama selama masa menyusui.
7. Urine Gelap dan Pekat
Warna urine dapat menjadi indikator sederhana kondisi hidrasi tubuh. Jika urine tampak lebih gelap dari biasanya dan berbau menyengat, hal ini bisa menandakan tubuh kekurangan cairan.
Dehidrasi yang berlanjut dapat memengaruhi stamina dan juga produksi ASI. Karena itu, perubahan warna urine yang menjadi lebih gelap dan pekat perlu diwaspadai, terutama jika disertai keluhan lain seperti pusing atau tubuh terasa sangat lemas.
Artikel lainnya: Masalah Menyusui yang Sering Dialami dan Cara Mengatasinya
8. Si Kecil Lebih Rewel
Perhatikan juga kondisi Si Kecil selama Mama berpuasa. Jika ia tampak lebih sering rewel, menyusu lebih lama namun terlihat belum puas, atau frekuensi buang air kecilnya berkurang, hal ini bisa menjadi tanda produksi ASI menurun.
Dalam kondisi seperti ini, sebaiknya Mama mempertimbangkan untuk menghentikan puasa terlebih dahulu agar kebutuhan nutrisi bayi tetap terpenuhi. Kesehatan Mama dan tumbuh kembang Si Kecil tetap menjadi prioritas utama.
Puasa saat menyusui tetap bisa dijalani selama kondisi Mama dan Si Kecil baik-baik saja. Namun, penting untuk mengenali berbagai tanda ibu menyusui harus membatalkan puasa, terutama jika tubuh mulai menunjukkan gejala dehidrasi, lemas berlebihan, atau produksi ASI menurun.
Jika keluhan terasa mengganggu atau berdampak pada bayi, tidak perlu ragu untuk berhenti berpuasa demi menjaga kesehatan bersama. Prioritas utama tetap pada keselamatan Mama dan tumbuh kembang Si Kecil.
Supaya Mama bisa mendapatkan informasi yang tepat sekaligus berbagi pengalaman seputar menyusui, yuk gabung Komunitas Hallobumil dan temukan berbagai cerita seru serta dukungan dari Mam lainnya.
Jangan lupa juga untuk segera download aplikasi Hallobumil agar Mama bisa memantau tumbuh kembang si Kecil dengan lebih praktis.
Selain dapat berbagai panduan kesehatan yang lengkap dan terpercaya, Mama juga bisa bertukar cerita, dapat berbagai tips bermanfaat, hingga ikut event Hallobumil yang seru bersama ribuan Mama lainnya!





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
