loading

Kelebihan Anak Terlambat Bicara, Benarkah Lebih Kreatif?

Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Anak yang terlambat bicara sering dikaitkan dengan kreativitas atau kecerdasan tertentu. Benarkah demikian? Kenali fakta ilmiah, faktor penyebab keterlambatan bicara, dan tanda yang perlu diwaspadai.
kelebihan-anak-terlambat-bicara-benarkah-lebih-kreatif

Setiap anak memiliki pola perkembangan yang berbeda, termasuk dalam kemampuan berkomunikasi dan berbicara. Beberapa kelebihan anak terlambat bicara dapat terlihat dari cara mereka menggunakan gestur, memahami ucapan, atau berinteraksi meski kemampuan verbalnya belum berkembang sesuai usia.

Mengetahui kemampuan anak secara menyeluruh dapat membantu Mama melihat perkembangan Si Kecil secara lebih utuh tanpa hanya berfokus pada jumlah kata yang sudah diucapkan.

Kelebihan yang Sering Terlihat pada Anak Speech Delay

Istilah speech delay sering digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika kemampuan bicara atau bahasa anak berkembang lebih lambat dibandingkan anak seusianya.

Dalam istilah klinis, late language emergence dapat berupa keterlambatan bahasa ekspresif saja atau keterlambatan yang juga melibatkan pemahaman bahasa.

ASHA menyarankan agar perkembangan anak dilihat dari berbagai aspek, termasuk kosakata, pemahaman, gestur, kemampuan bermain, dan komunikasi sosial.

1. Lebih banyak menggunakan gestur untuk berkomunikasi

Anak yang belum banyak mengucapkan kata dapat menggunakan gestur untuk menyampaikan maksud. Menunjuk benda yang diinginkan, membawa benda kepada Mama, mengangguk, melambaikan tangan, atau menggunakan ekspresi wajah merupakan beberapa bentuk komunikasi nonverbal.

Gestur juga termasuk aspek yang diperhatikan dalam evaluasi kemampuan bahasa anak. Pada usia 18 bulan, misalnya, CDC mencantumkan kemampuan menunjuk untuk menunjukkan sesuatu yang menarik sebagai salah satu tonggak perkembangan sosial.

Artikel lainnya: Usia Berapa Normalnya Si Kecil Bisa Bicara? Ini Tahapannya

2. Memiliki pemahaman bahasa yang tetap berkembang

Jumlah kata yang dapat diucapkan bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Seorang anak mungkin belum banyak berbicara, tetapi sudah memahami instruksi sederhana atau mengetahui benda yang disebutkan Mama.

CDC mencantumkan kemampuan mengikuti instruksi satu langkah tanpa bantuan gestur sebagai salah satu tonggak komunikasi pada usia 18 bulan.

Kemampuan memahami bahasa ini perlu diperhatikan karena keterlambatan bahasa ekspresif dan keterlambatan yang juga melibatkan pemahaman memiliki profil perkembangan yang berbeda.

3. Tetap berusaha berkomunikasi

Anak dapat menunjukkan keinginannya melalui berbagai cara ketika kemampuan berbicaranya masih terbatas. Tatapan, gestur, suara, ekspresi wajah, atau membawa Mama menuju benda tertentu dapat menjadi bagian dari usaha berkomunikasi.

ASHA memasukkan cara anak berkomunikasi, fungsi komunikasi, penggunaan gestur, serta kemampuan berinteraksi dalam penilaian bahasa dan komunikasi.

Hal tersebut menunjukkan bahwa kemampuan berkomunikasi tidak hanya dinilai dari seberapa banyak kata yang sudah dapat diucapkan.

4. Kemampuan nonverbal tetap dapat berkembang

Keterlambatan bicara tidak otomatis berarti seluruh kemampuan perkembangan anak ikut mengalami keterlambatan. Kemampuan bermain, mengeksplorasi benda, memecahkan masalah sederhana, dan mengikuti aktivitas sehari-hari juga perlu diamati.

Orang tua sebaiknya melihat kemampuan tersebut sebagai bagian dari profil perkembangan anak, bukan langsung menganggapnya sebagai tanda kecerdasan tertentu.

Cara pandang ini membuat pembahasan tentang manfaat anak terlambat bicara tetap berada dalam konteks yang tepat, yaitu melihat kemampuan yang sudah berkembang sambil tetap memperhatikan area yang membutuhkan stimulasi.

5. Memiliki cara berkomunikasi yang beragam

Anak yang kosakata verbalnya masih terbatas dapat menggabungkan beberapa bentuk komunikasi sekaligus. Misalnya, anak menunjuk gelas sambil mengeluarkan suara atau menarik tangan Mama ketika ingin meminta sesuatu.

ASHA menyebutkan bahwa penilaian anak dengan keterlambatan bahasa juga memperhatikan vokalisasi, kata, gestur, tatapan, fungsi komunikasi, serta kemampuan bermain.

Beragam cara tersebut dapat menjadi bagian dari proses perkembangan komunikasi sebelum kemampuan bahasa verbal berkembang lebih jauh.

6. Kemampuan bermain tetap perlu diperhatikan

Cara anak bermain juga dapat memberikan gambaran mengenai perkembangannya. Kemampuan menggunakan mainan secara fungsional, bermain pura-pura, mengikuti rutinitas permainan, dan berinteraksi dengan orang lain termasuk aspek yang dapat diamati dalam perkembangan komunikasi.

ASHA memasukkan symbolic play dan komunikasi sosial dalam penilaian anak dengan keterlambatan bahasa. Karena itu, Mama dapat memperhatikan perkembangan anak secara menyeluruh, bukan hanya menunggu bertambahnya jumlah kosakata.

Artikel lainnya: Cara Menstimulasi Si Kecil agar Cepat Bisa Bicara

Benarkah Anak Terlambat Bicara Punya Otak Kanan yang Lebih Dominan?

Anggapan bahwa anak yang terlambat bicara memiliki “otak kanan lebih dominan” cukup sering ditemukan. Klaim tersebut perlu diluruskan karena perkembangan bahasa tidak dapat dijelaskan hanya melalui pembagian sederhana antara otak kiri dan otak kanan.

1. Bahasa melibatkan jaringan di otak

Kemampuan bahasa melibatkan berbagai area otak yang bekerja sebagai suatu jaringan. Penelitian neuroimaging pada anak menunjukkan adanya aktivitas di kedua hemisfer ketika anak melakukan tugas yang berkaitan dengan bahasa, meskipun hemisfer kiri menunjukkan peran yang lebih dominan.

Kondisi tersebut merupakan bagian dari perkembangan sistem bahasa dan tidak menjadi bukti bahwa seorang anak memiliki “otak kanan yang lebih kuat”.

banner

2. Anak usia dini dapat melibatkan kedua hemisfer

Penelitian mengenai perkembangan lateralitas bahasa menemukan bahwa aktivitas jaringan bahasa di hemisfer kanan cukup terlihat pada anak usia 4–6 tahun.

Aktivitas tersebut kemudian cenderung berkurang seiring pertambahan usia, sementara dominasi hemisfer kiri dalam pemrosesan bahasa tetap terlihat.

Temuan tersebut menjelaskan bahwa penggunaan kedua sisi otak pada masa kanak-kanak merupakan bagian dari perkembangan bahasa. Kondisi tersebut tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa keterlambatan bicara disebabkan oleh dominasi otak kanan.

3. Speech delay tidak menunjukkan otak kanan lebih dominan

Belum ada dasar yang cukup untuk menyatakan bahwa anak terlambat bicara otomatis mempunyai dominasi hemisfer kanan.

Keterlambatan bahasa memiliki profil yang beragam dan perlu dilihat melalui kemampuan ekspresif, pemahaman, gestur, komunikasi sosial, bermain, serta aspek perkembangan lainnya.

Mama juga tidak perlu menghubungkan keterlambatan bicara dengan anggapan bahwa anak memiliki kecerdasan tertentu hanya berdasarkan teori “otak kanan”. Evaluasi perkembangan yang menyeluruh akan memberikan gambaran yang lebih tepat mengenai kemampuan anak.

Artikel lainnya: Stimulasi Bicara pada Bayi Usia 7-12 Bulan

Kapan Anak Terlambat Bicara Perlu Dibawa ke Dokter atau Terapis Wicara?

Mama dapat berkonsultasi ketika memiliki kekhawatiran mengenai kemampuan bicara atau bahasa anak, tanpa harus menunggu sampai keterlambatan terlihat semakin jelas.

Evaluasi dapat membantu mengetahui kemampuan yang sudah berkembang sekaligus menentukan apakah anak memerlukan pemantauan atau dukungan lebih lanjut.

ASHA menyebutkan bahwa evaluasi dapat mencakup kemampuan bahasa ekspresif dan reseptif, gestur, komunikasi sosial, bermain, serta pemeriksaan pendengaran bila diperlukan.

1. Anak belum mencapai tonggak bahasa sesuai usia

CDC mencatat bahwa pada usia 18 bulan, sebagian besar anak sudah mencoba mengucapkan setidaknya tiga kata selain “mama” atau “dada” dan mampu mengikuti instruksi satu langkah.

Pada usia 2 tahun, salah satu tonggak bahasa yang dinilai adalah kemampuan mengucapkan sedikitnya dua kata secara bersamaan, seperti “mau susu”.

Tonggak perkembangan bukan alat diagnosis. CDC menyarankan orang tua berbicara dengan dokter apabila anak belum mencapai satu atau lebih tonggak perkembangan atau Mama memiliki kekhawatiran mengenai perkembangannya.

2. Anak sulit memahami ucapan atau instruksi

Kemampuan memahami bahasa juga perlu diperhatikan. Anak yang belum banyak berbicara tetapi memahami perkataan dan instruksi sederhana memiliki profil yang berbeda dari anak yang mengalami kesulitan dalam memahami sekaligus menggunakan bahasa.

3. Anak tidak menunjukkan cara berkomunikasi lain

Tatapan, gestur, suara, menunjuk, dan ekspresi dapat menjadi bagian dari komunikasi sebelum kemampuan verbal berkembang lebih jauh.

Evaluasi terapis wicara dapat melihat bagaimana anak menggunakan berbagai cara tersebut untuk menyampaikan keinginan, meminta bantuan, menyapa, atau berinteraksi.

4. Anak kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dikuasai

Kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dikuasai merupakan alasan untuk berkonsultasi dengan dokter. Pemantauan perkembangan secara berkala dapat membantu Mama mengetahui perubahan kemampuan anak dan menentukan langkah selanjutnya.

5. Ada kekhawatiran tentang pendengaran atau perkembangan lain

Pemeriksaan pendengaran dapat menjadi bagian dari evaluasi ketika anak mengalami keterlambatan bahasa. Terapis wicara atau dokter dapat menentukan pemeriksaan yang sesuai berdasarkan riwayat dan kondisi perkembangan anak.

Artikel lainnya: 6 Aspek Perkembangan Anak Usia Dini dan Contohnya

Apa yang Bisa Dilakukan Mama untuk Mendukung Kemampuan Bicara Anak?

Mama dapat mendukung perkembangan bahasa melalui aktivitas sederhana sehari-hari. Ajak anak berbicara sambil melakukan aktivitas, bacakan buku dan bahas gambar yang dilihat, berikan waktu untuk merespons, serta kembangkan ucapan anak dengan menambahkan kata yang sesuai.

CDC juga menyarankan orang tua berbicara sambil berada pada posisi sejajar dengan anak, membaca buku bersama, bermain secara interaktif, serta menambahkan kata pada ucapan yang sudah dibuat anak.

Keterlambatan bicara tidak perlu dilihat hanya dari jumlah kata yang sudah dapat diucapkan anak karena kemampuan memahami bahasa, gestur, bermain, dan berinteraksi juga penting untuk diperhatikan.

Setiap anak memiliki pola perkembangan yang berbeda sehingga pemantauan secara menyeluruh dapat membantu Mama mengetahui kebutuhan Si Kecil dengan lebih tepat.

Konsultasi dengan dokter atau terapis wicara dapat menjadi langkah yang tepat ketika Mama memiliki kekhawatiran mengenai perkembangan komunikasi anak.

Yuk, unduh aplikasi Hallobumil dan daftarkan akun Mama untuk mendapatkan informasi seputar tumbuh kembang anak, kesehatan keluarga, dan parenting yang relevan untuk Mama.

Mama juga bisa bergabung dengan komunitas Hallobumil dan mengikuti berbagai event untuk berbagi pengalaman serta mendapatkan informasi bersama Mama lainnya.

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image