Artikel/Kehamilan/Virus Nipah: Kenali Gejala, Cara Penularan, dan Pencegahannya

Virus Nipah: Kenali Gejala, Cara Penularan, dan Pencegahannya

Tim Ahli Hallobumil | Diterbitkan pada 28 Januari 2026
Ditinjau oleh Tim Ahli Hallobumil
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Virus Nipah merupakan penyakit infeksi yang dapat menular dari hewan ke manusia dan berisiko serius. Ketahui gejala, cara penularan, serta langkah pencegahan agar keluarga tetap aman ya Ma.
virus-nipah-kenali-gejala-cara-penularan-dan-pencegahannya

Apa Itu Virus Nipah?

Virus Nipah adalah penyakit infeksi serius yang disebabkan oleh virus Nipah (NiV), yaitu virus zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia. Virus ini pertama kali ditemukan pada tahun 1998 di Malaysia dan sejak itu beberapa kasus virus Nipah juga dilaporkan di India dan Bangladesh.

Secara medis, virus Nipah adalah virus RNA dari keluarga Paramyxoviridae yang dapat menyerang sistem pernapasan dan sistem saraf pusat. Infeksi ini tergolong berbahaya karena dapat menyebabkan komplikasi berat seperti radang otak (ensefalitis) hingga kematian.

Meski hingga saat ini virus Nipah di Indonesia belum dilaporkan secara resmi sebagai wabah, Ma tetap perlu waspada karena virus ini memiliki tingkat kematian yang cukup tinggi dan berpotensi menyebar lintas negara.

Penyebab Virus Nipah

Penyebab virus Nipah adalah infeksi virus Nipah yang secara alami hidup pada kelelawar buah (keluarga Pteropodidae). Kelelawar ini merupakan reservoir alami virus Nipah dan biasanya tidak menunjukkan gejala sakit.

Virus dapat berpindah dari kelelawar ke manusia secara langsung maupun melalui hewan perantara, seperti babi. Dalam beberapa kasus, penyakit virus Nipah juga dapat menyebar antar manusia melalui kontak dekat.

Secara medis, virus ini masuk ke tubuh melalui saluran pernapasan, mulut, atau luka terbuka, lalu berkembang biak dan menyerang organ vital.

Bagaimana Cara Penularan Virus Nipah

Penularan virus Nipah dapat terjadi melalui beberapa cara, antara lain:

  1. Kontak langsung dengan hewan terinfeksi, seperti babi atau kelelawar.
  2. Mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, misalnya buah yang terpapar air liur atau urine kelelawar.
  3. Penularan dari manusia ke manusia, terutama melalui cairan tubuh seperti air liur, droplet pernapasan, atau kontak erat dalam perawatan pasien.
  4. Lingkungan yang tidak higienis, terutama di daerah dengan interaksi dekat antara manusia dan hewan.

Karena itu, virus Nipah berbahaya atau tidak? Jawabannya: berbahaya, terutama jika tidak terdeteksi dan ditangani sejak dini.

Gejala Virus Nipah

Gejala virus Nipah bisa muncul dalam waktu 4–14 hari setelah terpapar. Pada awal infeksi, gejalanya sering mirip flu, sehingga kerap tidak disadari. Beberapa ciri virus Nipah yang perlu Mama kenali antara lain:

  • Demam tinggi
  • Sakit kepala berat
  • Nyeri otot
  • Batuk dan sakit tenggorokan
  • Mual dan muntah

Jika kondisi memburuk, gejala dapat berkembang menjadi:

  • Gangguan pernapasan berat
  • Penurunan kesadaran
  • Kejang
  • Radang otak (ensefalitis)

Pada virus Nipah pada ibu hamil, infeksi dapat meningkatkan risiko komplikasi serius bagi ibu dan janin, sehingga membutuhkan penanganan medis intensif.

Virus Nipah pada Ibu Hamil: Apa yang Perlu Mama Waspadai?

Virus Nipah pada ibu hamil perlu mendapatkan perhatian khusus karena infeksi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan Mama, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi janin di dalam kandungan.

Secara medis, tubuh ibu hamil mengalami perubahan sistem imun, sehingga lebih rentan terhadap infeksi berat, termasuk penyakit virus Nipah.

Jika ibu hamil terinfeksi virus Nipah, gejala yang muncul bisa serupa dengan orang dewasa pada umumnya, seperti demam tinggi, sakit kepala, batuk, hingga gangguan pernapasan.

Namun pada beberapa kasus, infeksi dapat berkembang lebih cepat dan berisiko menyebabkan komplikasi serius, seperti radang otak (ensefalitis) atau kegagalan pernapasan.

Hingga saat ini, data mengenai penularan langsung virus Nipah dari ibu ke janin masih terbatas. Namun, berdasarkan prinsip medis dan pengalaman dari infeksi virus berat lainnya, demam tinggi, infeksi sistemik, dan gangguan oksigen pada ibu dapat meningkatkan risiko:

Oleh karena itu, virus Nipah pada ibu hamil dikategorikan sebagai kondisi berisiko tinggi dan memerlukan penanganan intensif di rumah sakit.

Mama disarankan segera ke dokter jika sedang hamil dan mengalami gejala seperti demam tinggi, sakit kepala berat, atau sesak napas, terutama bila memiliki riwayat kontak dengan hewan atau berada di wilayah dengan kasus virus Nipah seperti India atau negara endemis lainnya.

Penanganan dini sangat penting untuk melindungi keselamatan Mama dan Si Kecil. Sebagai langkah pencegahan, ibu hamil disarankan lebih ketat menjaga kebersihan makanan, menghindari kontak dengan hewan liar, serta menerapkan protokol kebersihan diri sehari-hari.

Diagnosis Virus Nipah

Diagnosis virus Nipah dilakukan oleh tenaga medis melalui pemeriksaan laboratorium khusus. Beberapa metode yang digunakan antara lain:

  • RT-PCR: Digunakan untuk mendeteksi materi genetik virus Nipah secara langsung dari sampel darah atau cairan pernapasan. Pemeriksaan ini paling akurat untuk memastikan adanya infeksi aktif.
  • Tes darah: Dilakukan untuk melihat respons tubuh terhadap infeksi, seperti tanda peradangan atau antibodi terhadap virus Nipah, serta menilai kondisi umum pasien.
  • Pemeriksaan cairan serebrospinal (jika dicurigai ensefalitis): Dilakukan jika dicurigai terjadi radang otak (ensefalitis). Cairan ini diambil melalui pungsi lumbal untuk mendeteksi infeksi virus pada sistem saraf pusat.

Karena gejalanya mirip penyakit lain, diagnosis biasanya dilakukan pada pasien dengan riwayat paparan atau berasal dari wilayah dengan kasus virus Nipah seperti India atau Bangladesh.

Cara Mengobati Virus Nipah

Hingga saat ini, pengobatan virus Nipah bersifat suportif, karena belum ada obat antivirus spesifik yang benar-benar menyembuhkan infeksi ini.

Perawatan medis yang biasanya diberikan meliputi:

  • Perawatan intensif di rumah sakit.
  • Bantuan pernapasan jika diperlukan.
  • Pemberian cairan dan elektrolit.
  • Pengobatan untuk mengurangi gejala dan mencegah komplikasi.

Penanganan dini sangat penting ya Ma untuk meningkatkan peluang pemulihan dan menurunkan risiko kematian.

Cara Mencegah Virus Nipah

Cara mencegah virus Nipah fokus pada menghindari paparan dan menjaga kebersihan, antara lain:

  • Hindari konsumsi buah yang jatuh atau tidak dicuci bersih.
  • Pastikan makanan dan minuman tertutup rapat.
  • Hindari kontak langsung dengan kelelawar dan hewan sakit.
  • Gunakan alat pelindung diri saat merawat orang sakit.
  • Terapkan kebersihan tangan secara rutin.

Untuk Mama yang sedang hamil atau memiliki anak kecil, pencegahan ini sangat penting demi menjaga kesehatan keluarga.

Kapan Harus ke Dokter?

Mama perlu segera membawa diri atau anggota keluarga ke dokter jika mengalami:

  • Demam tinggi disertai sakit kepala berat.
  • Gangguan pernapasan.
  • Penurunan kesadaran atau kejang.
  • Riwayat kontak dengan hewan atau pasien terinfeksi.

Penanganan cepat dapat mencegah komplikasi serius akibat virus Nipah Indonesia maupun kasus impor dari luar negeri.

Dengan memahami penyebab, gejala, serta menerapkan cara penangan infeksi virus nipah yang tepat, Mama dapat menjaga kesehatan keluarga Mama.

Sebagai pendamping perjalanan kehamilan, jangan ragu untuk download aplikasi Hallobumil agar lebih mudah mendapatkan informasi terpercaya seputar kesehatan Mama dan janin.

Mama juga bisa bergabung ke komunitas Hallobumil di WhatsApp untuk berbagi pengalaman kehamilan bersama Mama lainnya. Manfaatkan juga health tools hitung HPL agar persiapan kehamilan semakin matang.

Jangan ketinggalan, ikuti berbagai webinar di Hallobumil bersama para ahli untuk mendapatkan tips perawatan diri yang aman dan relevan selama hamil.

Semua langkah ini bisa menjadi dukungan tambahan agar Mama tetap sehat, nyaman, dan percaya diri menjalani masa kehamilan

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Nikmati Perjalanan Kehamilan Bersama Bumil Lainnya

Gabung dan temui teman, tips, dan cerita inspiratif di komunitas Hallobumil untuk lewati masa hamil dengan penuh dukungan
image