Ciri-Ciri Anak Hiperaktif yang Perlu Mama Ketahui
:strip_icc():format(webp)/hb-article/i2423HaBAi07UXb8J3jhu/original/lssmbkm5xn37cgmdqjfyxej996zxlghj.png)
Sebagian anak memang memiliki energi yang besar dan terlihat sangat aktif. Namun, jika perilaku tersebut muncul secara berlebihan dan berlangsung terus-menerus hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, Mama dan Papa perlu lebih memperhatikannya.
Kondisi ini sering dikaitkan dengan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) atau gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas.
Memahami ciri-ciri anak hiperaktif penting dilakukan sejak dini agar orang tua dapat membedakan antara anak yang aktif secara normal dengan anak yang mengalami gangguan perilaku.
Umumnya, gejala anak hiperaktif biasanya terlihat dari kombinasi perilaku sulit fokus, impulsif, dan aktivitas fisik yang berlebihan. Berikut tanda anak hiperaktif yang perlu diperhatikan:
1. Tidak Bisa Duduk Diam
Salah satu ciri-ciri anak hiperaktif yang paling mudah dikenali adalah kesulitan untuk duduk diam dalam waktu lama.
Anak mungkin sering bergerak, menggoyangkan kaki, berdiri dari tempat duduk, atau berjalan-jalan meskipun situasinya mengharuskan ia tetap duduk.
Misalnya saat di kelas, anak hiperaktif cenderung sering bangun dari kursinya, berjalan di sekitar ruangan, atau bermain dengan benda di sekitarnya. Hal ini terjadi karena mereka memiliki dorongan energi yang sangat tinggi sehingga sulit menahan diri untuk tetap diam.
Artikel lainnya: Apakah Anak Anda Aktif Eksploratif atau ADHD?
2. Selalu Merasa Gelisah
Gejala anak hiperaktif berikutnya adalah perasaan gelisah yang terus-menerus. Si kecil tampak tidak tenang, sering bergerak tanpa tujuan jelas, atau terus menggerakkan tangan dan kaki.
Perilaku ini bukan hanya muncul saat anak bermain, tetapi juga saat situasi yang membutuhkan ketenangan, seperti saat belajar, makan, atau berbicara dengan orang lain. Rasa gelisah ini biasanya berkaitan dengan kesulitan anak dalam mengendalikan impuls dan emosi.
3. Sulit Berkonsentrasi
Kesulitan fokus merupakan salah satu tanda anak hiperaktif yang sering dikeluhkan orang tua maupun guru. Anak mungkin mudah teralihkan oleh suara, gerakan, atau benda kecil di sekitarnya.
Akibatnya, anak sering tidak menyelesaikan tugas sekolah, lupa instruksi yang diberikan, atau kehilangan barang-barang penting seperti buku dan alat tulis. Kondisi ini dapat memengaruhi prestasi belajar jika tidak ditangani dengan tepat.
4. Sering Bertindak Tanpa Berpikir
Anak hiperaktif juga cenderung impulsif, yaitu melakukan sesuatu tanpa mempertimbangkan konsekuensinya. Misalnya langsung menjawab pertanyaan sebelum selesai didengar, memotong pembicaraan orang lain, atau bertindak secara tiba-tiba.
Perilaku impulsif ini sering membuat anak kesulitan mengikuti aturan atau menunggu giliran saat bermain dengan teman. Dalam jangka panjang, hal ini dapat memengaruhi hubungan sosial anak.
5. Banyak Bicara dan Sulit Berhenti
Ciri-ciri anak hiperaktif lainnya adalah berbicara secara berlebihan. Anak mungkin terus berbicara tanpa henti, bahkan ketika orang lain sedang berbicara.
Selain itu, anak sering memotong percakapan atau menjawab pertanyaan sebelum orang lain selesai berbicara. Hal ini terjadi karena anak kesulitan mengontrol dorongan untuk berbicara.
Artikel lainnya: Bagaimana Menghadapi Anak yang Aktif?
6. Sulit Mengikuti Instruksi
Anak hiperaktif sering mengalami kesulitan memahami atau mengikuti instruksi yang diberikan. Ketika diminta melakukan beberapa tugas sekaligus, anak mungkin hanya mengerjakan sebagian atau bahkan lupa sama sekali.
Hal ini bukan berarti anak sengaja tidak mendengarkan, tetapi karena kemampuan fokus dan pengolahan informasi mereka berbeda dibandingkan anak lain seusianya.
7. Mudah Terdistraksi
Gejala anak hiperaktif juga ditandai dengan mudahnya perhatian anak teralihkan. Si Kecil mungkin tiba-tiba berhenti mengerjakan sesuatu karena melihat benda lain yang menarik perhatian.
Ketika belajar, anak bisa berhenti membaca karena melihat mainan atau mendengar suara dari luar. Hal ini membuat mereka sulit menyelesaikan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi.
8. Sering Kehilangan Barang
Anak hiperaktif sering kehilangan barang-barang penting seperti pensil, buku, mainan, atau perlengkapan sekolah. Hal ini terjadi karena anak kurang terorganisir dan mudah lupa.
Perilaku ini sering membuat orang tua atau guru merasa anak ceroboh, padahal sebenarnya berkaitan dengan kesulitan mengatur perhatian dan memori kerja.
Artikel lainnya: Perbedaan Anak Aktif dan Anak Hiperaktif
9. Sulit Menunggu Giliran
Dalam aktivitas sosial, anak hiperaktif sering kesulitan menunggu giliran, baik saat bermain, berbicara, maupun melakukan aktivitas bersama teman.
Mereka mungkin langsung mengambil giliran orang lain atau merasa sangat tidak sabar. Hal ini dapat memicu konflik dengan teman sebaya jika tidak diarahkan dengan baik.
10. Aktivitas Fisik Berlebihan
Energi yang sangat tinggi juga menjadi tanda anak hiperaktif. Anak mungkin terlihat selalu bergerak, berlari, atau memanjat sesuatu, bahkan dalam situasi yang tidak sesuai.
Walaupun semua anak aktif, pada anak hiperaktif aktivitas ini biasanya jauh lebih intens dan sulit dikendalikan. Perilaku ini dapat membuat anak lebih berisiko mengalami cedera karena kurang mempertimbangkan bahaya.
Jika gejala anak hiperaktif muncul secara terus-menerus dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau psikolog anak.
Artikel lainnya: Cara Mengatasi Anak Hiperaktif agar Lebih Fokus
Perlu diingat bahwa anak yang aktif belum tentu hiperaktif. Oleh karena itu, memahami tanda anak hiperaktif secara menyeluruh sangat penting agar Mama dapat memberikan dukungan yang tepat bagi tumbuh kembang anak.
Memahami perilaku anak memang tidak selalu mudah. Jika Mama ingin mendapatkan lebih banyak informasi seputar tumbuh kembang anak, Mama bisa download aplikasi Hallobumil.
Selain itu, Mama juga bisa bergabung dengan komunitas Hallobumil di WhatsApp. Di komunitas ini, Mama dapat berbagi pengalaman, bertanya langsung kepada sesama orang tua, dan mendapatkan insight menarik dari para ahli mengenai kesehatan Mama dan anak.
Hallobumil juga rutin menghadirkan event edukatif bersama para ahli, mulai dari dokter kandungan hingga konselor parenting.
Dengan mengikuti event ini, Mama bisa mendapatkan pengetahuan praktis sekaligus solusi langsung untuk berbagai tantangan dalam perjalanan menjadi orang tua.





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
