:strip_icc():format(webp)/hb-article/h7AItgcZ0ozSZ-78LvE3F/original/j7grzt8wqpnpassfkbf40bl24ch4n50o.png)
Perut kembung merupakan keluhan yang cukup sering dialami anak usia di atas satu tahun. Kondisi ini umumnya terjadi akibat penumpukan gas di saluran pencernaan sehingga perut terasa penuh, begah, atau tampak sedikit membesar.
Mengetahui cara mengatasi kembung pada anak dapat membantu Mama membuat anak merasa lebih nyaman sekaligus mendukung proses pemulihannya. Berikut adalah lima belas cara mengatasi perut kembung pada anak yang dapat Mama coba terapkan.
1. Ajak Anak Berjalan Santai Setelah Makan
Aktivitas ringan setelah makan dapat membantu merangsang pergerakan usus sehingga gas lebih mudah berpindah dan dikeluarkan dari saluran pencernaan. Jalan santai selama beberapa menit sudah cukup membantu meningkatkan kenyamanan anak.
Mama tidak perlu mengajak anak berolahraga berat. Bermain ringan di halaman rumah atau berjalan santai bersama keluarga sudah menjadi pilihan yang baik setelah waktu makan.
Kebiasaan ini juga membantu anak terhindar dari kebiasaan langsung berbaring setelah makan yang dapat memperlambat proses pencernaan.
Artikel lainnya: Hubungan Kesehatan Usus dan Imunitas Anak
2. Berikan Air Putih yang Cukup
Air putih membantu proses pencernaan berjalan lebih lancar sekaligus mendukung pergerakan makanan di dalam usus. Asupan cairan yang cukup juga membantu mengurangi risiko sembelit yang sering menjadi penyebab perut kembung.
Mama dapat mengajak anak minum sedikit demi sedikit sepanjang hari agar kebutuhan cairannya tetap terpenuhi. Cara ini lebih mudah dilakukan dibandingkan meminta anak menghabiskan air dalam jumlah besar sekaligus.
Kebutuhan cairan yang tercukupi merupakan salah satu langkah sederhana dalam cara mengatasi perut kembung pada anak 1 tahun, terutama ketika anak sudah mulai mengonsumsi berbagai jenis makanan pendamping keluarga.
Perlu diingat bahwa untuk anak di bawah 2 tahun, ASI atau susu tetap menjadi sumber cairan utama sehingga pemberian air putih sebaiknya disesuaikan dengan anjuran dokter atau tenaga kesehatan.
3. Pijat Perut Anak Secara Lembut
Pijatan ringan pada area perut dapat membantu memberikan rasa nyaman sekaligus merangsang pergerakan usus. Mama dapat melakukan pijatan dengan gerakan memutar searah jarum jam menggunakan telapak tangan.
Tekanan pijatan tidak perlu terlalu kuat. Sentuhan yang lembut sudah cukup membantu anak merasa lebih rileks saat mengalami rasa begah. Apabila anak tampak kesakitan ketika perut disentuh, sebaiknya hentikan pijatan dan segera konsultasikan dengan dokter.
Artikel lainnya: Usus Buntu pada Anak: Ciri, Penyebab, dan Penanganan
4. Kompres Hangat pada Perut
Kompres hangat dapat membantu merilekskan otot-otot di area perut sehingga rasa tidak nyaman berkurang. Gunakan handuk yang telah dibasahi air hangat, kemudian tempelkan pada perut anak selama beberapa menit.
Pastikan suhu kompres tidak terlalu panas agar kulit anak tetap aman. Mama juga sebaiknya tetap mendampingi anak selama proses kompres berlangsung. Perawatan sederhana ini sering membantu anak merasa lebih nyaman ketika perut terasa penuh akibat penumpukan gas.
5. Kurangi Makanan yang Menghasilkan Banyak Gas
Beberapa makanan diketahui dapat menghasilkan lebih banyak gas selama proses pencernaan, misalnya brokoli, kubis, kembang kol, bawang, dan kacang-kacangan. Namun, setiap anak memiliki toleransi yang berbeda terhadap makanan tersebut.
Mama dapat mengamati apakah keluhan kembung muncul setelah anak mengonsumsi jenis makanan tertentu.
Apabila memang terbukti menjadi pemicu, kurangi porsinya tanpa harus menghilangkannya sepenuhnya dari menu harian. Pendekatan ini membantu anak tetap memperoleh asupan gizi yang beragam sekaligus mengurangi kemungkinan perut terasa begah.
Artikel lainnya: Makanan Sumber Prebiotik Alami untuk Dukung Pencernaan Si Kecil
6. Batasi Minuman Bersoda
Minuman bersoda mengandung karbonasi yang dapat meningkatkan jumlah gas di dalam lambung. Kondisi ini membuat perut terasa semakin penuh dan tidak nyaman. Sebagai gantinya, biasakan anak mengonsumsi air putih sebagai minuman utama setiap hari.
Pilihan ini tidak hanya membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan, tetapi juga mendukung kebutuhan cairan tubuh. Membatasi konsumsi minuman bersoda sejak dini juga menjadi kebiasaan baik yang bermanfaat untuk kesehatan anak secara keseluruhan.
7. Ajarkan Anak Makan Lebih Perlahan
Kebiasaan makan terlalu cepat dapat membuat anak menelan lebih banyak udara. Udara yang masuk ke saluran pencernaan inilah yang kemudian dapat menumpuk dan menyebabkan perut terasa penuh atau begah.
Mama dapat mengajak anak mengunyah makanan hingga halus sebelum menelannya. Selain membantu mengurangi udara yang tertelan, cara ini juga mendukung proses pencernaan agar berlangsung lebih baik.
Suasana makan yang tenang tanpa terburu-buru juga dapat membantu anak menikmati makanannya sekaligus mengurangi risiko perut kembung.
Artikel lainnya: Cara Seru Mengajarkan Anak Makan Sendiri Tanpa Drama!
8. Hindari Penggunaan Sedotan Jika Memicu Kembung
Sebagian anak lebih banyak menelan udara saat minum menggunakan sedotan. Kondisi ini dapat meningkatkan jumlah gas di dalam lambung sehingga rasa tidak nyaman pada perut menjadi lebih mudah muncul.
Apabila Mama melihat keluhan kembung sering muncul setelah anak menggunakan sedotan, cobalah menggantinya dengan gelas biasa. Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi udara yang masuk ke saluran pencernaan.
Setiap anak memiliki respons yang berbeda. Oleh karena itu, Mama dapat mengamati kebiasaan minum anak untuk mengetahui apakah penggunaan sedotan menjadi salah satu pemicunya.
9. Berikan Porsi Makan Lebih Kecil tetapi Lebih Sering
Porsi makan yang terlalu banyak dalam satu waktu dapat membuat lambung bekerja lebih berat. Akibatnya, proses pencernaan menjadi lebih lambat dan gas lebih mudah menumpuk di saluran cerna.
Mama dapat membagi kebutuhan makan harian menjadi beberapa poranak dengan jadwal yang teratur. Cara ini membantu sistem pencernaan bekerja lebih nyaman sekaligus menjaga energi anak sepanjang hari.
Selain mengurangi rasa begah, kebiasaan makan dalam porsi yang sesuai juga membantu anak membangun pola makan yang lebih sehat.
Artikel lainnya: Menu Makanan Sehat Harian untuk Balita
10. Perbanyak Makanan Berserat Sesuai Usia
Serat berperan penting dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan. Sayur, buah, oatmeal, dan biji-bijian utuh dapat membantu melancarkan buang air besar sehingga risiko sembelit yang memicu kembung dapat berkurang.
Penambahan serat sebaiknya dilakukan secara bertahap dan diimbangi dengan asupan cairan yang cukup. Cara ini membantu tubuh beradaptasi sehingga serat dapat bekerja secara optimal.
Mama dapat menyajikan variasi menu setiap hari agar kebutuhan serat anak terpenuhi tanpa membuatnya merasa bosan.
Artikel lainnya: Serat untuk Anak: Manfaat dan Sumber Makanannya
11. Perhatikan Kemungkinan Intoleransi Laktosa
Pada sebagian anak, konsumsi susu atau produk olahannya dapat memicu perut terasa kembung, terutama apabila tubuh mengalami intoleransi laktosa. Kondisi ini terjadi ketika tubuh kesulitan mencerna laktosa, yaitu gula alami yang terdapat dalam susu.
Mama dapat memperhatikan apakah keluhan kembung muncul berulang setelah anak mengonsumsi susu atau makanan berbahan dasar susu. Catatan sederhana mengenai waktu munculnya gejala dapat membantu dokter saat melakukan evaluasi.
Apabila dicurigai terdapat intoleransi laktosa, konsultasikan dengan dokter sebelum melakukan perubahan pola makan agar kebutuhan gizi anak tetap terpenuhi.
12. Catat Makanan yang Memicu Keluhan
Setiap anak memiliki respons yang berbeda terhadap makanan tertentu. Mencatat menu harian beserta keluhan yang muncul dapat membantu Mama mengenali pola penyebab perut kembung.
Catatan tersebut tidak harus rumit. Mama cukup menuliskan jenis makanan, waktu makan, dan gejala yang dialami setelahnya. Informasi ini dapat menjadi bahan diskusi yang bermanfaat saat berkonsultasi dengan dokter.
Apabila makanan pemicu telah diketahui, Mama dapat mengurangi porsinya tanpa perlu menghilangkannya sepenuhnya, kecuali dokter memberikan anjuran khusus.
Artikel lainnya: Ciri-Ciri Bayi Sembelit saat MPASI yang Perlu Dikenali
13. Pastikan Anak Buang Air Besar Secara Teratur
Sembelit merupakan salah satu penyebab yang cukup sering membuat perut terasa penuh dan begah. Penumpukan tinja di dalam usus dapat menghambat pengeluaran gas sehingga keluhan kembung menjadi lebih mudah muncul.
Mama dapat membiasakan anak pergi ke toilet pada waktu yang sama setiap hari, misalnya setelah sarapan. Kebiasaan ini membantu membentuk pola buang air besar yang lebih teratur.
Kebutuhan cairan, asupan serat, dan aktivitas fisik juga perlu diperhatikan agar fungsi usus tetap berjalan dengan baik.
Artikel lainnya: BAB Anak Cair tapi Bukan Diare? Mungkin Ini Penyebabnya
14. Dorong Anak Tetap Aktif Bergerak
Aktivitas fisik membantu merangsang pergerakan usus sehingga gas lebih mudah keluar secara alami. Anak tidak harus melakukan olahraga yang berat untuk memperoleh manfaat tersebut.
Bermain di taman, berjalan santai, bersepeda, atau melakukan permainan aktif di rumah sudah cukup membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan.
Pilih aktivitas yang sesuai dengan usia dan kemampuan anak agar tetap menyenangkan. Kebiasaan aktif bergerak juga memberikan manfaat lain, seperti membantu menjaga berat badan ideal dan meningkatkan kebugaran tubuh.
15. Konsultasikan ke Dokter Bila Kembung Tidak Kunjung Membaik
Sebagian besar perut kembung dapat membaik melalui perubahan pola makan dan perawatan sederhana di rumah. Namun, pemeriksaan dokter diperlukan apabila keluhan berlangsung lebih dari beberapa hari atau semakin mengganggu aktivitas anak.
Mama juga sebaiknya segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila perut kembung disertai muntah berulang, nyeri perut hebat, buang air besar berdarah, perut tampak sangat keras, atau anak mengalami demam.
Apabila Mama mencari cara mengatasi perut kembung disertai demam pada anak, langkah yang paling tepat adalah segera memeriksakan anak ke dokter. Demam bukan merupakan gejala khas perut kembung sehingga diperlukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya.
Yuk, dampingi tumbuh kembang anak setiap hari dengan mengunduh aplikasi HalloBumil dan daftarkan akun Mama untuk mendapatkan informasi tepercaya seputar kesehatan anak, kehamilan, dan parenting.
Selain itu, Mama juga bisa bergabung dengan komunitas HalloBumil dan mengikuti beragam event edukatif guna berbagi pengalaman dengan sesama orang tua sekaligus memperoleh informasi akurat dari para ahli.




:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
