Tips Aman Menggunting Kuku Anak
:strip_icc():format(webp)/hb-article/oE7FwjTpPdOfcL-2W40-j/original/43563.jpg)
dr. Venny Beauty
Menjaga kuku Si Kecil tetap pendek adalah hal yang penting, karena kotoran dapat mudah tersimpan di sela kuku yang panjang, dan bisa masuk ke tubuh Si Kecil saat ia makan atau mengisap jempolnya. Selain itu, kuku yang panjang akan membuat ia mudah tercakar atau bahkan tidak sengaja mencakar orang lain ketika sedang bermain. Namun, menggunting kuku Si Kecil dapat menjadi aktivitas yang menakutkan, apalagi jika baru pertama kali dilakukan. Kuku Si Kecil tumbuh dengan cepat, sehingga perlu digunting secara teratur setiap 1-2 kali seminggu sesuai yang diperlukan.
Agar tidak melukai Si Kecil, cara menggunting kuku tidak boleh sembarangan. Pilihlah gunting kuku yang sesuai untuk anak. Jangan paksakan menggunakan gunting kuku dewasa jika Si Kecil masih bayi, dan sebaliknya. Gunting kuku bayi biasanya mempunyai ujung yang bulat dan relatif tidak tajam dibandingkan gunting kuku dewasa. Pastikan pencahayaan di ruangan baik agar Mama dapat melihat dengan jelas. Mama dapat memotong kuku Si Kecil pada pagi atau siang hari, dan di tempat yang terang seperti di bawah lampu atau di dekat jendela. Hindarilah memotong kuku di tempat yang gelap. Sebaiknya gunting kuku Si Kecil setelah ia mandi karena kuku akan lebih lembut dan mudah untuk digunting, atau ketika ia sedang tertidur agar tidak banyak bergerak.
Temukan posisi yang nyaman agar Mama dapat menjangkau tangan Si Kecil dengan mudah. Peganglah salah satu tangannya dan genggam satu per satu jari saat menggunting kuku. Jangan memotong kuku terlalu dekat dengan daging untuk menghindari luka. Mama dapat menyisakan bagian putih kuku sebanyak 1-2 mm agar tidak terlalu pendek. Potonglah kuku bagian depan dengan lurus dan menyudut di bagian tepinya. Haluskan bekas potongan kuku agar tidak terlalu tajam, dengan menggesekkan perlahan pada permukaan kasar pemotong kuku. Kemudian buanglah sisa kuku yang tergunting agar tidak terambil dan termakan oleh Si Kecil.
Apabila Si Kecil tidak nyaman dan menarik tangannya saat kukunya digunting, cobalah alihkan dengan menyanyi atau membuat suara lucu. Namun jika tidak berhasil, berhentilah sejenak dan coba di lain waktu ya, Ma. Jika tangan Si Kecil tidak sengaja terluka saat kukunya digunting, janganlah panik. Ambil tisu dan tekan beberapa menit pada tempat yang terluka hingga perdarahan berhenti. Bila perdarahan tak kunjung berhenti, segeralah bawa Si Kecil ke Dokter.
Mama juga dapat mengajak Papa bekerja sama untuk menggunting kuku Si Kecil. Mintalah Papa untuk menjaga Si Kecil agar tidak bergerak dan menarik tangannya selagi Mama menggunting kuku. Dengan mengetahui cara menggunting kuku anak dengan tepat, waktu menggunting kuku akan menjadi waktu yang menyenangkan bersama Si Kecil. (VB)





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
