Berbagai Jenis Ikan yang Tidak Boleh untuk MPASI
:strip_icc():format(webp)/hb-article/rUiHrTvL03EXN1JrHay-E/original/6auflqsiqwab7jsewqxc32zl2qw9jcwk.png)
Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) menjadi tahap penting dalam tumbuh kembang bayi. Pada fase ini, orang tua mulai mengenalkan berbagai jenis makanan, termasuk ikan yang dikenal kaya protein dan asam lemak omega-3.
Sayangnya, tidak semua ikan aman dikonsumsi oleh bayi. Ada beberapa jenis ikan yang tidak boleh untuk MPASI karena berisiko mengandung merkuri tinggi, bakteri, parasit, atau tekstur daging yang belum sesuai untuk sistem pencernaan bayi. Lantas, ikan apa yang tidak boleh dimakan bayi?
Pada dasarnya, pemilihan ikan untuk MPASI harus mempertimbangkan kandungan logam berat, tingkat keamanan, serta cara pengolahannya.
Kesalahan dalam memilih ikan bisa berdampak pada kesehatan saraf, pencernaan, bahkan tumbuh kembang bayi dalam jangka panjang.
Oleh karena itu, penting bagi Mama dan Papa untuk memahami dengan baik ikan yang tidak boleh untuk MPASI bayi. Berikut daftarnya:
Artikel lainnya: Amankah Si Kecil Diberi Makanan Bayi Instan?
1. Ikan kakap putih
Ikan kakap putih termasuk ikan laut berukuran besar yang berpotensi mengandung merkuri lebih tinggi dibandingkan ikan kecil.
Merkuri merupakan logam berat yang berbahaya bagi sistem saraf bayi dan dapat mengganggu perkembangan otak jika dikonsumsi secara rutin.
Oleh karena itu, ikan kakap putih masuk dalam daftar ikan yang tidak boleh untuk MPASI bayi, terutama pada tahap awal pengenalan makanan padat.
2. Ikan pari
Ikan pari dikenal hidup di perairan laut dalam dan memiliki risiko tinggi terpapar logam berat, termasuk merkuri.
Selain itu, tekstur daging ikan pari cukup liat, sehingga sulit diolah menjadi makanan yang aman untuk bayi. Kondisi ini membuat ikan pari tidak direkomendasikan sebagai menu MPASI.
3. Ikan hiu
Ikan hiu termasuk predator puncak di laut yang mengonsumsi banyak ikan lain, sehingga akumulasi merkuri dalam tubuhnya sangat tinggi.
Konsumsi ikan hiu pada bayi berisiko menyebabkan gangguan sistem saraf dan perkembangan kognitif. Inilah alasan utama mengapa ikan hiu termasuk ikan yang tidak boleh dimakan bayi.
4. Ikan todak
Ikan todak atau swordfish juga memiliki kandungan merkuri yang tinggi. Paparan merkuri pada anak usia dini dapat berdampak negatif pada kemampuan belajar dan konsentrasi anak. Oleh sebab itu, ikan todak sebaiknya dihindari dalam menu MPASI.
5. Ikan king mackerel (tenggiri besar)
Meski ikan tenggiri sering digunakan dalam olahan makanan, namun jenis king mackerel atau tenggiri besar memiliki kadar merkuri lebih tinggi dibandingkan tenggiri kecil.
Untuk itu, Centers of Disease Control and Prevention (CDC) tidak menyarankan pemberian ikan ini karena risiko paparan logam berat pada bayi.
Artikel lainnya: Apa Saja Variasi MPASI Buat Si Kecil Usia 7 Bulan, Cek disini Ma!
6. Ikan tuna sirip biru
Ikan tuna sirip biru adalah ikan laut besar dengan kandungan merkuri yang cukup tinggi. Konsumsi tuna jenis ini pada bayi dapat meningkatkan risiko gangguan perkembangan saraf.
Jika ingin memberikan tuna, disarankan untuk Mama dan Papa memilih tuna kaleng rendah merkuri dan dalam jumlah sangat terbatas dan memberikannya setelah bayi berusia lebih besar.
7. Ikan mentah atau setengah matang
Ikan mentah atau setengah matang, seperti sashimi atau sushi, tidak aman untuk bayi karena berisiko mengandung bakteri dan parasit berbahaya, seperti Salmonella dan Listeria.
Sistem pencernaan bayi belum mampu melawan infeksi tersebut, sehingga ikan mentah termasuk ikan yang tidak boleh untuk MPASI.
8. Ikan asin
Ikan asin memiliki kandungan garam (natrium) yang sangat tinggi. Ginjal bayi belum berkembang sempurna untuk memproses natrium berlebih, sehingga konsumsi ikan asin dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal dan tekanan darah di kemudian hari.
Artikel lainnya: Panduan MPASI Sesuai Usia dan Tahapan Bayi
9. Ikan kaleng tinggi garam
Beberapa ikan kaleng mengandung tambahan garam dan pengawet dalam jumlah tinggi. Selain natrium, ada pula risiko kontaminasi logam dari kemasan. Oleh karena itu, ikan kaleng tidak direkomendasikan sebagai menu MPASI bayi, ya, Ma!
10. Ikan bertekstur keras dan banyak duri
Ikan dengan tekstur daging keras dan duri halus yang banyak berisiko menyebabkan bayi tersedak. Meski kandungan gizinya baik, jenis ikan ini sebaiknya ditunda hingga bayi lebih besar dan mampu mengunyah dengan baik.
Memahami ikan yang tidak boleh untuk MPASI sangat penting untuk menjaga kesehatan dan keselamatan bayi.
Ikan laut besar, ikan tinggi merkuri, ikan mentah, serta ikan tinggi garam sebaiknya dihindari karena dapat menimbulkan risiko jangka panjang bagi tumbuh kembang anak.
Dengan pemilihan bahan makanan yang tepat dan pengolahan yang aman, MPASI dapat menjadi fondasi nutrisi yang kuat bagi bayi.
Sebagai orang tua, jangan ragu untuk terus memperkaya pengetahuan seputar MPASI agar si kecil mendapatkan asupan terbaik sesuai usianya.
Untuk membantu perjalanan MPASI dan kehamilan semakin terarah, jangan lupa download aplikasi Hallobumil yang menyediakan berbagai artikel kesehatan terpercaya, panduan nutrisi bayi, dan tips parenting praktis.
Mama juga bisa bergabung dengan komunitas Hallobumil untuk saling berbagi pengalaman seputar MPASI, tumbuh kembang anak, dan kesehatan Mama bersama para orang tua lainnya.
Selain itu, ikuti berbagai event Hallobumil yang edukatif dan inspiratif untuk menambah wawasan seputar kesehatan Mama dan anak, sekaligus mendapatkan dukungan dari para ahli dan komunitas yang suportif.





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
