loading

Bedong Si Kecil yang Aman: Kapan Harus Mulai Dihentikan?

Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Bedong dapat membantu Si Kecil tidur lebih nyaman. Namun, penggunaannya tidak boleh sembarangan. Ketahui cara membedong yang aman dan kapan Mama perlu menghentikannya. Simak selengkapnya di sini.
bedong-bayi-yang-aman

Bagi sebagian Mama, bedong bayi menjadi salah satu perlengkapan yang tidak boleh dilewatkan setelah Si Kecil lahir. Bayi yang baru lahir memang dapat terlihat lebih tenang ketika tubuhnya dibungkus dengan kain secara lembut.

Bedong juga dapat membantu mengurangi gerakan refleks kaget yang terkadang membuat bayi terbangun. Namun, bedong bukan sekadar membungkus tubuh bayi seerat mungkin.

Ada beberapa aturan yang perlu diperhatikan agar Si Kecil tetap dapat bernapas dan bergerak dengan aman, Ma. Pada praktiknya, Mama bisa menemukan kain bedong bayi dengan berbagai bahan dan ukuran, maupun bedong bayi instan yang dirancang lebih praktis.

Apa pun jenisnya, prinsip keamanannya tetap sama: bayi yang dibedong harus diletakkan telentang, bagian dada tidak boleh terlalu ketat, dan kaki serta pinggul harus tetap memiliki ruang untuk bergerak.

Artikel lainnya: Hati- hati, Kesalahan Membedong Sebabkan Anak Terlambat Jalan

Mengapa Si Kecil Dibedong?

Bedong dapat memberikan sensasi seperti dipeluk sehingga sebagian bayi merasa lebih nyaman dan tenang. Pada bayi baru lahir, refleks Moro atau refleks kaget masih cukup kuat.

Gerakan tangan dan kaki yang tiba-tiba akibat refleks ini terkadang membuat bayi terbangun. Bedong yang dilakukan dengan benar dapat membantu membatasi gerakan tersebut secara lembut sehingga bayi lebih mudah menenangkan diri.

Meski demikian, bedong bukan cara untuk mencegah sudden infant death syndrome (SIDS) dan tidak boleh dianggap sebagai pengganti aturan tidur yang aman.

Bahkan, penggunaan bedong yang salah dapat meningkatkan risiko ketika bayi sudah mulai berguling. Untuk itu, manfaat bedong perlu dipahami sebagai salah satu cara untuk membantu kenyamanan bayi, bukan sebagai keharusan untuk setiap bayi.

Pada bedong bayi baru lahir, kain sebaiknya cukup tipis dan tidak berlapis-lapis secara berlebihan. Mama juga perlu memperhatikan suhu tubuh Si Kecil karena bayi yang dibedong terlalu tebal dapat mengalami kepanasan.

Tanda bayi terlalu panas antara lain berkeringat, rambut lembap, pipi memerah, muncul biang keringat, atau napas menjadi lebih cepat. 

Artikel lainnya: Bayi Sering Berkeringat, Apakah Normal?

Cara Membedong dengan Aman

Cara membedong bukan hanya soal membuat kain terlihat rapi. Posisi kain pada tubuh bayi perlu diperhatikan agar tidak menghambat pernapasan dan perkembangan sendi.

Gunakan kain yang tipis dan cukup besar, kemudian letakkan bayi dalam posisi telentang dengan kepala berada di atas bagian kain. Setelah itu, bungkus tubuh secara lembut tanpa mengikat terlalu erat.

Mama dapat memulai dengan meletakkan kain bedong bayi berbentuk seperti wajik, lalu melipat sedikit bagian atas kain. Letakkan bayi telentang dengan kepala berada di atas lipatan.

Salah satu sisi kain kemudian dilipat melewati tubuh bayi dan diselipkan di sisi tubuh lainnya. Lakukan hal yang sama pada sisi satunya, sementara bagian bawah kain dilipat secara longgar sehingga kaki tetap dapat bergerak.

Area dada dan bahu

Bagian dada dan bahu tidak boleh dibedong terlalu ketat. Bedong yang terlalu erat dapat membuat bayi sulit bernapas dengan nyaman. Sebagai panduan, masih harus ada ruang antara kain dan dada bayi.

American Academy of Pediatrics menyebutkan bahwa Mama sebaiknya masih dapat memasukkan sekitar dua hingga tiga jari di antara dada bayi dan kain bedong. 

Kain juga tidak boleh menutupi kepala, wajah, atau leher bayi. Setelah selesai membedong, pastikan hidung dan mulut Si Kecil benar-benar bebas sehingga tidak ada kain yang berpotensi menutupi jalan napas. Pemeriksaan sederhana ini sebaiknya dilakukan setiap kali bayi akan tidur.

Selain itu, hindari penggunaan bedong berbobot atau menambahkan benda seperti selimut tambahan maupun kantong berisi beras di dalam bedong.

Produk dengan beban tambahan dapat memberikan tekanan pada tubuh bayi dan tidak direkomendasikan untuk tidur yang aman.

Ruang gerak pinggul dan kaki

Bagian kaki merupakan area yang tidak boleh dibedong terlalu ketat. Pinggul dan lutut bayi sebaiknya tetap dapat menekuk serta bergerak dalam posisi alami.

Membungkus kedua kaki dalam posisi lurus dan rapat dapat meningkatkan risiko masalah perkembangan sendi pinggul, termasuk hip dysplasia.

Oleh sebab itu, bagian bawah kain bedong bayi perlu dibuat lebih longgar. Bayangkan posisi kaki bayi seperti katak, yaitu lutut dapat menekuk dan kaki dapat sedikit membuka ke samping.

Bedong yang baik bukan membuat kedua kaki bayi lurus dan menempel, melainkan memberikan ruang untuk gerakan alami.

Mama juga sebaiknya memilih ukuran bedong sesuai tubuh Si Kecil. Jika kain terlalu kecil, Mama mungkin tergoda menariknya lebih erat agar tidak mudah terbuka.

Sebaliknya, kain yang terlalu besar dan longgar juga dapat terlepas saat bayi bergerak. Jadi, perhatikan ukuran dan cara penggunaan produk sesuai petunjuknya.

Posisi Tidur yang Aman Setelah Dibedong

Setelah dibedong, bayi harus selalu diletakkan telentang untuk tidur, baik saat tidur siang maupun malam.

Posisi tengkurap atau menyamping tidak dianjurkan untuk bayi yang masih dibedong karena jika bayi berguling ke posisi tengkurap, ia mungkin kesulitan mengubah posisi tubuhnya akibat kedua tangan dan tubuh terbungkus.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kekurangan oksigen dan kejadian terkait tidur lainnya. Tempat tidur bayi juga sebaiknya memiliki permukaan yang kokoh dan datar.

Area tidur perlu bebas dari bantal, selimut longgar, boneka, bumper, atau benda lunak lainnya yang dapat menutupi wajah bayi.

Bayi sebaiknya tidur di tempat tidurnya sendiri, tetapi tetap berada di kamar yang sama dengan orang tua, terutama pada bulan-bulan awal.

Bedong juga tidak boleh digunakan untuk membuat bayi tidur di permukaan miring, sofa, kursi, atau tempat lain yang bukan permukaan tidur bayi yang aman.

Jika bayi tertidur di tempat seperti car seat ketika sedang bepergian, pindahkan ke permukaan tidur yang aman setelah memungkinkan. 

Artikel lainnya: Bahaya Si Kecil Tidur Tengkurap dan Kapan Boleh Dilakukan

Kapan Bedong Harus Dihentikan?

Tak jarang, banyak Mama yang penasaran hingga mengajukan pertanyaan berapa lama bayi dibedong? Perlu Mama pahami, tidak ada satu usia yang berlaku sama untuk semua bayi karena kemampuan motorik setiap Si Kecil dapat berkembang berbeda.

Hal yang paling penting adalah memperhatikan tanda bahwa bayi mulai mencoba berguling. Begitu tanda tersebut muncul, bedong perlu dihentikan.

Sebagian bayi mulai menunjukkan usaha berguling sekitar usia 3–4 bulan, tetapi hal tersebut dapat terjadi lebih awal. Karena itu, Mama tidak sebaiknya menunggu sampai bayi benar-benar berhasil berguling untuk menghentikan bedong.

Jika Si Kecil sudah mulai memiringkan tubuh, mengangkat bahu, atau berusaha mengubah posisi ketika dibedong, ini dapat menjadi tanda untuk mulai menghentikannya.

Setelah berhenti menggunakan bedong, Mama dapat beralih ke pakaian tidur atau sleepsack yang tidak membatasi kedua tangan dan tubuh bayi. Produk tersebut tetap perlu digunakan sesuai petunjuk dan tidak boleh memiliki beban tambahan.

Jadi, jangan berpatokan bahwa bedong bayi baru lahir harus digunakan sampai usia tertentu. Yang lebih penting adalah melihat perkembangan Si Kecil.

Begitu kemampuan berguling mulai muncul, keamanan tidur menjadi alasan utama untuk menghentikan bedong.

Artikel lainnya: Bagaimana Tidur yang Aman untuk Bayi? Ini Rekomendasi Ahli!

Bedong Instan dan Kain Bedong, Apa Bedanya?

Secara fungsi dasar, bedong bayi instan dan kain bedong bayi sama-sama dapat digunakan untuk membungkus tubuh bayi. Perbedaannya terutama terletak pada bentuk dan cara penggunaannya.

Kain bedong biasanya berupa lembaran kain yang perlu dilipat dan diselipkan secara manual, sedangkan bedong instan umumnya sudah memiliki bentuk atau pengikat tertentu sehingga lebih praktis digunakan. 

Kain bedong bayi memberikan Mama keleluasaan untuk menyesuaikan lipatan dengan tubuh Si Kecil. Namun, Mama perlu mempelajari teknik membedong yang benar agar bagian dada tidak terlalu erat dan bagian pinggul tetap longgar.

Jika tekniknya belum terbiasa, Mama dapat meminta tenaga kesehatan menunjukkan cara membedong yang aman. 

Sementara itu, bedong bayi instan dapat terasa lebih praktis karena bentuknya membantu Mama saat memasangkan bedong. Meski begitu, produk instan bukan berarti otomatis lebih aman.

Tetap periksa apakah ukuran sesuai, apakah dada dapat bernapas dengan nyaman, apakah pinggul dan kaki memiliki ruang gerak, serta apakah produk tidak mengandung pemberat. 

Mama juga sebaiknya tidak memilih produk hanya berdasarkan klaim bahwa bedong dapat membuat bayi tidur lebih lama atau mencegah SIDS. Tidak ada bukti bahwa bedong dapat menurunkan risiko SIDS, sehingga prinsip tidur aman tetap harus menjadi prioritas.

Setiap fase Si Kecil punya cerita dan tantangannya sendiri. Kalau Mama ingin mendapatkan informasi seputar kehamilan, bayi, hingga parenting dengan lebih praktis, yuk unduh aplikasi Hallobumil dan temukan berbagai informasi yang bisa menemani Mama di setiap tahap perjalanan menjadi orang tua.

Masih punya banyak pertanyaan setelah membaca tentang bedong bayi? Bisa jadi Mama juga sedang mengalami hal yang sama dengan orang tua lainnya.

Pastikan Mama gabung ke komunitas WhatsApp Hallobumil dan temukan ruang untuk berbagi cerita, bertanya, serta saling memberi dukungan bersama Mama lainnya.

Belajar menjadi orang tua memang tidak berhenti setelah Si Kecil lahir. Dari cara tidur yang aman, bedong yang tepat, sampai tumbuh kembang bayi, selalu ada hal baru untuk dipelajari.

Jangan sampai ketinggalan, ikuti berbagai event kesehatan dan dapatkan kesempatan belajar bersama para ahli serta Mama lainnya dalam suasana yang lebih seru dan interaktif. Langsung registrasi data diri Mama di aplikasi kehamilan ini!

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image