loading

Amandel pada Anak: Penyebab, Ciri-Ciri, dan Bahayanya

Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Amandel pada anak dapat menyebabkan sakit tenggorokan, sulit menelan, hingga gangguan tidur. Kenali penyebab, ciri-ciri, bahaya, dan kapan si kecil perlu diperiksa. Simak lengkapnya di sini.
amandel-pada-anak-penyebab-ciri-ciri-dan-bahayanya

Amandel pada anak cukup umum terjadi, terutama ketika anak mengalami infeksi di area tenggorokan. Namun, Mama perlu tahu ciri-cirinya agar bisa membedakan amandel yang masih ringan dengan kondisi yang membutuhkan pemeriksaan dokter.

Lalu, apa saja penyebab dan ciri-ciri amandel pada anak yang perlu Mama waspadai? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini agar Mama tahu kapan anak perlu mendapatkan penanganan.

Apa Itu Amandel (Tonsilitis) pada Anak?

Amandel atau tonsil adalah dua jaringan berbentuk oval yang berada di bagian belakang tenggorokan dan menjadi salah satu bagian dari sistem pertahanan tubuh terhadap kuman yang masuk melalui mulut dan hidung. Ketika jaringan ini mengalami peradangan akibat infeksi, kondisinya disebut tonsilitis atau radang amandel.

Lalu, apa itu amandel pada anak? Dalam percakapan sehari-hari, istilah "amandel" sering digunakan untuk menyebut radang pada tonsil, bukan sekadar keberadaan jaringan tonsilnya. Kondisi ini cukup sering dialami anak dan sebagian besar kasus disebabkan oleh infeksi virus.

Artikel lainnya: Radang Tenggorokan pada Anak: Ciri, Obat, dan Pantangannya

Apa Penyebab Amandel pada Anak?

Penyebab amandel pada anak adalah infeksi virus yang juga dapat menyebabkan batuk pilek atau flu. Selain virus, tonsilitis juga bisa disebabkan oleh bakteri, termasuk Streptococcus pyogenes atau bakteri streptokokus grup A yang menyebabkan radang tenggorokan akibat strep.

Anak usia sekolah juga lebih mudah terpapar virus atau bakteri penyebab infeksi karena sering beraktivitas dan melakukan kontak dekat dengan anak lain.

Kuman penyebabnya dapat menyebar melalui droplet saat seseorang batuk atau bersin maupun melalui kontak dengan benda yang terkontaminasi.

Artikel lainnya: Jenis Batuk pada Anak, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Apa Ciri-Ciri Anak Mengalami Radang Amandel?

Mama mungkin bisa mengenali ciri-ciri amandel pada anak dari perubahan pada tenggorokan dan kondisi anak secara keseluruhan. Beberapa tanda yang umum meliputi:

  • Tenggorokan terasa sakit atau perih, terutama saat menelan.
  • Amandel tampak merah dan membengkak.
  • Muncul bercak atau lapisan putih maupun kuning pada amandel.
  • Demam.
  • Kelenjar getah bening di leher membesar dan terasa nyeri saat disentuh.
  • Suara terdengar serak atau seperti teredam.
  • Napas atau mulut berbau kurang sedap.
  • Anak mengalami sakit kepala atau sakit perut.
  • Anak menjadi lebih rewel, sulit makan, atau menolak minum karena menelan terasa sakit.

Pada anak yang masih terlalu kecil untuk menjelaskan keluhannya, Mama mungkin lebih mudah melihat tanda seperti banyak mengeluarkan air liur, tidak mau makan, atau menjadi jauh lebih rewel dari biasanya.

Artikel lainnya: Penyebab Benjolan di Belakang Telinga Anak dan Solusinya

Apakah Amandel pada Anak Berbahaya?

Sebagian besar tonsilitis atau amandel pada anak dapat membaik dengan sendirinya, terutama jika penyebabnya adalah virus. Namun, kondisi tertentu perlu diperhatikan karena infeksi yang berat atau berulang dapat menyebabkan komplikasi.

Komplikasi yang dapat terjadi antara lain:

  • Gangguan tidur dan pernapasan, terutama jika amandel membesar dan mengganggu jalan napas saat tidur.
  • Abses peritonsil, yaitu terbentuknya kumpulan nanah di sekitar amandel.
  • Infeksi yang menyebar ke jaringan di sekitar amandel.
  • Jika disebabkan oleh bakteri streptokokus dan tidak ditangani dengan tepat, dapat terjadi komplikasi yang lebih jarang seperti demam rematik atau peradangan ginjal.
banner

Jadi, apakah amandel pada anak berbahaya? Tidak selalu, Ma. Yang penting, perhatikan kondisi anak dan jangan mengabaikan tanda seperti sulit bernapas, sulit menelan, atau banyak mengeluarkan air liur karena tidak mampu menelan.

Artikel lainnya: Gondongan pada Anak: Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Bagaimana Cara Mengatasi Amandel pada Anak?

Penanganan amandel pada anak bergantung pada penyebabnya. Jika tonsilitis disebabkan oleh virus, biasanya cukup berikan perawatan di rumah sambil memastikan anak mendapatkan istirahat dan cairan yang cukup.

Mama dapat melakukan beberapa hal berikut untuk membantu anak merasa lebih nyaman, seperti:

  • Pastikan anak cukup minum agar tidak mengalami dehidrasi.
  • Berikan makanan dan minuman yang terasa nyaman untuk tenggorokan.
  • Pastikan anak cukup beristirahat.
  • Untuk anak yang sudah mampu berkumur dan membuang airnya, berkumur dengan air garam hangat dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman pada tenggorokan.
  • Jika anak mengalami nyeri atau demam, tanyakan kepada dokter mengenai obat pereda nyeri atau penurun demam yang sesuai untuk usianya.

Jika pemeriksaan menunjukkan infeksi bakteri, dokter dapat meresepkan antibiotik. Antibiotik tidak diperlukan untuk tonsilitis akibat virus dan sebaiknya tidak diberikan tanpa anjuran dokter.

Tapi jangan lupa Ma, jika anak mendapat antibiotik, pastikan obatnya diminum sesuai dosis dan durasi yang diresepkan meskipun gejalanya sudah membaik, ya.

Pada tonsilitis yang sering kambuh, berlangsung terus-menerus, tidak membaik dengan pengobatan, atau menyebabkan komplikasi tertentu, dokter dapat mempertimbangkan operasi pengangkatan amandel atau tonsilektomi.

Artikel lainnya: Flu Singapura: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Kapan Amandel pada Anak Perlu Ditangani Dokter?

Mama sebaiknya membawa anak ke dokter jika anak mengalami sakit tenggorokan disertai demam, sulit atau sakit saat menelan, atau keluhannya tidak membaik dalam 24–48 jam.

Pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan apakah penyebabnya virus atau bakteri dan menentukan penanganan yang tepat. Dokter biasanya akan memeriksa tenggorokan dan leher anak.

Jika dicurigai infeksi streptokokus, dokter dapat melakukan pemeriksaan usap tenggorokan untuk membantu menentukan apakah infeksi disebabkan oleh bakteri.

Segera cari pertolongan medis jika anak mengalami tanda-tanda berikut ini:

  • Sulit bernapas.
  • Tidak mampu menelan.
  • Banyak mengeluarkan air liur karena kesulitan menelan.
  • Suara atau kondisi tenggorokan memburuk dengan cepat.
  • Tidak mampu minum sehingga berisiko mengalami dehidrasi.

Intinya, amandel pada anak tidak selalu berbahaya dan umumnya dapat pulih dengan perawatan yang sesuai. Namun, jika keluhan sering berulang atau muncul tanda bahaya, sebaiknya Mama tidak menunda pemeriksaan agar anak mendapatkan penanganan yang tepat.

Jika Mama masih punya pertanyaan seputar kesehatan anak, yuk cari lebih banyak tips dan informasi terpercaya dengan gabung Komunitas Hallobumil supaya Mama bisa berdiskusi langsung dengan para ahli atau Mama lainnya.

Jangan lupa juga download aplikasi Hallobumil dan daftarkan akun untuk mendapatkan informasi parenting lengkap dan terbaru. Mama juga bisa bertukar cerita, dapat berbagai tips bermanfaat, hingga ikut event Hallobumil yang seru bersama ribuan Mama lainnya!

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image