Ibu Hamil Lewat Metal Detector, Aman atau Perlu Khawatir?
:strip_icc():format(webp)/hb-article/cTcn9k8AyNZ3wKGs8E9MS/original/wdx5xzisr2mnp8jstoatk6cxshyz60df.png)
Saat bepergian ke bandara, gedung pemerintahan, atau pusat perbelanjaan tertentu, Mama tentu sudah terbiasa melewati pemeriksaan keamanan dengan metal detector. Namun, bagi Mama yang sedang hamil, wajar jika muncul pertanyaan: apakah aman jika ibu hamil lewat metal detector?
Artikel ini akan membantu Mama memahami cara kerja metal detector dan efeknya pada ibu hamil, apakah berbahaya untuk janin, serta tips agar tetap merasa tenang saat menjalani pemeriksaan keamanan.
Apa Itu Metal Detector?
Metal detector adalah alat keamanan yang digunakan untuk mendeteksi benda logam yang dibawa seseorang, baik yang terlihat maupun tersembunyi di balik pakaian.
Alat ini banyak digunakan di bandara, gedung pemerintahan, pengadilan, konser, hingga fasilitas publik lain yang memerlukan pengamanan ekstra.
Cara kerja metal detector
Metal detector bekerja dengan memanfaatkan medan magnet dan gelombang elektromagnetik berfrekuensi rendah. Saat Mama melewati alat ini, metal detector akan memancarkan medan magnet.
Jika terdapat benda logam di sekitar tubuh, medan magnet tersebut akan terganggu dan alat akan memberikan sinyal berupa bunyi atau indikator tertentu.
Proses ini berlangsung sangat singkat dan tidak melibatkan paparan sinar berenergi tinggi. Karena itu, metal detector dikategorikan sebagai alat dengan radiasi non-ionisasi, yang secara medis dianggap aman bagi tubuh manusia.
Artikel lainnya: Bolehkah Bepergian Jauh Saat Trimester Ketiga?
Jenis metal detector di bandara dan gedung publik
Di area publik, Mama bisa menjumpai beberapa jenis metal detector, antara lain:
- Walk-through metal detector: Berbentuk seperti pintu dan digunakan dengan cara berjalan melewatinya. Jenis ini paling umum ditemukan.
- Handheld metal detector: Alat genggam yang digunakan petugas untuk memeriksa bagian tubuh tertentu, biasanya jika alarm pada alat pintu berbunyi. Ini jenis metal detector yang sering dijumpai di bandara.
- Body scanner berbasis gelombang milimeter: Digunakan di beberapa bandara modern untuk mendeteksi benda yang menempel di tubuh tanpa menggunakan sinar-X.
Apakah Ibu Hamil Aman Lewat Metal Detector?
Secara umum, Mama dinyatakan aman melewati metal detector saat hamil. Alat ini tidak menggunakan radiasi ionisasi seperti sinar-X, melainkan gelombang elektromagnetik berenergi rendah. Paparan tersebut tidak cukup kuat untuk menembus jaringan tubuh atau memengaruhi perkembangan janin.
Para ahli kesehatan menyatakan bahwa medan magnet yang dihasilkan metal detector setara dengan paparan dari perangkat elektronik sehari-hari, seperti televisi atau peralatan rumah tangga tertentu, yang tidak terbukti membahayakan kehamilan.
Penjelasan medis tentang paparan gelombang
Gelombang elektromagnetik pada metal detector termasuk dalam kategori non-ionizing radiation. Artinya, gelombang ini tidak memiliki energi yang cukup untuk merusak sel, jaringan, maupun DNA.
Berbeda dengan radiasi ionisasi, gelombang non-ionisasi hanya berinteraksi di permukaan dan tidak menimbulkan perubahan biologis yang signifikan.
Dengan durasi paparan yang sangat singkat, metal detector dinilai aman bahkan jika Mama harus melewatinya lebih dari satu kali.
Perbedaan metal detector dan mesin X-ray
Penting bagi Mama untuk memahami perbedaan ini:
- Metal detector menggunakan medan magnet dan gelombang elektromagnetik rendah, tanpa sinar-X.
- Mesin X-ray bandara ibu hamil menggunakan radiasi ionisasi yang mampu menembus jaringan tubuh, sehingga penggunaannya pada ibu hamil hanya dianjurkan bila benar-benar diperlukan dan dengan perlindungan khusus.
Karena perbedaan inilah metal detector dianggap jauh lebih aman bagi ibu hamil dibandingkan pemeriksaan berbasis sinar-X.
Artikel lainnya: Kegiatan yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Hamil
Apakah Metal Detector Berpengaruh pada Janin?
Hingga saat ini, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa pemeriksaan keamanan saat hamil berdampak buruk pada janin. Gelombang yang dipancarkan tidak memengaruhi pertumbuhan, organ, maupun sistem saraf janin.
Janin terlindungi oleh dinding rahim, cairan ketuban, serta jaringan tubuh Mama. Paparan singkat dari metal detector tidak menembus lapisan perlindungan tersebut, sehingga tidak ada efek metal detector pada janin.
Kapan Ibu Hamil Perlu Lebih Berhati-hati?
Meskipun metal detector aman, Mama tetap perlu lebih waspada dalam beberapa kondisi berikut:
- Mama memiliki kehamilan berisiko tinggi dan sedang dianjurkan untuk membatasi aktivitas.
- Mama merasa cemas atau tidak nyaman saat melewati pemeriksaan keamanan.
- Mama memiliki implan logam medis di dalam tubuh, yang dapat memicu alarm dan memerlukan pemeriksaan tambahan.
- Mama harus melewati pemeriksaan keamanan berulang kali dalam waktu singkat.
Dalam situasi tersebut, Mama berhak menyampaikan kondisi kehamilan kepada petugas keamanan dan meminta pemeriksaan alternatif.
Artikel lainnya: Seberapa Sering Ibu Hamil Harus Periksa Kandungan?
Tips Aman bagi Ibu Hamil Saat Pemeriksaan Keamanan
Agar proses pemeriksaan tetap nyaman dan aman, Mama bisa menerapkan beberapa tips aman ibu hamil saat pemeriksaan keamanan berikut:
- Sampaikan kondisi kehamilan kepada petugas. Petugas biasanya akan membantu dengan pemeriksaan manual jika Mama menginginkannya.
- Gunakan pakaian yang nyaman dan minim aksesori logam. Hal ini membantu menghindari bunyi alarm yang tidak perlu.
- Datang lebih awal saat bepergian. Waktu yang cukup akan membuat Mama lebih tenang dan tidak terburu-buru.
- Jangan ragu bertanya. Jika Mama ingin memastikan jenis alat yang digunakan, bertanya langsung kepada petugas adalah langkah yang bijak.
Kapan Sebaiknya Konsultasi ke Dokter?
Konsultasi dengan dokter kandungan dianjurkan jika Mama:
- Memiliki riwayat komplikasi kehamilan.
- Mengalami kecemasan berlebih terkait paparan alat keamanan.
- Akan melakukan perjalanan jauh dan sering melewati pemeriksaan bandara.
- Mengalami keluhan kesehatan setelah bepergian.
Kehamilan adalah masa yang penuh perhatian dan kehati-hatian. Wajar jika Mama ingin memastikan setiap aktivitas yang dilakukan tetap aman bagi diri sendiri dan Si Kecil.
Agar Mama selalu mendapatkan informasi tepercaya seputar kehamilan, persalinan, dan tumbuh kembang anak, unduh aplikasi Hallobumil sekarang.
Mama juga bisa bergabung dengan komunitas Hallobumil, berbagi cerita, dan saling mendukung bersama sesama Mama di berbagai tahap kehamilan.
Agar persiapan persalinan makin matang, jangan lupa manfaatkan health tools hitung HPL di Hallobumil. Dengan perkiraan hari lahir yang akurat, Mama bisa lebih siap secara fisik dan mental.
Yang tak kalah seru, ikuti berbagai event Hallobumil bersama para ahli, mulai dari dokter kandungan hingga dermatolog. Mama bisa bertanya langsung, belajar lebih dalam, dan merasa lebih tenang menjalani masa kehamilan




Hai Mama, keram perut itu normal, Ma. Karena semakin besarnya rahim dan jaringan ikat di sekitarnya mungkin bisa mengalami kontraksi. Mama dapat mengatasi dengan pindah posisi dengan pelan, cukupi cairan. Namun jika berlanjut segera hubungi dokter. :) ^sm
- 0

:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)