loading

Penyebab Impetigo pada Anak dan Cara Mengatasinya

Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Impetigo adalah infeksi bakteri pada kulit yang rentan dialami anak. Pahami penjelasan medis mengenai penyebab utama serta langkah penanganan yang tepat agar infeksi tidak semakin menyebar luas.
penyebab-impetigo-pada-anak-dan-cara-mengatasinya

Impetigo pada anak merupakan salah satu infeksi kulit yang cukup sering terjadi, terutama pada anak yang aktif bermain dan sering melakukan kontak langsung dengan lingkungan sekitar.

Kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri yang menyerang lapisan kulit bagian luar dan dapat menyebar dengan mudah melalui sentuhan, luka terbuka, atau penggunaan barang pribadi secara bergantian.

Meskipun umumnya tidak berbahaya, impetigo tetap perlu ditangani dengan tepat agar infeksi tidak meluas ke area kulit lain maupun menular kepada orang di sekitar anak.

Mengenali gejala impetigo pada anak sejak dini dapat membantu Mama menentukan langkah perawatan yang sesuai.

Artikel lainnya: Kenali Penyebab Ruam Merah di Pipi Si Kecil

Apa Penyebab Impetigo pada Anak?

Penyebab impetigo pada anak yang paling sering adalah infeksi bakteri Staphylococcus aureus dan Streptococcus pyogenes. Bakteri tersebut dapat masuk melalui kulit yang mengalami luka kecil, seperti goresan, gigitan serangga, luka akibat garukan, atau area kulit yang mengalami iritasi.

Anak-anak lebih rentan mengalami impetigo karena sistem pertahanan kulit yang masih berkembang dan aktivitas sehari-hari membuat mereka sering bersentuhan dengan berbagai permukaan maupun anak lain.

Kondisi lingkungan yang hangat dan lembap juga dapat meningkatkan risiko berkembangnya bakteri penyebab impetigo.

Selain melalui luka, bakteri penyebab impetigo juga dapat menular alias berpindah dari satu anak ke anak lain melalui kontak langsung. Penggunaan handuk, pakaian, selimut, atau mainan yang terkontaminasi bakteri dapat menjadi media penularan.

Oleh karena itu, kebiasaan menjaga kebersihan tangan dan tidak berbagi barang pribadi penting dilakukan untuk mengurangi risiko infeksi.

Apa Gejala Impetigo yang Perlu Dikenali pada Anak?

Gejala impetigo pada anak biasanya muncul beberapa hari setelah bakteri masuk ke kulit. Awalnya, infeksi dapat terlihat seperti luka kecil, bintil merah, atau lepuhan yang kemudian berkembang menjadi luka dengan cairan dan kerak.

Area tubuh yang sering terkena impetigo adalah wajah, terutama sekitar hidung dan mulut, tetapi infeksi juga dapat muncul di tangan, kaki, atau bagian tubuh lain yang mengalami luka. Mengingat sifatnya yang mudah menular, jumlah luka dapat bertambah apabila anak sering menggaruk area yang terinfeksi.

Secara umum, impetigo pada anak terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu impetigo krustosa dan impetigo bulosa. Keduanya memiliki ciri yang berbeda sehingga penting dikenali agar anak mendapatkan penanganan yang sesuai.

Gejala impetigo krustosa


Impetigo krustosa atau non-bullous impetigo merupakan jenis impetigo yang paling sering ditemukan pada anak. Kondisi ini biasanya diawali dengan munculnya luka kecil atau lepuhan yang mudah pecah dan mengeluarkan cairan.

Setelah cairan mengering, luka akan membentuk kerak berwarna kuning kecokelatan seperti madu. Luka biasanya tidak terasa sakit, tetapi dapat menyebabkan rasa gatal sehingga anak terdorong untuk menggaruk dan berisiko menyebarkan infeksi ke area lain.

Gejala impetigo bulosa

Impetigo bulosa ditandai dengan munculnya lepuhan berisi cairan yang berukuran lebih besar dibandingkan impetigo krustosa. Lepuhan ini biasanya tampak seperti gelembung pada permukaan kulit dan lebih mudah pecah.

Setelah lepuhan pecah, kulit dapat terlihat kemerahan, lembap, dan meninggalkan lapisan kulit yang mengelupas. Jenis impetigo ini lebih sering menyerang area tubuh seperti badan, lengan, atau kaki.

Artikel lainnya: Jangan Keliru! Ini Perbedaan Ruam Campak dan Alergi Biasa

Bagaimana Cara Mengatasi Impetigo pada Anak?

Cara mengobati impetigo pada anak perlu disesuaikan dengan tingkat keparahan infeksi. Pada kasus ringan, dokter biasanya dapat memberikan obat berupa salep antibiotik yang bisa Mama oleskan langsung pada area kulit yang terinfeksi.

Salep untuk impetigo pada anak umumnya mengandung antibiotik tertentu yang bekerja melawan bakteri penyebab infeksi.

Berdasarkan anjuran American Academy of Dermatology Association (AAD), penggunaan salep antibiotik sebaiknya berdasarkan anjuran dokter agar jenis obat dan lama pemakaian sesuai dengan kondisi anak.

Selain salep, dokter juga dapat memberikan obat impetigo pada anak berupa antibiotik minum apabila infeksi sudah menyebar luas, jumlah luka cukup banyak, atau anak mengalami kondisi tertentu yang membutuhkan pengobatan lebih kuat.

Selama proses perawatan, Mama dapat membantu mempercepat pemulihan dengan menjaga kebersihan area kulit yang terinfeksi. Bersihkan area tersebut secara perlahan menggunakan larutan saline (NaCl 0,9%) atau air bersih yang mengalir.

Jika menggunakan sabun, pilih sabun yang lembut dan gunakan hanya pada kulit di sekitar area yang terinfeksi, kemudian hindari Si Kecil menggaruk atau menyentuh luka agar proses penyembuhan tidak terganggu.

Lalu, impetigo pada anak sembuh berapa lama? Pada umumnya, impetigo dapat membaik dalam waktu sekitar 7–10 hari setelah mendapatkan pengobatan yang tepat.

Namun, waktu penyembuhan dapat berbeda tergantung tingkat infeksi, kondisi kesehatan anak, serta kepatuhan menjalani perawatan.

Artikel lainnya: Penyakit Umum pada Anak dan Cara Mengatasinya

Bisakah Impetigo pada Anak Dicegah?

Impetigo pada anak dapat dicegah dengan menerapkan kebiasaan hidup bersih dan menjaga kesehatan kulit. Salah satu langkah utama adalah mengajarkan anak untuk rutin mencuci tangan menggunakan sabun, terutama setelah bermain dan sebelum makan.

Selain itu, hindari berbagi barang pribadi seperti handuk, pakaian, alat makan, atau perlengkapan mandi dengan orang lain. Jika anak memiliki luka kecil, segera bersihkan dan tutup luka tersebut agar bakteri tidak mudah masuk.

Mama juga perlu menjaga kebersihan lingkungan rumah, mencuci pakaian dan sprei secara rutin, serta membersihkan benda yang sering disentuh anak. Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko penyebaran bakteri penyebab impetigo.

Artikel lainnya: Kenali Tanda Alergi pada Bayi, Jenis & Cara Mengatasinya

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan anak ke dokter apabila muncul luka yang semakin banyak, infeksi menyebar ke area tubuh lain, terdapat nanah, anak mengalami demam, atau kulit di sekitar luka tampak membengkak dan terasa nyeri.

Pemeriksaan medis juga diperlukan apabila impetigo tidak membaik setelah beberapa hari perawatan atau sering kambuh. Dokter dapat menentukan diagnosis dan memberikan pengobatan yang sesuai agar infeksi tidak berkembang menjadi komplikasi.

Menjaga kesehatan anak membutuhkan informasi yang tepat di setiap tahap tumbuh kembangnya.

Yuk, download aplikasi HalloBumil dan daftarkan diri Mama di aplikasi kehamilan ini untuk mendapatkan berbagai informasi kesehatan terpercaya, tips kehamilan, dan panduan parenting yang mudah dipahami kapan saja.

Tidak perlu menghadapi perjalanan menjadi orang tua sendirian. Bergabunglah bersama komunitas HalloBumil di WhatsApp untuk bertukar pengalaman, mendapatkan edukasi kesehatan, dan terhubung dengan para orang tua lainnya.

Dapatkan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan bersama HalloBumil melalui berbagai event edukatif.

Ikuti event kesehatan untuk memperoleh informasi seputar kesehatan Mama dan anak dari sumber terpercaya serta bertemu dengan komunitas yang suportif.

Pertanyaan Populer

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image