loading

Penyakit Kulit Bernanah pada Anak, Jenis, dan Pengobatannya

Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Kulit bernanah pada anak bisa ditandai benjolan berisi nanah, kemerahan, atau nyeri. Kenali jenis infeksi, cara penanganan yang tepat, dan kapan si kecil perlu diperiksa dokter.
penyakit-kulit-bernanah-pada-anak

Bintik bernanah, luka yang mengeluarkan cairan, atau keropeng kuning pada kulit Si Kecil bisa disebabkan oleh berbagai kondisi. Salah satunya adalah infeksi bakteri, tetapi tidak semua kulit bernanah berarti membutuhkan antibiotik.

Lalu, apa saja penyakit kulit bernanah pada anak yang sering terjadi dan bagaimana cara menanganinya? Yuk, kenali jenis, perawatan awal, serta tanda yang membuat Si Kecil perlu diperiksa dokter, Ma!

Artikel lainnya: Bercak Putih di Wajah Anak: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Jenis Penyakit Kulit Bernanah pada Anak

Nanah biasanya terbentuk ketika tubuh merespons infeksi atau peradangan pada kulit. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan bintik atau luka bernanah pada anak antara lain:

1. Impetigo

Impetigo merupakan infeksi bakteri pada kulit yang cukup sering terjadi pada anak. Kondisi ini biasanya diawali bintik merah, lepuhan, atau luka kecil yang kemudian pecah dan mengeluarkan cairan sebelum membentuk keropeng berwarna kuning kecokelatan seperti madu.

Impetigo sering muncul di wajah, terutama di sekitar hidung dan mulut, tetapi juga dapat terjadi di tangan, kaki, atau bagian tubuh lainnya. Kondisi ini mudah menular melalui kontak langsung dengan luka atau benda yang terkontaminasi.

Artikel lainnya: Penyebab Impetigo pada Anak dan Cara Mengatasinya

2. Folikulitis

Folikulitis adalah peradangan atau infeksi pada folikel rambut yang dapat menimbulkan bintik merah kecil, terkadang dengan bagian tengah berisi nanah. Kondisi ini dapat terlihat seperti jerawat kecil dan bisa terasa gatal atau nyeri.

Infeksi bakteri, termasuk Staphylococcus aureus, merupakan salah satu penyebab yang dapat memicu folikulitis. Bila muncul di kepala, folikulitis juga bisa menjadi salah satu penyebab kulit kepala bernanah pada anak.

3. Bisul (Furunkel)

Bisul merupakan infeksi pada folikel rambut yang biasanya menyebabkan benjolan merah, terasa nyeri, kemudian bagian tengahnya dapat terisi nanah. Bisul paling sering disebabkan oleh bakteri Staphylococcus dan dapat muncul di area seperti ketiak, paha, bokong, atau selangkangan.

Bisul yang berukuran besar, semakin nyeri, mengeluarkan nanah, atau disertai kemerahan yang meluas sebaiknya diperiksakan. Jangan memencet atau menusuk bisul sendiri karena dapat mendorong infeksi semakin dalam atau menyebarkannya ke area lain.

Artikel lainnya: Bisul pada Si Kecil: Penyebab, Ciri, dan Cara Menanganinya

4. Abses kulit

Abses merupakan kumpulan nanah yang terbentuk lebih dalam di bawah kulit. Biasanya tampak sebagai benjolan yang membengkak, kemerahan, terasa hangat, dan nyeri ketika disentuh.

Berbeda dari bintik bernanah yang kecil, abses dapat berukuran lebih besar dan terkadang membutuhkan tindakan dokter untuk mengeluarkan nanah. Antibiotik juga dapat diperlukan pada kondisi tertentu, terutama jika terdapat infeksi jaringan di sekitarnya.

5. Selulitis

Selulitis adalah infeksi bakteri pada kulit dan jaringan di bawahnya. Kondisi ini biasanya menyebabkan kulit menjadi merah, bengkak, terasa hangat, nyeri, dan kemerahannya dapat meluas dengan cepat. Demam juga dapat menyertai.

Selulitis tidak selalu terlihat sebagai bintik bernanah karena infeksinya berada lebih dalam. Namun, kondisi ini termasuk infeksi kulit bernanah pada anak yang perlu mendapat perhatian medis karena dapat berkembang dan menyebar ke jaringan di sekitarnya.

6. Eksim yang mengalami infeksi sekunder

Eksim menyebabkan kulit kering, merah, dan gatal. Ketika Si Kecil sering menggaruk area yang mengalami eksim, lapisan kulit dapat terluka dan menjadi jalan masuk bakteri sehingga muncul cairan, nanah, atau keropeng.

Jika eksim yang sebelumnya kering dan gatal tiba-tiba menjadi lebih basah, bernanah, terasa nyeri, atau muncul keropeng kekuningan, Mama sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan apakah sudah terjadi infeksi.

7. Gigitan serangga yang terinfeksi

Gigitan serangga yang awalnya hanya menyebabkan bentol dan gatal juga dapat mengalami infeksi jika sering digaruk. Luka yang terbuka dapat menjadi tempat masuknya bakteri dan kemudian terlihat merah, bernanah, atau membentuk keropeng.

Karena itu, usahakan kuku Si Kecil tetap pendek dan bantu cegah kebiasaan menggaruk area gigitan. Jika kemerahan semakin meluas atau luka tidak membaik, sebaiknya periksakan ke dokter.

banner

Artikel lainnya: Bintik Merah pada Si Kecil: Jenis, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Penanganan Awal Kulit Bernanah pada Anak di Rumah

Jika Si Kecil memiliki luka atau bintik bernanah yang masih ringan, Mama dapat melakukan beberapa perawatan dasar sambil memantau perkembangannya. Namun, perawatan di rumah tidak menggantikan pemeriksaan dokter jika infeksi semakin luas atau muncul tanda bahaya.

Yang bisa Mama lakukan:

  • Bersihkan area yang terinfeksi secara lembut menggunakan air dan sabun, terutama jika terdapat cairan atau kotoran pada kulit.
  • Jangan memencet atau menusuk benjolan bernanah. Tindakan tersebut dapat membuat bakteri menyebar lebih dalam atau ke bagian kulit lainnya.
  • Tutup luka yang mengeluarkan cairan dengan perban atau kasa bersih agar tidak mudah disentuh, digaruk, atau terkena orang lain.
  • Cuci tangan sebelum dan setelah merawat area yang terinfeksi.
  • Pisahkan handuk, pakaian, dan kain yang bersentuhan dengan luka, terutama jika penyebabnya adalah infeksi yang mudah menular seperti impetigo.
  • Jaga kuku Si Kecil tetap pendek agar luka tidak semakin parah akibat digaruk.

Untuk benjolan seperti bisul, jangan mencoba mengeluarkan nanah sendiri di rumah. Bila memang perlu dilakukan pengeluaran nanah, dokter dapat menentukan tindakan yang tepat dan melakukannya secara aman.

Kapan Anak Membutuhkan Salep atau Antibiotik Minum?

Tidak semua bintik bernanah membutuhkan antibiotik. Pengobatan bergantung pada penyebab, luas infeksi, lokasi, dan kondisi Si Kecil.

Mama mungkin mencari salep untuk bintik bernanah pada anak, tetapi sebaiknya jangan memilih salep hanya berdasarkan tampilan luka.

Beberapa infeksi bakteri yang ringan dan terbatas, dokter dapat meresepkan antibiotik topikal, sedangkan infeksi yang lebih luas dapat membutuhkan antibiotik minum.

Impetigo, misalnya, dapat ditangani dengan antibiotik topikal pada kondisi tertentu dan antibiotik oral jika area yang terkena lebih luas. Hal yang sama berlaku jika Mama mencari antibiotik untuk gatal bernanah pada anak.

Antibiotik bukan obat untuk menghilangkan rasa gatal, melainkan digunakan jika dokter memastikan terdapat infeksi bakteri yang memang membutuhkan antibiotik. Jika gatal disebabkan oleh eksim, alergi, jamur, atau kondisi lain, penanganannya tentu berbeda.

Jadi, hindari memberikan antibiotik minum atau mengoleskan salep antibiotik tanpa petunjuk tenaga kesehatan. Penggunaan obat yang tidak sesuai dapat membuat pengobatan tidak efektif dan meningkatkan risiko resistensi antibiotik.

Artikel lainnya: Penyebab Ruam Popok, Ciri-Ciri, dan Cara Mengatasinya

Apakah Kulit Bernanah pada Anak Bisa Menular?

Bisa, tergantung penyebabnya. Beberapa infeksi kulit bernanah seperti impetigo, bisul, dan abses yang terbuka dapat menyebarkan bakteri melalui kontak dengan nanah atau cairan dari luka. Bakteri juga dapat berpindah melalui tangan, handuk, pakaian, atau benda yang terkontaminasi.

Risiko penularan dapat dikurangi dengan:

  • Menutup luka yang mengeluarkan cairan dengan perban bersih.
  • Mencuci tangan setelah menyentuh atau merawat luka.
  • Tidak berbagi handuk, pakaian, atau perlengkapan pribadi.
  • Menghindari Si Kecil menggaruk atau memegang luka.
  • Membersihkan benda yang mungkin terkena cairan dari luka.

Pada impetigo, penularan terutama terjadi melalui kontak dengan luka atau cairannya. Karena itu, anak yang mengalaminya perlu menghindari kontak dekat dengan anak lain sampai kondisi membaik sesuai anjuran dokter.

Artikel lainnya: Ini Cara Merawat Anak Saat Sakit, Agar Si Kecil Cepat Sembuh

Kapan Harus Dibawa ke Dokter?

Mama sebaiknya membawa Si Kecil ke dokter jika kondisi kulit semakin parah atau muncul tanda infeksi yang lebih serius. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Kemerahan atau bengkak semakin meluas.
  • Area kulit terasa sangat nyeri, panas, atau bengkak.
  • Nanah semakin banyak atau terus keluar.
  • Muncul demam atau Si Kecil terlihat lemas dan tidak seperti biasanya.
  • Benjolan bernanah berukuran besar atau terasa sangat sakit.
  • Luka tidak membaik meski sudah dirawat.
  • Bintik atau luka bernanah muncul berulang kali.
  • Infeksi berada di area wajah, terutama dekat mata.
  • Si Kecil masih berusia sangat kecil dan mengalami bisul atau infeksi kulit.

Jika bintik merah bernanah pada kulit anak disertai kemerahan yang cepat menyebar, demam, atau pembengkakan yang semakin nyeri, jangan menunda pemeriksaan.

Dokter dapat menentukan apakah kondisi tersebut cukup ditangani dengan perawatan kulit, membutuhkan obat oles, antibiotik minum, atau tindakan lain.

Pada akhirnya, tampilan nanah saja belum cukup untuk menentukan jenis penyakit kulitnya. Dengan mengenali penyebab dan tanda bahaya penyakit kulit bernanah pada anak, Mama bisa memberikan perawatan awal yang tepat tanpa buru-buru memberikan antibiotik pada Si Kecil.

Masih punya pertanyaan seputar kesehatan Si Kecil? Yuk, cari lebih banyak tips dan informasi terpercaya dengan gabung Komunitas Hallobumil supaya Mama bisa berdiskusi langsung dengan para ahli atau Mama lainnya.

Jangan lupa juga download aplikasi Hallobumil dan daftarkan akun untuk mendapatkan informasi parenting lengkap dan terbaru. Mama juga bisa mengikuti event Hallobumil yang seru bersama ribuan Mama lainnya!

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image