Kenapa Varises Bisa Muncul setelah Persalinan?
:strip_icc():format(webp)/hb-article/AXgfie-hS4-Sbim3dHbZP/original/5zy46fyygqeeks3aqfpczcewoglia2pi.png)
Munculnya varises alias urat-urat menonjol berwarna kebiruan atau keunguan di area kaki menjadi salah satu perubahan fisik yang umum dialami Mama setelah melahirkan. Perubahan ini tentu membuat Mama penasaran dengan penyebab varises setelah melahirkan.
Yuk, kenali dulu apa yang menyebabkan varises setelah melahirkan dan cara mengatasinya. Dengan begitu, Mama bisa memberikan perawatan diri dengan lebih baik dan tepat.
1. Kelebihan Berat Badan
Peningkatan berat badan selama hamil adalah hal yang sangat wajar dan penting demi mendukung pertumbuhan janin. Namun, beban tubuh yang bertambah ini ternyata memberikan tekanan ekstra pada area kaki Mama.
Tekanan inilah yang sering kali menjadi salah satu penyebab kaki varises setelah melahirkan. Meskipun si Kecil sudah lahir, tubuh biasanya membutuhkan waktu untuk kembali ke berat badan semula, sehingga tekanan pada pembuluh darah kaki mungkin masih tersisa di masa nifas.
Artikel lainnya: Cara Mengecilkan Perut Setelah Melahirkan yang Aman untuk Mama
2. Perubahan Hormon
Selama kehamilan hingga setelah persalinan, tubuh Mama mengalami fluktuasi hormon yang cukup drastis. Tingginya kadar hormon progesteron saat hamil berfungsi untuk membuat dinding pembuluh darah menjadi lebih rileks.
Sayangnya, efek dari pelebaran ini sering kali masih bertahan bahkan setelah Mama melahirkan. Pembuluh darah vena akan tampak melebar dan membengkak di permukaan kulit kaki.
Artikel lainnya: Perubahan Hormon Setelah Melahirkan, Waspadai Dampaknya
3. Hamil Kembar
Mengandung anak kembar tentu memberikan kebahagiaan ganda, tetapi juga membawa tantangan fisik yang lebih besar. Pada kehamilan kembar, tubuh memproduksi volume darah yang jauh lebih banyak dan ukuran rahim pun membesar lebih signifikan.
Tekanan ekstra dari rahim ke pembuluh darah di area panggul ini sering kali menjadi penyebab varises setelah melahirkan. Pembuluh darah mengalami peregangan yang lebih ekstrem dibandingkan kehamilan tunggal.
Artikel lainnya: Ciri-ciri Hamil Kembar yang Mama Harus Tahu
4. Hamil pada Usia Lebih Tua
Usia juga memengaruhi elastisitas pembuluh darah. Seiring bertambahnya usia, dinding dan katup pembuluh darah vena secara alami mulai kehilangan kelenturannya.
Jika Mama menjalani kehamilan di usia 35 tahun ke atas, pembuluh darah mungkin lebih kesulitan untuk kembali ke bentuk semula setelah merenggang selama sembilan bulan.
Kehamilan yang menyebabkan peningkatan tekanan darah dan pertumbuhan janin juga dapat meningkatkan risiko varises.
5. Pernah Melahirkan Sebelumnya
Jika Mama bertanya-tanya apa penyebab varises setelah melahirkan padahal di kehamilan pertama tidak ada, riwayat kehamilan sebelumnya bisa menjadi jawabannya. Setiap kali Mama hamil, pembuluh darah di area kaki dan panggul mengalami tekanan.
Jika Mama sudah pernah melahirkan beberapa kali, pembuluh darah mungkin sudah mengalami kelelahan atau pelemahan katup secara bertahap. Kondisi inilah yang membuat varises lebih rentan terjadi pada kehamilan berikutnya.
Artikel lainnya: 4 Jenis KB yang Ditanggung Penuh oleh BPJS Kesehatan
6. Memiliki Riwayat Keluarga dengan Varises
Faktor genetik memegang peranan yang sangat kuat. Jika Mama memiliki ibu, nenek, atau saudara perempuan yang memiliki masalah varises, kemungkinan besar Mama juga mewarisi struktur pembuluh darah atau katup vena yang lebih rentan melemah.
Bakat bawaan inilah yang membuat varises mudah terpicu saat tubuh mengalami perubahan drastis selama hamil dan setelah melahirkan. Meski faktor keturunan ini tidak bisa dihindari, mengetahuinya bisa membantu Mama lebih fokus pada langkah perawatan untuk meringankan gejalanya.
7. Jarang Bergerak
Kurangnya aktivitas fisik selama masa kehamilan hingga masa pemulihan pasca persalinan dapat membuat sirkulasi darah menjadi kurang lancar. Saat Mama terlalu banyak duduk atau berbaring tanpa diselingi pergerakan, darah cenderung menumpuk di pembuluh vena kaki.
Aliran darah yang melambat ini akan semakin memperberat kerja katup pembuluh darah dan memicu timbulnya varises. Usahakan untuk rutin melakukan olahraga ringan, seperti jalan kaki atau senam Kegel.
Memahami penyebab varises setelah melahirkan adalah langkah pertama yang baik agar Mama tidak perlu panik berlebihan. Seiring berjalannya waktu dan dengan menjaga gaya hidup sehat, kondisi varises ini perlahan bisa membaik.
Butuh teman berbagi cerita seputar pemulihan pascapersalinan? Yuk, gabung Komunitas Hallobumil untuk bertanya, share pengalaman, dan mendapatkan dukungan dari sesama Mama.
Jangan lupa juga untuk segera download aplikasi Hallobumil agar Mama bisa memantau tumbuh kembang si Kecil dengan lebih praktis.
Selain dapat berbagai panduan kesehatan yang lengkap dan terpercaya, Mama juga bisa bertukar cerita, dapat berbagai tips bermanfaat, hingga ikut event Hallobumil yang seru bersama ribuan Mama lainnya!





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
