loading

Kenali Ciri-Ciri Bayi Kuning, Mama Wajib Tahu Sejak Dini

Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Penyakit kuning atau ikterus neonatorum umum dialami bayi baru lahir akibat penumpukan bilirubin. Pahami penjelasan medis mengenai gejala klinis serta langkah penanganan dini yang paling aman.
kenali-ciri-ciri-bayi-kuning-wajib-tahu-sejak-dini

Ciri-ciri bayi kuning menjadi salah satu hal yang sering membuat orang tua khawatir, terutama ketika warna kulit dan mata Si Kecil terlihat berubah menjadi kekuningan setelah lahir.

Kondisi ini disebut sebagai jaundice atau ikterus, yaitu keadaan ketika kadar bilirubin dalam darah meningkat sehingga menyebabkan kulit dan bagian putih mata tampak kuning.

Pada sebagian besar Si Kecil baru lahir, kondisi ini termasuk normal karena organ hati Si Kecil masih dalam tahap perkembangan.

Menurut Mayo Clinic, bayi kuning biasanya muncul pada beberapa hari pertama setelah kelahiran dan dapat membaik dengan sendirinya seiring kemampuan hati mengolah bilirubin semakin matang.

Meski begitu, Mama tetap perlu mengenali perbedaan antara tanda bayi kuning yang normal dan ciri-ciri bayi kuning yang berbahaya agar tidak terlambat mendapatkan pertolongan.

Artikel lainnya: Penyebab Bayi Kuning, Tanda Bahaya, dan Cara Mengatasinya

Apa Ciri-Ciri Bayi Kuning yang Normal?

Tanda bayi kuning yang normal umumnya terjadi karena proses alami tubuh Si Kecil dalam menyesuaikan diri setelah lahir.

Kondisi ini biasanya tidak disertai gangguan kesehatan lain dan akan berangsur membaik dengan pemantauan serta pemberian ASI yang cukup. Berikut beberapa ciri-cirinya:

1. Kulit dan mata Si Kecil tampak kekuningan

Salah satu ciri bayi kuning yang paling mudah dikenali adalah perubahan warna kulit menjadi kekuningan, terutama pada wajah dan bagian putih mata (sclera).

Warna kuning biasanya muncul setelah Si Kecil berusia sekitar dua hingga tiga hari karena kadar bilirubin meningkat akibat pemecahan sel darah merah yang lebih banyak pada Si Kecil baru lahir.

Untuk melihat perubahan warna dengan lebih jelas, Mama dapat memeriksa Si Kecil di ruangan dengan pencahayaan alami.

Tekanan lembut pada area hidung atau dahi Si Kecil dapat membantu melihat apakah warna kulit tampak lebih kuning dibandingkan warna kulit normalnya.

2. Si Kecil tetap aktif dan mau menyusu

Pada kondisi normal, bayi kuning biasanya masih terlihat aktif, memiliki respons yang baik, dan tetap memiliki keinginan untuk menyusu. Si Kecil juga tetap buang air kecil dan buang air besar sesuai pola yang diharapkan untuk usianya.

Pemberian ASI yang cukup membantu tubuh Si Kecil membuang bilirubin melalui urine dan feses. Oleh karena itu, Mama perlu memastikan Si Kecil mendapatkan ASI secara rutin sesuai kebutuhan, terutama pada hari-hari pertama kehidupannya.

Artikel lainnya: Bayi Menolak Menyusu? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

3. Muncul pada hari kedua atau ketiga setelah lahir

Bayi kuning yang normal atau fisiologis biasanya mulai terlihat setelah Si Kecil berusia 24 jam hingga beberapa hari setelah kelahiran. Hal ini terjadi karena hati Si Kecil belum sepenuhnya matang untuk mengeluarkan bilirubin dari tubuh secara optimal.

Pada banyak kasus, kondisi ini akan membaik dalam beberapa minggu tanpa menyebabkan masalah serius. Namun, pemeriksaan kadar bilirubin tetap diperlukan pada kondisi tertentu untuk memastikan jumlahnya tidak terlalu tinggi.

banner

4. Warna kuning tidak menyebar ke seluruh tubuh

Pada Si Kecil dengan kuning ringan, perubahan warna biasanya dimulai dari area wajah kemudian dapat terlihat pada dada. Jika kadar bilirubin meningkat lebih tinggi, warna kuning dapat menyebar hingga bagian perut, tangan, dan kaki.

Oleh karena itu, Mama perlu memperhatikan perkembangan warna kulit Si Kecil dari hari ke hari. Perubahan yang semakin luas atau semakin pekat perlu dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan untuk memastikan kondisi Si Kecil tetap aman.

Artikel lainnya: Manfaat Menjemur Bayi di Pagi Hari

Bagaimana Gejala Bayi Kuning yang Berbahaya?

Ciri-ciri bayi kuning yang berbahaya perlu dikenali karena kadar bilirubin yang terlalu tinggi dapat berisiko menyebabkan gangguan serius. Kondisi ini biasanya ditandai dengan perubahan warna kuning yang semakin berat dan disertai perubahan perilaku atau kondisi fisik Si Kecil. 

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Si Kecil tampak sangat mengantuk, lemas, atau sulit dibangunkan.
  • Si Kecil tidak mau menyusu atau kemampuan menyusunya menurun.
  • Warna kuning semakin pekat dan menyebar hingga tangan serta kaki.
  • Si Kecil menangis dengan suara tinggi atau tidak seperti biasanya.
  • Berat badan tidak bertambah karena asupan ASI kurang.
  • Si Kecil terlihat sakit, mengalami demam, atau menunjukkan gejala lain yang mengkhawatirkan.

Selain itu, Si Kecil yang mengalami kuning sejak 24 jam pertama setelah lahir perlu mendapatkan perhatian lebih karena dapat berkaitan dengan kondisi tertentu yang membutuhkan pemeriksaan medis.

Misalnya, ketidakcocokan golongan darah Mama dan bayi (seperti inkompatibilitas ABO atau Rhesus) yang menyebabkan sel darah merah bayi lebih cepat pecah, infeksi pada bayi baru lahir (sepsis), atau kelainan bawaan pada sel darah merah seperti defisiensi G6PD.

Pada beberapa kasus, kondisi ini juga dapat berkaitan dengan gangguan pada hati atau saluran empedu. Oleh karena itu, bayi dengan kuning yang muncul dalam 24 jam pertama sebaiknya segera diperiksakan ke dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.

Artikel lainnya: Cara Menyusui Bayi Baru Lahir yang Benar

Kapan Harus ke Dokter?

Orang tua sebaiknya membawa Si Kecil ke dokter apabila warna kuning terlihat semakin jelas, Si Kecil tampak lebih lemas dibandingkan biasanya, atau mengalami kesulitan menyusu.

Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui kadar bilirubin dan menentukan apakah Si Kecil hanya perlu dipantau atau membutuhkan terapi tertentu.

Jangan menunggu hingga kondisi Si Kecil memburuk, terutama jika Si Kecil terlihat sulit dibangunkan, menangis dengan nada tinggi, atau tidak mendapatkan cukup ASI.

Penanganan lebih awal dapat membantu mencegah komplikasi akibat kadar bilirubin yang terlalu tinggi. Menjadi orang tua baru memang penuh dengan pertanyaan, termasuk saat melihat perubahan kecil pada tubuh si kecil.

Agar lebih mudah memantau kesehatan Mama dan Si Kecil sejak masa kehamilan hingga setelah melahirkan, yuk manfaatkan berbagai fitur kesehatan dari HalloBumil.

Perjalanan menjadi Mama akan terasa lebih ringan jika memiliki teman berbagi. Yuk, bergabung dengan komunitas WhatsApp HalloBumil dan temukan ruang diskusi bersama Mama lainnya untuk bertukar pengalaman seputar kehamilan, Si Kecil, dan parenting.

Jangan lewatkan kesempatan mendapatkan edukasi kesehatan langsung dari para ahli. Mama juga bisa mengikuti event kesehatan untuk menambah wawasan dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai fase kehamilan hingga tumbuh kembang si kecil.

Agar informasi kesehatan selalu mudah diakses kapan saja, downloadaplikasi HalloBumil dan nikmati berbagai fitur pendukung kehamilan serta parenting dalam satu genggaman. Yuk, langsung daftar di aplikasi kehamilan ini!

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image